
ditengah gemuruhnya pesta Annisa tengah menimbang untuk membuka map yang diberikan oleh Clara ketika tiba-tiba Lisa menghampirinya dan menarik map tersebut.
"ini titipan dari kak Erick ya Nis..? kayaknya Clara salah ngasi deh.."
ujar Lisa.
"ooh.. ini buat kamu toh.. pantesan.. aku juga bingung tadi Clara tiba-tiba kasih ini ke aku.."
jawab Annisa sambil menyerahkan map nya.
"iyaa.. kemarin aku minta data koleksi perpustakaan ke kak Erick, rencananya aku mau bikin tugas disertasi tentang manajemen perpustakaan.. mungkin Clara yang salah dengar dan dia kira kak Erick minta dititipin ke kamu.."
Lisa meraih map tersebut.
"yaudah, aku simpan ini dulu ya.."
kemudian Lisa berlalu sambil membawa map tersebut yang sebenarnya hanya berisi berkas kosong, sedangkan map yang asli sudah dipegang oleh Dennis.
tentu saja Dennis sengaja merancang ini agar mata-mata tuan Kosasih tidak curiga pada Clara karena dia tau sebenarnya gadis itu justru sedang dimanfaatkan.
sementara itu mata-mata tuan Kosasih yang melihat kejadian tersebut langsung melaporkannya kepada bos mereka.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
ditempat lain...
mata-mata tuan Kosasih sudah kembali dan bertemu dengan tuannya.
"bodohh..!! kenapa kalian tidak bergerak cepat..!!
harusnya kalian pastikan Annisa membukanya, atau setidaknya kalian tangkap gadis yang membawa map itu..!!"
tuan Kosasih marah besar saat mengetahui map tersebut jatuh ditangan yang salah.
"terlalu banyak penjaga bos.. kami gak bisa berbuat apa-apa.. jika kami melakukan sedikit saja pergerakan, bodyguard mereka pasti akan tau dan justru situasinya semakin kacau, itu akan merugikan bos juga.."
jawab mata-mata pak Kosasih.
"lalu dimana Clara..? dimana gadis sialan itu..? kenapa dia begitu ceroboh dan langsung pergi tanpa memastikan Annisa sudah melihat isi map nya..??"
"setelah menyerahkan map itu dia langsung bergegas pergi bos.. dan mungkin saat ini dia sedang bersembunyi di suatu tempat. mungkin dia mengira rencana kita sudah berhasil dan sekarang dia sedang diburu oleh orang-orang suruhan tuan Arbiantoro.."
"aaarrrgghhh...!! brengsek..!! anak itu sama saja, tidak bisa diandalkan..!!"
tuan Kosasih semakin berang.
"kalian cari Clara sampai ketemu, dan bawa dia kehadapanku.. dia pikir dia bisa bermain-main denganku..??
atau mungkin dia lebih senang jika ayah angkat yang sangat disayanginya itu menderita dan tersiksa.."
ujar tuan Kosasih dengan tangan terkepal.
tiba-tiba seseorang yang sejak tadi sudah mencuri dengar dibalik pintu masuk tanpa diundang.
"jadi ternyata benar... ternyata ini rencana papa sebenarnya..!!"
Claudya sudah berdiri didepan pintu dengan wajah merah menahan amarah.
"Ody, kembali kekamarmu sekarang.."
perintah tuan Kosasih dengan suara tenang namun bernada dingin.
"Ara itu ANAK KANDUNG PAPA..!!! teganya papa manfaatin Ara untuk memuluskan rencana licik papa.. apa gak cukup papa manfaatin Ody pa..??
papa udah janji kan papa gak akan mengganggu Ara kalo Ody bersedia mengikuti keinginan papa..
tapi sekarang papa justru manfaatin Ara juga..
UDAH CUKUP PA..!!!"
Claudya menumpahkan uneg-unegnya dengan penuh amarah.
"Claudya Adelina, kecilkan suaramu..!! tak sadarkah kau sedang bicara dengan siapa..?"
__ADS_1
tuan Kosasih mulai terpancing emosi.
"selama ini Ody berusaha mengikuti semua rencana papa, karena Ody pikir papa akan menepati janji papa dan tidak mengusik kehidupan Ara.. tapi ternyata Ara benar, anda bahkan tidak layak disebut papa..!!
ORANGTUA MANA YANG TEGA MEMANFAATKAN ANAK KANDUNGNYA SENDIRI..??"
Claudya semakin meledak-ledak.
"KALAU BEGITU JANGAN PANGGIL AKU PAPA..!!
Aku bahkan tidak sudi memiliki anak dari perempuan jalang..!!
ya, kau benar nona Claudya.. Aku memang sengaja memanfaatkan kalian untuk menghancurkan musuhku..!!"
deg....
Hati Claudya serasa ditikam belati mendengar ucapan orang yang selama ini disebutnya papa.
Airmatanya merembes.
"baiklah, TUAN KOSASIH YANG TERHORMAT.
mulai sekarang anda bisa hidup tenang, dan anggaplah anda TIDAK PERNAH MEMILIKI DUA PUTRI KEMBAR.."
Claudya berbalik menuju pintu, kemudian membantingnya dengan sangat keras.
"Ricky, pastikan Claudya tidak pergi kemanapun. bila perlu kurung dia. akan sangat berbahaya jika dia sampai keluar dan membeberkan semua rencanaku."
tuan Kosasih memberi perintah kepada salah satu anak buahnya.
"lalu, bagaimana rencana selanjutnya bos..?"
tanya anak buahnya yang lain.
"rencana selanjutnya, aku sendiri yang akan menemui Annisa dan membongkar semua rahasia itu. dia sudah mengenalku, dia bahkan pernah membesukku saat di penjara. aku yakin dia akan percaya setelah kuserahkan bukti yang aku punya."
jawab tuan Kosasih dengan tatapan licik.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
tanya Lisa pada Dennis sesaat setelah dia meninggalkan Annisa dan Reyhan yang tengah sibuk meladeni para tamu.
Dennis membuka map tersebut yang berisi berkas kosong.
"bukan apa-apa.. tapi setelah ini mungkin kau juga dalam bahaya. jangan keluar dari gedung ini sampai resepsi selesai.."
jawab Dennis kalem.
"apa bahayanya..? lagian ini cuma berkas kosong.."
Ujar Lisa yang tidak mengerti situasi yang sedang terjadi.
"akan lebih baik jika kau tidak tahu atau bahkan tidak bertanya soal itu."
Dennis menatapnya tajam.
"pergilah susul Clara, dia ada diruangan itu..untuk sementara kalian akan aman berada disana."
Dennis menunjukkan satu ruangan kecil di sisi gedung yang tadinya digunakan sebagai ruangan untuk merias Annisa dan Reyhan.
Lisa yang masih bingung hanya menurut, kemudian bergegas menuju ruangan yang ditunjuk oleh Dennis.
*aneh, gak seperti Dennis yang biasanya. yasudahlah, nanti aku coba tanya Clara, mungkin dia tau sesuatu..
batin Lisa
sementara itu Dennis memainkan ponselnya dengan serius, tampaknya dia tengah mengirim pesan pada seseorang.
"ting-tong"
ponsel Reyhan berbunyi pertanda notifikasi pesan.
segera dibacanya pesan tersebut, mendadak wajahnya berubah dingin.
__ADS_1
Annisa yang menyadari hal itu kemudian mencolek lengannya.
"mas, ada apa..?"
tanya Annisa yang heran melihat ekspresi suaminya.
"gak ada apa-apa kok sayang.."
jawab Reyhan sambil tersenyum mengalihkan diri dari ponselnya dan mengalungkan tangannya ke punggung Annisa.
*ternyata benar dugaanku.. tuan Kosasih adalah dalang dibalik semua ini.
batin Reyhan
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
tepat pukul sepuluh malam dan akhirnya resepsi tersebut selesai tanpa ada gangguan sedikitpun, setidaknya itu yang dipikirkan Annisa.
dan saat ini mereka sedang dalam perjalanan kembali kerumah kediaman keluarga Arbiantoro, karena lokasinya lebih dekat dari lokasi resepsi. namun sejak tadi Annisa merasa janggal, karena suaminya bersikap tak seperti biasa. atau lebih tepatnya, lebih banyak diam dan seolah mengacuhkannya.
"mas.. ada apa sebenarnya..? Icha perhatiin dari tadi mas tampak diam, gak kayak mas yang biasa.. apa mas lagi ada masalah..?"
tanya Annisa.
Reyhan menoleh kearahnya, namun tentunya Annisa sangat menyadari ekspresi Reyhan memang tak seperti biasa. seolah ada sesuatu yang sedang dia pikirkan, tapi entah apa.
"sayang.. mas capek.. setelah ini bisa kan kita langsung istirahat..?"
wajah Reyhan tampak memelas.
"tapi mas..."
belum sempat Annisa menyelesaikan kalimatnya, Reyhan mengecup keningnya dengan lembut.
"gak pake tapi.. mas capek.."
ucapnya.
Annisa semakin merasa janggal dengan perubahan sikap suaminya yang begitu mendadak. meski sangat ingin mengetahui alasannya, namun akhirnya Annisa memilih untuk tidak bertanya.
*mungkin nanti mas Reyhan akan cerita.
begitu pikirnya
*maaf sayang.. mas gak mungkin menceritakan semuanya.. tidak sekarang.. tapi setelah semua masalah ini selesai, mas janji mas akan menceritakan semuanya sama kamu..
batin Reyhan.
setelah sampai dirumah dan selesai membersihkan diri Reyhan berbaring di kasur, tepat disamping Annisa.
kemudian dipeluknya istrinya dengan erat.
"mas..."
Annisa baru saja akan mengatakan sesuatu ketika Reyhan tiba-tiba mengecup keningnya.
"tidurlah sayang, kamu pasti lelah.."
bisiknya.
kemudian Reyhan memejamkan mata, dengan Annisa yang berada dipelukannya.
entah sampai berapa lama, hingga Annisa benar-benar tertidur pulas.
perlahan Reyhan meringsek dan melepaskan pelukannya.
setelah berhasil berdiri tanpa membangunkan Annisa, Reyhan menarik selimut menutupi tubuh istrinya hingga kepundak kemudian keluar dari kamar.
diruang tamu lantai satu, Dennis sudah menunggunya.
kemudian kedua pria itu bergegas meninggalkan kediaman keluarga Arbiantoro, setelah sebelumnya Reyhan meminta beberapa orang bodyguard pribadinya untuk tetap berjaga selama dia tidak ada.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
__ADS_1