
Sudah dua hari sejak Annisa dan Reyhan tiba di Kobe, dan Annisa juga sudah memulai jadwal perkuliahannya secara online melalui aplikasi video call.
Meskipun belum terbiasa dengan hal ini, Annisa tetap melakukannya.
Daripada bolos terus dan terpaksa mengulang sampai tahun depan karrna skripsi yang gak kelar, begitu pikirnya.
Dan selama dua hari itu pula tampaknya Reyhan sangat sibuk dengan pekerjaannya.
Dia sudah pergi pagi buta bahkan jauh sebelum subuh, dan baru kembali setelah larut malam setelah Annisa tertidur.
"Nisa.. kalau kamu merasa bosan, saya bisa temankan kamu jalan-jalan.."
Ucap o-bachan dengan logat khas jepangnya.
Meskipun o-bachan adalah wanita jepang asli, namun kemampuan bahasa Indonesianya nyaris sempurna.
itu karena Dia sempat tinggal lama di Indonesia, mengikuti suaminya yang adalah warga negara Indonesia.
"O-bachan.. gomen.. tapi Re-Chan tidak memberi ijin. Dia ingin saya tetap dirumah.."
Jawab Annisa sambil tersenyum.
Hari masih pagi, dan memang Annisa mulai jenuh.
"Jadi begitu.. kalau begitu, kamu boleh melihat pemandangan dari sana.."
O-bachan menunjuk balkon lantai lima rumahnya.
"Apa yang bisa saya lihat dari sana..?"
tanya Annisa.
"Kamu bisa melihat pemandangan kobe dari atas, terlihat sangat indah.."
jawab o-bachan.
"terimakasih o-bachan.. saya pasti akan sangat menyukainya.."
ujar Annisa sambil memeluk lengan o-bachan.
Sudah pukul dua belas malam, namun Reyhan belum juga kembali.
Annisa mulai gelisah. Ini malam ketiga mereka di Kobe dan Reyhan selalu pulang larut malam. Dia bahkan tidak tahu kapan Reyhan pergi. Yang dia tahu saat dia membuka mata Reyhan sudah tak ada disampingnya.
Annisa tampak gelisah didalam kamarnya. berkali-kali dia ke balkon dan memandang kearah pintu masuk, barangkali Reyhan kembali.
Namun hasilnya nihil.
beberapa bodyguard yang berjaga juga tampaknya sangat waspada.
"Mas Rey.. kamu dimana.."
Gumam Annisa.
"Nisa, kamu belum tidur..?"
O-Bachan engetuk pintu kamarnya.
Annisa membukakan pintu dan membiarkan O-bachan masuk dengan membawa nampan berisi cemilan dan susu untuk ibu hamil.
"Re-chan baru saja menghubungi saya. dia mengingatkan kamu harus meminum susu ini.."
"terimakasih o-bachan.. maaf sudah membuatmu repot.."
__ADS_1
jawab Annisa.
o-bachan meletakkan nampan yang dibawanya diatas nakas.
"Saya tidak merasa direpotkan.. saya sangat senang melakukannya.."
ujar O-bachan sambil menggenggam tangan Annisa.
"O-bachan.. apakah Re sangat sibuk beberapa hari ini..?"
tanya Annisa.
"Dia tidak mengatakannya kepadamu..?
sejak kalian tiba disini Re-chan selalu kembali ke Indonesia pagi-pagi sekali dan baru pulang setelah larut.."
jawab o-bachan.
"Kembali ke Indonesia..?"
Annisa mengernyitkan kening.
"Tentu, karena dia adalah CEO ReRe Coorporation.
terlalu banyak pekerjaan yang harus dia tangani.."
jawab O-bachan.
"jadi begitu.."
"Cepat minum susunya, dan setelah itu kamu harus istirahat. ini sudah larut malam.."
kemudian Annisa menenggak segelas susu bumil yang tadi dibawa oleh o-bachan.
"Kalau banyak pekerjaan, kenapa mas Rey justru membawaku kesini..? ada apa sebenarnya..?"
Gumam Annisa sambil berbaring.
Pukul dua dini hari, Reyhan baru kembali.
Dilihatnya istrinya yang sudah terlelap sambil memeluk kemeja miliknya.
Reyhan duduk di sisi ranjang, dan perlahan mengecup kening istrinya.
"Mas minta maaf sayang.. mas gak selalu ada disamping kamu.. tapi apapun yang mas lakukan sekarang adalah untuk kebaikan kita. Mas membawa kamu kesini, karena mas yakin kamu aman disini selagi mas membereskan semua masalah ini.. Mas gak ingin terjadi hal buruk terhadap kamu dan anak kita.."
Gumam Reyhan sambil membelai rambut Annisa yang tergerai.
"Apa masih ada masalah yang lebih buruk dari penyerangan waktu itu..?"
Annisa membuka matanya dan duduk disamping Reyhan.
Reyhan terkejut melihat istrinya yang ternyata belum terlelap.
"Sayang.. ka-kamu.. kamu belum tidur..?"
Reyhan tampak gugup.
"Mas.. sampai kapan mas mau menyimpan masalah mas sendiri..?
Aku istri kamu mas, dan bahkan aku gak tahu apapun masalah yang terjadi dengan kamu..?
Mas.. kamu anggap aku ini apa..?"
__ADS_1
Annisa mulai terisak.
Reyhan langsung menarik rangan Annisa dan mendekapnya erat.
"Mas minta maaf sayang.. mas benar-benar minta maaf.."
Gumam Reyhan.
Ya, hanya kata maaf lah yang bisa dia ucapkan untuk menenangkan hati istrinya.
Mengatakan semuanya pada Annisa, akibatnya akan jauh lebih buruk daripada masalah itu sendiri.
"Tolong jangan menyimpan apapun dariku mas.. aku juga berhak tahu semua yang terjadi, apalagi jika itu menyangkut diri kamu.. kenapa kamu justru membuatku seolah menjadi istri yang tidak peduli..?
bahkan dua hari ini mas kembali ke Indonesia tanpa memberi tahu padaku.."
Annisa tak bisa lagi menahan air matanya.
Reyhan menangkupkan kedua tangannya di wajah Annisa, kemudian menatap matanya dengan tatapan teduh.
"Kamu gak perlu memikirkan apapun.. kamu hanya perlu tahu bahwa Mas akan selalu melindungi kamu dan anak kita.."
Ya, apapun yang terjadi yang bisa dia lakukan hanyalah percaya pada suaminya. Apapun yang terjadi dibalik ketidak tahuannya, dia hanya berharap semuanya segera berakhir dengan baik.
Annisa menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya.
Entah sampai berapa lama Reyhan mendekapnya hingga dia tertidur, dan ketika dia terbangun Reyhan sudah tak ada disampingnya dan dia masih memeluk kemeja milik Reyhan.
"Aneh.. aku merasa malam tadi Mas Rey ada disini..
apa jangan-jangan aku cuma mimpi ya.."
Gumam Annisa.
Setelah selesai melaksanakan ibadah sholat subuh Annisa menuju ke dapur.
Entah kenapa dia merasa sedang ingin memasak pagi itu.
sejujurnya, dia merindukan tempat dimana seharusnya dia berada.
atau mungkin karena Reyhan tak ada si sisinya, dia merasa sepi.
Beberapa orang bodyguard tampak waspada berjaga sepanjang malam.
Tentulah hal itu harus dilakukan, mengingat keluarga ini memiliki hubungan erat dengan kelompok yakuza yang memiliki banyak musuh.
Selain itu banyak diantara bodyguard itu juga adalah anggota yakuza, yang diperintahkan langsung oleh Dennis.
"Aku masih penasaran.. apa sebaiknya aku bertanya.."
gumam Annisa yang kemudian menghampiri salah satu bodyguard.
"Kamu salah satu orang suruhan Dennis kan.. apakah malam tadi suamiku kembali..?"
tanya Annisa.
"Tuan Rey kembali sekitar pukul dua dini hari nyonya, dan pergi lagi di pukul tiga dini hari."
Jawab bodyguard tersebut.
*itu artinya aku tidak sedang bermimpi.. tapi, kemana mas Rey sekarang..?
Apakah dia benar-benar kembali ke Indonesia..?
__ADS_1
batin Annisa.