Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
105. Maafkan Aku


__ADS_3

Keesokan harinya Annisa mulai siuman, dan mendapati dirinya berada di ruang rawat inap rumah sakit.


Dilihatnya sekeliling ruangan, hingga matanya tertuju pada seseorang yang berada disampingnya.


Dan orang itu, tak lain adalah suaminya.


Reyhan duduk di samping ranjang pasien, dan menyandarkan kepalanya di sisi ranjang.


Mungkin dia terlalu lelah, hingga akhirnya tertidur.


Annisa menatap lekat wajah suaminya.


Wajah yang selalu dia rindukan.


Sosok yang selalu dia sangat inginkan untuk berada di sisinya. Namun dia tak mampu melawan egonya sendiri.


Tanpa sadar airmata Annisa menetes, mengingat semua perlakuan buruk yang telah dia lakukan pada Reyhan.


rasa sesal berkecamuk dalam dadanya.


Dia merasa sangat berdosa, karena telah durhaka kepada suaminya.


Dan Allah telah menegurnya, hingga membuatnya seperti ini.


Karena dendam dan amarahnya, dia justru membahayakan nyawa yang ada didalam kandungannya.


Perlahan dia menyentuh wajah itu,


wajah yang tampak sangat lusuh dan rapuh.


wajah yang tak memancarkan aura seperti biasa.


seolah sinar itu telah meredup.


Dadanya terasa semakin sesak saat menyesali semua kebodohan yang telah dia lakukan.


Hanya karena keegoisannya, dia telah menghancurkan rumah tangganya sendiri.


Dia telah bersikap tidak adil pada suaminya.


Entahlah apakah Reyhan memiliki hati yang lapang untuk memaafkan kesilapannya?


Reyhan membuka matanya, saat menyadari sesuatu yang lembut menyentuh wajahnya.


Dilihatnya sosok wanita yang selama ini sangat dia rindukan, yang kini tengah menatapnya dengan buliran airmata.


"Alhamdulillah sayang.. Kamu udah sadar.."


Reyhan mengangkat kepalanya dan tersenyum haru.


Annisa menatap lekat suaminya.


Rasa sesal semakin menghimpit dan membuatnya merasa sesak.


"Mas...."


Annisa tak sanggup mengatakan apapun.


Lidahnya terasa kelu.


"Sebentar ya sayang, mas akan panggilkan dokter untuk memeriksa keadaan kamu.."


Kemudian Reyhan menekan bel yang ada di dinding tak jauh darinya.


Tak butuh waktu lama, seorang perawat langsung memasuki ruangan tempat Annisa dirawat.


"Kankoshi, tsuma wa ishiki o torimodoshimashita. Isha ni renraku shite kare no jōtai o chekku shite moraemasu ka?"

__ADS_1


(Suster, istri saya sadar kembali.


Bisakah Anda menghubungi dokternya untuk memeriksa kondisinya?)


"Cottomatte"


(tunggu sebentar)


Perawat tersebut meninggalkan ruangan Annisa, dan tak lama kemudian dia kembali bersama dokter Akiko.


"Kankoshi kara kiita. Okusama, kidzuite yokattadesu."


(Saya mendengar dari seorang perawat.


Aku senang kamu sadar, Nyonya.)


Ucap Dokter Akiko sambil tersenyum tulus pada Annisa.


"Mas.. Dokternya bilang apa..?"


Bisik Annisa.


"Dokter Akiko bilang dia senang karena kamu udah sadar sayang.."


Jawab Reyhan.


"Watashi wa anata no jōkyō o shirabemasu, madamu."


(Aku akan memeriksa keadaan anda nyonya)


Kemudian Dokter Akiko menyiapkan beberapa peralatan seperti stetoskop, alat pengukur tensi, da beberapa peralatan lainnya.


"Kore wa hijō ni yoi jōkyōdeari, jōkyō wa antei shite imasu."


(Ini sangat bagus dan kondisinya mulai stabil.)


"Mas..."


"Dokter bilang kondisi kamu mulai stabil.."


"Alhamdulillah.. thank you Doctor.."


jawab Annisa sambil tersenyum.


"Sore wa anata no ninshin ni akueikyō o oyobosunode, sutoresu o sakete kudasai. Soshite eiyōka no takai shokuhin no ōku no shōhi. Watashi wa anata ga shōhi suru tame no ikutsu ka no bitamin o shohō shimasu, madamu. Ninshin-chū no josei ni tsuyoku suishō sa reru shokuhin no risuto o sakusei suru yō kankoshi ni irai shite kudasai."


(Hindari stres karena akan berdampak negatif pada kehamilan Anda. Dan banyak konsumsi makanan bergizi. Saya akan meresepkan beberapa vitamin untuk Anda konsumsi, Nyonya. Saya juga akan meminta perawat untuk memberi daftar makanan yang sangat dianjurkan untuk wanita hamil.)


"Arigato, Dr.Akiko."


(Terimakasih, Dokter Akiko)


jawab Reyhan.


"Okusan no sewa o shite kudasai. Ashita jōtai ga yoku nareba ie ni motte kaereru."


(Tolong jaga istrimu.


Anda dapat membawanya pulang jika kondisi membaik besok.)


"Mas.. apa kata Dokter?"


Tanya Annisa saat dokter Akiko sudah meninggalkan mereka.


"Dokter bilang kamj gak boleh stress, karena itu bisa berpengaruh buruk pada bayi kita.."


Annisa menundukkan kepala merasa sangat menyesal.

__ADS_1


Karena keegoisannya, dia justru membahayakan bayi yang ada didalam kandungannya.


Betapa berdosanya dia, telah menyakiti anugerah yang Allah titipkan didalam rahimnya itu.


Reyhan meeaih kedua tangan Annisa, kemudian mengecupnya dengan lembut.


"Mas minta maaf sayang... ini semua salah mas.. bahkan kira hampir kehilangan bayi kita karena kesalahan mas.. mas minta maaf.."


Reyhan terisak sambil menyembunyikan wajahnya dibalik punggung tangan Annisa.


"Mas..."


Annisa menatap Reyhan.


"Mas akan lakukan apapun.. Kalau memang kamu ingin berpisah, Mas akan melakukannya jika itu bisa membuat kamu bahagia.


tapi tolong jangan pergi.. Tetaplah tinggal disini.


Biarkan mas menjaga kamu dan anak kita.. Mas gak ingin teejadi apapun pada kalian.."


Annisa tertegun mendengar ucapan suaminya.


"Apa mas yakin mas sanggup melakukan itu..?"


tanya Annisa.


"Kalau itu bisa mengembalikan kamu seperti dulu dan membuat kamu bahagia, mas akan melakukannya."


Jawab Reyhan sambil terisak.


Hati Annisa terasa hancur melihat Reyhan. Ini pertama kalinya dia melihat suaminya begitu rapuh.


Sosok suami yang selama ini selalu tampak kuat dihadapannya, sosok suami yang selalu menjadi pelindungnya, sosok suami yang selalu memaklumi semua kekurangannya.


"Mas..."


Tanpa sadar Annisa juga menitikkan airmata.


Reyhan menatap Annisa dengan tatapan sendu.


Annisa meeaih tangan Reyhan, kemudian meletakkan rangan itu dikeningnya.


"Maafin Nisa mas.. Nisa udah jadi istri yang durhaka.. Nisa udah durhaka sama mas.. Nisa udah jahat sama mas.. Maafin Nisa mas..."


Reyhan tertegun melihat perubahan sikap istrinya yang tiba-tiba justru meminta maaf padanya.


"Maafin Nisa yang terlalu egois mas.. Nisa terlalu keras kepala dan mementingkan diri Nisa sendiri.. Nisa benar-benar menyesal.. Tolong maafin Nisa mas.. Nisa gak mau kita berpisah.."


Reyhan menarik Annisa kedalam pelukannya, dan mendekapnya erat.


"Selagi kamu gak menginginkannya, itu gak akan pernah terjadi sayang.. Kamu satu-satunya istri mas, sampai kapanpun.. dan mas ingin kamulah yang menjadi jodoh mas didunia dan akhirat.."


"Mas udah maafin Nisa..?"


Tanya Annisa.


Reyhan mengecup lembut kening Annisa.


"Mas sudah memaafkan kamu, bahkan sebelum kamu memintanya..


Mulai sekarang, kita akan memulai semuanya dari awal sayang..


Gak ada lagi rahasia, dan gak ada lagi yang ditutupi.."


"Makasih mas... Ana uhibbuka fillah, zauji.."


"Ana uhibbuka fillah, zaujati.."

__ADS_1


Reyhan memeluk Annisa, dan Annisa membalas pelukannya sambil tersenyum haru.


__ADS_2