
Assalamualaikum temen-temen...
Makasih banyak yaa..
Karena kalian masih setia mengikuti novel "Ana Uhibbuka Fillah" sampai sejauh ini..
juga untuk kalian yang udah like, favorite, vote dan juga rajin komentar meskipun aku gak bisa balas satu persatu..
Maklumlaah yakann,, awak ni orang sibuk pulak..😁
Sebelum lanjut, sesuai janji aku kemarin aku buka sesi Q & A..
Berikut ini beberapa pertanyaan yang sengaja aku pilih, yang udah masuk di kolom komentar, dm langsung di ig juga chat via messenger..
Thor.. Kok ceritanya banyak adegan actionnya..?
jawab : Karena dari awal memang aku buat novel ini multi genre..
bisa dibilang romantis, juga action..
meskipun memang dalam penerapannya masih banyak kekurangan.. Karena terlalu sulit untuk menggabungkan dua genre yang bertolak belakang sekaligus..
Thor.. buatin visual karakter tiap tokohnya dong..
jawab : sebelumnya di episode awal aku pernah buat satu episode khusus untuk visual karakter hampir semua pemeran.. tapi next time aku akan up lagi untuk visual karakternya, atau kalian bisa bayangkan sendiri sesuai karakter yang kalian mau..
aku sih bebas aja yaa..😁😁
Thor.. adegan Reyhan sama Annisanya dibanyakin dong..
jawab : Sabar yaa say,, hidup itu gak hanya sekedar cinta doang.. #uppssss 😁😁
Thor.. buruan dong Up nya..
jawab : Mohon maaf kisanak, hidupku bukan hanya berkelut untuk berhalu ria saja.. aku juga manusia biasa.. butuh makan, butuh tidur, butuh kerja untuk mencari rejeki demi bertahan hidup dari serangan virus Corona..
(eeh apa hubungannya coba..😆)
Tapi serius deh, terkadang saat udah up beberapa episode, malah nyangkut di sistem.. jadinya mandek..
Thor.. Lu anak mana..?
jawab : Oke, meski OOT kujawab juga ya.. aku aslinya dari kota Pematangsiantar, Sumatra Utara.
Thor.. Kapan nikah..?
jawab : #krikrik #heningcipta
Oke gaiss,, itu dia beberapa pertanyaan paling banyak yang udah masuk baik itu di kolom komentar, dm ig dan chat via messenger.
Dan untuk kalian yang ingin tanya2 langsung boleh gabung di grup chat aku,
atau bisa follow ig aku
@tara_ramadhanie
fb/messenger
Tara Ramadhanie
(Sekalian promo.. yakali aja gitu nemu jodoh yang mirip-mirip kayak bang Reyhan atau bang Dennis..😁😁 *Eeh kok jadi halu)
Baiklah sodara-sodara..
berhubung karena warga +62 dibelakang udah pada demo nuntut update, sebelum aku dilemparin pake botol bekas air mineral.. jadi langsung saja kita panggilkan peserta selanjutnya..
(nahlooh kok jadi ngaco)
__ADS_1
Yaudah, gitu deh pokoknya..
makasih banyak untuk kalian yang selalu mendukung karyaku..😁😁
Wassalam...
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Kirana bersiap untuk kembali ke Indonesia.
Dennis sudah meminta salah satu staffnya mengurus keberangkatan Kirana dan mengantarkannya ke bandara.
Setibanya di tanah air, Kirana sudah dijemput oleh Dennis atas permintaan Annisa.
Dennis langsung mengantar Kirana menuju rumah sakit tempat ibunya dirawat.
"Emm.. Pak Dennis.. makasih banyak ya, udah bantu saya.."
Ujar Kirana saat mereka sedang diperjalanan.
"Aku hanya melakukan apa yang bisa kulakukan."
jawab Dennis.
"Iya, saya tau.. tapi tetap aja, saya ngerasa gak enak sama Pak Dennis, terutama sama mbak Annisa yang udah banyak nolong saya.. tapi saya justru jadi beban.."
gumam Kirana sambil menunduk.
"Gak ada yang namanya beban untuk menolong sesama. Ngomong-ngomong, panggil Dennis aja. Aku belum setua itu untuk dipanggil Pak.."
jawab Dennis yang masih fokus menyetir mobilnya.
"I-iya.. mas.. Dennis.."
jawab Kirana sedikit canggung.
"Maaf Pak, eeh maksud saya mas Dennis.. sepertinya biaya di rumah sakit ini terlalu mahal.. saya takut saya tidak mampu membayar tagihannya.."
Ujar Kirana yang tampak semakin canggung.
Rumah Sakit Arbiantoro adalah salah satu rumah sakit paling elite di kota ini. Semua Dokter, perawat dan staff yang bekerja dirumah sakit ini adalah orang-orang yang profesional dan handal dibidangnya. Selain itu lingkungan rumah sakit yang bersih dan nyaman, pelayanan yang sangat baik dan obat-obatan yang berkualitas juga diberikan di rumah sakit ini.
"Kamu tenang aja.. aku udah bicarakan ini dengan Reyhan. kamu tidak perlu membayar biaya tagihan rumah sakit ini. Ibumu akan segera di operasi dan setelah itu akan di rawat inap sementara waktu sampai kondisinya pulih. Lagipula, rumah sakit ini milik keluarga Reyhan. Biasanya dirumah sakit ini juga memberikan bantuan kepada pasien yang kurang mampu dengan meringankan biaya tagihan."
Jawab Dennis.
Dennis mengantarkan Kirana menuju ruang operasi karena sebentar lagi ibunya akan menjalani operasi transplantasi ginjal.
Setibanya di ruang operasi, ketiga adik Kirana sudah menunggu.
"Kak Rana.. sebentar lagi ibu mau di operasi kakk.."
ujar salah satu adik lelaki Kirana.
"Iya, kakak tau dek.. kakak lihat ibu sebentar ya, sebelum di operasi.."
Ujar Kirana.
Kemudian Kirana masuk kedalam ruang operasi.
Tak lama kemudian Kirana keluar dari ruang operasi, setelah sebelumnys tiga orang Dokter ahli bedah memasuki ruangan tersebut.
"Maaf, Bapak ini siapa ya..?"
Tanya adik Kirana pada Dennis yang dia lihat datang bersama kakaknya.
"Saya..."
__ADS_1
"Dek, ini bos kakak.."
jawab Kirana memotong jawaban Dennis sambil mengerling.
"Emm.. ya, saya bos Kirana.."
Ujar Dennis sambil mengangguk.
"Maaf ya Pak, kalau kami jadi merepotkan Bapak.."
Ujar adik Kirana.
"Gak apa kok.. lagipula sebagai sesama manusia kita harus saling membantu kan.."
jawab Dennis yang dibalas anggukan adik Kirana.
"Kalo boleh tau, sejak kapan ibu kalian sakit seperti ini..?"
tanya Dennis.
"Udah lama mas.. Tapi selama ini ibu menutupinya.."
jawab Kirana sambil menghela napas.
Dennis menatap dalam pada Kirana. Wajahnya tampak sendu, seolah menyimpan banyak kesedihan didalamnya.
"Ayah kamu kemana..?"
Tanya Dennis.
"Ayah udah lama meninggal mas.. Sejak ayah meninggal ibu yang banting tulang demi membiayai kami semua sampai akhirnya kami tahu jika selama ini ibu menutupi penyakitnya dari kami.."
Wajah Kirana tampak getir, meski dia berusaha menutupinya dibalik senyuman.
"Maaf Kirana.. aku gak bermaksud.."
"Gak apa kok mas.. memang beginilah kehidupanku.. Pernah aku ngerasa Allah itu gak adil..
Kenapa Allah timpakan cobaan hidup yang begitu berat pada kami, sedangkan orang lain menjalani hidupnya dengan bahagia seolah tak pernah mengalami kesulitan.
Sedangkan kami, bahkan untuk bisa makan lebih dari satu kali sehari aja udah jadi kesempatan yang langka..
Tapi akhirnya aku sadar,
Mungkin aja sebenarnya orang lain sama sepertiku..
berpura-pura baik-baik saja dihadapan banyak orang, meski hidupnya terasa berat.."
"Kirana.. setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing..
Jangan membandingkan hidupmu dengan orang lain..
Kamu tahu, bahkan diluar sana masih banyak orang yang tidak mengenal keluarganya. Masih banyak orang yang tidak tahu dimana rumahnya, dan masih banyak juga orang yang bahkan untuk makan satu kali sehari pun sulit didapatkan."
Ujar Dennis.
"Ya.. aku tau kok Mas..
dan sejak aku menyadari itu, aku menganggap semua ujian yang Allah berikan pada kami adalah ladang keberkahan untuk kami. Mungkin kami sengsara di dunia, tapi semoga Allah limpahkan keberkahan bagi kami di akhirat nanti.."
Jawab Kirana.
"Aamiin... Kamu harus tetap sabar Kirana, tetaplah tegar demi ibu dan adik-adik kamu.. Yakinlah, Allah selalu bersama orang-orang yang sabar.."
"Iya mas.. makasih ya, karena mas banyak bantu aku hari ini.."
Dennis tersenyum tulus.
__ADS_1