
Keesokan paginya sehabis sholat subuh Nabila tampak berkemas.
Hari ini adalah hari ulangtahunnya, dan bertepatan dengan hari pertama liburan musim panas.
Nabila tampak sangat antusias dan tak henti melirik jam.
"Kak.. jam berapa kak Dennis datang..?"
Tanya Nabila pada Kirana saat gadis itu sedang mempersiapkan bekal yang akan mereka bawa.
"Sabar ya sayang, kak Dennis masih dijalan.. Sebentar lagi juga sampai.."
Jawab Kirana sambil tersenyum.
tepat pukul tujuh pagi, Dennis sudah tiba di apartemen.
"Gimana tuan putri, siap untuk berpetualang hari ini..?"
Sapa Dennis sambil menggendong Nabila.
"Siap Kapten.."
Jawab Nabila sambil tertawa sumringah.
Dennis tampak elegan dengan menggunakan pakaian casual.
Kaos putih dibalut jaket berwarna army, juga celana jeans hitam dan sneakers army.
Dipadu dengan jam tangan Ro**x Antimagnetique yang harganya sangat fantastis.
"Ayo kita berangkattt..."
Ujar Dennis sambil membawa Nabila berlari menuju mobilnya.
Dennis membuka pintu depan, dan mendudukkan Nabila di kursi penumpang.
"Tuan putri duduknya harus didepan.."
Ucap Dennis, yang kemudian disusul oleh Ibu, Anjar dan Kirana.
"Kamu bawa bekal Kirana..?"
Tanya Dennis yang melihat Kirana membawa rantang besar.
"Iya mas.. Ibu gak terbiasa dengan makanan Jepang.. jadi aku sengaja siapkan makanan dari rumah.."
jawab Kirana.
"Memang masakan Indonesia itu gak ada imbang siih.."
Ujar Dennis sambil membuka bagasi belakang untuk menyimpan bekal yang dibawa Kirana.
"Kita mau pergi kemana mas..?"
tanya Kirana.
"Emmm.. Kamu ada ide..?"
"Lah, kalo daerah jepang sih aku gak tau.. kan mas yang tau saerah ini.."
protes Kirana.
__ADS_1
Dennis tersenyum sumringah.
"Gimana kalo sekarang kita ke pantai dulu..?"
"Boleh juga tuh mas.. tapi, aku belum mempersiapkan keperluan Nabila.."
"Gak masalah, nanti kita bisa beli disana.. Yuk berangkat sekarang.."
Akhirnya mereka berangkat menuju pantai Suma, Kobe.
Setibanya di stasiun Sannomiya, Dennis memarkirkan mobilnya di lokasi parkiran yang disediakan oleh pihak stasiun.
"Dari sini kita naik kereta.. perjalanan cuma sekitar 10-15 menitan sampai stasiun suma-kaihinkoen, dari sana kita hanya perlu waktu maksimal 10-15 menit dengan berjalan kaki menuju pantai."
Ujar Dennis.
Setelah perjalanan yang tidak begitu lama akhirnya mereka tiba di pantai Suma.
Karena ini musim panas, banyak wisatawan yang mengunjungi pantai ini untuk berjemur.
Nabila tampak sangat antusias bermain pasir dan ombak dipantai, begitu juga dengan Anjar.
Karena ini adalah pertama kalinya bagi Nabila berkunjung ke pantai.
Sedangkan Anjar, dulu pernah..
Ketika almarhum ayahnya masih ada.
saat itu usianya lebih muda dari Nabila.
setelah puas bermain ombak dan pasir dipantai, mereka menikmati bekal makan siang yang sengaja disiapkan Kirana dari rumah.
"Masih mau berpetualang lagi princess..?"
saat itu waktu menjelang sore, mereka melanjutkan perjalanan ke Kobe Harborland, wisata andalan di Kobe.
Nabila tampak sangat bahagia saat itu.
Tak hentinya dia tersenyum sumringah menikmati hadiah istimewanya.
Puas menikmati jalan-jalan hari itu, akhirnya mereka tiba di apartemen sebelum isya.
Namun ternyata kejutan tak berhenti sampai disitu,
Karena saat mereka pergi Dennis meminta bantuan beberapa orang rekannya untuk menghias apartemen dengan pernak pernik khas ulang tahun anak-anak.
Mulai dari balon dan pernak pernik lainnya.
Dennis sengaja menyewa badut Micky mouse, winnie the pooh dan magician untuk memeriahkan acara.
Selain itu Dennis juga memesan kue ulangtahun yang besar dan bertingkat, juga membayar dua orang cheff khusus yang didatangkan dari Indonesia untuk menyajikan masakan khas Indonesia.
Dennis sengaja meminta Nabila untuk membuka pintu pertama kali.
"Happy Brithday Nabilaa...!!!"
Seru beberapa orang yang sudah menunggu didalam apartemen sambil meniup terompet kecil.
Mereka menikmati perayaan ulangtahun Nabila malam itu dengan perasaan yang haru dan bahagia, tak terkecuali Nabila.
Karena inilah pertama kalinya ulangtahunnya dirayakan dengan acara semewah ini.
__ADS_1
"Kak Dennis.. makasih ya, udah kabulin keinginan Bila.. Kak Dennis kayak tuan malaikat, yang Allah kirimkan untuk Bila.."
Ucap Nabila sambil memeluk Dennis.
"Sama-sama tuan putri.. Mulai sekarang apapun yang tuan putri inginkan, kak Dennis akan berusaha mengabulkannya.."
jawab Dennis sambil menggendong Nabila.
"Kak Dennis, apa kakak punya ayah..?"
Tanya Nabila.
"Punya.."
Jawab Dennis.
"Dimana ayah kak Dennis..?"
"Ayah kakak ada dirumah.."
"Kak Dennis beruntung ya, masih punya ayah..
Bila gak punya ayah.. ibu bilang ayah Bila udah disurga..
Tapi Bila bahagia kok, Bila ada ibu, ada kak Nana, Kak Anjar.. Dan sekarang, Bila punya tuan malaikat..
Kalo ayah Bila masih ada, pasti dia juga sama baiknya kayak kak Dennis kan.."
Dennis tertegun mendengar ucapan Nabila.
"Bila juga beruntung kok, karena semua orang sayang sama Bila..
Kak Dennis juga sayang sama Bila.."
Ucap Dennis sambil mengelus kepala Nabila.
Tepat pukul 11 malam saat acara selesai dan suasana apartemen kembali tenang.
sisa-sisa pesta juga telah dibereskan.
Dennis berpamitan pada keluarga Kirana, karena malam sudah larut.
"Mas.. makasih banyak ya untuk hari ini.."
Ucap Kirana dengan tulus saat mengantarkan Dennis keparkiran.
"Sama-sama Kirana.. Aku juga sangat senang hari ini.. Entah kenapa, aku merasa seperti berada ditengah-tengah keluarga yang harmonis.."
Jawab Dennis.
Kirana menatap Dennis lekat. Sedangkan Dennis justru menatap jauh kedepan, seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Mas,, lagi mikirin apa..?"
tanya Kirana.
"Bukan apa-apa kok.. Mas pamit ya.. Assalamualaikum.."
"Ehh.. emm.. i-iya mas..Waalaikumsalam.."
jawab Kirana gugup.
__ADS_1
"Sejak kapan mas Dennis menyebut dirinya mas..?"
Gumam Kirana saat Dennis sudah melajukan mobilnya.