
"Rey.. kau memang udah benar yakin sama keputusanmu ini..?
apa ini gak terlalu terburu-buru..?
apalagi Annisa dalam keadaan yang gak stabil sekarang.."
ucap Denis saat Reyhan menemuinya untuk meminta bantuan.
"gua takut khilaf Den.."
jawab Reyhan gusar.
"kemaren waktu dia pingsan, gua beneran spontan, gua gak bisa mikir apapun, dan gua langsung bopong dia begitu aja.. malam tadi, gua gak sengaja genggam tangannya waktu dia ngigau nyebut2 ayah sama ibunya..itu berat kisanakkkk...."
sambungnya.
"yakin alasanmu cuma karena itu..?"
Denis menatapnya penuh curiga.
Reyhan hanya mengangguk
*belum waktunya mereka tahu, sekarang yang terpenting adalah Annisa
batin Reyhan
"hemmm... tapi bos.. saranku, ada baiknya kita tunggu dia sadar dulu..
lagipula kau gak takut kalo nanti begitu dia sadar tau2 dia udah jadi istri orang, yang ada dia makin syok boss..
apalagi nikah dibawah tangan pula.. ya meskipun nikah dibawah tangan itu sah secara hukum agama, tapi gak terdaftar dalam hukum negara bos.. Annisa bukan wanita udik dan kampungan yang bisa menerima gitu aja.."
"yaa gua pasti bakal nikahin dia sah dan legal secara hukum agama dan negara juga bhambhangggg.... lu kira gua laki2 gak bertanggung jawab gitu.. ngurus berkas nikahan di KUA itu kan gak secepat kilat.. tapi, mungkin lu ada benernya juga Den..
yaudah deh, gua tunggu sampe dia sadar.."
*aku yakin nih si bos pasti nyembunyiin sesuatu.. tapi apapun itu, kuharap bukan hal yang buruk.
batin Denis.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Siang itu Reyhan tampak mondar-mandir disekitar lorong rumah sakit. bahkan hingga saat ini pun Annisa belum juga sadarkan diri, entah apa sebenarnya yang terjadi pada gadis itu.
"untuk saat ini yang bisa kita lakukan hanya menunggu sampai pasien siuman.. om juga sudah coba hubungi dokter Rina, dan sudah membuat janji untuk bertemu dengannya.. mudah-mudahan setelah ini ada titik terang.."
begitulah jawaban yang diberikan Om Rizal pada Reyhan saat dia bertanya tentang kondisi Annisa.
*Nisa sadarlah Nis... semua orang mencemaskan kamu.. tolong sadarlah..
batin Reyhan
malam harinya tepat pukul 01.00 dini hari, lagi2 Annisa mengigau, bahkan berteriak teriak memanggil ayah dan ibunya sehingga membuat semua orang yang ada diruangan itu terkejut.
dan akhirnya, Annisa siuman.
Annisa melihat sekelilingnya, seperti orang yang sedang panik kemudian menangis histeris.
Lisa dan Reyna berusaha menenangkannya, sementara Reyhan langsung memanggil om Rizal.
"untuk sementara ini kita terpaksa memberikannya suntikan penenang, karna kondisinya sangat tidak stabil.."
ujar Om Rizal yang kemudian memberi isyarat kepada perawat untuk membantunya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
__ADS_1
keesokan harinya...
kondisi Annisa sudah jauh lebih tenang, meskipun belum terlihat baik.
Lisa dan Reyna berusaha mengajaknya bicara, namun jawabannya hanya "iya" dan "tidak" sambil sesekali tersenyum.
Reyhan yang sejak malam tadi berjaga diluar (karna takut khilaf) masuk kedalam ruangan dengan membaaa sekantong plastik berisi coklat, ice cream dan cemilan2 favorit Annisa.
"Assalamualaikum Nis.. gimana kondisi kamu..?
oiya, nih aku bawain cemilan buat kamu.. Lisa bilang ini cemilan2 favorit kamu.."
Reyhan berusaha bersikap sewajar mungkin, meskipun hatinya trenyuh melihat keadaan Annisa.
biar bagaimanapun juga, dirinyalah yang menyebabkan Annisa menjadi seperti ini. dan itu membuatnya semakin merasa bersalah.
"thanks.."
jawab Annisa sambil tersenyum dan meraih kantongan plastik dari tangan Reyhan, kemudian meletakkannya di atas meja dan dia kembali memalingkan wajahnya.
"Nis.. aku minta maaf.. karena aku, kamu harus ngalamin ini semua..."
Reyhan tampak sangat menyesal.
"kamu gak perlu minta maaf Rey.. ini bukan salah kamu.. apa yang kamu lihat sekarang, inilah aku yang sebenarnya.. aku gak seperti apa yang selama ini kalian kenal dan kalian pikirkan.. inilah sisi burukku.. dan akupun memaklumi jika setelah ini kalian menjauhiku, bahkan gak menganggapku seperti yang dilakukan oleh keluarga besar ayah dan ibuku.."
jawab Annisa dengan ekspresi yang sulit dimengerti.
Reyhan menggeleng.
"Nis.. setiap manusia itu punya titik terlemah dalam hidupnya. itu bukan hal yang buruk.. dan aku gak pernah berpikir untuk menjauhi kamu Nis.. bahkan karna kejadian ini, aku semakin yakin untuk menikahi kamu.."
kalimat itu terucap begitu saja, meskipun sebelumnya Rey berpikir bukanlah hal yang bijak untuk membahas masalah ini saat kondisi Annisa sedang dalam keadaan tidak stabil.
Annisa menoleh sesaat, kemudian memalingkan wajahnya kembali.
"ini bukan belas kasihan Annisa... harus gimana lagi caraku meyakinkan kamu..? Annisa Ramadhani... aku benar-benar yakin memilihmu, dan ingin menjadikanmu teman hidupku gak hanya didunia, tapi aku ingin membersamaimu hingga ke surga.. aku memang gak bisa janjikan apapun, tapi aku akan berusaha menjadi laki-laki yang bertanggung jawab untuk kamu dan untuk keluarga kita kedepannya.. so,, please say YES..."
Reyhan tak lagi dapat mengendalikan dirinya,
dengan sigap dia merogoh sakunya dan mengulurkan kotak kecil berisi cincin berlian yang sudah dia persiapkan sejak beberapa hari yang lalu.
Annisa kembali menoleh, kali ini menatap Reyhan dengan seksama. seolah sedang mencari kebenaran dari wajah itu.
deg....
tiba-tiba jantung Annisa berdegup tak normal.
buru-buru dipalingkannya wajahnya, takut untuk menatap terlalu lama. takut jika ternyata semua yang tengah dia alami saat ini hanya ilusi.
"Rey.. seandainya aku bisa, jujur aku ingin mempercayai kamu.. tapi entahlah Rey.. saat ini aku tak bisa percaya siapapun.."
"kamu hanya perlu berkata ya, dan aku akan berusaha membuatmu percaya meskipun aku harus meyakinkanmu seumur hidupku.."
Annisa memejamkan mata, seolah sedang berpikir keras.
"aku gak akan minta kamu untuk jawab sekarang kalo memang kamu masih butuh waktu..
maaf kalo aku terkesan memaksa kamu.."
Reyhan meletakkan kotak kecil yang sejak tadi digenggamnya di atas meja.
"jika kamu bersedia, aku ingin lihat kamu memakai cincin itu. dan akan aku tunggu sampai kamu benar2 siap untuk memakainya.."
kemudian Reyhan keluar dari ruangan itu, meninggalkan Annisa bersama Lisa.
__ADS_1
"Cha... aku tau aku gak berhak untuk ngomongin ini.. tapi sebagai sahabat kamu, aku ingin yang terbaik untuk kamu Cha.. kalo kamu juga masih menganggap aku sahabat, tolong dengarkan aku kali ini..
menikahlah dengan Reyhan.."
Ucap Lisa saat Reyhan dan Reyna sudah keluar dari ruangan tersebut.
tiba-tiba Annisa menangis terisak.
"aku harus gimana Lis... aku harus gimana... disatu sisi aku ingin mempercayainya.. tapi setiap aku mencoba untuk percaya, disaat itu juga bayangan Bobby muncul dibenakku.."
Lisa langsung memeluk Annisa untuk menenangkannya.
"Cha... aku tau ini berat buat kamu.. tapi, aku yakin kamu pasti bisa melewatinya.. kalo dulu kamu pernah dikecewakan, sebenarnya bukan karena kamu tak layak.. tapi justru karna Allah gak mau kamu bersama orang yang salah.. kalo kamu masih merasa ragu, mintalah petunjuk sama Allah Cha.. Insyaa Allah, kamu akan mendapatkan jawaban untuk semua masalah kamu.."
"itulah yang sedang kulakukan sekarang Lis..
aku juga berharap, Allah berikan aku keyakinan dan kesiapan yang sama seperti dia.."
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
assalamualaikum temen2...🤗🤗🤗
hayooo...
siapa niih yang pada baper di episode kali ini...
samaa,,
aku juga..😂😂
(laah ini authornya gimana coba, dia yang ngarang, dia yang baper..)
ehh,, author juga manusia..
punya rasa punya hati..😂😂😂
andaikan aja sosok Reyhan itu beneran ada di dunia nyata,,
pasti udah jadi lelaki idaman sejuta hawa yaa..😂😂
dear readerss...
kalian jangan terlalu baper hanya karena sebuah karya fiktif..
karena itu semua hanya rekaan, dan hasil dari kehaluan para author yang mungkin sedang kesepian dan gak ada kerjaan, jadi halu nya ketinggian..😂😂
aku yakin kisah hidup kalian didunia nyata, jauh lebih ngebaperin..
karena ditulis langsung oleh sutradara alam semesta..😊
so,,,
tetap semangat jalani hidup kalian, selalu berpikir positif dan yakin sepenuhnya dengan ketentuan dari Allah Azza wa Jalla..😊😊😊
betewe eniwe baswe,,,
jangan lupa dukung terus "Ana Uhibbuka Fillah"
dengan cara klik tombol like dan favoritnya, biar kalian bisa dapetin notif Up nya..
gomawoooo....😊😊😊
wassalammmmm...
t.t.d
__ADS_1
Author terGaJes dan terHalu yang pernah ada