Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
60. Apa Yang Kau Sembunyikan..?


__ADS_3

Annisa sudah tiba dirumah bersama suami dan ibu mertuanya setelah pagi tadisuaminya mengurus segala keperluan yang dibutuhkan untuk perawatannya dirumah.


Reyhan juga sudah meminta Dokter Rina tinggal dirumahnya untuk sementara waktu, sampai kondisi Annisa membaik.


"Mas.. sampe kapan aku harus diam dirumah..?"


Tanya Annisa saat mereka baru tiba dirumah.


"Setidaknya sampai situasi normal.. untuk sementara mas gak bisa terus nemenin kamu.. masih banyak hal yang perlu mas urus."


Jawab Reyhan.


Annisa merasakan ada kejanggalan dibalik sikap suaminya.


saat ini dia merasa sedang berhadapan dengan orang lain yang bukan suaminya.


"Mas... boleh aku bertanya sesuatu..?"


"Apa..?"


Tanya Reyhan


"Sebenarnya apa yang terjadi mas..? kenapa situasinya jadi begini..?


siapa orang yang melakukan ini semua..?"


Reyhan menarik nafas dalam.


"Mas udah bilang kan, kamu gak perlu mikirin soal itu.."


"Tapi aku ini istri kamu mas... aku berhak tau apa yang terjadi dengan kamu.."


Annisa mulai terbawa emosi.


"Justru karena kamu adalah istri mas, dan mas gak mau melibatkan kamu kedalam masalah ini.."


Jawab Reyhan dengan suara yang juga mulai meninggi.


Annisa tertegun. Ini pertama kalinya Reyhan berbicara sedikit keras kepadanya.


"Maaf sayang.. mas gak bermaksud.."


Reyhan langsung memeluk Annisa begitu menyadari kesalahannya.


"Mas.. aku ini istrimu, tapi aku bahkan tidak benar-benar mengenalmu.. Siapa kamu sebenarnya..? bagaimana kamu sebenarnya..? aku tidak pernah tau semua itu.."


gumam Annisa sambil menitikkan airmata.


Annisa melepaskan pelukan suaminya, kemudian melangkah dengan gontai menuju kamar.


Reyhan hanya menatap punggung istrinya dengan perasaan menyesal.


"Mas minta maaf sayang.. Mas gak bermaksud merahasiakan semuanya dari kamu.. Tapi mas melakukan ini karena mas tidak ingin membahayakan kamu dan anak kita.. Mas harap kamu bisa mengerti.."


Gumam Reyhan.


Annisa berhenti sesaat, kemudian menoleh kepada suaminya.

__ADS_1


"Dan aku harap mas juga mengerti, bahwa hal yang paling utama dalam sebuah hubungan adalah kejujuran. Rusaknya sebuah hubungan, selalu berawal dari ketidak jujuran.."


kemudian Annisa berpaling dan langsung mengunci pintu kamarnya.


Reyhan menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.


pikirannya tengah serabut.


semua peristiwa yang terjadi membuatnya hilang kendali.


diraihnya kunci sepeda motor yang sudah lama tidak dia gunakan, kemudian dia pergi meninggalkan rumah.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


"Nisa sama Rey mana bi..?"


tanya bu Nirmala pada Bi Ijah saat akan menikmati makan siang.


"Non Nisa ada dikamarnya nyonya.. kalau den Rey, dari pagi tadi pergi gak tau kemana.."


jawab Bi Ijah.


"Pergi..? tapi saya lihat mobilnya ada didepan..?"


Bu Nirmala mengernyitkan kening.


"Den Rey naik motor bu.. tadi pagi sepertinya habis bertengkar dengan Non Annisa.."


Jawab Bi Ijah.


"Rey dan Nisa bertengkar..?"


"Bi, saya mau kekamar Nisa. tolong anterin makan siang kekamarnya ya.."


"Iya nyonya.."


Kemudian Bu Nirmala bergegas menuju lantai 2, tepatnya ke kamar Reyhan dan Annisa.


"Nisa.. boleh mama masuk..?"


Bu Nirmala mengetuk pintu kamar, namun tak ada jawaban.


"Nisa.. apa kamu ada didalam..?"


Bu Nirmala kembali mengetuk sedikit lebih keras.


Sesaat kemudian pintu dibuka.


Bu Nirmala langsung masuk dan melihat wajah menantunya yang sembab.


"Nisa.. apa yang terjadi..?


kenapa kamu seperti ini..?"


Tanya Bu Nirmala.


Annisa hanya menggeleng.

__ADS_1


"Ma.. Nisa minta maaf..."


gumam Annisa.


Bu Nirmala menuntun Annisa, kemudian mendudukkannya di sofa yang ada dikamar itu.


"Sekarang coba kamu ceritakan sama mama, apa yang terjadi..?


apa kamu bertengkar dengan Rey..?"


Tanya Bu Nirmala sambil mengelus kepala Annisa.


"Nisa bingung ma... Nisa gak tau harus gimana... selama ini Nisa pikir Nisa udah sangat mengenal mas Rey.. tapi..."


"Tapi kenapa..?"


"Tapi terlalu banyak rahasia yang disembunyikan oleh mas Rey ma..


Nisa gak benar-benar tau siapa mas Rey, dan bagaimana dia selama ini.. Nisa ngerasa seolah Nisa berhadapan dengan orang lain, bukan dengan suami yang selama ini Nisa kenal.."


Annisa mulai menangis.


Bu Nirmala menarik nafas dalam.


"Nisa.. mama ini adalah mama kandungnya.. dan mama tau persis bagaimana perangai anak mama..


mungkin memang ada hal-hal yang Rey sembunyikan dari kamu, tapi mama yakin dia melakukan itu semua untuk kebaikan kamu juga.."


jawab Bu Nirmala.


"Tapi Nisa ini istrinya ma... gak seharusnya Mas Rey menyimpan rahasia dari Nisa.. gimana Nisa bisa menjalani hubungan, dengan orang yang selalu menyimpan rahasia..? seolah dia tidak percaya dengan istrinya sendiri.."


"Bukan karena dia tidak percaya.. tapi mama sangat yakin Rey melakukan ini justru karena dia sangat mempercayai kamu.. dia hanya tidak mempercayai dirinya sendiri.. dia merasa tidak yakin bahwa dia bisa menjaga kamu.. Apapun yang Rey lakukan selama ini, dia sudah sangat berjuang untuk kamu.. meskipun mungkin kamu tidak menyadarinya.."


"Jadi Nisa harus gimana ma...?"


Mama tersenyum sambil menggenggam tangan Annisa.


"percayalah padanya, karena dia adalah suami kamu.. mungkin benar, dia menyimpan banyak rahasia.. tapi percayalah, dia melakukan itu semua demi kamu.."


Annisa merenungi nasehat ibu mertuanya.


"Kamu tau Nisa, mama lihat sekarang Rey sudah benar-benar berubah.. dia jauh lebih dewasa, lebih bertanggung jawab.. sangat berbeda dengan Rey yang dulu.


mungkin benar kata orang bijak, seorang pria sanggup merubah dirinya untuk wanita yang dia cintai.. dan mama lihat itu yang terjadi pada anak mama.. justru mama sedikit cemburu dengan kamu, karena kamulah orang yang mampu merubah sosok Reyhan yang egois dan arogan menjadi pria dewasa yang soleh dan bertanggung jawab.."


"Ma.. Nisa minta maaf.. Nisa udah bersikap kekanakan.. bahkan Nisa meragukan suami Nisa sendiri.."


Mama menggeleng.


"Mama paham.. jika mama diposisi kamu, mungkin mama juga akan melakukan hal yang sama.. tapi, setidaknya kamu bisa jadikan masalah ini sebagai pelajaran untuk kedepannya.."


perlahan Annisa mulai tersenyum kembali.


"Jika nanti Rey pulang, segeralah berbaikan.. Seorang istri harusnya jadi penghibur bagi suami, apalagi disituasi ini, mama yakin Reyhan sangat tertekan.."


Ujar Bu Nirmala.

__ADS_1


"Iya ma.. Insya Allah, Nisa akan ingat semua pesan mama.."


Kemudian Annisa memeluk ibu mertuanya yang dudum disampingnya.


__ADS_2