
Annisa masih diam dan terpaku, dengan Reyhan yang berdiri dihadapannya menunggu jawaban.
namun alih-alih menjawab, Annisa justru mengeluarkan semua pertanyaan yang sejak awal membelenggunya dan seharusnya sudah dia tanyakan sebelumnya, jika saja situasinya memungkinkan.
"kenapa aku Rey..? kenapa kamu memilihku..?
apa yang kamu lihat dariku..?
apa sebenarnya yang kamu inginkan dariku..?"
Reyhan yang sudah menduga akan mendapatkan pertanyaan seperti itu tersenyum dengan tulus.
"kenapa aku memilihmu..?
sebenarnya bukan aku, tapi hatiku yang memilihmu..
tak ada yang menarik, kamu hanya wanita biasa.. tidak seperti Dwi atau Clara yang bersinar dan sering disanjung banyak pria. tapi, justru karena itulah aku melihatmu. karena ketidak menonjolan dirimu, itulah yang membuatku merasa tenang.
dan jika kamu tanya apa sebenarnya yang aku inginkan,
aku hanya ingin menikahimu, kemudian kelak kamu menjadi ibu dari anak-anakku. aku ingin menjadi imammu tidak hanya didunia, tapi hingga ke surga..
apakah ini cukup untuk meyakinkanmu..?"
Reyhan masih memandang penuh harap.
Annisa menunduk, wajahnya semakin memerah dan jantungnya semakin berdegup kencang.
*ya Allah.. perasaan apa ini..
batin Annisa
"tapi, kenapa kamu begitu yakin..? bahkan kamu tau segala hal terburuk tentangku.. kenapa kamu begitu yakin untuk memilihku..?"
"aku sudah mengatakannya.. karena hatiku yang memilihmu.. dan Allah merestui pilihanku.
kamu tau Nis.. bahkan lama sebelum kita bertemu, aku sudah memulai ikhtiarku dengan istikharah..
dan sejak bertemu kamu, aku seolah mendapat jawaban.."
jawab Reyhan
*karena bertahun-tahun aku sudah mencarimu, dan akhirnya Allah mempertemukanku denganmu disaat aku sudah memantapkan hati untuk mengambil semua tanggung jawab atas dirimu
batinnya.
"tapi gimana dengan orangtua kamu Rey..?"
Reyhan kembali tersenyum.
"bahkan cincin ini mama sendiri yang memilihnya Nis..
kamu tau, papa sama mama sangat bahagia saat aku katakan aku akan melamar kamu.. dan aku yakin mereka juga tidak ada alasan untuk tidak menyukai gadis seperti kamu Nis.. karena itulah mereka meminta kamu menjadi guru les privat untuk Ina.."
"maksud kamu..?"
"maafin aku Nis..
sebenarnya, aku yang minta papa sama mama untuk datang kerumah kamu waktu itu untuk menawarkan pekerjaan sebagai guru privat Ina.."
Annisa terbelalak, seolah tak yakin dengan apa yang didengarnya.
"tapi kenapa..?"
tanya Annisa masih tak percaya.
"karena aku ingin mendekatimu.. bahkan aku sengaja hampir menabrak kamu waktu itu.."
jawab Reyhan enteng seolah yang dia lakukan bukanlah kesalahan.
"kamu sengaja mau nabrak aku gitu..?
jahat banget kamu.."
__ADS_1
ujar Annisa
"bukan sengaja untuk nabrak kamu.. aku yakin kamu juga gak akan bego dengan diam ditempat dan membiarkan diri kamu sendiri tertabrak kan.. aku cuma mau mengotori pakaian kamu, dengan begitu kamu gak bisa pergi ke perusahaan yang waktu itu memanggil kamu untuk interview.."
jawab Reyhan.
"tapi gimana kamu tau soal itu..?
berarti sebelumnya kamu udah nguntit..?"
"gak.. demi Allah aku gak nguntit kamu Nis..
aku kenal dengan bos diperusahaan itu. dan dia bukan laki-laki yang baik.. aku tau niat buruknya saat memanggil kamu untuk interview, karena itulah aku berusaha mencegah kamu pergi.. kalo aku temui kamu secara langsung dan minta kamu untuk gak pergi, kamu pasti nganggap aku gila kan.. karena itu aku pake cara lain.. aku ngelakuin itu karena aku berusaha menghindarkan hal buruk yang bakal terjadi sama kamu.. dan aku juga yang minta papa sama mama untuk datang kerumah kamu dihari yang sama, karena dengan begitu kamu gak perlu lagi menerima tawaran pekerjaan lain.."
Annisa menatap mata Reyhan.
mata itu tampak jujur, tampak tak ada kebohongan dari semua yang dia katakan.
dan akhirnya, gadis itu luluh.
"Annisa.. apa kamu bersedia untuk menjadi pendamping hidupku sampai ke surga..?"
Reyhan bertanya dengan wajah yang lagi-lagi penuh harap.
akhirnya, Annisa mengangguk pertanda setuju.
dan tiba-tiba saja suasana menjadi riuh dan ramai, karena ternyata bukan hanya Reyhan..
tapi papa dan mamanya, Reyna, bahkan sahabat-sahabat mereka semuanya ada disana.
mereka menunggu sambil bersembunyi. bahkan Reyna mendapatkan posisi sembunyi yang paling strategis hingga dia bisa merekam adegan tadi dengan kameranya.
"akhirnya... kak Rey bakal nikah juga.."
pekiknya kegirangan, diikuti dengan sorakan yang lain.
Annisa yang mengetahui hal itu menjadi canggung.
ibu Nirmala maju kedepan, meraih kotak cincin yang dipegang Reyhan dan memakaikannya dijari manis Annisa sebagai tanda pengikat.
ucapnya sambil memeluk Annisa.
Annisa yang masih merasa canggung tidak bisa berkata apa-apa.
*ya Allah.. semoga aku membuat keputusan yang tepat dengan menerima lamaran Reyhan
batin Annisa
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
waktu berjalan begitu cepat, sudah beberapa hari berselang sejak malam itu dan baik Annisa ataupun Reyhan sama-sama disibukkan dengan segala macam urusan jelang pernikahan.
(ciieee nikahh... author jadi ngiri dong yakk..😂😂 )
siang itu bu Nirmala membawa Reyhan dan Annisa untuk fitting pakaian yang akan mereka gunakan di acara resepsi.
(jangan tanya author kapan nikahnya yakk..😂😂😂)
setelah fitting baju mereka juga harus mengecek ulang semua persiapannya. ibu Nirmala tampaknya sangat antusias mempersiapkan segala keperluan untuk pernikahan anak laki-laki semata wayangnya itu.
semua persiapan hampir rampung, bahkan surat undangan pun sudah disebarkan.
dan akhirnya...
tibalah di hari yang ditunggu.
pagi itu rumah Annisa tampak ramai dengan kehadiran orang-orang terdekatnya.
Annisa yang masih menunggu dikamarnya bersama Lisa, Dwi dan Clara merasa gugup dan nervous.
tiba-tiba notif pesan di ponsel Annisa, dari Reyhan.
"sebentar lagi, kamu akan resmi menjadi istriku.."
__ADS_1
Reyhan mengirim pesan tersebut dengan emotikon berbentuk hati.
"ini apaan lagi Reyhan.. bikin orang makin nervous aja.."
omel Annisa yang wajahnya sudah memerah.
sementara ketiga sahabatnya terkikik geli melihatnya.
"duh yang bakal jadi istri orang,, tegang banget siih kayaknya.. rileks dongg..."
ucap Dwi
"gimana bisa rileks coba.. situasinya lagi begini.."
jawab Annisa sambil mindar mandir didekat tempat tidurnya.
kamar itu sudah dihias sedemikian indah dengan dekorasi warna hijau daun muda, warna favorit Annisa.
"yaudah, bayangin situasi enaknya aja.. bayangin malam nanti misalnyaa..."
ledek Clara sambil terkekeh.
Annisa refleks meraih bantal kecil disofa dekat tempat tidurnya dan melemparnya pada Clara.
"Ra seriusan dikit kekk..."
omelnya.
sementara itu diruang tamu..
akad nikah segera akan dilangsungkan.
Reyhan sudah duduk berhadapan dengan penghulu, dan wali nikah yang diwakilkan kepada hakim.
Saudara Reyhan Arbiantoro Bin Restu Arbiantoro, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Annisa Ramadhani Binti Sumarna dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat dan cincin emas seberat tiga gram, tunai.”
wali mengucapkan ijabnya.
“Saya terima nikah dan kawinnya Annisa Ramadhani Binti Sumarna dengan maskawinnya yang tersebut diatas tunai.”
Reyhan usai membacakan kabulnya hanya dengan sekali nafas, bahkan dengan sangat mantap.
dan akhirnya..
"SAH..."
Seru para saksi yang hadir diacara sakral tersebut.
"alhamdulillah.. udah sah.."
ujar Lisa bahagia.
Lisa, Dwi dan Clara memeluk Annisa yang sedari tadi gugup.
dan akhirnya gadis itu mulai bisa tenang kembali.
tak lama kemudian, notif diponselnya kembali berbunyi.
satu pesan masuk, dari Rwyhan yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.
"assalamualaikum istriku..."
wajah Annisa semakin memerah melihat pesan itu. jantungnya berdegup dan jarinya gemetar saat membalas pesan tersebut.
"waalaikumsalam suamiku.."
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
haduhh... ini bener gak sehat untuk jantung nih.. episode ini mengandung tingkat kebaperan kelas tinggi.. bagi para jomblo fi sabilillah seperti author harap bersabar, ini ujian hati gengss...😂😂😂
aku juga gak sanggup nge review ulang saking bapernya, jadi setelah ketik langsung post.. gatau deh banyak typonya atau gak..😂😂😂
jangan lupa dukung terus "Ana Uhibbuka Fillah gengss...
__ADS_1
gomawo..😁😁