Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
62. Waspada


__ADS_3

Satu minggu sejak Annisa kembali dari Rumah Sakit, keadaannya semakin membaik. bahkan Annisa masih rutin mengikuti sesi konseling dengan dokter Rina.


"Trauma masa lalu yang dialami istrimu akan tetap membekas.. mungkin kita bisa mempengaruhi pikiran alam bawah sadarnya tapi itu tidak akan bertahan lama.. Dan tolong hindari hal-hal yang membuatnya merasa dejavu.. seperti bertemu dengan orang-orang yang berkaitan dengan masa lalunya, atau kejadian-kejadian yang bisa mengingatkannya ke masa lalu sebaiknya dihindari.


karena itu adalah pemicu yang bisa menyebabkan psikisnya terganggu."


Ujar Dokter Rina saat Reyhan menanyakan tentang trauma yang dialami Annisa.


"Baik Dok, saya akan usahakan untuk menjauhkan Annisa dari orang-orang ataupun kejadian yang bisa memancing ingatan di masa lalunya."


Jawab Reyhan.


Sebelumnya Annisa memang pernah menjalani konseling dengan Dokter Rina. dan selama masa konseling itu Dokter Rina berusaha untuk mempengaruhi alam bawah sadar Annisa agar melupakan orang-orang atau kejadian yang menyakitkan dimasa lalunya.


Namun sejak beberapa hari yang lalu, Annisa merasa seperti dejavu. tepatnya setelah dia bertemu dengan tuan Kosasih.


Annisa memang sangat mengenal tuan Kosasih sebelumnya. atau lebih tepatnya, dia selalu mengingatnya. Karena tuan Kosasih lah yang menyebabkan Annisa kehilangan ayahnya tepat di hari ulang tahunnya yang ketiga.


Meski tuan Kosasih sudah mempertanggung jawabkan kesalahannya dan mendekam di penjara selama bertahun-tahun, namun tampaknya kemarahan dihati Annisa belum terbayarkan.


Saat menginjak kelas dua SMA Annisa berusaha mencari tahu dalang dibalik kecelakaan tersebut.


dia berusaha mencari dari berbagai sumber mulai dari koran lama, hingga kantor polisi.


Dan disaat itulah Annisa bertemu dengan tuan Kosasih, yang mengaku sebagai orang yang telah menabrak ayahnya hingga tewas.


Dua minggu yang lalu, Annisa kembali dipertemukan dengan orang itu.


dan membuat pikirannya terganggu.


ditambah lagi dengan situasi yang tidak dia mengerti, membuatnya semakin kacau.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


"Mas.. aku jenuh hanya diam dirumah.. Mama juga udah balik ke Jerman.. aku bingung harus ngapain...


boleh aku pergi..?


aku ingin bertemu dengan teman-temanku..


aku sangat merindukan mereka.."


Pagi itu Annisa merengek pada suaminya di meja makan.


Reyhan menarik nafas dalam.


Sejujurnya dia tidak ingin membatasi ruang gerak istrinya.


Jika saja situasinya tidak seperti ini, dia pasti akan dengan senang hati mengizinkan istrinya melakukan hal-hal yang dia inginkan.


"Mas...Please..."


Wajah Annisa tampak memelas dan membuat Reyhan luluh.


"Yaudah.. hari ini mas yang akan nemenin kamu.."


Jawab Reyhan.


"Tapi mas..."


"Mas temenin kamu, atau gak sama sekali.."


Ucap Reyhan tegas.


*Padahal kan aku pengen ngobrol banyak sama trio sister.. kalau ada mas Rey gimana bisa ngobrol dengan bebas coba..

__ADS_1


Batin Annisa.


"Jam berapa kamu bertemu mereka..?"


tanya Reyhan.


"Emm.. rencananya siang ini, di caffe tongkrongan biasa.."


Jawab Annisa.


"Yaudah, siang nanti mas jemput kamu.."


setelah menyelesaikan sarapannya Reyhan berpamitan dan pergi ke kantor.


Banyak hal yang harus dia kerjakan hari ini setelah beberapa hari pekerjaannya mandek akibat penyerangan besar-besaran yang dilakukan oleh King Latina.


Caranya menangani masalah perusahaan memang patut diacungi jempol.


hanya dalam waktu satu minggu dia berhasil membereskan kekacauan dikedua tempat, tentu berkat bantuan Dennis juga.


Dan sejak peristiwa itu dia merasa harus lebih waspada.


dia menempatkan beberapa orang staff dan karyawan baru disetiap divisi yang secara diam-diam bertugas khusus untuk memantau gerak gerik anggota divisi mereka masing-masing.


orang-orang ini bekerja dibawah komando Dennis.


selain untuk mengawasi pergerakan para staff dan karyawan, mereka juga bertugas untuk menjaga keamanan. Karena itu Dennis memberi pengecualian kepada mereka : membawa beberapa senjata yang efektif digunakan jika sewaktu-waktu bentrokan kembali terjadi.


Selain itu ReRe Coorporation juga jauh lebih selektif saat menerima staff karyawan baru.


sebelum Reyhan memutuskan untuk menerima atau menolak lamaran orang baru, secara diam-diam Dennis yang akan mencari tahu segala hal pribadi tentang calon staff baru tersebut.


"Hari ini ada dua orang staff magang baru di divisi keuangan boss, menggantikan staff sebelumnya yang tewas saat bentrokan terjadi."


Dennis langsung memberi laporan saat Reyhan tiba diruangannya.


titah Reyhan.


"Hahh.. sampai sejauh itu boss..?"


Dennis menepuk jidatnya.


"Aku harus pastikan tempat itu benar-benar aman untuk istri dan calon anakku. aku tidak ingin kecolongan lagi seperti sebelumnya. kamu paham kan.."


"Baiklah Paduka, perintah paduka akan hamba laksanakan.."


jawab Dennis sambil terkekeh.


"Kalau begitu kau pergilah, kau tau apa yang harus kau lakukan kan.."


Kemudian Dennis keluar dari ruangan Reyhan sambil menggelengkan kepala.


*Ternyata benar kata orang, cinta itu bikin kita kehilangan logika


batin Dennis.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Siang itu Dennis sudah tiba dirumah untuk menjemput Annisa.


"Kita pergi sekarang..?"


tanya Reyhan saat melihat istrinya sudah menunggu didepan pintu.


Annisa mengangguk.

__ADS_1


Dan langsung masuk kedalam mobil.


"Mas.. apa kamu booking caffe xx siang ini..?"


Tanya Annisa.


"Sayang.. mas harus pastikan tempat itu aman.. mas gak mau sampai terjadi apapun terhadap kamu dan anak kita.."


jawab Reyhan.


"Tapi Dwi Clara dan Lisa dilarang masuk.."


Ujar Annisa sambil menatap Reyhan dengan tatapan tajam.


"Astaghfirullah... maaf sayang, mas lupa.."


Kemudian Reyhan meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Den.. aku lupa bilang, siang ini Annisa janjian di caffe itu dengan 'gengnya'.. Kalau kamu mau ikut gabung juga boleh.."


Setelah mengobrol sebentar di telfon kemudian Reyhan mematikan sambungan telfonnya.


"Oke, semua beres.."


Ujar Reyhan sambil cengengesan.


saat dilampu merah, Annisa melihat dua orang anak kecil yang sedang menjajakan kue basah.


Annisa yang merasa iba hendak turun dan membeli dagangan anak kecil tersebut, namun Reyhan mencegahnya.


"Biar mas yang turun.."


Ucap Reyhan sambil meraih dompetnya.


Setelah memborong semua kue basah yang dijajakan dua anak kecil tadi Reyhan kembali ke dalam mobil.


Annisa sempat melirik keluar jendela dan melihat kedua anak itu yang melompat-lompat kegirangan setelah dagangan mereka habis terjual.


Ada perasaan haru dalam hati Annisa, dan dia merasa bersyukur karena memiliki suami seperti Reyhan.


Setelah mobil kembali melaju Annisa mengalihkan pandangannya.


Dan saat ini dia sedang memandangi wajah suaminya yang sedang fokus menyetir.


Merasa janggal dengan tingkah istrinya yang tak henti memandangnya, Reyhan berdehem.


"Ehmm.. Kamu kalo mandangin mas terus bisa-bisa jatuh cinta looh.."


Ledek Reyhan.


"Aku memang sudah jatuh cinta kepadamu mas.."


Jawab Annisa sambil tersenyum tulus.


Dan kali ini wajah Reyhan memerah.


"Kamu udah pinter gombal ya sekarang.."


Ujar Reyhan.


"Gombalin suami sendiri kan pahala mas.."


Annisa kembali tersenyum.


*Dan mas juga sudah mencintai kamu, bahkan jauh sebelum kita bertemu.

__ADS_1


batin Reyhan sambil menatap teduh wajah istrinya.


__ADS_2