Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
01. Ana Uhibbuka Fillah (S2)


__ADS_3

Sudah satu minggu sejak pernikahan Dennis dan Kirana.


Mereka juga sudah membiasakan diri satu sama lain.


Bahkan Kirana tidak pernah menduga sebelumnya, jika suaminya punya sikap jahil yang sangat absurd.


Seperti yang terjadi pagi ini.


Kirana baru saja menaruh pakaian gantinya di kamar mandi, dia bermaksud untuk mandi setelah berolah raga.


"Nana.. Nana.."


Tiba-tiba Dennis memanggilnya.


"Kenapa mas?"


Tanya Kirana sambil menyembulkan kepalanya dari kamar mandi.


"Boleh tolong bikinin mas kopi?"


Kirana keluar dari kamar mandi.


"Yaudah, sebentar ya aku buatin dulu."


Kemudian Kirana pergi menuju dapur.


Saat Kirana sudah tak terlihat, dengan jahilnya Dennis justru mengambil pakaian ganti yang sudah diletakkan Kirana di kamar mandi dan menyimpannya kembali ke lemari.


"Nih kopinya mas."


Kirana meletakkan secangkir kopi di atas meja, kemudian kembali ke kamar mandi tanpa mengetahui apa yang sudah terjadi.


Tak lama kemudian...


"Mas.. tolong ambilin handuk dan baju ganti aku dong.."


Kirana berteriak dari kamar mandi.


Dan tentu saja Dennis sudah menduganya.


"Hah? Kamu ngajak mandi bareng?"


Dennis berpura-pura tidak mendengar.


"Mas.. Jangan bercanda dong.. Tolong ambilin handuk.."


Kirana memohon.


"Emm.. Boleh aja sih, tapi dengan satu syarat."


"Ya ampun mas, cuma ngambilin handuk aja pake syarat segala?"


"Yaudah kalo gak mau.. Mas pergi ya.."


"Ya Allah..Punya suami kok gini banget ya jahilnya.."


gerutu Kirana.


"Mas..."


Dennis berpura-pura tidak mendengar sambil tersenyum sumringah.


Merasa Dennis benar-benar pergi, akhirnya Kirana memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dengan menggunakan hodie yang tadi dia pakai.


Saat Kirana membuka pintu, ternyata Dennis berdiri disana dengan senyum nakalnya mengejutkan Kirana.


"Mas ya Allah.. kirain tadi beneran pergi."


Dennis tersenyum sambil menyodorkan handuk dan baju ganti pada Kirana.


"Makasih sayang,"


Ucap Kirana yang langsung menghilang dibalik pintu.

__ADS_1


"Kayaknya ada yang mulai berani godain mas ya."


Ledek Dennis sambil tertawa.


"Godain suami sendiri itu pahala loh."


Jawab Kirana yang sudah selesai berganti baju dan baru saja keluar dari kamar mandi.


"Jadi, kalo ngelayani suami pahala juga gak?"


Tanya Dennis sambil berjalan mendekati Kirana.


Kirana mendelik melihat tingkah Dennis.


Peelahan dia mulai mendekat, selangkah demi selangkah, dan kini wajah mereka hanya berjarak kurang dari lima senti.


jantung Kirana semakin berdebar.


Meski ini bukan yang pertama kali mengingat mereka sudah satu minggu menjadi pasangan halal.


"Buatin sarapan dong, mas lapar."


Bisik Dennis tiba-tiba.


Kirana terperangah, karena awalnya dia mengira Dennis akan melakukan hal lain.


Ya Allah.. aku mikir apaan coba.


Batin Kirana.


Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.


Saat Kirana akan pergi, tiba-tiba saja Dennis memeluk tubuhnya daei belakang.


"I Love U My Zaujati."


Bisiknya.


"Sayang, mas mau sarapan sekarang. Bukan besok."


Kirana tersadar, kemudian buru-buru pergi ke dapur.


"Na, kenapa wajah kamu memerah begitu? Kamu sakit?"


Tanya ibu yang sudah lebih dulu ada didapur.


"Aduh..duh..duh sakit penyakit cinta... tiada obatnya hanya si dia.."


Tiba-tiba Anjar menyambar sambil menyanyikan lagu Penyakit Cinta milik Ridho Rhoma.


Sontak saja hal itu membuat ibu tertawa, sedangkan Kirana semakin tersipu.


"Apaan sih dek, gak lucu tau.. Bila mana?"


Kirana mengalihkan pembicaraan.


"Ada dikamar, lagi siap-siap."


jawab Anjar sambil menenggak segelas air putih.


Akhirnya Kirana dan keluarganya sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati sarapan pagi itu.


Kali ini Kirana sengaja memilih menu makanan yang mudah dibuat, karena Dennis harus segera berangkat ke kantor. Begitu juga dengan Bila yang harus berangkat ke sekolah dan Anjar yang harus ke kampus.


Setelah ketiga orang itu pergi, barulah Ibu dan Kirana leluasa membereskan apartemen.


Untunglah apartemen itu tidak terlalu besar, dan Kirana memang sengaja tidak meminta Dennis menyewa jasa ART.


"Na, apa kamu bahagia dengan Dennis?"


Tanya ibu tiba-tiba.


Kirana tersenyum sambil mengangguk.

__ADS_1


"Alhamdulillah bu, mas Dennis suami yang sangat pengertian dan bertanggung jawab. Dan ibu tahu, tingkah konyolnya itu masya Allah bu.. Nana benar-benar terkejut mas Dennis punya jiwa iseng separah itu."


Jawab Kirana sambil tertawa mengingat semua kejahilan dan kekonyolan yang dilakukan Zaki sejak mereka menikah.


"Alhamdulillah, syukurlah. Ibu tenang mendengarnya. Memang selama ini yang ibu lihat, Dennis adalah suami dan laki-laki yang sangat bertanggung jawab. Dia tidak hanya peduli pada kamu, tapi dia juga peduli pada ibu dan adik-adikmu."


"Iya bu. Nana juga merasa beruntung sekali punya suami seperti mas Dennis. ditambah lagi ayah mertua Nana yang juga sangat peduli pada kita."


jawab Kirana sambil tersenyum.


"Semoga rumah tangga kalian sakinah, mawaddah, warohmah dan langgeng sehidup sesurga ya nak. Segera dikaruniai keturunan yang soleh dan soleha.


"Aamiin.. Insyaa Allah bu."


Jawab Kirana sambil tersenyum tulus.


-------------------------


Assalamualaikum temen-temen..


Author Tara disini..


Kelen sehat kan?


Sehat lah, jangan sakit-sakit.


Betewe, hari ini aku sengaja kasih surprise untuk temen2 yang sampe sekarang masih mendukung semua karya-karyaku..


Gimana,, udah greget belom kira-kira..?


Selow gengss, ini masih awal kok..


masih banyak kebaperan-kebaperan haqiqi selanjutnya.


So, tetap pantengin novel ini dan tunggu update selanjutnya yaa..


Sekalian mau promo nih gengss..


aku juga sedang fokus dengan karyaku yang lain judulnya My Ustadz, I Love You.


Insyaa Allah, banyak adegan bapernya juga..


dan ceritanya lebih ngalir, lebih selow dan lebih berasa real.


Jadi, kelen harus, wajib, kudu, dan mesti dukung karya-karyaku ya.


jangan lupa like, favorite, komen, dan vote yang banyak.


Awas ya kalo gak vote, nanti merajuk aku..


😂😂😂😂


Oke,


segitu dulu untuk episode kali ini gengss..


semoga bisa sedikit mengobati kerinduan kalian pada Mas Dennis yang kini sudah jadi milik orang..


Hikksss..


sedih aku tuh ya, kenapa mas Dennis pilih dia bukan pilih aku..


😂😂😂😂😂


#AuthorIkutanHalu


tengkyu banget untuk kalian yang udah like, favorite, komen dan vote, sampai jumpa di episode selanjutnya..


Arigatou..


wassalam...


@tara_ramadhanie

__ADS_1


__ADS_2