Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
89. Alasan Sebenarnya Part 2


__ADS_3

Assalamualaikum temen-temen...


mohon maaf belum bisa update banyak, karena kondisi kesehatanku yang lagi gak memungkinkan..


dan makasih banyak untuk kalian yang masih setia dengan novel ini..


makasih banyak juga untuk kalian yang udah like, favorite dan vote..


berkat dukungan dari kalian, novel ini masih terus berlanjut sampai sekarang..


DAN SEBAGAI BONUS, AKU BUKA Q & A..


Kalian boleh bertanya apapun seputar novel ini, dan Insyaa Allah akan aku jawab di episode berikutnya..


tapi tolong jangan tanya gimana cerita selanjutnya yaa..


hihihii...😁


kalian juga boleh join di grup chatku yaa..


makasiiihhhh...


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


"Wait.. waktu itu mas juga pernah bilang soal alasan mas menikahi Nisa.. kalau bukan karena cinta, alasan apa yang membuat mas membulatkan niat menikahi Nisa..?"


Tanya Annisa sambil menahan lengan Reyhan.


"Akan ada masanya nanti mas ceritakan semuanya sama kamu, tapi bukan sekarang.."


Jawab Reyhan sambil tersenyum.


"Tapi Nisa butuh jawaban mas.."


Ujar Annisa dengan mimik wajah serius.


Reyhan menarik napas dalam.


"Mas.. apakah ada sesuatu yang mas sembunyikan dari Nisa..?"


Reyhan menatap Annisa dengan tatapan bimbang.


di satu sisi, dia sangat ingin mengatakan yang sejujurnya pada istrinya.


Namun di sisi lain, dia takut justru kebenaran itu akan mengubah segalanya.


Bagaimana Annisa menyikapinya setelah mengetahui kebenaran apa yang selama ini dia tutupi?


Reyhan tidak sanggup membayangkan kemungkinan buruk yang akan terjadi jika semuanya terbongkar.


Mungkin Nisa akan kembali mengalami depresi, dan itu bisa mempengaruhi janin yang ada dalam rahimnya.


atau kemungkinan terburuknya adalah : Annisa akan membencinya.


Karena menurutnya, secara tidak langsung dia lah penyebab kecelakaan 17 tahun lalu.


kecelakaan yang menyebabkan Annisa kehilangan ayahnya.


Annisa menyentuh wajah Reyhan dengan lembut.


"Mas.. feeling seorang wanita itu tajam. Nisa tau, banyak hal yang mas coba sembunyikan dari Nisa.


tapi apapun itu, dalam rumah tangga seharusnya gak ada rahasia apapun yang ditutupi.."


Ujar Annisa


"Sayang.. mas takut.. mas takut kalau mas ceritakan kebenarannya, kamu justru akan membenci mas.."


Reyhan menatap sendu.


"Kenapa Nisa harus benci sama mas..? Mas adalah suami Nisa, ayah dari anak-anak yang sedang ada didalam sini.."

__ADS_1


jawab Annisa sambil memegang perutnya yang masih rata.


"Sayang.. terkadang sebuah kenyataan itu terlalu sakit jika dikatakan.."


"Tapi akan lebih menyakitkan jika kita hidup dengan kebohongan mas.."


sanggah Annisa.


"Yaudah, kalo emang mas gak mau cerita..


malam ini Nisa mau tidur dikamar O-bachan.."


Kemudian Annisa bangkit dan hendak meninggalkan kamar.


Reyhan berdiri dan memeluk Annisa dari belakang.


"Tolong jangan pergi.."


pinta Reyhan.


"lepasin mas..."


ujar Annisa sambil berusaha berontak melepaskan diri dari pelukan Reyhan.


"sayang.. kamu mau dilaknat malaikat sampai subuh..?"


bisik Reyhan ditelinga Annisa.


Annisa terdiam.


bagaimana bisa dia sangat egois kali ini. entahlah, mungkin pengaruh hormon kehamilannya.


membuat perasaannya jauh lebih sensitif.


"Oke, mas akan ceritakan semuanya.


tapi dengan satu syarat.."


tanya Annisa sambil berbalik menghadap Reyhan.


"Setelah kamu tau semuanya, mas gak ingin kamu membenci mas apalagi sampai meninggalkan mas..


mas gak ingin itu terjadi..


bisakah kamu berjanji untuk itu..?"


tanya Reyhan.


Annisa tersentak kaget.


"Mas.. jadi feelingku selama ini benar..?


kamu punya perempuan lain..,?"


Annisa yang sudah salah menduga mulai terisak.


"Astaghfirullah..


Annisa Ramadhani.. kamu satu-satunya istri mas.. bahkan gak pernah terlintas dalam pikiran mas untuk menduakan kamu.."


jawab Reyhan dengan tegas.


"jadi kebenaran apa yang kamu maksud mas..?"


Annisa mengernyitkan kening.


Reyhan menggenggam tangan Annisa dan mendudukkannya di sofa.


"Berjanjilah dulu.."


cukup lama Annisa termenung, dan akhirnya menyetujui permintaan Reyhan.

__ADS_1


"Sayang.. kamu tau kan, mas dan Dennis udah bersahabat sejak lama.."


gumam Reyhan


"Iya, tapi.. apa hubungannya dengan Dennis..?"


tanya Annisa tak mengerti.


"Semuanya berawal dari pertemuan mas dan Dennis yang memang gak disengaja, tepatnya 17 tahun lalu.."


"pertemuan gak disengaja..?"


Annisa mengernyitkan kening.


"Waktu itu usia mas dan Dennis baru 8 tahun. Dennis yang sedang dikejar-kejar oleh beberapa orang preman, tanpa sengaja masuk kedalam mobil yang dibawa oleh supir pribadi mas yang saat itu sedang terparkir sambil menunggu mas yang waktu itu sedang berbelanja cemilan.


Diam-diam dia bersembunyi dibelakang kursi kemudi. Tak lama kemudian supir pribadi mas masuk kedalam mobil. Awalnya dia berniat keluar secara diam-diam, tapi dia mengurungkan niatnya saat mendengar percakapan supir itu dengan seseorang melalui ponsel.


Dia tahu rencana supir pribadi mas waktu itu yang akan menculik mas.."


"Jadi, mas pernah diculik..?"


tanya Annisa.


"Hampir.. Tapi Dennis berhasil menggagalkannya.."


jawab Reyhan.


"Tapi gimana caranya..? bukankah waktu itu mas dan Dennis masih terlalu kecil. ?"


tanya Annisa yang semakin penasaran.


"saat mas sudah berada didalam mobil, waktu itu si supir beralasan mau menjemput mama arisan dirumah salah satu kerabat karena mama gak bawa mobil. awalnya mas percaya, tapi lama kelamaan mas mulai curiga.


Dan saat itu tanpa sengaja mas melihat Dennis dibelakang. Dennis memberi isyarat pada mas untuk diam.


karena Dennis sudah mengetahui rencana busuk supir itu, dia hendak menyelamatkan mas. Dennis menutupi mata supir tersebut dari belakang saat sedang menyetir dengan kecepatan tinggi, dan mas juga gak tinggal diam.


mas putar kemudi mobil ke sembarang arah, hingga akhirnya kecelakaan maut tak terhindarkan.."


"kecelakaan maut..?"


Tanya Annisa sambil mengernyitkan kening.


"Ya..kami baik-baik aja, tapi akibat ulah mas dan Dennis, mobil yang kami tumpangi menabrak seseorang. Karena merasa ketakutan, saat ramai orang berkerumun mas dan Dennis diam-diam keluar dari pintu belakang mobil dan pergi dari tempat kejadian."


"lalu gimana kondisi orang yang ditabrak itu mas..?"


tanya Annisa.


"Dari informasi yang mas dapat, orang itu meninggal setelah beberapa lama mengalami koma dirumah sakit. Sedangkan supir yang waktu itu mengemudi, dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun."


"Tapi.. apa hubungannya cerita masa lalu mas dengan kita..?"


tanya Annisa.


Reyhan mengecup lembut kening Annisa, kemudian membelai rambut panjangnya.


"Sayang, mas lelah.. bisa kita tidur sekarang..?"


tanya Reyhan.


"Tapi mas..."


"Mas janji, lain kali mas akan ceritakan semuanya. Sekarang ayo tidur.."


Kemudian Reyhan menggendong Annisa ke ranjang.


Entah sampai berapa lama Reyhan memeluk Annisa, hingga istrinya benar-benar terlelap.


"Mas minta maaf sayang.. mas belum sanggup untuk menceritakan semuanya.. tapi apapun yang terjadi di masa lalu, kenyataannya sekarang kamu adalah istri mas.. I Love U, Annisa Ramadhani.."

__ADS_1


Gumam Reyhan sambil mengecup kening Annisa, kemudian ikut memejamkan mata.


__ADS_2