Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
74. Dalang Penculikan Reyna


__ADS_3

Dennis sudah berhasil mengamankan kepala asrama yang telah terbukti melakukan upaya penculikan terhadap Reyna.


Tanpa membuang waktu lagi Dennis langsung mencecarnya.


"Sekarang katakan, kemana kau membawa Reyna..?"


kepala asrama yang tidak menduga aksinya akan ketahuan justru berpura-pura tidak mengerti.


"apa maksud anda..?"


tanya wanita itu dengan lantang.


Dennis langsung menarik kerah baju kepala asrama tersebut dan mendorong tubuhnya hingga terbentur ke dinding ruangannya.


"JANGAN BERPURA PURA BODOH..!! KATAKAN KEMANA KAU MEMBAWANYA..??!!?"


Bentak Dennis.


"saya benar-benar tidak mengerti maksud pembicaraan anda tuan.."


jawab kepala asrama yang mulai gentar dengan hardikan Dennis.


Dennis yang sudah mulai tersulut emosi menarik ponsel dari sakunya, kemudian menunjukkan bukti rekaman dari CCTV yang dia pasang secaea diam-diam dikamar Reyna.


"Aku membicarakan soal ini.."


jawab Dennis dengan tatapan tajam siap membunuh.


Kepala asrama tersebut tampak terkejut, wajahnya pucat seketika.


"Anda pikir aku akan membiarkan anggota keluarga Arbiantoro berada diluar pengawasanku..?"


Ujar Dennis sambil tersenyum sinis.


"Sekarang jawab dengan jujur.. Kemana kau membawanya..?"


Lanjutnya.


Kepala asrama tersebut semakin gentar, terlebih ketika Dennis mengeluarkan senjata api dari sakunya.


"Siapapun yang berani mengusik anggota keluarga Arbiantoro, akan berurusan denganku.."


Ucap Dennis dengan nada mengancam.


"Maafkan saya tuan.. maafkan saya..."


Kepala asrama secara tiba-tiba berlutut memegang kaki Dennis sambil meratap.


"JAWAB PERTANYAANKU..!!"


Hardik Dennis.


"Dia.. Dia ada.. Dia ada di suatu tempat.. Aku.. Aku akan.. aku membawa kalian kesana.."

__ADS_1


jawab wanita tersebut dengan terbata-bata.


"Katakan saja kemana kau membawanya.. apakah kau disuruh oleh seseorang..?"


tanya Dennis.


Awalnya wanita itu merasa ragu, namun melihat Dennis yang sudah memainkan senjata di tangannya, nyalinya menciut.


"Ya.. ada.. aku disuruh oleh seseorang.."


Jawab wanita tersebut.


"Apakah dia orangnya..?"


Tanya Dennis sambil menunjukkan foto Tuan Kosasih.


"Tidak.. Bukan, Bukan dia.. pria itu.. Dia masih muda, kurasa usianya tak jauh berbeda dari anda.."


jawab wanita tersebut.


Dennis mengernyitkan keningnya.


"Lelaki muda..? Apa kau yakin bukan dia orangnya..? Jangan coba-coba menipuku.."


Ancam Dennis.


"Ti-tidak tuan.. sa-saya berani bersumpah.. bukan.. bukan dia orangnya.."


"Apa kau mengenali wajahnya..?"


tanya Dennis lagi.


"Ya.. aku mengenalinya.. dan jika aku melihat fotonya, aku pasti tahu.."


Kemudian Dennis menghubungi Aldo, dan memintanya untuk mengirimkan foto-foto beberapa odang yang 'diduga' bekerja sama dengan Tuan Kosasih.


Setelah Aldo mengirimkannya, Dennis memperlihatkan satu per satu wajah dari foto yang dikirim oleh Aldo. Namun tak ada satupun yang wajahnya persis pelaku.


"Tunggu.. masih ada satu orang lagi.."


Gumam Dennis.


Kemudian Dennis menunjukkan rekaman CCTV dari gedung XXX, saat Tuan Kosasih terlihat sedang berbicara dengan seorang lelaki yang usianya terlihat lebih muda.


"Apakah dia orangnya..?"


Tanya Dennis.


"Ya... Ya benar.. Dia.. Dia orangnya.. Dia membayarku sangat mahal untuk melakukan pekerjaan ini.."


jawab wanita tersebut.


"Hendrik..."

__ADS_1


Gumam Dennis seolah tak percaya.


Kemudian wanita tersebut mengatakan kemana dia membawa Reyna pergi.


Kemudian Dennis meminta beberapa orang staff keamanannya untuk membawa wanita tersebut ke kantor polisi terdekat dan berjaga disekitar kantor polisi.


"Berikan bukti-bukti yang ada kepada tim penyidik. Aku akan mengurus sisanya."


Titah Dennis.


Kemudian Dennis melaporkan peristiwa tersebut kepada Reyhan.


"Baiklah Den.. Sesuai rencana awal, Kami akan menuju kesana segera. Kau siapkan saja orang-orang terbaikmu, kurasa kita harus mengakhiri semuanya."


Setelah mendapatkan titik lokasi keberadaan Reyna, Tuan Restu, Pak Edo dan pak Bambang membawa orang-orangnya ke tempat dimana Hendrik menyekap Reyna.


Reyhan, dan Dennis akan melakukan penyerangan di markas Tuan Kosasih.


Sedangkan Aldo dan timnya ditugaskan berjaga di kediaman o-bachan.


"Bos.. apa tidak sebaiknya kau yang berada disini menjaga istri dan keluargamu..? Biar aku bergabung dengan Dennis.."


ucap Aldo.


"Akulah yang menjadi sasaran utamanya Do.. Aku juga yang harus mengakhirinya. Tolong kau jaga keluargaku selagi kami pergi. Aku mempercayaimu. dan jangan katakan apapun kepada mereka sebelum kami kembali.."


Titah Reyhan.


Aldo menarik nafas dalam.


*Semoga saja semuanya berakhir disini.


batinnya.


Malam itu Tuan Restu, Pak Bambang dan Pak Edo sudah pergi lebih dulu.


Kemudian Reyhan menyusul.


Dia bahkan sudah meminta bantuan dari pihak aparat keamanan dan juga dari ketua mafia lainnya.


Berkat reputasi Dennis sebagai ketua Yakuza, tentu tak sulit bagi mereka untuk mencari rekanan.


Mereka akan segera mengakhirinya.


Hidup atau mati, semuanya harus segera diselesaikan.


Berkat informasi dari Ody, mereka bisa menyusun rencana dengan cepat dan tepat.


jika tidak ada pengkhianat diantara mereka, kemungkinannya adalah : Tuan Kosasih dan kelompoknya akan terdesak.


Tuan Restu, Pak Bambang dan Pak Edo akan menyerang terlebih dulu ketempat penyekapan Reyna.


Setelah Reyna berhasil diselamatkan, Barulah tim Reyhan dan Dennis melakukan penyerangan besar-besaran ke markas Tuan Kosasih.

__ADS_1


__ADS_2