Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
25. Karena Aku Suamimu...


__ADS_3

tepat pukul lima pagi, seperti biasa Annisa bangun untuk membersihkan diri dan melaksanakan shalat subuh.


namun saat dia akan melangkah dari tempat tidur, tanpa sengaja kakinya tersandung sesuatu yang keras.


Annisa terjatuh tepat diatas tubuh Reyhan yang sudah sah menjadi suaminya.


Annisa yang terkejut melihat Reyhan tertidur pulas beralaskan karpet tepat disamping tempat tidurnya langsung histeris.


"astaghfirullah.. Rey.. kamu ngapain..?"


Annisa buru-buru bangkit dan teriakan Annisa membangunkan Reyhan yang tadinya tengah terlelap.


Reyhan yang masih setengah sadar hanya melirik sekilas, kemudian duduk masih ditempat yang sama dengan tampang bloon.


"Rey.. kamu ngapain dikamar aku..??"


Annisa masih histeris, dan seolah mengalami amnesia disasosiatif.


Reyhan menatap Annisa bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"sayang, kamu kenapa teriak begitu..?


dosa loh meninggikan suara didepan suami.."


ledek Reyhan.


"hahh..??"


Annisa membulatkan mata.


"astaghfirullah... maaf Rey.. aku lupa.."


Annisa tampak memasang wajah memelas.


Reyhan menarik tangan Annisa dan mendudukkannya diatas kasur, kemudian perlahan mengecup keningnya.


"biar kamu gak lupa.."


ucap Reyhan sambil terkekeh.


wajah Annisa langsung memerah.


"kamu mandi gih.. habis itu shalat subuh.biar aku mandi dikamar mandi belakang.."


kemudian Reyhan bangkit mengambil handuknya dan keluar dari kamar.


sementara Annisa yang wajahnya masih memerah, butuh waktu beberapa saat untuk kembali ke alam sadarnya.


Annisa berdiri dan menyiapkan pakaian koko untuk suaminya, kemudian buru-buru mandi dan melaksanakan shalat subuh sementara Reyhan melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid yang berada tepat didepan rumah Annisa.


usai shalat subuh Annisa mulai berjibaku didapur menyiapkan sarapan untuknya dan suaminya.


mereka hanya tinggal berdua, karena mama dan papa Reyhan juga Reyna sudah kembali kerumah mereka sendiri malam setelah ijab kabul.


meski status mereka sudah sah sebagai suami-istri, namun tinggal hanya berdua saja dengan Reyhan tentunya membuat Annisa merasa canggung.


terlebih karena sejak ayahnya meninggal, tak pernah ada pria lain yang tinggal satu atap dengannya dan ibunya.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


"assalamualaikum..."


Reyhan kembali dari masjid tepat setelah Annisa selesai membuat sarapan dan meletakkannya diatas meja makan.


"waalaikumsalam.."


Annisa mengecup tangan Reyhan dan mempersilahkannya duduk.


"sarapan dulu Rey.."


kemudian Annisa menyiapkan piring dan menyendok nasi goreng untuk Reyhan.


"kamu gak sarapan Cha..?"


tanya Reyhan karena melihat Annisa yang hanya duduk sambil menyeruput secangkir teh hangat.


Annisa menggeleng.


"aku lagi gak nafsu Rey, gak tau nih dari kemaren perut aku rasanya mual.."


Reyhan tersenyum.


"Cha.. jangan-jangan diperut kamu ada Reyhan junior.."


ucapnya meledek.


"Ih Rey.. apaan sih kamu nih.. kita kan gak ngelakuin apa-apa.. baru juga nikah sehari.."

__ADS_1


Rutuk Annisa sambil memukul bahu Reyhan dan wajahnya sudah semerah tomat.


Reyhan tertawa geli, kemudian mengelus pipi Annisa dengan lembut.


"Cha.. aku suami kamu, dan aku bertanggung jawab atas diri kamu.. kalo sampe nanti kamu sakit karena aku gak memastikan kamu makan dengan teratur, gimana aku bisa mempertanggung jawabkan kamu dihadapan Allah..?"


deg....


Annisa tertunduk, dan pipinya semakin merah.


gadis itu sampai kehabisan kata.


kecuali ibunya dan Lisa sahabatnya, belum pernah ada orang yang memperlakukannya sebaik ini.


Reyhan menyendok nasi goreng dari piringnya, kemudian menyuapi Annisa.


"Rey.. boleh aku ngomong sesuatu..?


tanya Annisa yang tampaknya ragu-ragu.


"soal..?"


"ehm.. aku.. aku rasa, itu..ehh.. mak-maksudnya soal.. soal.."


Annisa terbata-bata dan tak berani mengucapkan apa yang ingin dia katakan, karena dia takut itu akan melukai hati suaminya.


Reyhan tersenyum dengan tulus, kemudian mengelus kepala Annisa.


"kamu gak perlu ngerasa sungkan.. katakan apapun yang mau kamu katakan.."


tiba-tiba Annisa terisak. diraihnya tangan suaminya, kemudian digenggamnya dengan erat.


"Rey.. aku minta maaf.. aku.. belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu.. aku.. aku belum bisa melaksanakan kewajibanku sebagai istri sepenuhnya.."


Reyhan yang mengerti maksud perkataan Annisa kembali tersenyum.


"Annisa Ramadhani.. saat aku mengucapkan ijab kabul didepan penghulu dan disaksikan keluarga besar kita, disaat yang sama aku sudah merasa sangat yakin dengan keputusanku, dan aku siap menerima segala konsekuensi dan situasi apapun yang mungkin akan terjadi kedepannya.. aku sadar, sampai saat ini kamu belum sepenuhnya menerimaku sebagai suami kamu.. dan selagi kamu belum bersedia, aku gak keberatan dengan itu.. karena aku menikahi kamu bukan karena nafsu.. tapi karena aku ingin dan aku siap untuk bertanggung jawab atas diri kamu sepenuhnya.."


Reyhan menyeka airmata di pipi Annisa dengan tangannya.


"tolong jangan nangis, apalagi karena perasaan bersalah kamu yang tanpa alasan.. yang ada ntar nasi gorengnya jadi nasi kuah.."


ledek Reyhan sambil kembali menyuapi Annisa.


dan Annisa yang tadinya sempat terbawa perasaan tersenyum geli mendengar candaan Reyhan.


"jangankan satu.. semua yang kamu minta, selagi itu bisa membuat kamu bahagia dan masih dalam batas kewajaran aku bakal berusaha memenuhinya.."


ujar Reyhan sambil menyunggingkan senyum mautnya.


"ih,, udah mulai nge gombal yaa kamu..."


"kalo gombalin orang lain itu amit-amit.. tapi kalo gombal sama istri sendiri kan so sweet.. lagian gombalin istri itu pahala looh.."


ujar Reyhan dengan senyum sok polosnya.


"aku serius Rey... boleh gak nih..?"


"yaudah.. kamu mau minta apa..? asal jangan minta aku petik bintang dilangit yaa.. kalo yang itu, aku angkat tangan.."


ledek Reyhan sambil mengangkat kedua tangannya.


"Reyyy......"


Annisa mulai menggerutu kesal, sedangkan Reyhan hanya tertawa.


"yaudah, kali ini serius deh.. emang kamu mau minta apa..? bulan madu..? rumah baru..? mobil baru..? oke.."


Annisa menggeleng.


"aku minta, tolong rahasiain pernikahan kita ya.. terutama dikampus.. setidaknya sampe kita lulus.."


Reyhan terpaku, dan wajahnya mulai terlihat canggung.


"tapi kenapa..? kita menikah secara sah dimata agama dan hukum, kita gak berzina, dan kita menikah dengan restu keluarga besar.. bukan menikah siri atau kawin lari.. kenapa harus dirahasiakan..?"


tanya Reyhan.


Annisa menunduk.


"aku takut Rey..."


jawabnya lirih.


"takut..? tapi apa yang kamu takutkan..?"


Annisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


"kamu ingat gak, waktu Dwi tanpa sengaja ngungkapin perasaannya ke kamu waktu itu.. sejak itu Dwi jadi bulan-bulanan banyak orang, bukan hanya Clara..


kalo orang-orang tau aku istri kamu, Pasti aku bakal kena bully habis-habisan kayak Dwi Rey..


Bahkan Dwi sempat diteror karena itu.."


"Cha.. aku suami kamu, dan aku gak mungkin biarin hal seperti itu terjadi ke kamu..


dan aku yakin gak bakal ada yang berani ngebully, apalagi sampe neror kamu.. setidaknya kalo pelakunya masih perduli dengan dirinya dan masa depannya."


Annisa menggeleng.


"Rey.. tolong kamu pahami situasinya gak segampang itu.."


cukup lama Reyhan terdiam, kemudian akhirnya..


"yaudah, aku bakal rahasiain soal ini. cukup sahabat-sahabat kita yang tau. tapi ada syaratnya.."


"apa syaratnya..?"


"sini ponsel kamu.."


Annisa yang merasa bingung kemudian menyerahkan ponselnya.


Reyhan meraihnya, kemudian tampak dia sibuk dengan jari-jarinya diponsel tersebut. kemudian...


"jangan ganti wallpaper kamu, jangan ganti kontakku di ponsel kamu, dan aku mau mulai sekarang kamu panggil aku 'MAS REYHAN' kapanpun dan dimanapun.."


ujar Reyhan sambil tersenyum penuh kemenangan.


"tapi Rey..."


Annisa tampak bingung dengan persyaratan yang diajukan oleh Reyhan.


"Mas Reyhan, sayang..."


"Tapi kalo orang-orang dikampus nanya aku harus jawab apa..?"


"ya kamu bilang aja kalo mas ini pacar kamu, tunangan kamu, atau kamu bilang suami juga boleh.."


lagi-lagi Reyhan tersenyum sok polos.


"itu mah sama aja Rey..."


Rutuk Annisa


lagi-lagi Reyhan mengecup kening Annisa secara tiba-tiba dan membuat gadis itu terpaku.


"Mas Reyhan sayang.. ingat, mas ini suami kamu looh.."


"i-iya Ma-mas Reyhan.."


jawab Annisa dengan wajah yang masih memerah.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Assalamualaikum temen-temen khususnya para jomblo fi sabilillah...🤗🤗🤗


gimana kabar jantungnya setelah baca episode kali ini..?


masih sehat..?


atau jangan-jangan kalian baca sambil cekikikan sendiri..?


eeh atau barangkali ada yang baper, terus ngebayangin punya sosok suami kayak Reyhan atau istri kayak Annisa..??


sabar temansss...


jodoh kita sedang on the way..


dan yang pasti,,


kita akan dapatkan jodoh yang sesuai dengan cerminan diri kita..


kalo gak sekarang, pasti nanti..


kalo gak didunia, pasti di akhirat..😊😊


jadi kalo kalian ngarepnya cuma sebatas "seperti Reyhan" atau "seperti Annisa"


itu masih terlalu standart temansss...


kalo Author mah maunya yang lebih dari itu..😂😂😂


(Authornya gak sadar diri).


jangan lupa dukung terus "Ana Uhibbuka Fillah" yaa temanss...

__ADS_1


gomawooo...😊😊😊


__ADS_2