
waktu menjelang sore ketika Annisa berada didalam diperjalanan pulang bersama Lisa dan Reyna.
sepanjang jalan gadis itu hanya merenung, di pelupuk matanya masih tampak bekas butiran berwarna bening.
matanya masih terlihat sembab.
mungkin sebelumnya Annisa pernah merasa kecewa terhadap Desy.
dia berpikir kenapa Desy baru muncul sesaat sebelum ijab qabul.
mengapa sebelumnya dia tak pernah menampakkan diri ataupun memberi tanda keberadaannya. jika tahu sejak awal setidaknya dirinya bisa menghindari pria yang saat itu bersikeras ingin menikahinya.
dia bukanlah wanita keji yang sanggup tersenyum diatas derita orang lain.
namun akhirnya semua kebenaran telah terungkap,
dan diposisi ini bukan dirinya tapi justru Desy lah yang paling menjadi korban. hingga wanita itu harus menanggung beban penderitaan seberat itu demi orang lain.
jika saja waktu itu Desy tak datang, mungkin saat ini dirinya lah yang berada diposisi Desy.
lagi lagi airmatanya tak bisa dibendung.
perasaan bersalah menghantuinya.
biar bagaimanapun dia merasa karena dirinya lah hingga Desy harus mengalami semua itu.
Lisa memberikan tissue pada Annisa dan langsung diterima oleh gadis itu tanpa berkata apapun.
"Cha.. kalo kamu mau cerita, aku sama Ina siap jadi pendengar kok.."
Lisa berusaha menenangkan Annisa yang mulai terisak.
Reyna yang melihat hal tersebut ikut prihatin.
"kak, mungkin aku belum ngerti apa yang kakak pikirkan, dan seperti apa masalah yang kakak pikul.. tapi kalo kakak rasa dengan menangis itu bisa bikin kakak lebih tenang, kakak boleh nangis sepuasnya sekarang.."
dan akhirnya tangisnya pun tumpah. Lisa yang berada tepat disampingnya langsung dengan sigap memeluk tubuh Annisa yang terlihat mulai lemah.
"ini semua gara-gara aku Lis... Desy harus menanggung beban seberat itu karna aku... kalo aja waktu itu dia gak datang, dia gak akan ngalamin ini semua..."
Annisa menumpahkan semua yang dipendamnya.
"karna laki2 brengsek itu dia harus kehilangan bayinya, dia bahkan tersiksa setiap harinya.. selama ini aku gak pernah tau itu, bahkan aku sempat mengutukinya yang gak datang lebih awal sebelum semuanya terjadi.. aku malah berpikir sejahat itu tentang dia Lis... padahal disaat itu dia justru mengalami siksaan yang gak seharusnya terjadi kalo dia gak datang dan mengacaukan semuanya..."
Lisa mengusap bahu Annisa untuk menenangkannya. dibiarkannya gadis itu mengeluarkan semua isi hatinya, hingga dia merasa lega.
Annisa masih menangis sesegukan hingga akhirnya dia merasa lelah dan tertidur.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
waktu menjelang maghrib ketika Reyna membangunkan Annisa.
wajah gadis itu terlihat sembab setelah menangis sore tadi.
dilihatnya sekilas jam ditangannya, kemudian dia turun dari mobil dan segera bersiap untuk melaksanakan sholat maghrib bersama Lisa dan Reyna yang sudah menunggunya.
usai sholat maghrib mereka mengaji bersama, kemudian Annisa membantu Reyna mengerjakan tugas2 sekolahnya.
pikirannya masih kalut dan dihantui perasaan bersalah atas apa yang menimpa Desy. bahkan saat makan malam pun dia terlihat termenung sendiri hingga Reyna menyenggol lengannya.
sementara itu ditempat lain...
"kamu gak perlu takut.. ungkapin semuanya.. karna dia memang harus dihukum atas kejahatan yang udah dia lakukan.."
ucap Denis pada Desy
__ADS_1
ya.. Denis lah orang yang pertama kali mengetahui keberadaan Desy, setelah sebelumnya dia membuntuti Bobby secara diam2..
Denis juga yang membantu membebaskan Desy, bahkan menjaminkan dirinya untuk membantu Desy.
karena bagi seorang Denis yang sering bertingkah konyol itu, wanita adalah sosok yang seharusnya dihormati dan dimuliakan.
Desy menceritakan semua peristiwa naas yang dialaminya. namun gadis itu tak bisa menunjukkan bukti fisiknya yang penuh bekas luka, karena Bobby melukainya dibagian tubuh yang tertutup.
"kamu tenang aja, aku pasti bantu kamu. lagipula biar gimanapun juga, bos ku berhutang budi padamu. kalo bukan karena keberanianmu, mungkin saat ini ada wanita lain yang mengalami nasib sama sepertimu.."
Desy mengangguk.
"makasih banyak mas Denis.. aku gak tau gimana harus balas kebaikan mas Denis.. kalo waktu itu mas Denis gak datang, pasti aku masih mengalami peristiwa mengerikan itu.."
Denis tersenyum lembut.
"kalo ada apa2, langsung kabarin aku. aku bakal coba omongin masalah kamu ke bos aku, dan aku yakin dia bersedia untuk bantu kamu.. jadi mulai sekarang kamu gak perlu takut, karna masih banyak orang yang perduli sama kamu.."
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"oi bhambhang.. dimane lu..?"
satu pesan baru di ponsel Denis.
segera saja pria itu membalasnya, kemudian berpamitan pada wanita yang ada didepannya.
setengah jam kemudian Denis sudah berada didepan rumah megah milik keluarga Arbiantoro.
"gimana..?"
tanya Reyhan, dan dibalas dengan acungan dua jari jempol dari Denis dengan senyuman konyolnya.
dan tentunya Reyhan paham maksudnya.
"bro... menurut lu, kalo gua lamar Annisa bakl terima gua gak yaa..?"
Denis yang sudah sangat paham dengan kelakuan sahabatnya itu tentunya sudah menduga sejak awal.
jika tidak, mustahil seorang Reyhan sanggup berepot ria demi seorang wanita.
"kalo dia wanita yang bijak sih kurasa dia pasti nerima..
iyalah, kau apa kurangnya cobak..?
udah paket komplit bin perfect, wanita mana yang sanggup nolak.."
jawab Denis dengan gaya sotoy nya.
"nah itu dia masalahnya bro..
lu tau sendiri kan Nisa gimana.. dia masih ngerasa trauma dengan masa lalunya, dan itulah alasan kenapa terkadang dia bersikap dingin dan ketus kalo gua bahas soal hubungan.."
"nah itu tugasmu lah untuk yakinin dia bosss... masak iya aku harus turun tangan juga.. yang ada nanti dia malah naksir samaku pulak kan bahayaa..."
ledek Denis.
"tapi kalo emang kau bener2 serius sama dia boss, saranku jangan terlalu lama.. tau sendiri lah setan ini kan, paling senang menggoda.. nanti jadi khilaf pulak..." sambungnya dengan gaya khas meledeknya.
"anjir.. lu kira gua senista itu.."
balas Reyhan sambil menonjok lengan sahabatnya itu.
"tapi aku serius boss, Bobby gak bisa kita pandang remeh temeh.. kalo sampe dia bebas dan kau belum sah jadi suaminya Nisa, kita gak tau hal nekat apalagi yang sanggup diperbuat manusia jadi2an itu.."
mimik wajah Denis mendadak dingin dan suram.
__ADS_1
"ya itu dia yang paling gua takutin bro..
tapi,, gimana caranya yakinin Nisa..?
gua udah berkali kali tegasin ke dia kalo gua memang berniat untuk nikahin dia, tapi semakin gua coba di justru semakin bersikap dingin sama gua..."
"berarti usahamu kurang maksimal kisanak...
hemmm... sepertinya aku perlu memanggil guru yang ahli untuk hal ini.. patkay misalnya..."
ujar Denis sambil memainkan alisnya.
"lu kate gua siluman babi gitu.."
Reyhan langsung mendorong Denis yang justru tertawa terpingkal.
begitulah mereka menghabiskan waktu, dengan saling meledek dan menjahili satu sama lain.
tapi, bukan sahabat namanya jika kita tidak bisa berbuat semaunya kita, atau menjadi siapa kita didepannya.
karena sahabat adalah,
orang2 yang akan selalu ada bersama kita dalam keadaan apapun.
meski dalam keadaan sedih, senang, bahkan dalam keadaan terkonyol kita sekalipun..
sahabat adalah orang yang juga akan ikut mentertawakan kekonyolan kita, dan ikut melakukan hal konyol bersama kita karna dia gak mau kita kelihatan konyol sendiri.
tapi,,
sahabat adalah salah satu orang yang akan berada digaris terdepan untuk menghibur dan menenangkan saat kita sedih, mengulurkan tangan saat kita jatuh,
yang akan ngomelin kita saat kita melakukan hal bodoh...
cut..cut.. cut...
apaan nih authornya kokk jadi drama sendiri..!!!
maapin author pemirsahhh...
ceritanya,, episode ini mengingatkanku pada sahabat2 terdekatku..
dan sebagai informasi,,
karakter Denis dalam novel ini adalah yang paling spesial..
why...???
kerna dalam karakter Denis, aku berusaha menggabungkan beberapa karakter yang berbeda dan merupakan karakter dari sahabatku sendiri dikehidupan nyata..
jadi harap dimaklumin yee kalo terkadang Denis bertingkah sengak, terkadang bertingkah kalem, dan terkadang bisa bertingkah manly...😂😂😂
okelah gengsss,,
dukung terus "Ana Uhibbuka Fillah" nya dengan klik like dan favorit,,
biar kalian bisa dapetin notif waktu aku up..
dan betewe,,,
sampe sekarang aku masih berusaha mencari visual yang tepat untuk Denis, Lisa dan Clara..
yang punya saran dan kritik boleh coret2 dikolom komentar yaak...😊😊
gomawoooo....
__ADS_1
t.t.d
Author terGaJes dan terHalu yang pernah ada