Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
53. Malam Penyerangan..


__ADS_3

Tepat pukul tujuh pagi saat Reyhan dan Annisa keluar dari kediaman mereka.


Reyhan akan berangkat ke Raja Ampat selama beberapa hari untuk bertemu klient sekaligus melihat perkembangan pembangunan hotel cabang yang baru disana, sedangkan Annisa hari ini harus menyerahkan tugas disertasinya kepada Dosen yang mereka juluki Mr. Discipline.


"Jaga diri kamu baik-baik sayang, jangan terlalu kecapean.."


Ucap Reyhan sebelum memasuki mobilnya.


"Iya.. mas juga ya.. ingat, dirumah ada istri mas yang menunggu mas pulang.."


jawab Annisa.


Reyhan mencium kening Annisa, kemudian masuk ke mobilnya.


sedangkan Annisa masuk ke mobil lainnya karena mereka berbeda arah.


saat diperjalanan Reyhan berniat mengirimkan pesan pada Dennis, karena sejak pesan terakhirnya pagi tadi tampaknya Dennis belum mengirimkan balasan.


*Tumben dia lama jawab pesan


pikir Reyhan.


Dibukanya aplikasi whatsapp di ponselnya, dan dilihatnya daftar riwayat chat terakhir.


Reyhan mengernyitkan keningnya.


*Dennis udah balas sejak tadi, tapi aku gak merasa membuka pesannya..apa jangan-jangan...


kemudian Reyhan membuka pesan terakhir dari Dennis, dan akhirnya dia mengerti.


"jadi, karena ini Annisa bersikap aneh pagi ini.. memang bukan salahnya juga, isi pesan Dennis membuat kesan ambigu.."


gumamnya.


"Meskipun ini bukan saat yang tepat untuk mengatakan kebenarannya, tapi setidaknya aku harus segera meluruskan kesalah pahaman ini.."


sementara itu...


Annisa juga sedang dalam perjalanan menuju kampus.


dia kembali teringat dengan pesan Dennis di ponsel suaminya.


dengan segera dia meraih ponselnya dari dalam tas,


kemudian mengirimkan pesan kepada Dennis.


"Bisa kita bertemu siang ini..? ada hal penting yang ingin kutanyakan.."


Dennis sedang menyetir mobilnya, tepat dibelakang mobil yang membawa Annisa.


pagi tadi Reyhan berpesan agar Dennis menjaga Annisa selama dia tak ada. dan dalam kondisi yang sedang carut-marut begini, akan sangat berbahaya jika membiarkan Annisa tanpa pengawalan.


terlebih setelah peristiwa tengah malam tadi.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


flashback...


saat itu pukul sepuluh malam.


Dennis mengumpulkan orang-orang kepercayaannya.


mereka berencana untuk mengacaukan markas King Latina.


Bukan tanpa alasan..


karena King Latina adalah tameng bagi musuh mereka, itu artinya menjadi musuh mereka juga.


sedikitnya dua puluh orang disiagakannya untuk melakukan aksi malam ini.


"tujuan kita adalah mengacaukan markas mereka. tetap waspada, meskipun mereka tidak seganas yang kita kira."


Dennis memberi arahan.


Seolah sudah mengerti apa yang harus dilakukan, mereka semua mengangguk.

__ADS_1


setelah semua persiapan dan senjata dirasa cukup, mereka pergi menuju markas King Latina dengan mengguunakan tiga buah mobil.


Namun beberapa jam sebelumnya, Dennis terlebih dulu menjebak beberapa orang yang ada didalam markas King Latina, tentunya dengan bantuan anak buahnya yang menyusup.


bukan rahasia lagi, jika mayoritas anggota King Latina mudah terbuai oleh wanita-wanita cantik.


Dengan sengaja anak buah Dennis memanggil beberapa orang wanita panggilan untuk menemani mereka berpesta.


"hari ini adalah hari ulangtahunku, aku ingin mengadakan pesta kecil-kecilan untuk kita.."


itulah alasan yang dia gunakan agar tak terlalu kentara.


Beberapa botol miras juga sudah disiapkan (yang sebelumnya sudah diberi obat penenang dosis tinggi).


Malam itu mereka sangat menikmati pesta hingga teler, tanpa tahu akan ada penyerangan yang dilakukan oleh orang-orang Yakuza.


pukul setengah dua belas malam, Dennis dan orang-orangnya tiba di markas Yakuza.


mereka langsung masuk dan menyerang tanpa ampun, terlebih karena hampir semua orang-orang dari King Latina dalam keadaan setengah sadar.


bentrokan pun tak bisa dielakkan.


namun karena kondisi yang sedang teler, tentu saja sangat sulit bagi anggota King Latina menghadapi musuh mereka, terlebih mereka adalah kelompok Yakuza yang memang sangat disegani dan ditakuti bahkan sudah dikenal di kawasan Asia.


akibat peristiwa itu beberapa orang dari King Latina tewas. ada yang tertusuk pedang, tertembak, situasi menjadi kacau.


orang-orang yang terluka bergelimpangan dimana-mana.


dan untuk menutupi penyamarannya, mata-mata Dennis sengaja melukai lengannya sendiri dengan belati.


tentunya skenario sudah disiapkan.


begitu Dennis dan orang-orangnya pergi meninggalkan markas, dialah yang akan menghubungi anggota lain dan mengatakan mereka telah diserang.


Markas King Latina malam itu benar-benar kacau.


dan setelah dirasa cukup, Dennis memberi isyarat pada orang-orangnya untuk meninggalkan markas King Latina yang sudah mereka obrak-abrik.


pukul tiga dini hari, seseorang mengirimkan pesan pada Dennis.


tetap waspada boss, mereka tahu anda bekerja untuk CEO ReRe Coorporation."


Dennis tersenyum melihat isi pesan tersebut.


*Sudah kuduga, mereka pasti mengerti.


"Malam yang cukup melelahkan.."


gumam Dennis.


"Istirahatlah boss, anda pasti sangat lelah."


Ucap salah satu pengawalnya.


Dennis menggeleng.


"tugas selanjutnya adalah mengawal Nyonya Arbiantoro. pastikan tuan Reyhan juga aman selama disana, karena situasi pasti akan kacau. King Latina akan segera bergerak dan mereka akan mencari celah."


"Baik boss.."


Dennis memejamkan matanya sesaat, menarik nafas dalam.


*aku harus segera menyusun rencana selanjutnya. King Latina bukan kelompok sembarangan, mereka tidak akan menyerang secara brutal tapi mereka pasti akan mencari celah untuk mengacaukan situasi.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


notifikasi ponsel Dennis berbunyi.


segera diraihnya ponsel yang dia letakkan diatas dashboard. sambil menyetir dia membuka pesan di ponselnya yang ternyata dari Annisa.


"Bisa kita bertemu siang ini..? ada hal penting yang ingin kutanyakan.."


Dennis berpikir sejenak, dan akhirnya membalas.


"Baiklah.."

__ADS_1


tak lama kemudian Annisa kembali membalas.


"Nanti aku akan share lok.."


Dennis tersenyum simpul.


*Tanpa share lok pun aku pasti tahu kau dimana


batin Dennis.


Siang itu Annisa yang ditemani oleh Lisa menemui Dennis disebuah Caffe.


"Ada keperluan apa sehingga mendadak memanggil hamba wahai paduka ratu.."


ujar Dennis yang baru saja tiba dengan gaya sengaknya.


Kemudian Dennis mengambil posisi duduk dihadapan kedua wanita tersebut.


"Den.. apa yang kamu tahu soal mas Rey..?"


tanya Annisa yang tak ingin berbasa basi.


Dennis tertawa geli.


"Apa yang ingin kau ketahui Nis..?"


tanya Dennis


"Pesanmu pagi tadi, aku membacanya.. apa.. mas Rey menyembunyikan sesuatu dariku..?"


"Ya.."


jawab Dennis singkat.


"Den.. aku yakin kamu pasti tahu apa yang disembunyikan oleh suamiku.."


"Tepat sekali.. aku tahu semuanya.."


jawab Dennis masih dengan gaya sengaknya yang berlagak penting.


"Jadi... apa sebenarnya yang kalian sembunyikan dariku..?"


Dennis menarik nafas panjang.


"mohon maafkan hamba Kanjeng Ratu.. untuk hal tersebut hamba rasa Kanjeng Ratu bisa bertanya langsung kepada Paduka Raja.. karena hamba hanyalah abdi beliau.."


jawab Dennis masih dengan kesengakannya.


"Apa... mas Rey punya wanita simpanan..?"


Annisa tak tahan jika tidak menanyakannya, dan dia harus mengetahuinya. tentu dia sangat berharap dugaannya meleset, walaupun tetap saja dia ingin tahu rahasia apa yang sedang mereka sembunyikan darinya.


Dennis yang mendapat pertanyaan tak terduga langsung tertawa sejadinya.


"Astagaa Nisa.. kamu pikir Reyhan itu pria macam apa..?"


ujarnya.


"Aku serius Den.. apa mas Rey punya wanita lain..?"


dengan polosnya Annisa mengulang pertanyaannya.


"Kalo itu aku pastikan gak.. aku yakin dia sangat mencintai kamu, dan dia gak akan melakukan hal serendah itu.. kamu adalah istrinya, aku yakin kamu lebih mengenal dia lebih daripada aku.."


jawab Dennis.


"Syukurlah..."


Annisa menarik nafas lega.


"Jadi, apa sebenarnya yang kalian sembunyikan..?"


"Nis.. aku rasa lebih tepat kalau kamu tanyakan langsung pada Reyhan, karena dia suami kamu.. dan apapun keadaannya, aku harap kamu percaya padanya.."


*Udah kuduga, Dennis gak mungkin menceritakannya padaku.. yasudahlah, aku akan tanyakan sendiri ke Mas Rey saat dia pulang..

__ADS_1


batin Annisa.


__ADS_2