Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
55. Amanah Mama Mertua


__ADS_3

beberapa hari berlalu, dan tepat dihari minggu pagi.


Reyhan dan Annisa melakukan aktifitas jogging disekitar komplek perumahan di kawasan elite yang mereka tempati.


Dokter kandungan menyarankan Annisa untuk rutin berjalan dan berolahraga ringan, agar kelak persalinannya lancar.


tiba-tiba ponsel Reyhan berdering, panggilan video call dari mama.


Reyhan menerima panggilan tersebut sambil tersenyum sumringah.


"Assalamualaikum ma.."


sapa Reyhan.


"Waalaikumsalam sayang.. gimana kabar kalian..?"


"Alhamdulillah kabar baik ma.. mama apa kabar..?"


balas Reyhan.


"Mama juga baik.. oh iya, mana Nisa..? mama kangen.."


Kemudian Reyhan menyerahkan ponsel pada Annisa.


"Mama mau ngomong.."


ucapnya sambil menyodorkan ponsel kepada Annisa.


"Assalamualaikum ma.."


"Waalaikumsalam.. gimana kondisi kandungan kamu sayang..?"


"Alhamdulillah, baik-baik aja ma.. tapi memang belakangan ini aku sering merasa mual sih.. dan gampang kecapean.."


jawab Annisa.


"Itu memang hal yang lumrah untuk ibu hamil sayang.. apalagi di trisemester pertama..


tapi ngomong-ngomong, apa kamu juga mengalami ngidam atau kepinginan sesuatu..?"


"Iya ma.. belakangan ini jiga aku sering ngerasa tiba-tiba pengen makan ini itu, bahkan kemarin aku minta mas Rey nemenin aku shopping.. satu hal yang sebelumnya paling kuhindari.."


Mama tertawa mendengar penuturan Annisa.


"Itu masih hal yang wajar sayang.. kamu tahu, dulu waktu mama hamil Rey mama sering ngomel sama papa karena mama gak suka bau badan papa.. sampe-sampe tiap malam papa harus tidur di kamar yang lain.."


mama tampak tersenyum mengenang masa kehamilannya dulu.


"sampe sebegitunya ma..?"


Reyhan yang sedari tadi jadi pendengar ikutan nimbrung.


"iya.. pokoknya selama hamil mama mendadak jadi makhluk paling manja dan sensitif dimuka bumi.. dikit-dikit nangis, dikit-dikit ngomel, dikit-dikit ngambek.. papa sampe pusing sendiri..


namanya juga orang ngidam Rey.. macam-macam tingkah dan keinginannya. dari yang normal, sampe yang kedengarannya aneh.."


jawab mama sambil tertawa.


*pantesan aja belakangan ini sikap Annisa mulai aneh, ternyata karena ngidam.


batin Reyhan


"Rey, jaga istri kamu baik-baik.. jangan sampe dia kecapekan.. apalagi di masa-masa ngidam begini, kamu harus ekstra sabar yaa.."


titah mama.


"Siap, laksanakan Ibu Suri.."


jawab Reyhan sambil tersenyum sumringah.


"Yaudah, mama tutup dulu ya, mama masih banyak kerjaan dikantor.."


"Iya.. mama jaga kesehatan ya disana.. makan dan istirahat teratur.. Assalamualaikum..."


"waalaikumsalam.."

__ADS_1


Kemudian panggilan video call ditutup.


"Sayang, kamu ngidamnya gak kayak mama kan..?"


tanya Reyhan


"Oh, jadi maksud kamu aku juga manja dan sensitif gitu..?"


Annisa mendadak manyun.


"Bukan gitu sayang..."


*baru juga dibahas, ternyata sebegininya ya kalo istri lagi ngidam.. sabarrr... untung sayang..


batin Reyhan


"Mas.. hari ini kamu ada waktu kan..?"


tanya Annisa


"Kalo untuk kamu, disaat tersibuk pun mas selalu ada waktu.."


ujar Reyhan sambil cengengesan.


"Aku pengen lihat kamu masak.."


Wajah Annisa tampak penuh harap.


"Yaudah, nanti mas masakin buat kamu ya.."


"Yeayy... beneran yaa.. tapi harus enak looh.."


Reyhan tersenyum kecut.


Setibanya dirumah, Annisa langsung menarik lengan suaminya menuju ke dapur.


Dengan cekatan dia memakaikan celemek kepada suaminya, kemudian mengambil beberapa bahan makanan yang ada dikulkas.


bahkan para ART sampai keheranan melihat aksi pasangan suami istri ini.


Ucap Bi Ijah.


"No..no..no.. pagi ini aku pengen makan hasil masakan suami aku bi.."


Jawab Annisa sambil tersenyum sumringah.


Reyhan memulai aksinya didapur, bak cheff handal kelas internasional.


tak lupa Annisa mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponselnya.


"Pagi-pagi dimasakin suami.. sweetnya..."


gumam Annisa sambil tersenyum sumringah.


Melihat istrinya yang sangat bahagia pagi itu membuat Reyhan juga merasa bahagia .


Tak perduli meskipun Annisa memintanya memasak setiap hari, atau bahkan melakukan hal terkonyol sekalipun.. Baginya yang terpenting adalah kebahagiaan istrinya.


Saat sedang seru-serunya berjibaku didapur, tiba-tiba mereka kedatangan seseorang yang tidak diduga.


"Surpriseeee..."


"Mama...?"


Reyhan dan Annisa kaget bersamaan.


"Bukannya tadi mama bilang lagi sibuk dikantor..?"


tanya Reyhan yang masih tak percaya mamanya ada dihadapan mereka.


"Tapi kamu gak tanya mama dikantor mana kan..


kamu lupa ya..? mama kan baru buka kantor cabang disini.."


Ucap mama sambil tersenyum sumringah.

__ADS_1


"Mamaaa... aku kangennn..."


Annisa langsung memeluk ibu mertuanya.


"Mama juga kangen banget sama kamu sayang.."


Ucap mama sambil membalas pelukan Annisa.


"Terus, sama anaknya sendiri gak kangen nih ma..?"


protes Reyhan.


"Kangen juga.. tapi mama lebih kangen sama menantu dan calon cucu mama.."


ledek mama.


"Mas.. kamu terusin masaknya yaa.. ingat lohh,, masak yang enak.."


Ujar Annisa sambil mengerling.


"Siap Tuan Putri.. titah tuan putri akan hamba laksanakan dengan sebaik mungkin.."


jawab Reyhan sambil membungkuk ala punggawa istana dengan senyum khasnya.


"Yuk kita tunggu ditaman ma.. kayaknya pagi ini aku pengen menikmati sarapan pagi ditaman belakang.."


Kemudian Annisa menggandeng tangan ibunya menuju taman belakang.


"sudah lama sekali mama gak menikmati pagi hari di taman ini.."


ujar mama saat mereka sudah duduk di pendopo yang memang disediakan untuk bersantai ditaman tersebut.


"Mama kapan balik dari Jerman..?"


tanya Annisa.


"Mama baru sampai pukul tiga pagi tadi, dan langsung cek ke kantor cabang. ada sedikit masalah, tapi alhamdulillah sudah teratasi.."


jawab mama.


banyak hal yang mereka bincangkan pagi itu.


mulai dari bisnis mama, papa, hingga kehamilan Annisa.


"Sayang.. mama mau ngucapin terimakasih sama kamu.."


ujar mama sambil menggenggam tangan Annisa.


"mama.. kok tiba-tiba ngomong begitu.. justru aku yang harusnya berterimakasih, karena mama sudah menerimaku dikeluarga ini bahkan memperlakukanku seperti anak sendiri.."


jawab Annisa.


"Itu semua karena Rey.. dia banyak berubah sejak mengenal kamu.. bahkan mama sendiri gak menyangka dia bisa berubah sedrastis ini.. kamu tahu Nisa, kehadiran kamu menjadi berkah bagi keluarga ini.. bukan hanya Rey, bahkan Ina pun juga banyak berubah berkat kamu.."


"Ma.. gak ada yang berubah kok.. mereka tetap anak-anak mama.. hanya saja, sekarang mereka bisa bersikap lebih dewasa.."


"Tapi kamulah yang sudah membantu mereka untuk berubah menjadi lebih baik sayang.. kamu tahu, sebelumnya Reyhan tidak pernah perduli dengan apapun yang terjadi disekitarnya. dia bersikap arogan, keras kepala dan semaunya sendiri.. tapi sekarang, mama melihat dia sudah semakin dewasa, dan bertanggung jawab pada keluarga.begitu juga dengan Ina..


sebelumnya dia hanya anak manja yang cuma tahu hura-hura.. tapi sejak bersama kamu, perlahan lahan mereka berubah.. terimakasih sayang.."


mama memeluk Annisa.


"mereka berubah karena niat dari diri mereka sendiri kok ma.. Aku hanya melakukan apa yang harusnya kulakukan.."


"Sayang.. jangan pernah tinggalkan Reyhan ya.. apapun yang terjadi, kalian adalah suami istri.. jika nanti kalian menghadapi masalah, cobalah selesaikan dengan kepala dingin.. mama yakin Reyhan sangat mencintai kamu.. mama bisa melihatnya dari cara dia memperlakukan kamu.."


"Insyaa Allah ma.. aku akan berusaha mempertahankan rumah tanggaku dengan mas Rey.."


jawab Annisa.


Reyhan yang diam-diam menyaksikan hal tersebut tersenyum.


*Mas juga akan berusaha mempertahankan rumah tangga kita sayang..


batin Reyhan

__ADS_1


__ADS_2