
"Kirana Larasati, aku mencintai kamu.
Aku mohon menikahlah denganku.."
Dennis menatap kedalam mata Kirana, dan gadis itu langsung menundukkan pandangannya.
"Mas.. tolong pikirkan dengan baik.. jangan sampai kamu membuat keputusan yang akan kamu sesali nantinya.."
Ucap Kirana.
"Justru aku akan menyesal jika aku tidak mengambil keputusan ini."
Ucap Dennis.
"Tapi aku perlu waktu untuk berpikir. Ini semua terlalu mendadak bagiku."
Dennis menghela napas panjang.
"Aku akan menunggu."
Setelah menyampaikan niatnya Dennis langsung pergi begitu saja.
Saat sedang melajukan mobilnya, ponsel Dennis berdering.
Dennis menepikan mobilnya, kemudian menerima panggilan yang masuk yang ternyata dari Aldo.
"Bang.. Benar dugaan lu. Preman-preman kemarin, adalah orang yang sengaja dibayar oleh Lurah desa itu. Dan lu harus tahu ini bang, orang itu juga bekerja sama dengan komplotan human traficking yang salah satunya adalah orang yang telah menipu Kirana.
Mereka sudah mendapatkan tebusan yang lumayan besar untuk Kirana. Tapi karena Kirana berhasil kabur, mereka harus mengganti rugi tebusan yang sudah mereka terima. Karena itu mereka dendam pada keluarga Kirana."
Dennis tertegun seketika, mencoba mencerna informasi yang telah disampaikan oleh Aldo.
"Lu yakin dengan informasi ini?"
tanya Dennis.
"Yakin bang. syukurlah abang sudah membawa Kirana dan keluarganya pergi jauh dari mereka."
Ucap Aldo meyakinkan.
"Astagaa.. Pantas aja dari awal aku merasa ada yang gak beres sama Ludah karbitan itu. ternyata dia dalangnya..
Do, segera lu cari bukti-bukti yang valid juga saksi-saksinya, kita harus bisa jeblosin mereka ke penjara. Jangan sampai ada lagi Kirana-Kirana selanjutnya. Pokoknya aku gak mau tau, apapun caranya orang-orang itu harus merasakan akibatnya."
"Siap boss.."
__ADS_1
jawab Aldo.
Dennis menarik napas kasar.
"Dasar Lurah karbitan.. Habislah kau kali ini.."
rutuk Dennis yang kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
☆☆☆☆☆
"Kak.. dimana tuan malaikat?"
tanya Nabila saat melihat Kirana kembali tanpa Dennis.
"Bila.. tuan malaikat harus kerja.."
jawab Kirana datar.
"Kak.. apa permintaan Bila terlalu sulit?"
Kirana menggenggam tangan Nabila.
"Bila... Kak Nana sayanggg sekali sama Bila.. Apapun akan kak Nana lakukan, demi Bila.. Bila tau itu kan.. Dan kalau memang Bila ingin kakak untuk menikah dengan tuan malaikat..."
"Terima aja kak.. Aku yakin Kak Dennis adalah laki-laki yang baik dan bisa menjaga kita semua."
"Anjar..."
"Kak.. selama ini kakak selalu mengutamakan kami semua, bahkan kakak sampai rela jauh-jauh datang ketempat ini demi membiayai kami semua.. Sekarang waktunya kakak pikirkan diri kakak sendiri."
Anjar mencoba meyakinkan Kirana.
"Tapi dek.."
"Kak.. percaya kata aku..
Kak Dennis adalah laki-laki yang tepat untuk kakak. Bukan karena dia kaya atau memiliki kuasa, tapi aku yakin dia bisa menjaga dan melindungi kakak.
"Ibu juga setuju dengan Anjar dan Bila.."
Ucap ibu yang baru saja memasuki ruangan.
"Nana.. Dennis adalah laki-laki yang baik. Dia tidak hanya peduli pada kamu, tapi dia juga mengambil tanggung jawab atas keluarga kamu. Mungkin sikapnya terkesan cuek, tapi ibu yakin dia bisa menjadi suami terbaik untuk kamu, bisa membimbing dan melindungi kamu.."
"Tapi bu.. terlalu jahat rasanya, jika Nana menerima lamaran mas Dennis hanya karena dia merasa iba dengan kita.. Nana juga gak pernah tau siapa dan bagaimana sebenarnya mas Dennis, barangkali diluar sana ada gadis yang dia cintai.. Nana gak mau jadi perusak hubungan orang bu.. Nana gak pantas, disandingkan dengan mas Dennis.. Mas Dennis berhak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Nana.."
__ADS_1
"Nana.. ibu lihat Dennis bukan orang yang sembrono dan sembarangan dalam mengambil keputusan.. ibu yakin Dennis sudah mempertimbangkan semuanya dengan matang.. Tidak ada lelaki yang ingin menyakiti gadis yang dia cintai Nana, jika memang ada gadis yang dia cintai untuk apa dia melamarmu.
Dan soal pantas atau tidak, semua manusia itu sama di mata Tuhan Na.. hanya kadar iman dan takwalah yang menjadi pembeda.."
Kirana menarik napas dalam.
"Apa ibu yakin mas Dennis adalah orang yang tepat untuk Nana..? apa ibu yakin Nana juga layak untuk mas Dennis..?"
tanya Kirana.
"Kalo nanti kak Nana dan tuan malaikat menikah, Bila kan bisa main sama tuan malaikat setiap hari.."
celoteh Nabila.
"Ohh, jadi gak mau main sama kak Anjar lagi nih..?"
Anjar manyun.
"Kak Anjar gak seru, gak bisa sulap.. gak bisa ngelucu, gak bisa kayak ayah juga..kalo tuan malaikat jago sulap, jago ngelucu.. dan kalo Bila jalan-jalan sama kak Dennis orang-orang bilangnya 'Mas, anaknya imut banget sih,, iyaa papanya juga tampan...'
jawab Nabila polos.
tentu bukan tanpa alasan Nabila mengatakan itu. Karena memang itulah yang terjadi setiap kali Dennis mengajaknya keluar untuk berjalan-jalan.
Bahkan pihak rumah sakit pun awalnya sempat salah menduga, mengira Nabila adalah putri Dennis.
Dan perkataan polos Nabila membuat Kirana merasa tertohok.
Dia teringat ucapan Dennis, tentang Nabila.
*Sepertinya Mas Dennis benar, Nabila merindukan sosok seorang ayah.
batin Kirana.
"Kak.. menikahlah.. kami akan sangat bahagia, jika kakak telah bersama orang yang tepat.."
ucap Anjar.
"Baiklah.. aku akan menikah dengannya.."
Dan seketika ruangan menjadi gegap gempita, karena suara tawa riang Nabila yang merasa sangat bahagia.
Beruntung selang infus sudah dilepaskan dari pergelangan tangan Nabila sebelumnya, karena keadaannya sudah membaik. jika tidak mungkin mereka yang akan kerepotan.
"Horeee... kak Nana akan menikah dengan tuan malaikat.. horee..."
__ADS_1
Pekik Nabila dengan suara tawanya yang nyaring dan renyah, membuat semua orang merasa gemas melihatnya.