
Annisa dan Reyhan sudah tiba di caffe tempat mereka janji bertemu dengan Dwi Clara dan Lisa.
ketiga gadis itu telah lama menunggu didepan caffe karena tidak diperkenankan masuk oleh petugas keamanan.
"Yasalammm.. sekarang mau ketemu Nisa udah kayak mau ketemu istri sultan yaa.. sampe caffe nya dibooking segala.."
Ujar Dwi saat dua sejoli yang mereka tunggu akhirnya tiba.
"Kita mah apa.. hanya rakyat jelata.."
Timpal Clara.
"Maaf yaa guys.. aku lupa kabarin kalian soal itu.."
ucap Annisa.
"Yaudah sih, yang terpenting kan udah ketemu..
kangen bangeeettt...."
Lisa langsung memeluk Annisa, disusul Dwi dan Clara.
"Heii pangeran, jangan jelous yee.."
Ledek Clara dan hanya dibalas senyum sumringah Reyhan.
*Ini Dennis mana coba.. masak iyaa aku jadi pengawal ladies-ladies begini.. bisa-bisa aku disangkain LuLu wanna be..
batin Reyhan sambil celingak celinguk mencari sosok Dennis yang belum muncul.
"Yuk masuk.. aku Laper.."
ujar Dwi.
kemudian mereka memasuki caffe dan duduk di satu meja.
tak lama kemudian dua orang waiters datang membawa buku menu.
Annisa membolak balik buku menu tersebut sampai akhirnya..
"Mbakk.. asinan mangga muda gak ada yaa..?"
Annisa bertanya kepada salah satu waiters yang justru terlihat bingung dengan pertanyaan Annisa.
begitu juga dengan Reyhan yang langsung mengernyitkan kening.
"Maaf mbak, caffe ini tidak menyediakan menu asinan mangga.. mungkin mbak boleh coba menu yang lain..?"
jawab waiters tersebut.
Annisa kembali meletakkan menunya.
"Kalo gitu aku pesan air mineral aja mbak.."
jawab Annisa dengan sedikit ketus.
Setelah mereka selesai memesan, waiters kembali ke dapur untuk memberikan daftar menu kepada cheff.
"Sayang, kenapa manyun begitu..?"
tanya Reyhan.
"Mas.. cariin asinan mangga dong.."
Annisa memasang wajah memelas.
Reyhan menarik nafas dalam.
"Yaudah, bentar yaa mas cari ditempat lain.."
jawab Reyhan.
__ADS_1
*setidaknya lebih baik daripada aku harus nemenin mereka ngerumpi.
batin Reyhan.
sambil beranjak menuju pintu Reyhan meraih ponsel disakunya dan mengirimkan pesan pada seseorang.
"Cha.. sejak kapan kamu suka asian mangga..?"
tanya Lisa yang sejak tadi merasa janggal dengan permintaan Annisa yang memang sangat aneh menurutnya.
Dan itu bukan tanpa alasan, dia sangat mengenal Annisa sudah sejak lama hingga dia sangat paham segala hal tentang sahabatnya itu termasuk makanan yang dia suka ataupun tidak.
"ehmmm.. mungkin, sejak beberapa minggu yang lalu.."
jawab Annisa sambil tersenyum memamerkan gigi putihnya.
"Nis.. apa kamu... hamil..?"
tanya Dwi
"Naahhh... bener tuh, biasanya perempuan hamil kan ngidamnya makanan yang begituan..
kamu hamil Nis..?"
timpal Clara dengan antusias.
Annisa mengangguk sambil tersenyum malu-malu.
"Alhamdulillah..."
pekik Dwi.
spontan saja ketiga sahabatnya itu langsung heboh dan girang bukan kepalang.
"udah berapa bulan Cha..?"
tanya Lisa antusias.
"jalan lima minggu.."
"pantesan aja ngidamnya asinan.. tapi emang biasanya kalo wanita yang ngidam itu doyannya makanan yang asem-asem gitu siih.."
ujar Clara.
"iyaa.. sebenarnya aku ngajak kalian ngumpul juga karena aku mau ngasih kabar baik ini.."
"Selamat yaa Nisa.. semoga kamu dan bayimu sehat-sehat.."
ucap Dwi yang kemudian di 'aamiin' kan oleh ketiga sahabatnya.
saat keempat wanita tersebut asyik mengobrol Reyhan sudah kembali sambil membawa kantongan plastik berisi asinan mangga.
"Sayang.. nih, mas udah bawain asinan mangganya.."
ucap Reyhan sambil menyodorkan kantungan plastik yang dibawanya.
"Duh.. so sweetnya yang jadi suami siaga..."
ledek Clara.
Reyhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum.
Setelah menyalin asinan mangga yang dibawa Reyhan kesebuah piring datar yang sudah disiapkan, Annisa mulai menikmati makanan yang dipesannya itu sementara ketiga sahabatnya asyik mengobrol.
"Mas.. asinannya enak.. kamu beli dimana..?"
tanya Annisa.
"itu.. ehmm..."
Reyhan tampak salah tingkah.
__ADS_1
"kenapa..?"
tanya Annisa sambil mengernyitkan kening.
"tadi mas minta Aldo beliin, mas cuma nunggu didepan.."
jawab Reyhan.
"pantesan..."
ujar Annisa sambil melirik suaminya yang salah tingkah.
"lagian mas gak mungkin ninggalin kamu.. kalo nanti ada apa-apa gimana.."
"Alah, pake alibi kamu Rey.. bilang aja gak bisa jauh dari istri.."
ucap Lisa yang sedari tadi mendengar obrolan mereka.
Reyhan tersenyum canggung.
"Yaampun so sweetnya... jadi pengen cepet nikah juga.."
timpal Dwi.
waktu berjalan begitu cepat, dan mereka habiskan dengan obrolan hangat seputar kehamilan.
"Rey.. jaga istrimu baik-baik ya.. apalagi sekarang dia sedang hamil.. dan banyakin sabar.. perempuan kalo lagi hamil itu bermacam tingkahnya.."
pesan Dwi saat mereka akan berpisah.
Reyhan mengangguk.
Akhirnya mereka tiba dirumah sesaat sebelum adzan maghrib berkumandang.
seperti biasa, Reyhan melaksanakan ibadah sholat maghrib berjamaah di mesjid yang letaknya tak jauh dari rumahnya.
Saat hendak kembali ke rumah setelah melaksanakan ibadah sholat maghrib tanpa sengaja Reyhan melihat seorang pria yang sepertinya sedang mengawasi rumahnya dari depan gerbang.
pria itu menggunakan helm full race dan duduk diatas sepeda motor besarnya.
Reyhan memperhatikan plat nomor kendaraan orang tersebut kemudian bergegas mendekatinya.
"Siapa kau? apa yang kau lakukan didepan rumahku..?"
tanya Reyhan dengan tegas.
sadar aksinya kepergok pemilik rumah, orang tersebut langsung menyalakan sepeda motornya dan bergegas pergi tanpa mengatakan apapun.
Reyhan yang merasa curiga langsung masuk kerumah dan menghubungi Dennis.
"Den.. tolong kau cari pemilik sepeda motor merk XXX dengan nomor plat XXXX. dan tolong perkrtat penjagaan disekitar rumahku."
Titah Reyhan.
Dennis yang sudah mengerti sikap sahabatnya itu langsung meng iyakan tanpa bertanya sebabnya.
karena itu pasti ada kaitannya dengan serangan yang pernah terjadi.
begitu pikir Dennis.
Setelah memastikan kediaman Reyhan dalam situasi aman terkendali Dennis menemui salah seorang temannya yang adalah perwira Polisi.
Dennis meminta bantuannya untuk melacak pemilik kendaraan bermotor yang diperintahkan oleh Reyhan, dan tak butuh waktu lama Dennis sudah mengetahui identitas pemilik sepeda motor misterius tersebut.
Tanpa membuang waktu Dennis langsung mengirimkan data pemilik sepeda motor tersebut melalui pesan whatsapp.
"boss.. ini identitas pemilik sepeda motor yang kau cari."
"awasi dia dan cari tau apa tujuannya mengintai rumahku. kasus penyerangan kemarin benar-benar membuatku parno."
balas Reyhan.
__ADS_1
"Hemm... Aneh memang.. ada urusan apa Hendrik mengintai kediaman Reyhan..?"
gumam Dennis.