
pukul 04.00 pagi Reyhan sudah kembali ke kamarnya, namun dia tidak menemukan Annisa disana.
Reyhan mulai mencarinya disekitar kamar namun dia tak menemukannya.
dengan perasaan yang semakin was-was dia keluar dan menwmui salah satu bodyguard yang ditugaskan menjaga Annisa.
"dimana istriku..?"
tanya Reyhan dengan nada cemas.
"tadi aku melihat nona berjalan menuju dapur bos.."
jawab Bodyguard tersebut.
Reyhan langsung berlari menuruni anak tangga menuju kedapur.
saat melewati ruang makan, dilihatnya istrinya tengah makan sambil memainkan ponselnya.
kemudian dia menghampiri Annisa dan merengkuhnya dari belakang.
"sayang.. dari tadi mas cari-cari kamu ternyata disini.."
ujar Reyhan dengan penuh kelegaan.
"Icha lapar mas.. sejak malam tadi gak makan apapun.."
jawab Icha santai.
"justru Icha yang harusnya tanya mas kemana..? waktu Icha bangun mas gak ada.. telfon dan pesan pun semua diabaikan.."
sambungnya.
"maaf sayang, mas buru-buru kekantor, ada hal penting dan mas lupa bawa ponsel.."
jawab Reyhan berbohong.
"oh iya sayang.. mas punya hadiah kecil untuk kamu.."
ujar Reyhan
"hadiah..?"
Annisa mengernyitkan kening.
Reyhan mengangguk, kemudian mencium kening istrinya dengan lembut.
Annisa yang semakin penasaran buru-buru menyelesaikan makannya.
selesai makan Reyhan menuntun istrinya kekamar, kemudian menyerahkan sebuah kotak ponsel bermerk asal KorSel dengan tulisan S10+.
(ponsel idaman author ini mah😂😂)
Annisa membuka kotaknya, dan tampaklah sebuah ponsel yang dibalut dengan softcase yang disekelilingnya tersemat berlian berkilauan.
terlihat sangat mewah dan elegan.
wajah Annisa tampak berseri melihatnya.
"ini buat Icha mas..?"
tanya Annisa.
"of course dear..gimana, kamu suka..?"
jawab Reyhan sambil mengecup kening istrinya
"thank you so much..."
__ADS_1
kemudian Annisa memeluk suaminya dengan perasaan bahagia.
Reyhan membalas pelukan tersebut.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
beberapa jam yang lalu...
Dennis menyerahkan kotak ponsel kepada Reyhan.
"aku udah pasang alat penyadap dan alat pelacak di ponsel ini. dengan begitu kita akan tetap bisa memantau situasi. tentu aja aku juga akan tetap mengutus orang untuk mengawasi Annisa dari jarak yang aman."
Dennis membuka kotak tersebut, mengeluarkan ponsel yang dilapisi softcase berlian kemudian menunjukkan alat penyadap dan alat pelacak yang memang sudah dia sematkan dibalik softcase ponsel tersebut.
"berikan ini pada Annisa sebagai hadiah.."
sambungnya.
"Dan untuk kalian Ladies,, tetaplah disini sampai situasinya terkendali."
ujar Dennis sambil menatap tajam ke arah Clara.
"tapi Den... papa gue.."
belum sempat Clara menyelesaikan kalimatnya, Dennis menyela.
"tuan Wijaya akan baik-baik aja. aku udah berhasil melacak lokasinya. Kau masuklah, ada hal penting yang harus kubicarakan dengan Reyhan."
Jawab Dennis
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Annisa tampak sangat senang mendapatkan hadiah ponsel dari suaminya. ditambah lagi dengan softcasenya yang terkesan mewah, terlihat simple namun elegan. sangat sesuai dengan seleranya.
"sayang, nanti kamu berangkat kekampus dianterin mang ujang aja ya.. mas masih ada urusan dikantor.."
"ehmm.. mas, boleh gak aku pergi sendiri aja..?"
tanya Annisa sambil memasang wajah penuh harap.
jika bukan karena dia percaya dengan rencana Dennis, sudah pasti dia tidak akan membiarkan Annisa pergi sendirian. bahkan jika memungkinkan alangkah lebih baik jika Annisa tak pergi kemanapun, setidaknya sampai situasinya aman.
namun diluar dugaan, saat itu justru Reyhan tak merasa keberatan dengan permintaan Annisa yang tidak ingin menggunakan jasa supir pribadi.
"yaudah.. tapi kamu hati-hati dijalan ya..
dan jangan matikan ponsel kamu.."
jawab Reyhan sambil mengelus kepala Annisa
*Ini mas Rey kesambet apa ya, tumben lembek gini.. biasanya langsung nolak dengan satu kalimat : GAK BOLEH
tapi yaa baguslah, aku justru lebih nyaman dengan begini..
batin Annisa
*Jangan sampe Annisa tau kalo aku bakal nguntit dia
batin Reyhan
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Usai sarapan, Annisa langsung berangkat menuju kampus. Sementara Rwyhan sudah berangkat lebih dulu.
untuk menaiki angkutan umum Annisa harus berjalan sekitar 1km dari rumah menuju ke halte terdekat.
"itung-itung olahraga.."
__ADS_1
gumam Annisa.
Sesampainya di halte, Annisa langsung mengambil posisi tempat duduk karena biasanya untuk menunggu kedatangan bus dihalte itu memang agak lama.
tak jauh dari posisinya seseorang (yang sepertinya seorang pria) juga sudah lebih dulu mengambil posisi.
orang itu mengenakan celana jeans dan jaket berwarna hitam, topi serta masker yang menutup sebagian wajahnya kecuali bagian mata.
Melihat penampilan orang tersebut Annisa mulai merasa cemas. terlebih lagi orang tersebut sesekali melirik ke arahnya (atau sepertinya demikian) Annisa tidak dapat melihatnya dengan jelas karena pandangannya terhalang oleh topi dan masker wajah yang digunakan orang tersebut.
*Ya Allah.. kenapa perasaanku jadi gak tenang gini.. semoga aja dia bukan orang jahat..
batin Annisa
Annisa berusaha tampak tenang, dan merogoh kedalam tasnya.
*Syukurlah aku selalu ingat membawanya..
Untuk mencegah tindak kriminal yang mungkin bisa terjadi Annisa memang tak pernah lupa membawa botol spray yang sudah diisi dengan air yang dicampur dengan lada hitam dan bubuk cabai.
selain itu beberapa hari yang lalu Reyhan juga sempat menyelipkan belati kecil didalam tas Annisa dan meminta Annisa untuk selalu membawanya untuk berjaga-jaga, yang sebenarnya menurut Annisa tidak perlu.
15 menit berlalu dengan ketegangan, hingga akhirnya bus yang ditunggu pun tiba.
*alhamdulillah.. akhirnya busnya tiba.. dan sepertinya dia juga bukan orang jahat.. Ya Allah.. maafkan hamba yang udah sempat su'udzon
Namun baru saja Annisa merasa lega karena terbebas dari rasa takutnya, setelah dia mendapat posisi didalam bus ternyata orang tersebut juga menaiki bus yang sama, bahkan mengambil posisi duduk tepat disamping Annisa.
*Ya Allah.. baru juga bernafas lega, eh sekarang dia malah duduk disampingku.. slow Annisa..slow.. kalaupun memang dia orang jahat, setidaknya dia gak mungkin melakukannya didalam bus ini kan..
batin Annisa yang dengan sigap kembali merogohkan tangannya kedalam tas ransel yang ada dipelukannya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Dua puluh menit perjalanan akhirnya Annisa tiba di halte yang lokasinya tak jauh dari kampusnya.
seperti sudah mengerti, orang misterius yang duduk disamping Annisa langsung berdiri dan mempersilahkan Annisa untuk turun.
Namun bukannya merasa lega, Annisa justru semakin cemas karena orang misterius itu juga ikut turun bersamanya.
karena merasa dirinya terancam, dengan cepat Annisa mengambil ponselnya, mengirimkan pesan pada seseorang kemudian memasukkan kembali ponselnya.
Annisa berjalan dengan sedikit tergesa, terlebih karena untuk menuju kampusnya Annisa harus berjalan dan melewati lokasi yang agak sepi.
Orang misterius itu masih saja terus mengikutinya, namun tidak berusaha mengejarnya.
Setelah sampai digerbang kampus Annisa langsung menemui satpam penjaga untuk meminta bantuan, namun ternyata si penguntit telah berbalik arah dan pergi.
*Aneh.. siapa orang itu..? dan kenapa dia mengikutiku..?
batin Annisa lalu kemudian berjalan kembali menuju kampusnya bersama satpam.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Assalamualaikum mentemen..
mooh dimaafkeun jika diriku lama gak update..
kerna kondisi kesehatan yang sejak kemarin agak ngedrop, ditambah lagi hal ini itu dan lain sebagainya..
lagi dan lagi kuhanya bisa meminta maaf dan pemakluman kalian dear readersku tercinta terkasih terzeyeng dan terlope lopeh..😂😂
dukung terus "Ana Uhibbuka Fillah"
jangan lupa klike like dan favoritnya ya gaisss...
gomawo...😆😆😆
__ADS_1