
perlahan Annisa mulai membuka matanya. meski masih samar, dia bisa melihat ruangan disekitarnya yang tampak asing.
"aku dimana...."
gumamnya sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing.
"alhamdulillah Nis kamu udah sadar..."
mbak Diana langsung menghampiri Annisa yang masih terbaring lemah.
"aku dimana mbak...?"
Annisa bertanya dengan suara yang masih sangat lemah.
"kamu dirumah sakit Nis.. semalam kamu tiba-tiba pingsan didepan restoran.. tapi syukurlah sekarang kamu udah sadar.."
jawab mbak Diana sambil tersenyum.
"aku sakit apa mbak...?"
"dokter bilang kamu mengalami syok berat.. dan itu menyebabkan kesehatan kamu juga terganggu.."
"astaghfirullah... restonya gimana mbakk..."
Annisa mulai panik.
"kamu tenang dulu yaa... sekarang kamu pikirin aja kesehatan kamu.. soal resto,, Insyaa Allah nanti akan ada jalan keluarnya.."
"kak Ichaa... kakak kenapaaa..."
seorang gadis belia tiba-tiba langsung masuk kedalam ruangan tersebut dan segera memeluk Annisa.
dari raut wajahnya gadis itu terlihat sangat mencemaskan Annisa.
"Ina... kakak gak apa kokk.. maaf ya, karna kondisi kakak begini jadi gak bisa bantu kamu belajar.."
Reyna menggeleng
"kakak gak perlu mikirin itu... justru Ina takut kalo sampe kakak kenapa2.."
Annisa tersenyum sambil menggenggam tangan Reyna.
"kakak baik baik aja Na.. mungkin kakak cuma kecapean.."
jawab Annisa berbohong.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
sementara itu di tempat lain..
"assalamualaikum pa.. papa dimana..?"
Reyhan menghubungi papanya
"papa masih di Jerman, banyak proyek yang harus papa urus disini. kenapa Rey..?"
"Rey butuh bantuan papa.. Rey butuh uang pa.. sekarang Rey bakal nyusulin papa, bisa papa siapin uangnya..?"
"tumben kamu minta tolong sama papa.. memangnya kamu butuh berapa banyak..?"
"Rey butuh 800 juta pa.. bisa papa siapkan uangnya..?"
"800 juta..?? untuk apa uang sebanyak itu Rey..?? kamu bikin masalah lagi..??? dasar anak nakal kamu...!!"
pak Restu mulai emosi.
"pa.. ini darurat, dan kali ini bukan karna Rey bikin ulah.. tolong pa... cuma papa yang bisa bantu Rey.."
agak lama pak Restu terdiam, hingga akhirnya beliau setuju untuk memberikan uang senilai 800 juta kepada putra kesayangannya itu.
"tapi dengan syarat, papa ingin tau untuk apa uang sebanyak itu kamu gunakan. selain itu, kamu juga harus bantu papa menangani proyek pengembangan lokasi wisata di raja ampat. jika proyek kamu berjalan dengan baik, papa anggap uang itu sebagai imbalan untuk kamu."
setelah mematikan telponnya Rey kembali menghubungi seseorang, yang ternyata adalah pak Bambang orang kepercayaan papanya.
"halo om.. tolong siapin jet pribadi sekarang, aku mau nyusulin papa ke jerman.."
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
sudah dua hari Annisa dirawat dirumah sakit, dan selama itu hanya Lisa dan Reyna yang selalu bergiliran menemaninya.
selain itu beberapa orang teman dan dosen juga datang membesuknya.
namun hingga saat ini, Reyhan justru tak pernah menampakkan dirinya walau hanya sekedar membesuk.
*astaghfirullah... apa yang aku pikirkan.. kenapa juga dia harus repot repot menjengukku..
Annisa membatin.
tak terasa satu minggu sudah berlalu, dan akhirnya dokter mengijinkan Annisa untuk pulang.
Lisa dan Reyna yang masih setia menemani Annisa kegirangan karna Annisa sudah dinyatakan pulih oleh dokter.
"nah Annisa, kamu harus jaga kesehatan kamu ya.. hindari stress berlebihan, dan untuk sementara jangan melakukan aktivitas yang berat.."
demikian pesan dari dokter yang menangani Annisa.
*gimana gak stress.. dokter gak tau apa yang saya alami
batin Annisa
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Annisa sudah tiba dirumah, dengan dibantu Lisa, Reyna dan Grace.
"leganya bisa pulangggg...."
ucap Annisa.
"tapi ingat pesan dokter Cha,, jangan terlalu stress.."
__ADS_1
ucap Lisa
"dan hindari aktivitas berat..."
Reyna menimpali.
Annisa tersenyum geli melihat tingkah Lisa dan Reyna.
"oh iya Na, Reyhan kemana ya..? kok kayaknya kakak gak pernah lihat dia..?"
tanya Annisa
"kak Rey masih di raja ampat kak, bantu papa nanganin proyek disana.. paling besok atau lusa juga udah balik.."
jawab Reyna polos.
"ehhmmmm... kayaknya ada yang kangen sama tuan muda Reyhan niih..."
goda Lisa.
"eehh... gak laah.. apaan siih Lis.. aku kan cuma tanya aja.. kok tumben Reyhan gak kelihatan.. biasanya kan dia yang nganterin Reyna kesini.."
jawab Nisa
"biasanya bertanya itu karena kepikiran,, dan kepikiran itu karena kangenn.."
sambung Reyna sambil terkekeh.
dan Lisa pun ikut tergelak.
"iihh... kalian tuh yaa.. dasar jahil.."
Annisa tampak kesal
"udah ah, aku mau ngecek ke resto dulu.."
"no,,no,, no... kakak harus istirahat.."
Reyna menghadang didepan pintu.
"yess... Reyna bener Cha.. kamu butuh istirahat.."
"tapi di resto...."
"gak ada tapi-tapian,, pokoknya kakak tenang aja..
soal resto, bisa diatasi.."
Annisa menelan ludah dan masuk kedalam kamarnya dengan langkah gontai
*mereka gak tau yang sebenarnya terjadi... gimana masalah sebesar itu bisa diatasi..?? aku bahkan belum menemukan solusi dan belum melakukan apapun
sementara itu diluar kamar Lisa dan Reyna terkikik.
"kak Lisa janji ya, jangan sampe kak Icha tau kalo kak Rey yang udah ngatasin semua masalah di resto.."
"oiia,, aku mau ngabarin kak Rey dulu kalo kak Icha udah sampe dirumah dengan selamat.. kalo dalam waktu 1 jam aku gak ada kasih kabar, pasti kak Rey bakal ngancam motong uang saku aku.."
ucap Reyna terkekeh sambil meraih ponselnya dan mengirimkan chat kepada Reyhan.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
sementara itu disuatu tempat...
"alhamdulillah, proyeknya bisa berjalan dengan baik dan selesai jauh lebih awal dari perkiraan waktu. mumpung masih jam segini, langsung balik aja deh.."
Reyhan bergumam
dan tiba-tiba ponselnya berdering, notifikasi satu pesan baru.
dibukanya ponsel untuk melihat pesan yang sudah dia duga pasti dari Reyna.
"kakakku tersayang,, misi selesai.. kak Icha udah sampe rumah dengan selamat dan sekarang lagi tiduran dikamar.. jadi tolong jangan pangkas uang saku adikmu yang paling imut ini yaa..🤗🤗"
senyumnya mengembang melihat pesan dari adiknya itu.
kemudian dia bergegas masuk ke mobil dan menujh bandara. Annisa sudah kembali pulih, proyeknya pun telah selesai, pikirannya terasa ringan.
"aku akan menjagamu, melindungimu meski dari tempat yang tak bisa kau lihat, dan tanpa mengusikmu..karena ini adalah janjiku pada almarhumah ibumu."
gumam Reyhan
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
keesokan paginya, Annisa sudah kembali beraktifitas seperti biasa sebelum Reyna dan Lisa terbangun.
hari ini adalah hari minggu, dan mereka ingin menikmatinya dengan tidur lebih lama.
"assalamualaikum.."
terdengar suara dari luar
"waalaikumsalam.."
jawab Annisa yang saat itu sedang berada didapur.
*siapa yang bertamu sepagi ini..?
Annisa membatin.
segera dibukanya pintu, dan seorang pemuda dengan postur tubuh atletis dan senyuman khasnya sudah berdiri didepan pintu.
"apa kabar Nis..?"
Annisa mematung didepan pintu, berhadapan dengan Reyhan.
"alhamdulillah.."
jawab Annisa
__ADS_1
"kamu mau jemput Ina ya..? dia masih tidur.. apa perlu aku bangunkan..?"
"ehhmmm,, gak usah.. biarin aja dia tidur.. dia mah di akhir pekan kalo gak ngemall yaa ngebo.."
jawab Reyhan sambil tersenyum sumringah
Annisa langsung menundukkan pandangannya. pipinya terasa panas, jantungnya pun seolah tak sejalan dwngan akalnya.
"aku dengar katanya kamu masuk rumah sakit..?
kamu udah baikan..?"
"yaa alhamdulillah udah membaik.."
"yaudah, kalo gitu aku balik dulu ya.. ini, ada sedikit oleh-oleh buat kamu.."
reyhan menyerahkan bungkusan yang berisi buah2an segar
"yaampun Rey.. sampe repot2 segala.. makasih yaa.."
"iya sama2.."
kemudian Reyhan berpamitan.
siang itu karena sudah merasa baikan, Annisa berencana untuk pergi ke resto sekaligus menemui mbak Diana.
*mumpung Lisa dan Ina juga lagi keluar dan bersenang senang dengan urusan mereka..
pikirnya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"Nisaaa... yaa Allah... alhamdulillah kamu udah sehat Nis.. kemarin kami semua cemas banget loh waktu kamu pingsan.."
mbak Diana menyambut Annisa dan memeluknya dengan hangat.
"alhamdulillah.. makasih banyak ya, mbak Diana dan karyawan yang lain juga udah banyak membantu..
oiiya mbak, bisa kita bicara sebentar..?"
"yaudah.. yuk kita ngobrol diruang belakang.."
jawab mbak Diana yang langsung menggandeng lengan Annisa membawanya keruang belakang.
"mbak... aku udah buat keputusan, mengenai resto.. dan mudah2an ini jalan yang terbaik.."
ujar Annisa dengan tatapannya yang sendu.
mbak Diana yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum.
"kita gak mungkin bisa dapetin uang sebanyak itu dalam waktu dekat mbak.. aku akan coba bicarakan lagi dengan investor, mudah2an mereka bisa menerima saran aku.."
"gak perlu Nis... semua masalah udah teratasi kokk.."
jawab mbak Diana sambil tersenyum.
spontan Annisa langsung membulatkan mata
"gimana bisa mbak..? aku bahkan gak ngelakuin apapun.. apakah investor akhirnya memberikan keringanan ke kita..?"
"lebih dari itu Nis... semua dana pinjaman kita sudah dikembalikan kepada investor. jadi mulai sekarang restoran ini secara sah dan sepenuhnya menjadi milik pribadi kamu.."
"hahhh...??
kokk bisa mbak..?
siapa yang balikin..??"
Annisa semakin terkejut mendengarnya.
"ehmmm... ntar kamu juga pasti bakal tau kokk.. tapi untuk sekarang, dia cuma berpesan agar restoran ini dikelola dengan baik, sesuai dengan kehendak dan keinginan kamu.. dan satu lagi, dia minta kita untuk sering2 berbagi kepada anak yatim dan fakir miskin.."
"mbakk.. tolong dong jangan bikin aku penasaran gini.. siapa orangnya..?
dan kenapa dia bersedia membantu kita bahkan rela mengeluarkan uang sebanyak itu..?"
"kamu pasti bakal tau Nis.. tapi,, belum waktunya.."
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
diperjalanan pulang, Annisa masih memikirkan kejadian di restorannya tadi.
"siapa kira2 orang itu..?? dan kenapa dia bersedia memberikan bantuan bahkan tanpa diminta..??"
gumam Annisa.
dan tanpa sadar, dia menabrak punggung seorang pemuda.
pemuda itu berbalik, dan....
"Nisa... heii kamu apa kabar..??"
dilihatnya orang yang sekarang ada dihadapannya dengan tatapan penuh kebencian.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Assalamualaikum temen2...🤗🤗🤗
mohon dukungannya untuk novel perdanaku ini yaa..
sebelumnya author minta maaf, kalo alurnya mungkin terkesan berantakan..
kalo kalian punya kritik dan saran, boleh coret coret di kolom komentar..
atau kalian bisa follow akun IG author @tara_ramadhanie
kalo kalian suka dwngan karyaku, jangan lupa like, dan share ke temen2 kalian juga yaa...🤗🤗🤗
jangan lupa klik favorit juga, biar kalian bisa dapat notif UP nya yang Insyaa Allah bakal ku usahain tiap hari..😊😊😊
__ADS_1