Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
44. Dendam Masa Lalu


__ADS_3

Sore itu Reyhan menemui Dennis disebuah caffe.


"gimana perkembangannya Den..?"


tanya Reyhan sambil menyeruput kopi hitamnya.


"benar dugaanku boss.. peristiwa 16 tahun lalu harusnya gagal.. tapi si tua bangka itu mendapat keuntungan dari hasil saham yang diberikan Om Restu, karena itu dia bisa mengubah rencana.."


Ujar Dennis.


"lu udah selidiki apa motifnya..?"


tanya Reyhan sambil mengernyitkan kening.


"Dendam boss.. dendam masa lalu.. lebih tepatnya, dendamnya terhadap kakek Rasyid.."


"Kakek..? apa hubungannya dengan kakek..? lagipula kakek udah lama meninggal Den.."


Reyhan tampak heran.


"dari informasi yang berhasil kudapat, dulu almarhum kakek tanpa sengaja menghancurkan keluarganya boss.."


"ngaco lu Den.. gua tau persis kakek orang seperti apa, gak mungkinlah kakek sejahat itu.."


protes Reyhan.


"Perusahaan keluarga si tua bangka itu sedang dalam masa genting karena adanya masalah internal saat bersaing tender besar dengan ReRe Coorporation boss.. tapi mereka tetap nekat dan berharap bisa memenangkan tender, karena dengan begitu mereka bisa memulihkan kondisi perusahaan.


tapi ternyata justru tender senilai 100 triliun itu dimenangkan oleh ReRe Coorporation.


Selain itu, karena kondisi finansial perusahaan mereka yang saat itu carut-marut, ditambah lagi mereka terlibat beberapa bisnis ilegal dan pencucian uang yang menyebabkan bukan hanya mereka, tapi beberapa pihak lain juga mengalami kerugian.


akhirnya perusahaan itu bangkrut. CEO perusahaan itu, ayah dari Tuan Kosasih.


dia mengalami depresi akibat peristiwa itu, ditambah lagi tekanan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan akhirnya memilih mengakhiri hidupnya.


sementara ibu Tuan Kosasih, tak berapa lama kemudian juga meninggal akibat serangan jantung. Dia syok saat mengetahui suaminya bunuh diri."


Ucap Dennis kemudian meraih cangkir kopinya.


"Astaghfirullah.. sampe sejauh itu..


kenapa dia justru menjadikan ini dendam pribadi..?


dalam bisnis persaingan itu hal yang biasa kan.."


gumam Reyhan.


Dennis menggeleng.


"Permasalahannya gak sesimpel itu, dan memang gak hanya sampe disitu boss..

__ADS_1


terlalu rumit kalo harus kujelaskan sekarang. dan kurasa harusnya Om Restu yang lebih berhak menjelaskan ini semua. Kau tau boss, dalam dunia bisnis.. terutama bisnis raksasa seperti ReRe Coorporation, selalu ada 'pihak hitam' dibaliknya. suka atau tidak, kita juga bersinggungan dengan mereka. dan selentingan kabar yang kudengar, saat bisnis keluarga Kosasih gulung tikar 'pihak hitam' yang tadinya mendukung mereka membelot, dan justru merapat kepada keluarga Arbiantoro."


Dennis tampak serius menjelaskan.


"Pihak hitam..? apa maksudnya Den..?"


Dennis menarik nafas panjang.


"nanti jika situasinya udah kondusif, aku akan jelaskan semuanya boss.. aku janji. tapi yang terpenting sekarang adalah, jangan sampe kita lengah terhadap strategi musuh.


sekarang mereka masih memakai rencana mulus tanpa mengorbankan satu nyawa pun.. tapi dalam pertarungan selalu ada plan B dan plan C boss..


jika rencana awal mereka gagal, yang kutakutkan mereka menggunakan plan B.. korban jiwa gak bisa terelakkan boss.."


"Sampai harus ada korban jiwa..? seberapa parah Den..?"


Dennis menelan ludah.


"beberapa hari lalu sumber informanku mengatakan tuan Kosasih melakukan pertemuan khusus dengan pimpinan gangster di Chicago. kuat dugaanku dia sengaja merancang pertemuan itu untuk meminta bantuan. dan jika aku benar, maka itulah plan B yang dia siapkan."


Reyhan memejamkan mata sejenak, bersandar di sofa sembari menekan pelipisnya dengan dua jari.


"Hanya karena kalah dalam persaingan bisnis si tua bangka itu melakukan hal sejauh ini.. Den, prioritas kalian sekarang adalah istri gua. tetap lindungi dia apapun caranya."


Dennis mengangguk.


"Apa rencana lu..?


tanya Reyhan berharap orang kepercayaannya itu memiliki ide brilian.


"Boss.. Ente lupa ane siapa..??"


Dennis tergelak.


"tentu aku udah menduga ini pasti akan terjadi, bahkan sebelum si tua bangka itu memikirkannya. karena aku udah mencari informasi apapun yang kuperlukan tentang dia, termasuk orang-orang atau pihak-pihak yang berhubungan dengannya secara langsung ataupun tidak. bukan maksud jumawa boss, tapi si tua bangka udah salah memilih lawan.. dan sejujurnya, target utama mereka sekrang sebenarnya adalah, aku.."


Reyhan terhenyak.


"Den.. lu bercanda kan..?"


Dennis tertawa ringan.


"itu benar boss.. akulah target utamanya sekarang. tapi justru itulah rencanaku.."


"Den.. lu gak perlu bertindak sejauh itu.."


Dennis menggeleng.


"Sebenarnya mereka punya alasan kuat kenapa menjadikanku sebagai sasaran yang pertama. selain karena aku adalah orang kepercayaan keluarga Arbiantoro, ketua gangster Chicago juga punya dendam pribadi terhadapku yang sebenarnya kusengaja. karena aku yakin si tua bangka itu pasti gak akan melewatkan peluang begitu aja. baginya, bisa bergabung dengan gangster Chicago itu peluang yang cukup besar."


"Maafin gua den.. karena permasalahan keluarga gue dengan keluarga si tua bangka di masa lalu lu jadi harus terlibat sejauh ini.."

__ADS_1


Dennis menggeleng.


"sejak kecil, hampir setiap saat nyawaku terancam. Ayahku adalah pimpinan Yakuza. posisi yang paling diincar bukan hanya dari luar organisasi, tapi juga dari dalam organisasi itu sendiri. beberapa orang berusaha menggulingkan posisinya dengan berbagai macam cara.


sejak kecil aku sudah terbiasa berhadapan dengan maut boss, bahkan sebelum aku mengerti satu tambah satu sama dengan dua.. otakku seolah dipaksa berpikir untuk menyusun rencana matang dalam waktu seminim mungkin."


Jawab Dennis datar, seolah itu adalah hal yang wajar.


Reyhan kehilangan kata. ternyata dia belum benar-benar mengenal Dennis.


selama ini dia tidak pernah tahu siapa dia sebenarnya..?


dan bagaimana dia bisa memiliki jaringan dan sumber informan yang luas bahkan hingga ke benua seberang..?


yang dia ketahui hanya : Dennis terlalu jenius dan entah bagaimana caranya, tidak pernah gagal atau salah perhitungan dalam menyusun rencana.


tapi setidaknya kali ini sudah mulai terjawab.


dengan latar belakang ayahnya yang adalah pemimpin salah satu mafia paling disegani se Asia Pasifik, tentu bukan hal yang sulit baginya untuk mencari informasi dari orang-orang yang pastinya sangat lihai.


tapi memang, Dennis sendiri masih menyimpan terlalu banyak rahasia bahkan meski dia adalah sahabatnya.


"termasuk rencana mengacau si tua bangka kemudian kabur dari mobil 16 tahun lalu..?"


Tanya Reyhan.


"Tepat boss.. meskipun sebenarnya kecelakaan itu diluar perkiraanku.."


Ucapnya dengan wajah yang penyesalan.


"Sebenarnya jikapun mencari siapa yang bersalah pada saat itu, akulah orangnya. karena aku yang mendadak menyerang si tua bangka dari belakang sampai membuatnya hilang kendali, kemudian kecelakaan itu terjadi."


Tapi lu ngelakuin itu karena bantuin gua kan.."


Jawab Reyhan


"betewe, ingat pesanku boss.. jangan pernah percaya pada siapapun.. karena, bayangan kita sendiri pun akan meninggalkan kita saat gelap.."


"maksudnya..?"


"Ini soal sikembar boss.. sejujurnya, aku sama sekali tidak percaya mereka. terlebih setelah waktu itu Clara menceritakan padaku tentang kejadian 16 tahun lalu, yang skenarionya sudah direkayasa.."


"Jadi, apa yang harus kita lakukan Den..?"


tanya Reyhan penasaran.


"Aku sudah mengamankannya di suatu tempat. sengaja aku meminta Lisa menemaninya, sekaligus mengawasi gerak geriknya. akan bahaya jika Annisa mendengar cerita ini dari Clara, mengingat Annisa yang terlalu naif dan sangat mempercayai sahabat-sahabatnya. rencana awalku adalah, berusaha agar Annisa bisa menemui si tua bangka secepatnya.


jika ini berhasil, maka semua akan berjalan sesuai rencanaku."


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

__ADS_1


__ADS_2