Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
54. Kejujuran Yang Tertunda


__ADS_3

Empat hari berlalu sejak Reyhan pergi, dan hari ini dia kembali setelah menyelesaikan semua urusannya di Raja Ampat.


waktu menunjukkan pukul empat sore saat Reyhan tiba di bandara Soekarno-Hatta dan dijemput oleh Aldo, supir baru yang sengaja ditunjuk Dennis untuk menjadi supir pribadi Dennis.


"apa istriku tau aku kembali hari ini..?"


tanya Reyhan saat sedang dalam perjalanan.


"sesuai instruksi boss, Nona belum tau."


jawab Aldo.


"Baguslah.. aku sengaja ingin memberinya kejutan.."


jawab Reyhan sambil tersenyum sumringah.


Empat puluh menit perjalanan, akhirnya mereka tiba di kediaman Arbiantoro.


Reyhan langsung keluar dari mobil, namun dia tak melihat mobil Annisa.


*kemana dia..?


batin Reyhan


"Bi Ijah, dimana Annisa..?"


tanya Reyhan pada salah seorang ART yang sedang menyiram tanaman di halaman.


"belum pulang Den.. pagi tadi sih Non Nisa bilang hari ini pulang agak sorean, karena banyak tugas dikampus.."


jawab Bi Ijah.


Reyhan meraih ponselnya, kemudian menghubungi seseorang.


"Tolong share lokasi.."


ucapnya, kemudian mematikan ponselnya.


tak lama kemudian satu pesan masuk di ponsel Reyhan.


lokasi yang dikirim oleh Dennis, Kampus.


"Do, kamu boleh pulang sekarang. aku mau nyusul Annisa kekampus."


Ujar Reyhan.


"Maaf boss, tapi Dennis memintaku untuk tetap menemani boss kemanapun.."


jawab Aldo.


"Heii.. sekarang siapa bossnya..?"


tanya Reyhan.


"Maaf boss.."


"Yaudah terserahlah.."


kemudian Reyhan kembali menyerahkan kunci mobil pada Aldo.


tak lama kemudian mereka tiba dikampus.


sebelumnya Dennis sudah memberi tahu pada Reyhan bahwa saat ini Annisa sedang berada di ruang perpustakaan bersama Clara dan Dwi.


Reyhan berjalan melewati koridor menuju keruang perpustakaan, dan tiba-tiba dia berpapasan dengan Hendrik.


"lama gak kelihatan Rey.."


sapa Hendrik.


"ya, seperti yang kau tahu.. aku terlaku sibuk belakangan ini."


jawabnya dingin.


Reyhan langsung meninggalkan Hendrik yang masih mematung ditempatnya.


Sesampainya di ruang perpustakaan, Reyhan langsung menuju ke meja yang biasa ditempati oleh Annisa.


karena rak penyimpanan buku-buku yang dia butuhkan ada didekat meja tersebut.


"Assalamualaikum.."


sapa Reyhan saat melihat tiga orang wanita tengah disibukkan dengan tugas mereka.


"Waalaikumsalam.."

__ADS_1


jawab Annisa, Clara dan Dwi bersamaan.


"Mas Rey..?"


Annisa tampak tak percaya.


"Ciiieee... yang disamperin pangerannya..."


ledek Clara.


"Aduhh.. jadi meleleh adek bang.."


balas Dwi dengan gaya lebay.


Annisa tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya itu.


"Kamu masih lama..?"


tanya Reyhan.


Baru saja Annisa akan menjawab, Clara langsung memotong.


"Gak kok, udah kelar.. kalo mau balik duluan aja.."


Ucap Clara sambil mengerling kearah Dwi.


"Iya, kamu duluan aja Nis.. aku sama Clara juga masih ada urusan lain.."


jawab Dwi yang tampaknya paham dengan kode Clara.


"Tapi ini kan..."


"Udah balik gih... kasian tuh kang masnya, udah jauh-jauh menempuh perjalanan dari negeri seberang masak iya disuruh nunggu.."


Ujar Clara.


"Yaudah deh, kalo gitu aku duluan ya.."


Kemudian Annisa dan Reyhan berpamitan.


Reyhan melajukan mobil dengan kecepatan standart, kali ini dia menyetir mobil Annisa.


sedangkan Aldo dan Mang Eko mengikuti dari belakang.


"Mas.. kamu.. apa gak ada hal yang mau kamu sampaikan..?"


Reyhan tersenyum, sambil menatap Annisa dengan mata teduhnya.


"I Miss u My Humairoh.."


"Bukan itu yang ingin kudengar mas.."


Jawab Annisa.


Reyhan yang mulai mengerti maksud Annisa hanya tersenyum.


"Kita bahas ini dirumah ya.."


ujarnya.


beberapa hari yang lalu Dennis mengatakan padanya tentang pertemuannya dengan Annisa, dan tentang kecemasan Annisa.


meskipun Dennis berhasil meyakinkan Annisa bahwa dugaannya tidaklah benar, namun tetap saja pada kenyataannya ada hal yang masih dia sembunyikan dari istrinya.


Reyhan sendiri tidak bermaksud untuk menyembunyikan ini semua terlalu lama, namun keadaan yang sekarang tidak memungkinkan baginya untuk mengatakan semua kebenaran itu.


akan terlalu beresiko bagi Annisa dan anak yang dikandungnya.


terlebih lagi sebelumnya Annisa pernah mengalami trauma yang berat karena masa lalunya.


waktu menjelang maghrib saat mereka tiba dirumah.


mereka segera membersihkan diri untuk kemudian melaksanakan sholat maghrib.


dan seperti biasa, Reyhan selalu melakukannya berjamaah di mesjid.


Usai sholat maghrib Annisa berjibaku didapur untuk menyiapkan makan malam.


udang goreng saus asam manis jadi menu pilihan Annisa malam ini.


bukan karena dia menyukainya, tapi entah kenapa dia ingin memakannya malam ini.


Reyhan baru saja kembali dar mesjid, menghampiri Annisa yang sedang memasak didapur.


"Sayang, kamu masak apa..?"

__ADS_1


tanya Reyhan


"udang goreng saus asam manis mas.."


jawab Annisa sambil mengaduk penggorengan.


"hahh..?"


Reyhan tampak merasa janggal dengan istrinya.


*bukannya dia gak suka udang..


batin Reyhan.


Setelah selesai masak, Reyhan membantu Annisa menghidangkan makanan di meja makan.


"Mas.. kamu gak ada yang mau diomongin gitu ke aku..?"


tanya Annisa sambil menikmati makannya.


"emm.. ya, sebenarnya mas merasa aneh dengan kebiasaan kamu belakangan ini.."


ujar Reyhan yang masih belum mengerti arah pembicaraan istrinya.


"jangan ngalihin topik mas.. bukan itu.. maksudku, apa kamu gak menyimpan rahasia dariku..?


mungkin, sesuatu yang seharusnya aku tahu.."


Annisa langsung mengatakan maksud pertanyaannya.


Reyhan terkejut dan membulatkan mata.


*apakah ini ada hubungannya dengan isi chat Dennis


batin Reyhan.


sebelumnya Dennis sudah memberitahu pada Reyhan bahwa Annisa menemuinya untuk menanyakan hal tersebut.


namun akhirnya Reyhan memilih untuk berpura-pura tidak mengerti.


karena ini bukan waktu yang tepat.


bagaimana mungkin dia mengatakannya sekarang, disaat situasi mereka sedang sangat baik. bahkan Annisa tengah mengandung anaknya.


dia tidak sanggup membayangkan bagaimana reaksi istrinya jika mengetahui hal yang sebenarnya tentang masa lalunya.


mungkin Annisa akan membencinya, atau yang terburuk : Annisa akan meninggalkannya.


bahkan sebenarnya saat ini dia sendiri belum benar-benar yakin apakah Annisa sudah sepenuhnya menerima dia sebagai suami?


"Mas.. kok kamu diam..?"


Annisa menyadarkan Reyhan dari lamunan.


"emm.. gak ada apa-apa kok.."


Jawab Reyhan sambil cengengesan berusaha menutupi kegamangannya.


"Mas.. aku minta maaf, karena kemarin aku lancang membuka pesan diponselmu.. dan tanpa sengaja aku membaca pesan dari Dennis.. tolong kamu jelaskan, apa yang kalian sembunyikan dariku..?"


Annisa menatap dengan penuh harap, meminta penjelasan dari suaminya.


Reyhan menarik nafas dalam.


"Sayang.. apapun kenyataan yang nantinya kamu dengar, mas cuma ingin kamu tahu bahwa mas akan selalu mencintai kamu.. tolong jangan berprasangka buruk.. nanti jika tiba masanya, mas pasti akan ceritakan semuanya.."


jawab Reyhan sambil menggenggam tangan Annisa.


"Kamu yakin gak ada perempuan lain dihati kamu..?"


Reyhan tersenyum hangat.


"perempuan dihati mas cuma ada tiga, atau mungkin nanti empat.."


ucap Reyhan seloroh.


"Ooh.. jadi bener kamu mau poligami..?"


Annisa memanyunkan bibir mendengar jawaban suaminya.


Reyhan berdiri, kemudian menarik Annisa dalam pelukannya.


"Yang pertama adalah mama, yang kedua adalah kamu dan Ina, yang ketiga, keempat dan seterusnya adalah anak-anak kita nanti.."


Jawab Reyhan sambil mengecup kening Annisa dan membuat pipinya memerah.

__ADS_1


*Mas minta maaf sayang.. mas belum siap untuk mengatakan yang sebenarnya sama kamu.. mas terlalu takut dengan situasi yang akan mas hadapi..


batin Reyhan


__ADS_2