Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
57. Mimpi Buruk Itu Lagi


__ADS_3

Malam hari itu Annisa tampak gelisah.


Dia hanya mondar-mandir dikamar sambil berpikir.


Banyak hal yang menjadi tanda tanya dibenaknya.


tentang rahasia suaminya yang belum terungkap,


dan tentang tuan Kosasih.


"Sayang, kamu belum tidur..?"


Reyhan aru saja kembali dari kantor, karena hari ini lembur.


"Belum ngantuk mas.."


jawab Annisa.


"Tapi kamu harus istirahat.."


Ujar Reyhan sambil menarik tangan Annisa dan mendudukkannya diatas kasur.


"Mas.. kamu ingat gak beberapa hari yang lalu kita sempat ketemu sama laki-laki tua yang berjalan dengan tongkat..?"


"Kenapa..?"


tanya Reyhan sambil mengernyitkan kening.


"Tadi siang aku sama mama gak sengaja ketemu dia lagi.. bahkan mama kenal dia mas, mama bilang dulunya dia pernah jadi supir kamu.."


jawab Annisa polos.


"Mas lupa, udah lama juga kan.. mungkin iya.."


Jawab Reyhan acuh tak acuh sambil meraih handuknya.


"Tapi ini kedua kalinya aku ketemu dia, dan aku rasa dia juga mengenalku mas.. bahkan dia tau namaku.. sama seperti kemarin waktu dia menyapaku.."


ujar Annisa.


Reyhan menarik nafas dalam.


Setelah meraih handuk Reyhan langsung menuju kamar mandi tanpa berkata apapun.


Setelah mandi Reyhan melihat istrinya masih mondar mandir dengan wajah ditekuk.


"Kamu masih memikirkan soal tadi..?"


tanya Reyhan sambil duduk di atas kasur.


"ehmm.. ya aku masih coba mengingat kira-kira kapan dan dimana.. tapi aku yakin aku kenal dengan tuan Kosasih.."


gumam Annisa.


"Sayang, ingat pesan dokter.. kamu gak boleh terlalu banyak pikiran.."


"Tapi mas..."


Reyhan mengecup kening Annisa.


"Mas capek.. bisa kita tidur sekarang..?"


Kemudian Reyhan mematikan lampu ruangan dan menyalakan lampu tidur yang terletak diatas nakas disamping tempat tidur.


Annisa menatap suaminya yang sudah terlelap (yang sebenarnya dia hanya berpura-pura).


Kemudian Annisa naik ke tempat tidur dan mencoba memejamkan mata.


Entah sudah berapa jam berlalu, akhirnya Annisa tertidur dengan pulas.


Reyhan bangkit dari tempat tidur, keluar menuju balkon setelah meraih ponselnya diatas nakas.

__ADS_1


Kemudian Reyhan menghubungi seseorang.


"Den.. tolong jelaskan.. gimana bisa kalian kecolongan sampe dua kali..?"


Reyhan berbicara dengan sedikit berbisik, takut istrinya terbangun dan mendengar pembicaraan mereka.


"Boss.. sepertinya ada pengkhianat.. aku yakin si tua bangka itu punya mata-mata..


aku sudah memeriksa data semua karyawan dan staff mall itu, dan aku mencurigai beberapa orang."


jawab Dennis.


"Segera keluarkan surat pemutusan kontrak kerja untuk orang-orang yang mencurigakan dan perketat keamanan disekitar mall itu.aku takut mereka akan berusaha mencari kesempatan. apalagi belakangan ini istriku mulai gila shopping.. tapi jangan sampai Annisa merasa diawasi."


"siap boss.."


"Satu lagi, pastikan situa bangka itu tidak berkeliaran lagi disekitar istriku.."


kemudian Reyhan menutup telfonnya.


Dia melirik kedalam ruangan, tampak Annisa yang masih tertidur lelap.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Sementara itu ditempat berbeda..


"Hei tua bangka.. rencana busuk apalagi yang akan kau lakukan..?"


Seorang wanita usia dua puluhan yang sedang disekap didalam sebuah ruangan berteriak histeris saat penutup mulutnya dibuka.


"itu bukan urusanmu.. bahkan aku tidak lagi membutuhkanmu ataupun saudara kembarmu yang tak berguna itu.."


jawab Tuan Kosasih sambil tertawa sinis.


"Kalau kau tidak memerlukanku kenapa kau menyekapku disini..??


lepaskan aku bodohh...!!!"


"Melepaskanmu..? lalu kemudian kau akan menemui musuhku dan menjadi ancaman bagiku..? jangan bercanda nona...!"


"Aku sama sekali tidak tertarik dan tidak ada urusan dengan musuhmu, siapapun mereka..!!!"


Claudya semakin histeris, bahkan berusaha berontak melepaskan tali yang mengikat seluruh tubuhnya. Namun tenaganya terlalu lemah untuk melepaskan ikatan tali tersebut.


"Diamlah, atau aku akan menjadikanmu makanan lezat untuk binatang kesayanganku.."


Ujar Tuan Kosasih.


bicaranya tenang, namun menakutkan.


"Dasar tua bangka gak punya hati nurani..!!! semoga kau mati terkena serangan jantung secepatnya, atau terkena virus Corona..!!!"


Claudya berteriak semakin jadi sebelum akhirnya mulutnya kembali dibekap.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Pukul dua dini hari, Reyhan baru saja selesai melaksanakan sholat tahajud. tadinya dia ingin mengajak istrinya berjamaah, namun dia tak tega membangunkannya.


Annisa mulai tampak gelisah, sesekali dia membalikkan badan menggelengkan kepala, bahkan mengernyitkan kening.


"Ayah.. ayah bangun ayah.. ayah jangan tidur disini.. ayah bangun.. Ayah jangan tidur ayah..."


Annisa mulai mengigau dalam tidurnya.


Reyhan menggenggam tangan istrinya, berusaha menenangkannya.


"Ayah.. Ibu.. jangan pergi.. jangan tinggalin Icha.. Ayah.. Ibu..."


Annisa mulai histeris, bahkan menangis dalam tidurnya.


Reyhan berusaha membangunkannya dari mimpi buruk.

__ADS_1


"Sayang.. bangun sayang.."


Reyhan tampak mulai panik.


bahkan igauan Annisa terdengar sampai ke ruang belakang, yang menjadi kamar bagi para ART.


Bi ijah yang terbangun lebih dulu langsung membangunkan bi Minah yang satu kamar dengannya kemudian berlari menuju kamar majikan mereka.


Annisa masih terus mengigau memanggil ayah dan ibunya, sedangkan bi Ijah dan bi Minah sudah bersiap membawa air putih setwlah Reyhan membuka pintu kamar.


Reyhan mendekap Annisa dalam pelukannya dan berusaha menenangkannya. bahkan setelah terbangun pun Annisa tampak masih belum sadar, dia masih tetap meracau.


Mama yang mendengar suara keributan pun ikut terbangun dan datang untuk memastikan apa yang terjadi.


saat mama tiba Reyhan sedang mendekap Annisa yang perlahan-lahan mulai tenang.


"Icha kenapa Rey..?"


tanya mama yang tampak panik.


"mimpi buruk ma.. tapi udah mulai tenang kok. tapi suhu badannya tinggi, sepertinya dia demam.."


mama mengecek suhu tubuh Annisa dengan punggung tangannya.


"Rey.. ini demamnya sangat tinggi, kita bawa kerumah sakit sekarang.."


titah mama.


Tanpa berpikir panjang Reyhan langsung menggendong istrinya.


"Bi Ijah, tolong bangunin mang sarip. kita harus kerumah sakit sekarang juga. Bi minah hubungi Dennis, minta dia menyusul kerumah sakit."


perintah Reyhan sambil menggendong istrinya menuruni tangga diikuti oleh mama.


Kedua ART itu langsung melaksanakan perintah tuannya.


sementara mama, langsung menghubungi Om Rizal untuk mengkonfirmasi pihak rumah sakit agar menyiapkan ruangan untuk menantunya.


Pukul sembilan pagi Annisa mulai siuman.


saat dia membuka mata, dilihatnya sekelilingnya bercat putih.


*aku dimanaa...?


batin Annisa.


"Mas Rey.. Mas..."


Annisa mencari suaminya.


Reyhan yang sempat tertidur di sofa langsung terlonjak.


"Sayang.. alhamdulillah.. kamu udah sadar.."


bisiknya sambil duduk di sisi ranjang pasien dan menggenggam tangan Annisa.


"Aku dimana mas..?"


tanya Annisa.


"Kamu dirumah sakit.. tadi demam kamu tinggi.."


jawab Reyhan.


"Mas.. aku takut mas..."


Annisa mulai terisak.


Reyhan mengecup kening istrinya, kemudian mendekapnya.


"Gak ada yang perlu kamu takutkan.. mas akan selalu ada disamping kamu.."

__ADS_1


Ujar Reyhan sambil menatap teduh istrinya.


__ADS_2