
pagi itu Annisa sudah bersiap untuk memulai aktivitas.
hari ini tampaknya gadis itu sangat bersemangat untuk kuliah.
*kalo absen mulu bisa2 beasiswaku dicabut
begitu pikirnya.
Lisa dan Reyna pun sudah bersiap. bahkan Lisa sudah sejak pagi berjibaku dengan perlengkapan dapur.
"ingat apa pesan dokter, kamu masih dalam proses pemulihan dan harus banyak istirahat.."
begitulah selalu petuahnya setiap kali Annisa mencoba membantunya.
Annisa merasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti Lisa..
mereka memiliki nasib yang sama, Lisa juga sudah kehilangan kedua orangtuanya akibat kecelakaan pesawat enam tahun lalu.
dan sejak itu Lisa tinggal bersama kakek dan neneknya.
namun Lisa lebih sering menginap dirumah Annisa, karena lebih dekat dan lebih gampang akses menuju kampus.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
siang itu semuanya berjalan seperti biasa, kecuali satu hal yang berubah : Clara.
gadis itu tak semenyebalkan dulu.
bahkan dia tampak lebih bersahabat, meskipun memang tak menghilangkan kesan jutek dan sikapnya yang terlalu realistis.
bahkan Clara tampak akrab dengan Dwi.
"Nisa.. kamu udah baikan..?"
sapa Clara saat mereka tanpa sengaja berpapasan dikantin.
"alhamdulillah.. makasih banyak ya Ra, dah ngeluangin waktu jenguk aku.."
jawab Annisa sambil tersenyum
"by the way,, gimana perkembangan kamu sama Reyhan..?
aku dengar dia mau ngelamar kamu.."
Annisa terbelalak, seolah tak siap dengan apa yang dipertanyakan oleh Clara, sedangkan gadis itu hanya terkekeh jahil.
"yaudah siih diterima aja.."
timpal Dwi sambil menggamit bahu Annisa dan semakin membuatnya salah tingkah.
"heleh, dasar bucin.. kemaren aja pake nekat sampe ngungkapin cinta didepan umum, sampe viral segala lagi.."
ledek Clara
"laah daripada kamu, cintanya hoax.. matrenya nyata.."
balas Dwi tak kalah sewot
"eh itu bukan matre sayang, tapi realistis... daripada aku kehilangan karir yang udah kukejar mati2an, lebih baik aku kehilangan dia dong... cowo tajir dan ganteng didunia bukan cuma dia doang, ntar kalo karir aku naik yang sekelas pangeran Arab juga bisa aku gebet.."
jawab Clara dengan gaya sok anggunnya.
sementara Annisa yang ada diantara mereka hanya menggeleng sambil tertawa menyaksikan debat gak mutu antara Dwi dan Clara.
"eh tapi aku gak ngerti deh sama kalian, gimana bisa kalian tiba2 kompak tapi kelakuan masih kayak Tom & Jerry gitu..?"
tanya Lisa yang juga ikut puyeng dengan perdebatan dua wanita beda latar itu.
Clara dan Dwi hanya tersenyum.
"kali ini aku beneran deh Nis.. aku yakin seyakin yakinnya kalo Rey itu gak main2 sama kamu..
karna biasanya siih, dia gak pernah tuh perduli sama cewe2 yang aku bully karna berusaha deketin dia...
kamu adalah wanita pertama yang dia belain, bahkan dia sanggup ngasih aku penawaran yang fantastis hanya untuk mastiin aku gak akan ganggu kamu..
__ADS_1
saluutttt..."
ucap Clara sambil memberikan dua jempolnya.
"dan berhubung karna aku wanita realistis yang hidup dimasa kini dan masih bercita2 untuk menjadi aktris tersukses tentu aja gak menyia-nyiakan kesempatan yang gak akan datang dua kali ini donggg...
so,, kamu gak perlu takut karna aku sama sekali gak akan ganggu hubungan kamu sama Rey.."
sambungnya.
keempat gadis itu asyik bercengkrama, tanpa mereka sadari sepasang mata tengah mengawasi mereka dengan tatapan sinis.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
tepat pukul dua siang saat Annisa dan Dwi keluar dari mushola sambil berjalan beriringan.
hubungan yang sempat merenggang antara keduanya kini terlihat sangat baik.
"Dwi, aku ke perpus dulu yaa.. aku lupa mau balikin buku yang aku pinjem udah kelamaan banget loh..
takutnya ntar kak Erick mencak2.."
ujarnya kenudian setelah mengucap salam Annisa bergegas menuju perpustakaan.
"Assalamualaikum kak Erick..."
sapa Annisa saat melihat Erick tengah sibuk dengan tumpukan buku didepannya.
"waalaikumsalam.. kamu udah sehat Nis..?"
jawab Erick yang masih sibuk menata buku2 yang berserakan diatas meja.
"alhamdulillah udah baikan kak.. oiia,, nih aku mau balikin buku ini.. maaf yaa kelamaan.."
Annisa menyodorkan sebuah buku tebal berjudul Manajemen Bisnis kearah Erick yang langsung menerimanya sambil tersenyum.
"no problem princess.."
jawab Erick sambil terkekeh.
assalamualaikum..."
"Nis...."
belum sempat Erick menyelesaikan ucapannya gadis itu sudah berlalu sambil berbicara di ponselnya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
setibanya didepan kampus tak hanya Lisa, namun Reyna pun turut menunggunya.
Annisa menatap mereka dengan bingung.
"kak Cha.. ayo buruan..."
Reyna langsung menarik tangan Annisa dan membawanya masuk ke mobil disusul oleh Lisa.
"kita mau kemana..?"
ujar Annisa saat mobil sudah mulai melaju.
"ntar juga kamu tau Cha.."
jawab Lisa.
Namun belum lagi rasa penasarannya terjawab, tiba2 Reyna menutup mata Annisa menggunakan kain hitam.
"serius deh ini gak lucu looh..."
Reyna dan Lisa hanya terkekeh
"maaf kak,, kami harus culik kakak dulu.."
jawab Reyna.
namun pada akhirnya gadis itu hanya bisa menurut dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Reyna dan Lisa.
__ADS_1
*mereka adalah sahabatku dan sudah seperti keluargaku sendiri. gak mungkin kan mereka mau ngelakuin hal buruk ke aku.
begitu pikirnya.
entah sudah berapa lama mereka diperjalanan hingga akhirnya mereka berhenti disuatu tempat yang awalnya Annisa pun tak tau kemana ketiga orang itu membawanya.
Reyna dan Lisa menuntunnya berjalan karena matanya masih ditutup dengan kain hitam.
"ini kita sebenernya mau kemana siih...??
awas yaa kalo kalian bawa aku ke tempat yang aneh2..."
Reyna dan Lisa hanya terkekeh.
"pokoknya sebelum aku minta kakak gak boleh buka kain penutupnya.."
ucap Reyna sambil tertawa sebelum akhirnya dia dan Lisa diam2 meninggalkan Annisa.
"Assalamualaikum ukhty.."
seseorang menyapa Annisa, dan dia sangat kenal suara itu.
dibukanya kain yang sedari tadi menutup matanya, sambil dilihatnya perlahan disekelilingnya.
ternyata saat itu dia justru sedang berada di restorannya yang terlihat scukup ramai sore itu.
"gak jawab salam dosa loh..."
ujar Reyhan yang ternyata sejak tadi berada tepat dibelakangnya.
"wa-waalaikumsalam.."
jawab Annisa sambil menoleh dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
"maaf, kamu pasti kaget ya..
aku sengaja minta Ina sama Lisa bawa kamu kemari.."
ujar Reyhan seolah mengerti maksud tatapan Annisa.
"tapi kenapa..?"
tanya Annisa sambil mengernyitkan kening.
dia bahkan tak sadar jika sedari tadi mereka menjadi tontonan semua mata yang ada ditempat itu.
"karena ini..."
ujar Reyhan sambil menyodorkan sebuah kotak kecil berisi cincin berlian.
Reyhan berlutut tepat dihadapan Annisa membuat gadis itu terkejut.
"Annisa Ramadhani... please be my wife...
kali ini didepan semua orang, bahkan dihadapan kedua orangtuaku, aku memintamu menjadi teman hidupku sampai surga.. trust me please.."
Reyhan berkata dengan sungguh2, hingga membuat Annisa speechless.
*ini pertama kalinya, seseorang berusaha keras untuk meyakinkanku. bisakah aku percaya pada pria ini..?
Annisa bertanya2 dalam hatinya. berbagai pikiran berkecamuk dikepalanya, membuatnya gugup dan tak tau harus berkata apa.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
duhhh so sweetnyaaa...😂😂😂
kalo aku diposisi itu sih, auto yes laahhh...😆😆😆
jangan lupa terus dukung karyaku yaa gengss..
klik like dan favorit,
biar kalian dapetin notifnya..😉
t.t.d
__ADS_1
Author terGaJes dan terHalu yang pernah ada