
Flash Back ke 16 tahun lalu...
Saat itu seorang bocah berusia tujuh tahun tengah berlari di parkiran salah satu mall terbesar di kota itu sambil berusaha mencari tempat untuk sembunyi.
setelah mencoba membuka pintu beberapa mobil, akhirnya bocah itu berhasil membuka pintu mobil mewah berwarna hitam.
tanpa berpikir panjang bocah itu langsung masuk kedalam mobil tersebut, menutup pintunya kemudian bersembunyi di sela bangku penumpang. beruntungnya kaca mobil tersebut berwarna gelap, hingga dia tidak terlihat dari luar.
sementara itu diparkiran..
Dua orang pria berbadan tinggi kekar dan berpenampilan seperti preman tampak kebingungan mencari seseorang.
"Waduh.. mampus.. kalo sampe anak itu gak ketemu kita bakal digeprek sama si boss.."
Ucap pria yang satu.
"Yaudah, kita berpencar.. kita cari lagi sampe ketemu.."
jawab pria yang satunya.
kemudian mereka berpencar dan kembali mencari tanpa mereka tahu bahwa anak yang mereka cari tengah bersembunyi disebuah mobil.
Tak lama kemudian pintu mobil bagian depan terbuka. seseorang masuk dan duduk di kursi kemudi mobil.
*pasti ini pemiliknya
batin si anak
orang tersebut yang ternyata adalah seorang pria, terdengar sedang berbicara menggunakan ponsel. (waktu itu masih hempong jadul yaa gengss😂)
"Sekaranglah waktunya.. aku akan membawa anak itu pergi jauh dari sini.. dan aku pastikan Restu tidak akan pernah bertemu dengan anaknya. tadinya aku berpikir ingin membunuhnya.. tapi kurasa itu saja tidak cukup untuk menghancurkan keluarga Arbiantoro.. jadi aku akan manfaatkan anak ini.. karena suatu saat nanti, anak inilah yang akan menghancurkan keluarganya."
Bocah yang sedang bersembunyi dibelakang pria tersebut tertegun. meski usianya masih sangat kecil, namun kecerdasannya melebihi orang dewasa.
bahkan bisa dikatakan dia anak yang sangat jenius.
siapapun anak yang sedang dibicarakan oleh pria ini.. anak itu dalam masalah besar.
tentu dia sangat paham situasinya, karena dia adalah anak ketua gangster terbesar di Asia yang setiap saat nyawanya juga terancam.
*Gawat.. kalo sampe anak itu dibawa kabur sama Orang ini, dia gak akan pernah ketemu keluarganya lagi.. aku harus mencegahnya. tapi gimana caranya..?
aku bahkan gak mungkin keluar dari sini.. Orang ini pasti akan membunuhku karena aku udah mendengar rencananya.
Batin bocah tersebut.
saat tengah memikirkan rencana apa yang harus dia lakukan, tiba-tiba pintu mobil kembali terbuka.
seorang anak yang usianya tak jauh berbeda masuk kedalam mobil tersebut.
Nyaris saja anak itu berteriak mendapati seorang anak lain sedang bersembunyi di mobilnya, namun anak itu segera meletakkan jari telunjuknya ke bibirnya sebagai isyarat untuk diam.
__ADS_1
"Om aku duduk didepan aja ya.."
Ucap anak tersebut yang kemudian berpindah posisi tanpa memberi tahu apapun.
"banyak banget beli cemilannya den.."
ucap orang yang disebut Om
*Oh, jadi orang itu supirnya
batin anak yang sedang bersembunyi
"Iya Om, sore nanti teman-temanku kerumah. ada tugas kelompok."
jawab si anak yang ternyata adalah majikan dari pria tadi.
entah berapa lama mobil berjalan, sampai akhirnya..
"Loh, kita mau kemana Om..? kalo mau kerumah kan harusnya belok kanan.."
tanya anak tersebut dengan polos.
"kita mampir ke SPBU sebentar ya den.."
jawab si supir.
Anak tersebut hanya diam, pertanda setuju.
batin anak yang sedang bersembunyi.
Dan ternyata benar saja, saat mendekati SPBU si supir justru semakin melajukan mobilnya.
"Om.. itu SPBU nya kelewatan.."
Si anak mencoba mengingatkan karena mengira supirnya lupa.
"Iya Om baru ingat, tadi Om disuruh jemput nyonya dirumah temennya.. ada arisan katanya.."
"Bukannya biasanya mama bawa mobil sendiri Om..?"
tanya anak tersebut yang sama sekali tak curiga
"Mobil nyonya dibawa ke bengkel den.."
jawab si supir berusaha meyakinkan.
dan akhirnya si anak pun diam.
*astagaaa... nih bocah polos apa bego yaa.. sama sekali gak ada curiganya.. huhh.. iya, mungkin dia selalu menjalani hidup yang normal.. makanya dia gak perlu mencurigai siapapun. berbeda denganku.
batin si anak yang sedang bersembunyi
__ADS_1
"Om.. masih jauh ya..? coba telepon mama om, bilang mama nanti aja dijemputnya.. soalnya sebentar lagi teman-teman aku kerumah, takut gak keburu.."
si anak mulai panik.
Namun supirnya hanya diam dan fokus dengan laju mobil yang semakin dipercepat.
"Om..."
Si anak mencoba menegur supirnya sambil menyentuh lengannya, namun supirnya tetap diam.
*Kalo aku gak bertindak, si penculik ini pasti akan menjalankan rencananya
tiba-tiba dari arah belakang, si anak yang sejak tadi bersembunyi menutup mata supir yang sedang melajukan mobil.
Pria itu terkejut. Dikeroyok oleh dua orang bocah membuatnya kehilangan kendali mobil hingga akhirnya..
"Brakkkk...!!"
Mobil itu menabrak seorang pria yang sedang menyebrang jalan.
Supir tersebut hendak melajukan mobilnya kembali, namun seorang warga berhasil membuka pintu mobil dan menariknya keluar.
Tanpa membuang kesempatan, kedua anak didalam mobil tersebut langsung menyalip keluar dan menjauh dari lokasi.
"Aku Dennis.."
Anak yang tadi bersembunyi didalam mobil mengulurkan tangan.
"Reyhan.."
jawab anak satunya yang masih terlihat bingung.
"Supirmu bukan orang baik. dia sedang berusaha menculikmu. aku dengar sendiri dan aku tau rencananya.."
Kemudian Dennis kecil menceritakan rencana si supir tersebut yang sempat dia dengar sebelumnya.
"jangan ceritakan ini ke siapapun. karena gak ada orang yang bisa dipercaya. berpura-puralah gak tau apa-apa.."
Dennis memperingatkan.
Reyhan mendengarkan dengan tampang bingung.
"gimana bisa kamu berpikir sejauh itu..?"
tanya Reyhan polos.
"Karena aku menghadapi hal seperti ini hampir setiap hari."
Jawabnya datar, seolah itu adalah hal yang biasa.
sejak peristiwa itu, Reyhan dan Dennis bersahabat hingga sekarang.
__ADS_1
bahkan Dennis menjadi orang kepercayaan keluarga Arbiantoro karena kejeniusannya.