Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
85. Cinta Yang Terpendam


__ADS_3

Hari menjelang sore saat Annisa siuman.


Matanya melihat ke sekitar, rungan yang tak asing.


Annisa mencoba bangkit, namun sebuah tangan menahannya.


"Alhamdulillah.. Mbak udah sadar.."


Kirana tampak lega.


"Kirana..? Apa yang terjadi..?"


Tanya Annisa bingung.


"Tadi pagi mbak pingsan.. Tuan Reyhan yang menggendong mbak kekamar dan memanggil Dokter.."


jawab Kirana.


"Mas Rey mana Kirana..?"


Tanya Annisa.


Kirana tertegun.


*Aku harus jawab apa...


Batinnya.


"Alhamdulillah.. sayang kamu udah sadar..?"


Reyhan tiba-tiba muncul.


"Mas.. kamu darimana..?"


Tanya Annisa.


"Mas baru aja mengantar Dokter kebawah.."


Jawab Reyhan sambil mengerling ke arah Kirana.


Seakan mengerti kode dari Reyhan, Kirana menimpali.


"Iya mbak.. Dokter yang memeriksa kondisi mbak, baru aja pulang.."


Ujar Kirana.


"Apa kata Dokter..?"


tanya Annisa.


"Dokter bilang mbak kelelahan.. jadi mulai sekarang mbak harus istirahat total.."


jawab Kirana.


"Kirana, sebaiknyq kamu juga istirahat.. Kamu juga pasti lelah menjaga Annisa sejak pagi.."


Ujar Reyhan.


"Astaghfirullah.. Maaf ya Kirana, aku jadi ngerepotin kamu.."


Annisa tampak merasa bersalah.


"Gak apa kok mbak, aku sama sekali gak merasa direpotkan.. Kalo gitu aku keluar sekarang ya mbak.."


Jawab Kirana.


"Iya..Makasih ya Kirana.."


"Mas.. Kirana baik ya.."

__ADS_1


Ujar Annisa saat Kirana sudah tak terlihat.


"Hemm.. Iya.."


Jawab Reyhan.


"Dia juga soleha.."


Annisa menambahkan.


"Menurut mas, dia sesuai gak untuk Dennis..?"


"Untuk Dennis..? Maksud kamu..?"


Reyhan mengernyitkan kening.


"Yaa maksud Nisa, untuk jadi pendamping hidup Dennis..


Mas pernah mikir gak sih, selama ini kita gak pernah lihat Dennis dekat dengan perempuan manapun..


Dia pernah jatuh cinta gak sih mas..?"


Tanya Annisa.


"emm.. mungkin pernah.."


Jawab Reyhan singkat.


"Mungkin..?"


Annisa mengernyitkan kening.


"Sayang.. Dennis itu orang yang introvert. sejujurnya, untuk persoalan pribadinya mas gak banyak tau. Dan dia juga gak pernah cerita. Dia tipe orang yng sulit percaya pada orang lain. Apalagi jika itu menyangkut hal pribadi."


"Maksudnya..?"


"Soal ini kita bahas lain waktu. Sekarang kamu harus makan dan minum obat.."


Kemudian Reyhan menyuapi Annisa.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Keesokan harinya Annisa sudah mulai fit kembali. Namun Reyhan melarangnya untuk keluar dari kamar.


"Tetap disini sampai mas pulang, dan jangan lakukan apapun. Mas udah minta Kirana untuk nemenin kamu disini.."


Titah Reyhan.


"Baiklah Paduka Raja.. titah paduka akan hamba laksnakan.."


Jawab Annisa sambil tersenyum sumringah.


"Mas pergi dulu ya.."


Kemudian Reyhan mengecup kening Annisa dan pergi bersama Dennis.


Sore itu Reyhan sengaja mengajak Dennis keluar.


Setelah check up kerumah sakit, Reyhan mengajaknya ngopi di star****s.


"Tumben nih bos.. biasanya ngopi buatan istri.."


Ledek Dennis.


"Hoi onta Korea.. Kau kan tau sendiri Annisa lagi gak fit.. Kau kira aku suami zolim yang tega menyuruh-nyuruh istri dalam kondisi begitu?


Bisa-bisa kena azab aku.."


Omel Reyhan

__ADS_1


Dennis tertawa sumringah.


"Lah bukqnnya sebelum menikah dulu kau memang suka zolimin orang ya..?"


Ujar Dennis yang masih tertawa sumringah.


"Itu bukan zolimin onta.. itu ngisengin.."


Reyhan membela diri.


"Ya sama aja kali Bos.. Ente gak pernah dengar tuh azabnya orang yang suka iseng?


Matinya Ketabrak motor, guling-guling, masuk got.."


"Sialan Kau Den.."


Reyhan memukul bahu Dennis.


"Tapi syukurlah sekarang kau berubah."


Gumam Dennis.


"Yaa.. itu semua juga berkat Annisa Den.. Dia yang menjadi motivasi terbesarku untuk berubah."


"Tapi heran juga ya, kok bisa-bisanya gitu Annisa mau sama makhluk model begini.."


"Itulah yang namanya jodoh Den..


Mau atau gak, tapi kalo Allah udah menetapkan dia jodohku dia bisa apa.."


"Ya, kau benar. Dan orang yang kita cinta, belum tentu jadi jodoh kita."


Reyhan melirik wajah Dennis yang tampak muram sejenak, namun dia berusaha menepisnya.


"Kau sendiri gimana..?


Apa gak kepikiran untuk menikah..?"


Dennis tertegun.


"Dulu pernah.. sayangnya, Allah tidak menetapkan dia sebagai jodohku. Aku masih mencintainya sampai sekarang."


"Apa terjadi sesuatu padanya..?"


tanya Reyhan.


"Ya.. terjadi sesuatu padanya. Sangat menyedihkan bukan, mencintai orang yang tidak mungkin bisa dimiliki."


"Mungkin kau benar, dia bukan jodohmu. Tapi hidupmu juga terus berjalan. Mungkin di tempat lain, jodohmu justru sedang menunggumu menjemputnya.."


Dennis menarik napas dalam.


"Entahlah.. aku tak yakin aku bisa mencintai wanita lain sebesar aku mencintainya."


"Heii.. Kau lihat aku.. Kau tau kan awalnya aku juga tidak mencintai istriku.. Aku berniat menikahinya hanya karena merasa bersalah.. Tapi akhirnya, Allah justru hadirkan cinta itu tepat setelah aku mengucapkan ijab kabul.."


"Ya, kau benar.. dan sekarang kau justru seperti budak cinta.. bahkan kau sanggup melakukan apa saja demi Annisa.. kurasa aku bahkan tidak bisa melakukan hal sepertimu kepada gadis yang kucintai.."


"Memang begitulah kehidupan rumah tangga Den..


Aku sudah mengambil tanggung jawab atas hidupnya. Apapun dan bagaimanapun dia, kewajibanku adalah membuatnya bahagia.


Jika nanti kau sudah berumah tangga, kau akan tau bagaimana rasanya. Kau akan lebih mengutamakan istrimu diatas segalanya.."


Dennis terdiam sejenak, mencerna ucapan Reyhan.


*Sekarang aku paham.. mungkin aku memang gak sanggup berkorban seperti dia. dan itulah kenapa Allah justru menakdirkan Annisa untuknya.


batin Dennis

__ADS_1


__ADS_2