Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
71. Ody dan Ara


__ADS_3

Pagi itu Dennis sudah mempersiapkan keberangkatan Ara (nama panggilan Clara) ke Kobe.


Entah bagaimana, tapi tuan Kosasih telah mengetahui bahwa Ody masih hidup dan saat ini justru dilindungi oleh Reyhan.


Sebelum mereka bertolak ke Kobe, Dennis membawa Ara kerumah keluarga Arbiantoro untuk menemui Ody, saudari kembarnya.


Saat diperjalanan Dennis sudah menceritakan peristiwa tragis yang menimpa Ody.


Ara bahkan sampai menangis histeris.


Selama ini Ara mengira Ody dalam keadaan yang baik-baik saja. Terlebih karena Tuan Kosasih sudah menganggap Ody sebagai putrinya dan selama ini Ody dirawat dan dibesarkan olehnya.


"Gimana dia sampe ngalamin itu semua Den..?"


Tanya Ara yang masih terisak.


"Sebenarnya aku juga belum tahu gimana persisnya.. tapi aku rasa bukan waktu yang tepat untuk meminta dia menceritakan semuanya.


Dia masih sangat terguncang Ra.."


Jawab Dennis sambil tetap fokus menyetir.


"Si tua bangka itu memang bener-bener iblis..!!


Demi kepentingannya sendiri dia sudah memanfaatkan Ody, dan sekarang dia justru melakukan hal sekeji itu.."


Ujar Ara dengan nada penuh kebencian.


Akhirnya mereka tiba di kediaman keluarga Arbiantoro.


Ara yang sudah tidak sabar ingin menemui saudari kembarnya langsung kwluar dari mobil dan berlari masuk kerumah mewah tersebut.


Saat itu Ody sedang duduk sendiri di taman belakang.


Dia bahkan tidak ingin ditemani oleh siapapun.


Sejak tiba di kediaman Arbiantoro, Ody sangat diam dan tak banyak bicara.


Dia hanya berbicara sepatah dua kata pada para ART dan petugas keamanan yang berjaga dirumah itu.


Hanya kepada Dennis dan Reyhan lah dia berani menceritakan peristiwa tragis yang menimpanya.


Dia bahkan selalu menangis histeris saat malam tiba. Mimpi-mimpi buruk selalu menghantui dalam tidurnya.


"Ody..."


Ara memeluknya dari belakang.


Ody yang merasa terkejut spontan langsung berdiri dan mendorong tubuh Ara dengan kasar.

__ADS_1


"PERGI..!! PERGII..!! KALIAN ORANG JAHAT.. PERGI SANAA...!!"


Ody berteriak dengan histeris sambil menutup wajahnya.


Clara yang melihat hal tersebut syock, sangat tidak menyangka sampai separah itu kondisi saudari kembarnya.


"Ody... ini aku, Ara.. Saudari kembar kamu.."


Ujar Ara sambil terisak.


"KAMU JUGA JAHAT..!! KAMU JAHATTT...!!"


Ody tampak semakin kalap sambil menuding Ara dengan telunjuknya.


"Ody.. sadar Ody...!!"


Spontan Ara langsung memeluk tubuh Ody yang bergetar hebat.


dan tiba-tiba, Ody ambruk..


"Sepertinya dia pingsan lagi.. kita harus membawanya kembali ke kamar.."


ucap Dennis yang baru saja tiba karena mendengar teriakan Ody.


Ara tampak terguncang, tak kuasa menahan tangis melihat keadaan saudari kembarnya.


"Aku akan panggilkan dokter. kau temani dia disini.. kau harus tetap kuat Ra.. karena kau satu-satunya keluarga yang dimiliki Ody sekarang. dan kaulah orang yang paling dia butuhkan.."


Ujar Dennis.


Ara mengangguk sambil mengusap airmatanya.


"Den.. tolong balikin Ody seperti dulu.."


pintanya.


"Tenanglah.. aku sudah membicarakannya dengan Reyhan. Aku juga sudah menghubungi psikiater terbaik untuk membantu terapi Ody. dan setelah kondisinya stabil, kita akan membawanya ke Amerika untuk menjalani operasi plastik. Mungkin kita tidak bisa mengembalikan dia yang dulu, tapi kita akan berusaha membuatnya ceria lagi.."


jawab Dennis.


"Tapi... kenapa Reyhan bersedia membantu kami..?


padahal dia tahu siapa Ody.."


"Karena kalian adalah korban.. kamu gak salah, Ody juga gak salah.. sebenarnya kalian adalah wanita-wanita yang baik. hanya saja kalian menjadi korban dalam suatu keadaan yang tidak sepenuhnya kalian pahami.."


"Den.. kalau nanti kau bertemu Reyhan tolong sampaikan permintaan maaf dan ucapan terimakasihku padanya.. Kalau bukan karena dia, aku sendiri gak tau apa yang akan terjadi pada kami.."


Ucap Ara dengan tulus, dan dijawab anggukan oleh Dennis.

__ADS_1


"Aku pergi dulu, masih banyak hal yang harus aku urus. Dokter juga sedang dalam perjalanan, mungkin sebentar lagi tiba disini. jaga Ody dengan baik.."


Kemudian Dennis meninggalkan Ody dan Ara.


"Den Dennis.. gimana kondisi neng Ody..?"


tanya bi Minah yang tampak cemas.


"Masih belum sadar bi.. aku udah minta dokter untuk menanganinya. dan untuk sementara mungkin Clara juga akan tinggal disini. tadinya aku akan membawanya ke Kobe, tapi kurasa akan lebih baik jika dia disini menemani Ody.."


Jawab Dennis.


Sebelum pergi Dennis menemui Aldo dan memberikan tugas khusus untuknya.


"Perketat keamanan disekitar rumah, dan tambahkan CCTV disetiap sudut lokasi. jika perlu hubungi pak Bambang dan minta dia mengutus beberapa orangnya untuk berjaga-jaga.


Si tua bangka itu sepertinya sedang menyusun rencana penyerangan selanjutnya. aku tidak mau ambil resiko dan kecolongan untuk kedua kalinya."


Aldo mengangguk paham.


"Aku akan ke Kobe untuk memastikan keadaan disana. jika terjadi masalah di kantor tolong kau tangani dulu. aku sudah sampaikan ini kepada Rehhan dan pak Edo."


"Baik Kak.."


jawab Aldo sambil tersenyum.


Tak lama setelah kepergian Dennis, dua orang Dokter dan beberapa perawat yang diutus oleh Dennis untuk memeriksa keadaan Ody sampai di kediaman keluarga Arbiantoro.


Mereka dengan cekatan melakukan pekerjaan mereka, sedangkan Ara hanya melihat sambil berdoa dalam hati.


Meski selama ini mereka terpisah dan baru bertemu setelah dewasa, ikatan persaudaraan tentunya tak dapat dipungkiri. terlebih lagi mereka adalah anak kembar. tentu memiliki ikatan batin yang sangat kuat.


"Dokter.. Ody akan baik-baik aja kan..? dia bisa sembuh kan..?"


tanya Ara saat tim Dokter selesai memeriksa kondisi Ody.


"Dia mengalami trauma yang sangat berat. saya sudah sampaikan kepada Dennis agar dia ditangani oleh psikiater untuk menjalani terapi dan konseling. Mudah-mudahan itu bisa membantu memulihkan kondisinya.."


jawab Dokter tersebut.


"Terimakasih Dok.."


Ujar Ara.


Kemudian tim Dokter tersebut berpamitan, kecuali dua orang perawat yang memang sudah ditunjuk oleh Dennis untuk merawat Ody sementara waktu.


"Ody... kamu harus sembuh yaa.. aku cuma punya kamu.."


gumam Ara sambil menitikkan air mata.

__ADS_1


__ADS_2