Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
30. Siapa Dia..??


__ADS_3

"ehmm... kalian lagi ngomongin aku..?"


Reyhan tiba-tiba muncul.


"mas Rey.."


Annisa memeluk lengan suaminya sambil tersenyum.


"oke Nisa, kita lanjut pembahasannya lain kali ya.. aku harus cari temanku.."


ujar Dennis sambil mengerling pada Reyhan.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


satu jam sebelumnya...


sesaat setelah mendapat telfon dari istrinya yang mulai kesal karena keterlambatannya dan karena perkataannya yang kasar meskipun itu bukan ditujukan untuk istrinya, Reyhan menghubungi Dennis.


"bro.. pastikan Annisa dalam keadaan aman sampe gua tiba di bandara."


setelah menutup teleponnya Reyhan bergegas pergi.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Usai melaksanakan shalat maghrib Annisa yang masih merasa lelah merebahkan tubuhnya diatas kasur.


*malam ini makan diluar dulu deh..


batinnya.


saat tengah asyik bermain dengan ponselnya, Reyhan tiba-tiba muncul dengan penampilan yang rapi seakan hendak keluar rumah.


"mas.. rapi banget.. mau kemana..?"


tanya Annisa ingin tau.


"malam ini kita makan diluar ya.. mas tau kamu pasti masih capek.."


jawab Reyhan.


wajah Annisa langsung berseri, matanya pun berbinar.


"mas.. kita ke resto ibu aja yaa.."


"yaudah, kamu siap-siap dulu gih, mas tunggu dimobil."


setengah jam kemudian Annisa keluar dengan membawa dua kantong plastik besar.


Reyhan yang melihatnya sedikit kesulitan kemudian keluar dari mobil dan membantu Annisa membawakan kantongan tersebut.


"sayang.. barang sebanyak ini buat apa..?"


tanya Reyhan sambil meletakkan kantongan tersebut di bagasi.


"itu souvenir mas.. Icha mau bagiin ke mbak Diana dan karyawan resto.."


jawab Annisa.


saat diperjalanan...


Reyhan berusaha membuat suasana senyaman mungkin.


karena setelah ini ada hal penting yang harus dia sampaikan.


setibanya di resto, Annisa dan Reyhan langsung disambut hangat oleh mbak Diana dan semua karyawan resto.


tak lupa Annisa juga membagikan souvenir yang dia beli saat berlibur bersama ibu mertuanya di raja ampat.


Annisa dan Reyhan tengah menikmati makan malam mereka, saat tiba-tiba seseorang menghampiri meja mereka.


"Rey.. kamu... Reyhan kan..?"


seorang wanita seusia Annisa tersenyum sambil membenahi rambut panjang bergelombangnya yang tergerai.

__ADS_1


melihat sosok ini, Annisa merasa familiar.


wajahnya seakan tak asing.


"kamu siapa?"


tanya Reyhan sambil mengernyitkan kening.


Reyhan juga merasa familiar dengan gadis yang sekarang duduk dihadapan mereka.


wajahnya mengingatkan pada seseorang, lebih tepatnya teman baik istrinya. tapi, siapa dia..?


"yaampun Rey.. kamu lupa..?


kamu sama sekali gak ingat aku..??"


Reyhan menggeleng.


Wanita itu meraih tangan Reyhan yang langsung ditepis oleh Reyhan.


Annisa yang melihat hal tersebut hatinya mulai terasa panas.


"come on Rey.. jangan bercanda.. kamu sama sekali gak mengingatku..?"


wanita itu kini berdiri dan berada tepat disamping Reyhan, dan mencoba melingkarkan tangannya dibahu lelaki itu yang lagi lagi ditepis olehnya.


"maaf mbak, kayaknya gak sopan ya megang-megang suami orang apalagi ditempat umum seperti ini.."


Annisa mulai tampak kesal karena wanita asing itu berani menyentuh suaminya.


"suami...?"


wanita itu tergelak.


"Rey.. dia istri kamu..? wanita seperti dia..? kamu gak salah Rey..?"


wanita itu terlihat semakin berani, kini dia bahkan mencoba menyentuh dada Reyhan.


"justru aku sudah membuat keputusan yang paling benar dengan menikahinya. dan satu lagi, aku gak ingat kamu dan kurasa itu hal yang baik. karena aku gak pernah merasa punya mengenal seorang wanita yang tidak punya etika sepertimu."


dan sebelum wanita itu kembali bicara, Reyhan langsung berdiri dan menarik tangan Annisa.


"sayang, kita pulang sekarang."


Annisa yang melihat suaminya sudah bersikap dingin tak mengatakan apapun, hanya menurut dan mengikuti suaminya keluar dari resto.


bahkan saat diperjalanan pun, Annisa tak berani mengatakan apa-apa. meskipun sebenarnya dia sangat ingin tahu siapa wanita yang bertindak seberani itu bahkan dihadapannya?


setibanya dirumah, Annisa berusaha mencairkan suasana dan tidak membahas peristiwa yang baru saja terjadi.


dia bergegas kedapur dan membuatkan teh hangat juga cemilan untuk suaminya.


setelah teh hangat dan cemilan tersedia diatas meja, Annisa duduk disofa tepat disamping suaminya.


diraihnya tangan suaminya dan mencoba bersikap setenang mungkin seolah tak terjadi apa-apa, meski tak dapat dia pungkiri. hatinya masih berkecamuk antara perasaan kesal, dan juga penasaran dengan wanita itu.


"sayang.. mas minta maaf, karena kamu harus melihat kejadian tadi. tapi sumpah, mas gak ingat mas pernah mengenal perempuan itu.. meskipun memang mas ngerasa familiar dengan wajahnya.."


Reyhan berusaha memberi penjelasan karena dia tak ingin Annisa salah paham.


Annisa menggeleng.


"Mas.. Icha percaya kok.."


jawab Annisa seolah mengerti kegusaran dari raut wajah suaminya.


"tapi mas... Icha rasa pun memang wajah dia familiar deh.. entah kenapa sekilas melihat dia Icha jadi teringat seseorang.."


sambungnya.


"yaudah, gak usah dipikirin lagi ya.."


ucap Reyhan dan dibalas dengan anggukan oleh Annisa.

__ADS_1


*siapa sebenarnya wanita itu? apa mungkin ada hubungannya dengan.. ah,, gak mungkin.. dia kan anak tunggal..


batin Annisa


"sayang, sebenernya ada hal yang mau mas sampein ke kamu.."


ucap Reyhan


Annisa menatap suaminya siap mendengarkan.


"sayang.. mas rasa, kita perlu buat acara resepsi.."


Annisa mengernyitkan kening.


"tapi kenapa..? mas.. kita kan udah sepakat kalo kita gak akan bongkar soal pernikahan kita setidaknya sampe Icha lulus.."


"iya.. mas paham.. tapi sayang, ini penting.. mas cuma gak mau kejadian tadi terulang lagi.. mas rasa mas perlu untuk memperkenalkan kamu sebagai istri mas.."


Reyhan terpaksa sedikit berbohong.


dan dia berpikir kejadian tadi ternyata ada baiknya juga.


Annisa terdiam sambil berpikir.


mengadakan resepsi baginya seperti menggali kubur sendiri. bagaimana jika orang yang menerornya justru berbuat semakin nekat setelah tau dia adalah istri Reyhan?


pikirannya semakin berkecamuk.


tiba-tiba, Reyhan mengecup keningnya dengan lembut.


"please trust me.. mas ini suami kamu, dan mas gak akan biarkan hal buruk apapun menimpa kamu.."


Reyhan berusaha meyakinkan Annisa.


"tapi mas..."


Annisa menatap suaminya, dan tatapan mereka saling bertemu.


dan mata itu, mata teduh yang selalu membuatnya merasa tenang, yang selalu bisa menghapuskan rasa takutnya setiap kali dia melihatnya.


dan akhirnya Annisa luluh.


"yaudah.. Icha bersedia.."


ucapnya.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


tepat pukul 01.00dini hari, Reyhan terbangun.


dilihatnya sang istri tertidur dengan pulas.


Rwyhan bangkit dari tempat tidurnya dan perlahan mengendap keluar setelah meraih ponselnya yang terletak diatas meja.


"bro.. gimana, lu udah dapat informasi soal perempuan itu..?"


tanya Reyhan saat berbicara ditelpon.


"inilah yang masih kucoba cari tau bos..


informasi yang aku dapat, namanya Claudya Adelina.


dia sempat tercatat sebagai mahasiswi di salah satu universitas di jepang, tapi tidak sampai semester akhir. dan selama ini dia tinggal dijepang bersama neneknya. ibunya udah lama meninggal, dan ayahnya gak tau dimana.."


"cari tau terus tentang perempuan itu dan apa kaitannya dengan gua atau Nisa. perasaan gua gak baik soal ini.."


"siap bos..."


kemudian Reyhan menutup telponnya.


Reyhan mengernyitkan keningnya


"Claudya Adelina..? siapa perempuan ini..?"

__ADS_1


gumam Reyhan.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


__ADS_2