Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
106. I Love You


__ADS_3

Siang itu Annisa sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya.


Reyhan juga meminta pihak rumah sakit untuk merekomendasikan perawat terbaik yang akan menemani Annisa dirumah.


"Mas.. Kenapa harus sampai berlebihan.. Dokter bilang kan kondisi Nisa udah baik-baik aja.."


protes Annisa.


"Kondisi kamu memang baik-baik aja sayang, tapi mas gak mau mengambil resiko lagi.. Ini juga demi anak kita.."


Jawab Reyhan.


"Annisa.. syukurlah kamu udah boleh pulang.. Dan aku turut bahagia, melihat kalian sudah berbaikan.."


Cinta yang baru saja tiba memeluk Annisa.


"Makasih banyak ya Cinta.. Ini semua juga berkat kamu.. aku banyak belajar dari kamu. Dan sekarang, aku mulai mengerti ilmu ikhlas yang kamu maksud.."


Jawab Annisa sambil tersenyum


"Baguslah, semuanya berakhir dengan baik. Aku juga turut bahagia untukmu broo.."


Ucap Raffa sambil memukul lengan Reyhan.


"Thanks broo.. selama ini sudah membantuku menjaga Annisa.."


Balas Reyhan.


"Mbak Nisa... Ya Allah mbak, aku senang banget mbak udah baikan.."


Kirana juga baru saja tiba.


"Kirana.. gimana kabar ibu kamu..?"


tanya Annisa.


"Alhamdulillah mbak, operasinya berjalan lancar dan ibu sudah kembali pulih. Bahkan sekarang keluargaku juga tinggal di negara ini. Mas Dennis yang membantu semua keperluan keluargaku selama tinggal disini.."


jawab Kirana dengan wajah berbinar.


"Syukurlah kalo gitu.. Tapi, dimana Dennis..?


Kamu kesini sama siapa..?"


Tanya Annisa.


"Aku dianterin sama supir pribadi mas Dennis mbak.. sudah beberapa hari ini mas Dennis tampaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya, bahkan ponselnya pun sulit dihubungi.


Tapi dia titip salam, dia bilang dia sangat senang mbak Annisa dan mas Reyhan akur lagi.."


Annisa menarik napas panjang.


"Mas.. boleh aku menemui Dennis..?"


Tanya Annisa sambil melirik Reyhan


"Tentu aja sayang, bukannya kamu emang sering ketemu Dennis..?


Nanti mas akan minta dia kerumah.."


jawab Reyhan.


Selama diperjalanan pulang, tak hentinya Annisa mengucap syukur didalam hati.


Sssekali ditatapnya wajah suaminya yang sedang fokus menyetir.

__ADS_1


Raut wajah itu kini kembali cerah. Inilah suaminya, sosok yang selalu dia rindukan.


"Kenapa kamu ngeliatin mas begitu..? Naksir ya..?"


Ledek Reyhan.


Annisa yang kepergok sedang mempeehatikan suaminya langsung menunduk. Wajahnya bersemu merah.


Reyhan tertawa geli melihat tingkah istrinya.


Bahkan sebelumnya dia tidak menduga Annisa masih tetap di sisinya.


Dia sudah mempersiapkan diri dan hatinya untuk kemungkinan terburuk, Dia telah berusaha sekeras yang dia bisa dan pada akhirnya dia hanya berharap pada kehendak dari Allah saja.


Dan Allah telah menjawab semua doanya.


Ya, Allah yang maha berkehendak atas segala sesuatu.


Jika Allah berkehendak, maka semua akan terjadi sesuai dengan kehendakNya.


Allah juga yang berkuasa membolak balikkan hati manusia.


Dan Reyhan sangat yakin dengan kuasa Allah.


Saat ini istrinya berada disampingnya, sedang tersipu malu karena ucapannya.


"Sayang.. Mas benar-benar bersyukur, karena Allah telah mempertemukan kita. Kita berjodoh atas kehendak Allah, dan mas berharap hanya kehendakNya lah yang berlaku atas diri kita."


"Mas.. Nisa juga sangat bersyukur.. Karena Allah pertemukan Nisa dengan sosok suami seperti mas..


Nisa merasa sangat berdosa, karena selama ini Nisa udah jadi istri yang durhaka.."


"Sayang, kamu adalah istri terbaik.. dan kamu satu-satunya, sampai mas menutup mata.."


*Alhamdulillah.. terimakasih ya Allah.. Engkau telah memberikan hamba pasangan hidup sebaik dia.. Ya Allah.. berkahilah pernikahan kami, jadikanlah kami pasangan sehidup sesurga.. Jauhkanlah rumah tangga kami dari hal-hal buruk yang dapat merusak keutuhan rumah tangga kamu ya Rabb.. Ampunilah hamba yang selama ini telah mendurhakai suami hamba.. tapi mulai sekarang, hamba akan berusaha menjadi istri yang baik untuk suami hamba


batin Annisa.


"Mas..."


"Hmm..."


Reyhan melirik Annisa.


"I Love You.."


Ucap Annisa sambil tersenyum.


"Love You too Dear.."


jawab Reyhan sambil menyunggingkan senyum.


hari itu seakan Allah telah membuka pintu keberkahan untuk pasangan yang saling mencintai satu sama lain.


Alam pun tampak cerah ceria, menyambut hari baru untuk mereka.


Akhirnya mereka tiba di kediaman o-bachan.


Papa, mama dan O-bachan sudah menunggu kedatangan mereka.


"Nisa... mama kangen sekali nak.. gimana liburannya..?"


tanya bu Nirmala.


"Liburan..?"

__ADS_1


Annisa tampak bingung dan salah tingkah.


"Libueannya menyenangkan ma.. iyakan sayang.."


Reyhan mengerling pada Annisa.


"Rey.. kamu tuh gimana sih.. kamu kan tahu kandungan Annisa lemah, dia gak boleh terlalu capek.."


Omel Bu Nirmala.


"Nisa gak capek kok ma.. lagipula, Nisa yang maksa mas Rey untuk liburan.."


jawab Annisa berbohong.


*Maafin Nisa ma, Nisa gak mau membuat mama cemas kalau tahu kejadian yang sebenarnya.


batin Annisa.


"Yaudah, yuk kita langsung masuk. Kamu pasti capek dari perjalanan. Kamu langsung istirahat ya, nanti mama akan minta bi Ijah untuk masakin kamu sesuatu.."


"Iya ma.. Yaudah, Nisa keatas dulu ya.."


Kemudian Annisa dan Reyhan pergi ke kamar mereka untuk beristirahat.


"Mas.. siapa yang punya ide soal liburan?"


fanya Annisa manyun.


"Sayang.. kamu tahu sendiri kan mama gimana, kalau sampai mama tahu kondisi kamu yang sebenarnya, mama pasti akan sangat cemas. apalagi ini adalah cucu pertama mama yang memang udah lama mama tunggu."


jawab Reyhan.


"Iya.. Nisa ngerti kok mas.."


Reyhan meletakkan dua buah koper yang tadi dibawanya di pojok ruangan.


"Biar Nisa beresin mas.."


Ujar Annisa sambil meraih koper yang tadi dipegang suaminya.


"Biarin aja, nanti mas minta tolong bi ijah beresin.. Kamu tuh harus banyak istirahat.."


jawab Reyhan.


Tanpa diduga tiba-tiba Annisa memeluk punggung Reyhan.


"Kenapa..?"


Tanya Reyhan yang terkejut melihat tingkah istrinya.


"Gak ada apa-apa.. pengen peluk aja.."


jawab Annisa dengan nada manja.


Reyhan membalikkan tubuhnya, kemudian menarik Annisa kedalam pelukannya.


Seolah mereka sudah berpisah sangat lama, Reyhan bahkan enggan melepaskan pelukannya.


"Mas.. tetaplah seperti ini.. sampai suatu hari nanti Nisa gak lagi bisa memeluk mas, tetaplah menjadi satu-satunya imam untuk Nisa.. dan Nisa ingin jadi satu satunya istri mas, sampai kita bertwmu di surga nanti.."


Reyhan tersenyum mendengar ucapan Annisa, kemudian dikecupnya kening istrinya dengan lembut.


"Annisa Ramadhani.. jadilah satu-satunya istri mas, dan ibu dari anak-anak kita nanti.. Tetaplah di sisi mas sampai kita tua. Mas ingin melakukan banyak hal bersama kamu.."


balas Reyhan dengan ucapan lembut.

__ADS_1


__ADS_2