Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
127. Pasangan Suami Istri


__ADS_3

Setelah resepsi yang sangat melelahkan, akhirnya mereka tiba di salah satu mansion yang tampak mewah.


"Mas.. ini.. rumah siapa..?"


Tanya Kirana saat mereka tiba didepan mansion tersebut.


"Mansion ini milik kamu.."


jawab Dennis santai.


Kirana membulatkan mata.


"Anggap aja ini hadiah pernikahan kita.. Sebenarnya, mas sendiri yang mendesain bangunan ini khusus untuk wanita yang akan menjadi pendamping hidup mas.."


Ujar Dennis.


Kirana menundukkan kepala.


Entah kenapa setiap Dennis mengatakan itu, dia merasa malu.


Mereka memasuki mansion tersebut.


Dan harus diakui, selera Dennis memang sangat bagus. Mansion itu sebenarnya tidak terlalu luas, namun kesan mewah dan elegan langsung terlihat bahkan dari luar bangunan.


"Dan... ini kamar kita.."


Dennis membuka satu pintu sambil menarik dua buah koper masuk kedalamnya.


Kamar itu tampak sangat bersih dan rapi.


dan yang membuat Kirana takjub, kamar itu didominasi dengan warna favoritnya : baby blue.


"Mas.. Kamu tahu darimana aku suka warna ini..?"


Tanya Kirana heran.


"Eemmm.. Mas kan punya ilmu sihir.."


jawab Dennis sambil tersenyum.


Dennis meraih kedua tangan Kirana, kemudian mengecupnya.


"Kirana Larasati.. mulai hari ini, mas yang akan bertanggung jawab sepenuhnya atas diri kamu.. Mas akan berusaha untuk menjadi suami terbaik bagi kamu.."


Ucap Dennis sambil menatap Kirana dengan tatapan teduh.


blusshhh...


wajah Kirana memerah karena malu.


dan lagi-*lagi dia menundukkan kepala.


Dennis tersenyum geli melihat tingkah wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.


Perlahan dia mendekatkan dirinya, kemudian mengecup kening Kirana.


Wanita itu langsung menutup wajah dengan kedua tangannya, mungkin saat ini wajahnya sudah seperti kepiting rebus saking malunya dia.


"Nana..."


Dennis memanggil Kirana dwngan suara yang sangat lembut.


Kirana membalikkan badan hendak keluar dari kamar tersebut, namun Dennis berhasil menangkap pergelangan tangannya.


Perlahan Dennis mengalungkan tangannya dan memeluk Kirana dari belakang.


"Jadilah pasanganku didunia dan akhirat.."


Bisik Dennis tepat di telinga kirana.


"Mas.. aku bukan wanita yang sempurna. Tapi, aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mas.. tapi, tolong bersabarlah denganku.."


Ucap Kirana.


Dennis memegang bahu Kirana, kemudian membalikkan badannya hingga kini mereka berhadapan.


Kirana masih menundukkan kepalanya karena malu.


"Nana.. coba lihat mas.."

__ADS_1


Pinta Dennis.


Namun bukannya menegakkan kepala, Kirana justru menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Dennis meraih kedua tangan Kirana, kemudian menangkupkan kedua tangannya di pipi Kirana yang sudah memerah.


"Nana.. boleh mas menyentuhmu..?"


tanya Dennis.


Napas Kirana makin tak karuan. Dia bahkan bingung harus berkata apa.


"Nana..."


"Mas.. Nana adalah istri mas, dan sudah menjadi hak mas sepenuhnya.. Jika memang mas ingin meminta hak mas sebagai suami, Insyaa Allah Nana siap menjalankan kewajiban Nana sebagai istri.."


Jawab Kirana.


Dennis mengecup lembut ubun-ubun Kirana, sambil melafazkan doa.


Kemudian kecupan itu perlahan beralih ke kening, pipi, dan akhirnyaaaahhhh....


(adegan 21+ gaesss... rahasia rumah tangga.. author gak mau ikutan yee,, takut baper.. maklumlaah.. jomblo fi sabilillah..😂😂😂)


☆☆☆☆☆☆☆☆


Adzan aubuh berkumandang, membangunkan Kirana yang baru beberapa jam terlelap setelah malam yang cukup panjang.


Lengan kekar Dennis melingkar memeluknya, sedangkan dia menyembunyikan wajah dibalik dada bidang suaminya.


Perlahan Kirana membuka mata, kemudian memandang suaminya dengan intens.


*Masya Allah.. Aku baru sadar mas Dennis setampan ini.. Apalagi kalau tertidur pulas, wajahnya tampak damai..


batin Kirana.


"Kenapa mandangin mas begitu..? Jatuh cinta..?"


tanya Dennis yang masih memejamkan mata.


"Mas udah bangun..?"


"Mata mas memang terpejam, tapi mas bisa bayangkan wajah kamu sekarang yang memerah sambil menatap ketampanan suami kamu ini.."


Ujar Dennis dengan santai.


"Kepedean..."


Ucap Kirana yang kemudian hendak bangkit.


Namun tiba-tiba..


"Aduhhh..."


Kirana memekik kesakitan.


Dennis yang mendengar suara Kirana langsung terbangun.


"Kenapa..?"


tanya Dennis yang tampak panik.


"Sakit mas..."


jawab Kirana dengan polos, sambil memegangi area bawah perutnya.


"Nana.. mas minta maaf ya.. gara-gara mas..."


wajah Dennis tmpak merasa bersalah.


"Kirana gak apa-apa kok mas.. lagipula, ini udah jadi kewajiban Kirana sebagai istri mas.."


jawab Kirana sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Dennis.


Dennis meraih tangan Kirana, kemudian mengecupnya dengan lembut.


"Mas.. boleh Nana tanya sesuatu..?"


"Kamu mau tanya apa..?"

__ADS_1


tanya Dennis


"eemmm.. Mas.. apa mas benar-benar yakin memilih Nana sebagai istri?


apa Mas gak akan menyesal..?"


tanya Kirana tiba-tiba.


Dennis menarik Kirana kepelukannya, dan mendekapnya erat.


"Mas sudah memilih kamu, dengan pwnuh percaya diri. Karena mas yakin surga mas ada di kamu.. dan mas yakin kamu akan menjadi partner hidup terbaik bagi mas.. Gak ada secuilpun keraguan saat mas memutuskan untuk menikahi kamu.. Jadi mas mohon sama kamu, mulai sekarang jangan pernah meragukan mas.."


jawab Dennis.


Kirana menangis haru mendengar jawaban Dennis.


Dia bahkan tidak menduga, sosok pria dingin dan cuek yang selama ini dia kenal justru memiliki sisi romantis seperti ini. Kirana merasa sangat bersyukur, karena memiliki suami seperti Dennis.


Setelah selesai membersihkan diri, mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah.


ini adalah kedua kalinya, karena malam radi sebelum melakukan pertempuran mereka sudah melakukan sholat sunah berjamaah.


Usai sholat subuh, Kirana meraih mushaf Al-Qur'an yang selalu dia bawa dan meminta Dennis membacakannya.


Diluar dugaan, Dennis memiliki suara yang sangat merdu. Dia bahkan sangat pandai membaca Al-Qur'an dengan benar.


Kirana justru merasa malu dengan dirinya, karena dia belum sebaik Dennis.


"Mas.. Nana gak nyangka mas jago baca Qur'an.."


Ujar Kirana setelah mereka selesai.


"Hemm.. Bersiaplah Kirana Larasati, setelah ini banyak hal yang akan mengejutkanmu.."


Ujar Dennis sambil tersenyum sumringah.


"Mas.. boleh Nana minta sesuatu..?"


tanya Kirana.


"Apa..?"


Tanya Dennis.


"Nana ingin meraih surga, bersama mas.. boleh..?"


Dennis tersenyum mendengar permintaan Kirana.


"Kita akan sama-sama meraih surga kelak, dengan anak-anak kita.."


jawab Dennis.


"Mas gak akan piligami kan..?"


tanya Kirana.


Dennis tergelak mendengar pertanyaan Kirana.


"Nana.. mas ingin meraih surga mas hanya bersama kamu, yang akan menjadi satu-satunya.."


Jawab Dennis sambil mengecup kening Kirana.


Dan, awal baru bagi Dennis dan Kirana telah dimulai.


Mereka akan menjalani rumah tangga yang bahagia.


Mungkin mereka belum saling mencintai, Namun mereka tahu satu hal bahwa : Surga Allah akan lebih dekat.


Lagipula, Siapa bilang Menikah itu harus dengan orang yang kita cintai?


Banyak pernikahan yang akhirnya bahagia, meski awalnya mereka tidak saling cinta.


Dan banyak juga pernikahan yang berakhir dengan kepedihan, meski awalnya mereka saling mencintai.


Maka jadikanlah Agama, sebagai dasar acuan kita menjalani hidup.


Lakukan segala sesuatunya dan niatkan karena Allah,


Insyaa Allah swmua yang kita lakukan akan menjadi berkah..😊😊

__ADS_1


******* END *******


__ADS_2