
malam itu Clara mondar mandir dikamarnya tampak cemas.
"Ini gak boleh terjadi.. gue harus mencegahnya.. tapi gimana caranya..?"
Clara menggumam.
tiba-tiba ponselnya berdering, dan saat dia melihat dilayar ponselnya tertera nama Annisa.
kemudian Clara mengangkat telponnya.
"halo Nis.."
ucapnya sambil berusaha tetap tenang.
"Assalamualaikum Ra.. kamu lagi sibuk..?"
jawab Annisa
"wa-waalaikumsalam..ehmm.. gak kok,, kenapa Nis..?"
jawab Clara dengan sedikit terbata.
"Ra.. Insyaa Allah jumat nanti aku dan mas Rey au ngadain wedding party di hotel A.
kamu datang ya..."
ujar Annisa dengan suara yang terdengar ceria.
"ehmm.. ya.. yaudah,, ntar gue usahain ya.."
jawab Clara.
"kok diusahain siih..??
pokoknya kamu harus datang looh.."
"i-iya iya.. gue bakal datang.."
jawab Clara sambil menarik nafas.
"nah.. gitu dong.. pokoknya aku tunggu looh yaa..
assalamualaikum.."
kemudian Annisa mematikan ponselnya.
Clara semakin tampak cemas.
"ini gak boleh terjadi.. gue harus berbuat sesuatu.."
gumamnya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"ceria banget kayaknya.."
Ujar Reyhan yang baru saja pulang dari mesjid melaksanakan sholat maghrib sekaligus memberikan undangan kepada jamaah yang hadir.
"mas, udah pulang.. Icha baru aja ngabarin ke temen2 untuk hadir di wedding party kita.."
jawab Annisa.
"sayang.. kamu gak ada masalah dengan itu kan..?"
tanya Reyhan.
Annisa menggeleng.
"cepat atau lambat mereka juga pasti bakal tau kan mas.."
jawab Annisa.
"mereka pasti segera tau meskipun kita gak memberi kabar.. karna mas yakin akan banyak media yang meliput wedding party kita.."
tiba-tiba ponsel Reyhan berdering.
diliharnya dilayar tertera nama Dennis.
Reyhan langsung mengangkatnya.
"bos.. informasi terpenting dari yang penting.."
ucap Dennis.
"sayang, mas terima telfon Dennis sebentar ya.."
kemudian Reyhan menuju teras.
"informasi apa..?"
__ADS_1
tanya Reyhan
"ini soal Claudya Adelina.."
"kenapa dengan dia..?"
tanya Reyhan semakin penasaran.
kurasa kita perlu bahas ini langsung bos.."
jawab Dennis.
"yaudah.. tunggu ditempat biasa.."
Reyhan menutup teleponnya dan mengirimkan pesan pada seseorang.
kemudian dia masuk kembali.
"sayang, barusan Ina ngirim chat ke mas, dia minta kamu nemenin dia dirumah malam ini.."
ucap Reyhan.
"lah, tumben.. biasanya juga dia yang kesini mas..?"
jawab Annisa heran.
"Ina lagi gak fit.. kamu tau sendiri kan, mama sama papa jarang pulang. sedangkan Ina dirumah cuma ditemenin mbok sum dan beberapa bodyguard yang udah pasti gak bakal kasih dia izin keluar rumah dengan kondisinya yang lagi sakit.."
jawab Reyhan berbohong
"ehm.. yaudah, yuk kita kesana.."
*maafin mas Cha.. mas terpaksa bohongin kamu.. mas gak mungkin ninggalin kamu sendiri dirumah dalam situasi sekarang.. dan mas juga gak mungkin ceritain ke kamu.. setidaknya dirumah papa kamu aman..
batin Reyhan.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"apa yang lu tau tentang wanita itu Den..?"
tanya Reyhan saat mereka sudah duduk di satu meja.
Dennis langsung meletakkan sebuah map dihadapan Reyhan.
Reyhan yang awalnya tidak mengerti membuka map tersebut dan melihat isinya.
"gak nyangka ya bos.. pantas wajahnya terasa familiar.."
ucap Dennis.
"tapi, apa niat dan tujuannya..?"
tanya Reyhan yang mulai tampak geram.
"kalau dikaitkan dengan kasus 16 tahun lalu, mungkin dia dendam bos.. itu satu-satunya alasan yang masuk akal untuk kasus ini.."
"Den.. menurut lu, apa "dia" juga terlibat..?"
"of course bos... ini memang rencananya.. dengan adanya wanita ini justru semakin memuluskan rencana yang dia susun. aku yakin selama ini dia sengaja menyembunyikan wanita ini, karna dia akan menggunakannya sebagai senjata.."
"gua gak nyangka dia sedendam itu Den.. padahal gua udah berusaha untuk menebus semua kesalahan gua.. bahkan gua udah kasih apa yang dia minta.. kenapa dia masih menyimpan dendam.. dan yang gua gak habis pikir, selama ini dia menunjukkan wajah malaikat sampe2 papa dan mama sangat mempercayai dia.."
Reyhan mengusal wajahnya.
"Den.. kalo terjadi apa-apa sama gua, tolong lu jaga Nisa Den.."
"apa pulak lah kau bos.. selagi masih ada Dennis Prayuga disini, kupastikan kalian aman se amannya.."
jawab Dennis.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
sementara itu ditempat lain...
"kamu udah dengar beritanya kan.."
ucap seorang pria paruh baya, kepada seorang wanita muda seusia Annisa.
wanita itu mengangguk.
"anak muda sombong... dihari itu kupastikan akan menjadi hari kehancuran baginya.."
"papa yakin dengan rencana ini..? maksudku, apa wanita itu benar-benar akan mati..?"
"kau pikir aku seorang pembunuh..?
tentu tidak nak... tapi, aku pastikan wanita itu akan meninggalkannya.. bahkan akan sangat membencinya..
setelah itu, perlahan kita akan menyaksikan kehancurannya.."
__ADS_1
ayah dan anak itu tertawa lepas.
apa yang sedang mereka rencanakan?
dan siapa yang akan mereka hancurkan?
jawabnya : hanya author yang tau😂
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
tanpa terasa hari yang ditunggu pun tiba.
Annisa tampak anggun mengenakan gaun syar'i berwarna coklat susu, menunggu Reyhan diruang tata rias.
"Nisa.... happy weddinggg...."
Lisa dan Dwi tiba-tiba masuk.
"tengkyu guys..."
jawab Annisa dengan senyum bahagia.
"Masya Allah.. sumpah kamu cantik banget Nis..
udah kayak Ratu.. aku jadi ngiri deh.."
ujar Dwi.
"hehehe.. kamu nih bisa aja ya.. oh iya, Clara mana..?"
tanya Annisa.
"dia bakal nyusul kok.. tadi dia bilang perutnya tiba-tiba mules, kebanyakan makan semur jengkol sih kayaknya.."
jawab Lisa.
saat Annisa tengah berbincang dengan Dwi dan Lisa, Reyhan masuk sudah lengkap dengan mengenakan jas tuxedo berwarna coklat muda dipadukan dengan kemeja berwarna putih.
"sayang.. yuk kita keluar.."
saat melihat Annisa dengan balutan gaun syar'i dan make up natural, Reyhan kehabisan kata bahkan sampai bengong karena takjub.
"yaampun Rey.. awas jatuh tu ilernya.."
ledek Dwi yang melihat Reyhan diam mematung.
Reyhan langsung tersadar dan salah tingkah, sementara Annisa yang malu-malu menundukkan wajahnya.
"sayang.. kamu cantik.."
bisik Reyhan saat Annisa sudah berdiri disampingnya.
pipi Annisa memerah mendengar pujian dari suaminya.
kemudian mereka berjalan beriringan, Annisa menggandeng lengan Reyhan dan keluar dri ruangan tersebut.
saat dua orang petugas membuka pintu, para wartawan dari berbagai media langsung berkerumun untuk mengambil gambar mereka.
Annisa yang tidak terbiasa dengan situasi ini mulai merasa canggung.
Reyhan menuntun Annisa menuju singgasana, didampingi tuan dan nyonya Arbiantoro.
acara pun dimulai, dengan para tamu undangan yang sudah hadir dan jamuan yang sudah tersedia.
bahkan Reyhan juga mengundang beberapa artis termasuk Siti Nurhaliza untuk memeriahkan wedding party nya.
"alhamdulillah.. hari ini hari yang berbahagia ya untuk keluarga besar tuan dan nyonya Arbiantoro, karna hari ini adalah resepsi pernikahan dari putra pertama mereka, Rsyhan Arbiantoro dengan istrinya Annisa Ramadhani.."
MC Kondang Irfan Hakim membuka acara.
begitulah acara berlangsung dengan meriah, tanpa ada gangguan apapun.
Clara baru tiba sore hari, dengan wajah yang sedikit pucat meskipun sudah dibalut dengan make up.
"Nisa.. maaf ya gue telat.. perut gue nih gak bisa diajak kompromi.."
ucap Clara sambil memeluk Annisa.
dan saat memeluk Annisa, ada butiran airmata yang jatuh dipelupuk matanya namun segera diusapnya.
acara terus berlangsung hingga malam hari, dan tak ada hal yang terjadi.
Lisa, Dwi dan Clara tak hentinya mengabadikan moment bahagia itu dengan ponsel mereka, terlebih saat artis-artis idola mereka tampil.
*kali ini aku bisa mencegah mereka. tapi cepat atau lambat mereka pasti akan tau
batin Clara
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
__ADS_1