
pagi itu Annisa juga mulai beraktivitas seperti biasa.
meski telah kehilangan orang yang paling dia sayangi, namun gadis itu tak ingin berlarut dalam kesedihan.
setibanya dikampus, beberapa teman dan dosen pun turut mengucapkan belasungkawa pada Annisa.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
semuanya berjalan normal pada hari itu, hingga tiba saat Annisa akan pulang karena jam perkuliahan telah usai.
saat itu Annisa sudah berada didepan kampus, dan tiba-tiba seseorang muncul dengan 'moge' (motor gede) nya.
"Nisa, kamu mau pulang..?
yuk bareng.."
Annisa menoleh dan ternyata orang itu adalah Bobby, orang yang sudah mengusik ketenangannya pagi tadi.
"gak usah, makasih."
jawab Annisa dengan nasa ketus dan tatapan tajam.
"Nis..jangan benci aku kayak gini..tolong kasih aku kesempatan untuk jelasin semuanya.. apa yang terjadi itu gak seperti apa yang kamu pikirkan.."
"maaf, aku bukan orang baik yang mudah memberi kesempatan kedua terlebih pada seorang penipu seperti kamu."
"aku gak pernah berniat menipu kamu Nis.. tapi Desy lah yang menjebakku.. waktu itu beberapa hari sebelum rencana pernikahan kita, Desy dan keluarganya menemuiku dan memintaku untuk menikahi Desy karena saat itu Desy dalam keadaan hamil.. dan tentu aja aku menolak.. aku berani sumpah Nis, bukan aku yang ngelakuin itu.. aku dijebak Nis.. tapi kamu, dengan mudahnya langsung membatalkan pernikahan kita tanpa memberiku kesempatan untuk menjelaskan semuanya.."
"JA-NGAN PER-NAH UNG-KIT MA-SA-LAH ITU LA-GI!!!"
Annisa mengatakan dengan tegas, sambil memainkan jari telunjuknya dihadapan Bobby.
disaat yang sama sebuah mobil sport berwarna hitam melaju pelan menuju arah mereka.
Reyhan keluar dari mobilnya, dan menghampiri Annisa.
"Nis, mau pulang bareng..?"
Bobby yang merasa tak senang obrolannya dengan Annisa terganggu langsung menyela.
"siapa kamu..? gak lihat kami lagi bicara..?"
Reyhan hanya melirik dengan tatapan sinisnya
"yuk Nis, Ina udah nunggu.."
Annisa yang memang tak ingin melanjutkan perdebatan dengan pria dimasa lalunya itu akhirnya menerima ajakan Reyhan, dan semakin membuat emosi Bobby meledak.
"hey, jangan ikut campur. aku masih punya urusan sama Nisa. kau pikir kau siapa seenaknya membawa dia..!!"
"aku calon suaminya.. ada masalah dengan itu..?
dan kurasa jika kau punya masalah dengannya, itu juga masalahku.."
jawab Reyhan
Annisa membulatkan mata dan menoleh kepada Reyhan yang dari raut wajahnya terlihat sangat serius.
bahkan gadis yang ada dibelakang mereka pun sampai menjatuhkan ponselnya karena terkejut.
ya, Clara awalnya berniat menghampiri Reyhan.
dan apa yang baru saja dia dengar, tentunya tak bisa dia terima begitu saja.
"ohh.. jadi kamu calon suaminya..?
cuma anak kuliahan, tapi belagu.."
ledek Bobby.
"baiklah tuan, kuterima pujian anda. dan semoga kelak anda tidak menyesali ucapan anda hari ini.."
jawab Reyhan sambil tersenyum, kemudian memberi kode pada Annisa agar gadis itu masuk ke mobilnya.
Reyhan langsung melajukan mobilnya, sambil melirik kepada Bobby dengan tatapan sinis.
sementara itu didalam mobil, Annisa merasa canggung untuk memulai percakapan.
dan seolah mengerti, Rey membuka obrolan mereka.
"maaf Nis soal tadi.. aku gak bermaksud.."
"iya aku paham kok.. tapi makasih ya karna kamu udah bantuin aku.."
"iya Nis.."
__ADS_1
*kenapa aku justru mengatakannya disaat yang gak tepat... dia pasti berpikir aku cuma mau membantunya untuk menghindar dari pria tadi..
Reyhan membatin.
dan akhirnya, mereka kembali diam.
tak ada yang tau apa yang mereka pikirkan saat itu hingga akhirnya mereka sampai didepan sekolah Reyna
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"kak Icha,, kokk tumben bareng kak Rey..?
ehmmm... kayaknya ada sesuatu niih.."
ucap Reyna dengan senyuman jahilnya saat sudah berada didalam mobil.
"tadi emang kakak sengaja ngajakin Nisa bareng, toh juga setelah kakak jemput kamu emang tujuannya mau kerumah dia kan.."
"hehehee... kakak tau aja.."
jawab Reyna sambil nyengir.
dan akhirnya, sosok Reyna adalah satu-satunya orang yang heboh bercerita selama perjalanan.
mulai dari teman-temannya, guru-gurunya, lingkungan sekolahnya.. meski sudah beberapa hari bersekolah di sekolah normal tampaknya gadis itu masih exited..
karna selalu yang jadi bahan ceritanya adalah seputar sekolah barunya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
akhirnya mereka tiba dirumah Annisa.
Reyhan langsung berpamitan setelah mengantarkan Annisa dan Reyna.
"kakk... boleh aku tanya sesuatu..?"
tanya Reyna saat mereka sudah duduk di sofa untuk meregangkan tubuh yang lelah.
"tanya apa Na..?"
"ehmmm... tapi kakak jangan marah yaa.."
Annisa mengangguk sambil tersenyum.
Annisa tertegun. sebenarnya dia tak ingin lagi membahas semua masalah itu, terlebih setelah siang tadi lagi-lagi dia dihadapkan oleh masa lalunya.
tapi biar bagaimanapun juga, mungkin tak ada salahnya jika Reyna tahu.
Annisa menarik nafas dalam, dan akhirnya mulai menceritakan masa lalunya.
"ohh... jadi dulu kakak pernah nyaris nikah sama dia.."
gumam Reyna
"iya.. tapi setidaknya kakak bersyukur, karna Allah menunjukkan kebenarannya kepada kakak sebelum terlambat.. dan akhirnya kakak langsung membatalkan pernikahan itu saat itu juga.."
"tapi kalaulah seandainya, ada seseorang yang tulus dan benar2 berniat menikahi kakak.. apa kakak mau menerimanya..?"
Annisa tersenyum.
"Ina.. manusia itu diciptakan berpasang-pasangan.. wanita yang baik, akan dipertemukan dengan pria yang baik, begitu juga sebaliknya.. itu janji Allah..
lagipula menikah itu kan menyempurnakan agama, dan merupakan sunnah Rasulullah..
jika memang Allah udah tetapkan untuk bertemu dengan orang yang tepat, Insyaa Allah kakak akan menerima.."
"emmm... trus kriteria calon suami kakak gimana..?"
Annisa terkekeh mendengar pertanyaan Reyna
"ini kok kakak berasa lagi di interview gini yaa.."
ujar Annisa
"ihh jawab dulu kakk... aku janji itu pertanyaan terakhir.." jawab Reyna sambil memainkan jarinya berbentuk v.
"hemmm... gak ada kriteria khusus sih..
yang terpenting dia adalah orang yang soleh dan bertanggung jawab. jika dia cinta, dia akan memuliakan. dan jikapun tidak, dia tidak akan menyakiti."
Reyna tersenyum sambil manggut manggut.
"nah udah selesai kan sesi interviewnya.. kakak mau masak dulu, setelah itu kita belajar yaa.."
kemudian Annisa bangkit dari posisinya.
__ADS_1
"kak Rey soleh,, bertanggung jawab udah pasti.."
gumam Reyna sambil tersenyum saat Annisa sudah tak terlihat.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Reyhan masih diperjalanan saat tiba-tiba ponselnya berdering. ternyata dari pak Bambang, orang kepercayaan papanya.
"ada apa om..?"
tanya Reyhan
"Rey, om sudah mendapatkan informasi siapa pemilik kendaraan dengan nomor plat yang kamu kirimkan tadi. namanya Bobby Handika, dan setelah om telusuri ternyata dia karyawan di salah satu cabang perusahaan RERE Corporation.."
"lah,, berarti dia anak buah saya dong.."
"begitulah kira-kira. om juga sudah pastikan dengan kantor cabang dikota ini memang ada salah satu staff keuangan dengan nama Bobby Handika.."
"yaudah, makasih banyak om..tolong sampaikan ke pak Edo kalo aku otewe ke kantor.."
Reyhan menyeringai kemudian menutup telfonnya.
"sialan... berlagak orang besar, ternyata masih kacung juga.. pake berani ngatain lagi.. kita lihat nanti, siapa yang belagu.."
gumam Reyhan sambil tersenyum licik
akhirnya Reyhan tiba di kantor cabang dan langsung disambut oleh manajer perusahaan tersebut.
"selamat datang pak Rey.. lama tidak bertemu.. sepertinya anda merindukan kantor ini, hingga menyempatkan diri untuk menyinggahi kami disini.."
sapa pak Edo, selaku manajer di perusahaan tersebut.
"ya... sepertinya sudah sangat lama aku tidak menampakkan diri dikantor ini.. mungkin sudah banyak yang berubah ya.."
"perubahan itu pasti pak.. apalagi sejak kita membuka peluang untuk karyawan dan staff yang memiliki potensi.. tentunya itu juga berkat kebijakan bapak.."
"oh ya..? berarti banyak karyawan baru di kantor ini..?
apa menurutmu aku perlu memperkenalkan diri pada semua karyawan baru..?"
"tentu saja pak.. anda adalah CEO perusahaan ini.. dan mereka harus mengenali boss mereka, untuk siapa mereka bekerja.."
"kalo gitu malam ini tolong bapak undang semua staff dan karyawan ke restoran 'sederhana' (restoran milik Annisa) untuk makan malam bersama, sekaligus saya akan memperkenalkan diri saya dan calon istri saya pada semua staff dan karyawan.nanti saya akan kirim alamat restorannya. dan pastikan semua staff hadir.."
ucap Reyhan.
"bapak akan segera menikah..?
itu kabar yang luar biasa.. selamat pak.. semoga pernikahannya dilancarkan.."
ujar pak Edo sambil tersenyum dan menjabat tangan Reyhan sebelum akhirnya Reyhan meninggalkan kantor.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
assalamualaikum temen-temen....🤗🤗🤗
mohon maaf akikah baru apdet yakk..
berhubung karena kesibukan yang cukup luar biasa dan beberapa masalah yang membuatku harus menguras tenaga pikiran dan perasaan..😂😂
sebenernya ini juga bingung dan gak tau harus ngelanjutinnya gimana karna sempat kehabisan inspirasi..😅😅
jadi akhirnya "yaudahlah, biarkan mengalir seperti air aja.."
kerna memang untuk episode ini sebenernya diluar dari rencana awal..😂😂😂
jadi mohon di maapkeun jika alurnya semakin gak jelas diakibatkan kehaluanku yang semakin diluar batas..😂😂😂
eh tapi yang namanya penulis emang harus berani berhalu setinggi bintang dilangit kan yaa..🤗🤗
bantu like dan favoritnya yukk..
biar kamu dapat notif kalo aku apdet lagi..😊😊😊
aku tunggu juga kritik dan saran kalian, barangkali memang ada yang perlu kubenahi dari novel ini agar lebih baik kedepannya..
yuk ramein dikolom komentar..
makasihhh...
wassalammmm....
t.t.d
Author ter GaJes dan terhalu yang pernah ada😎
__ADS_1