
Suasana dijalan itu tampak ramai dan macet karena baru saja terjadi kecelakaan.
Seorang pria berusia dua puluhan ditabrak mobil sedan berwarna hitam saat sedang menyebrang jalan.
Orang-orang disekitar langsung mengamankan supir mobil tersebut yang tadinya hendak kabur.
tak lama kemudian polisi dan mobil ambulan tiba ditempat, segera mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Seorang bocah berusia sekitar tiga tahun yang tadi digendong pria tersebut duduk disamping korban, dan masih belum mengerti apa yang terjadi.
dia hanya tau bahwa ayahnya terluka dan mengeluarkan banyak darah.
hingga tiba di Rumah Sakit, bocah perempuan itu terus menangis digendongan salah satu polisi sambil berusaha memanggil ayahnya yang sudah tak sadarkan diri dan sedang ditangani diruang IGD.
Tak lama kemudian ibunya tiba. Bocah itu segera merangkul ibunya, dan meminta ibunya untuk masuk dan membangunkan ayahnya.
"Ibu.. bangunin ayah.. Icha mau main sama ayah.."
Bocah itu terus merengek.
Sementara Ibunya hanya terkulai lemah diruang tunggu pasien.
"Akibat benturan yang sangat serius dibagian kepala, korban mengalami pendarahan yang sangat hebat. Kami sudah berhasil menangani pendarahannya, namun sekarang korban dalam kondisi koma.."
"duaaarrr..!!"
bagai disambar petir disiang bolong, istri dari pria korban laka lantas tersebut sangat syok mendengar keterangan dokter yang menangani suaminya.
"Tapi suami saya masih bisa sembuh kan dok..?"
wanita itu bertanya dengan penuh harap.
"Kita berdoa saja bu.. semoga Allah memberikan kesembuhan pada suami ibu.. kami hanya sebagai perantara, namun Allah lah yang memiliki kehendak dan hak mutlak atas segalanya.."
Dokter tersebut berusaha menenangkan istri pasien.
wanita itu terkulai lemah, bahkan sempat pingsan dan dibawa ke ruang rawat inap oleh beberapa perawat.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Sementara itu di kantor polisi...
tampak dua orang pria dewasa sedang berbicara serius.
pria yang satu adalah pria yang baru saja terlibat kasus kecelakaan dan sudah ditahan oleh polisi, sedang pria satunya tampak seperti seorang pengusaha yang merupakan pemilik mobil yang menjadi barang buktinya.
"Pak, tolong saya pak.. tolong berikan jaminan untuk saya pak.. saya betul-betul gak sengaja.."
si penabrak berusaha memohon kepada majikannya untuk memberi jaminan agar dia bisa bebas.
"Kamu harus tetap mempertanggung jawabkan kesalahan kamu Kosasih.."
jawab majikannya.
"Pak tolong pak.. kasihan keluarga saya dikampung..karena saya adalah tulang punggung keluarga saya.. tolong pak.."
pria itu kembali memohon.
"Begini saja.. kamu harus tetap mempertanggung jawabkan kesalahan kamu. keluargamu, biar saya yang urus. kamu cukup berikan nomor rekeningnya, saya yang akan transfer kebutuhan keluargamu setiap bulan sesuai dengan jumlah gaji kamu.
__ADS_1
saya juga akan berikan sedikit saham saya atas nama kamu. dengan syarat, jangan pernah membongkar kasus ini ke media."
Pak Kosasih terdiam sejenak.
dan akhirnya..
"baiklah pak, saya setuju.. tapi, bapak juga harus menepati janji bapak.."
tak berapa lama kemudian, polisi membawa pak kosasih kembali ke dalam sel sembari menunggu keputusan pengadilan atas kasusnya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Kembali ke laptop....🤣🤣🤣
tepat pukul 01.00 dini hari, Annisa terbangun karena bermimpi buruk.
nafasnya sesak, dan airmatanya mengalir.
dia menangis.
Reyhan yang sedang mengerjakan sesuatu dengan laptopnya langsung menghentikan pekerjaannya dan berlari kearah istrinya.
"sayang.. kamu kenapa..?"
tanya Reyhan sambil memeluk istrinya.
Namun tampaknya Annisa belum sepenuhnya sadar, karena dia hanya terisak sambil terus menyebut "ayah.. ayah..."
Reyhan mengeratkan pelukannya.
"Sayang.. jangan menangis.. mas ada disini.."
Ucap Reyhan lirih sambil mengecup kening Annisa dengan lembut.
batin Reyhan.
Perlahan isakan Annisa berhenti, dan dia kembali tertidur dipelukan suaminya.
Reyhan membenahi posisi tidur Annisa di ranjang, dan menarik selimut sampai batas dadanya.
Diam-diam dia memperhatikan wajah istrinya yang sendu.
ada kesedihan mendalam di wajah itu, membuat Reyhan semakin merasa bersalah.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Pagi itu mereka sudah bersiap untuk kembali ke Indonesia.
Dennis juga sudah menyiapkan jet pribadi yang akan membawa mereka pulang.
"maaf boss,, aku gak sanggup naik pesawat selama itu.."
Ucap Dennis sambil nyengir.
"Dennis.. kamu disini juga..? kok aku gak tau..?"
Annisa tampak heran karena tiba-tiba bertemu Dennis di Kanada.
"aku kan juga butuh liburan Nis.. emang cuma kalian aja yang butuh.."
__ADS_1
jawab Dennis sambil cengengesan.
yang sebenarnya adalah : Dennis baru tiba di Kanada khusus untuk menjemput mereka menggunakan jet pribadi milik keluarga Arbiantoro. Namun akan terasa sangat janggal jika Annisa mengetahuinya, maka Dennis terpaksa sedikit berbohong agar Annisa tidak curiga.
"Boss.. setelah ini kita ada 'meeting mendadak dan sangat penting', jadi tolong yaa.. sampe dirumah nanti manja-manjaannya di stop dulu.."
Ucap Dennis sambil melirik Annisa saat mereka sudah berada didalam jet pribadi.
Annisa tertunduk, wajahnya memerah.
Dan Reyhan pun tampaknya mengerti 'meeting' apa yang dimaksud Dennis.
setelah menempuh perjalanan cukup panjang, akhirnya mereka tiba dirumah.
Papa Restu dan Mama Nirmala sudah menyambut kedatangan mereka dengan senyum sumringah.
"Gimana disana..? tempatnya cantik kan..?"
tanya mama pada Annisa dengan penuh antusias.
Annisa mengangguk sambil tersenyum, wajahnya tampak sangat bahagia.
deggg...
Reyhan tertegun melihat ekspresi wajah Annisa.
*malam tadi wajahnya tampak sangat sedih, tapi hari ini dia seolah orang paling bahagia di dunia.. Annisa... kamu membuatku semakin merasa bersalah
batin Reyhan.
"Ma, Pa, Rey pergi dulu ya.. ada meeting mendadak..
tolong jaga Annisa.."
Ucap Reyhan
"Lah,, kalian baru aja sampe.. istirahat dulu Rey.."
Ucap papa.
"meeting ini sangat penting pa.."
jawab Reyhan.
"Sayang, mas pergi dulu ya.."
Annisa mengangguk, kemudian Reyhan mengecup keningnya.
"Jangan pergi kemana-mana, mas gak akan lama.."
Setelah berpamitan Reyhan pergi dengan menyetir mobilnya sendiri.
"Icha.. kamu pasti capek kan..
istirahat dulu ya.. biar barang-barang kalian nanti dibawa sama mang ujang.."
ujar mama.
"Iya ma.. Icha naik keatas dulu yaa.."
__ADS_1
kemudian Annisa menaiki tangga menuju kekamarnya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆