Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
97. Karena Aku Peduli


__ADS_3

Kedua preman yang ditembak oleh Dennis sedang ditangani oleh tim medis dari kepolisian.


Dennis membantu Kirana dan ibunya membuat laporan kasus perusakan yang mereka lakukan, dan setelah sadar mereka akan segera diinterogasi oleh tim penyidik.


"Kirana, aku minta maaf sebelumnya. tapi kalau aku boleh tau, apa keluargamu pernah punya masalah dengan seseorang sebelumnya? atau mungkin seseorang yang pernah mengusik keluargamu?"


Tanya Dennis saat mereka sedang diperjalanan menuju kantor polisi.


Kirana menggeleng dengan mantap.


"Sama sekali gak pernah mas.. dan ini pertama kalinya terjadi.."


jawab Kirana.


"Apa kamu gak ada gambaran, siapa kira-kira pelakunya..?"


Kirana kembali menggeleng.


"gimana dengan teman kamu yang membawa kamu ke Jepang..?


Bukannya waktu itu kamu melarikan diri dari mereka?"


Dennis menatap wajah Kirana yang tampak mulai gusar.


Dia menundukkan wajah, kemudian memainkan jari-jarinya persis seperti Annisa ketika sedang gelisah.


"Apa kamu tidak menaruh curiga pada orang itu..?"


tanya Dennis.


"Mas Dennis tahu darimana soal itu?"


tanya Kirana sambil menatap Dennis dengan tatapan penuh tanya.


"Annisa sudah menceritakan semuanya padaku, tentang kejadian yang menimpamu di Kobe."


jawab Dennis


"Jadi, apa kamu tidak mencurigai temanmu itu..?"


tanya Dennis lagi.


"Aku gak tahu mas. aku bingung."


jawab Kirana sambil menunduk menggelengkan kepala.


*Aku harus mencari tahu siapa dalang dibalik kasus ini. jika benar pelakunya adalah orang itu, akan sangat berbahaya bagi Kirana dan keluarganya


Batin Dennis.


"Mas.. Tolong jangan merepotkan diri terlalu jauh. Aku sudah banyak merepotkan tuan Reyhan dan keluarganya, sekarang aku juga merepotkan mas Dennis."

__ADS_1


Ujar Kirana sambil masih menunduk memainkan jari-jarinya.


"Kita sudah sampai.."


Dennis menunjuk kantor polisi yang berada tak jauh dari tempat mereka.


Kirana dan Dennis membuat laporan dan diinterogasi oleh beberapa orang tim penyidik dari Kepolisian.


Kirana diinterogasi sebagai pihak pelapor, sedangkan Dennis diinterogasi sebagai saksi karena saat kejadian tersebut Dennis berada disana.


"terimakasih atas keterangannya pak, kami akan berusaha menyelidiki kasus ini dan segera menangkap pelakunya."


Ujar salah seorang tim penyidik setelah Kirana dan Dennis selesai memberikan kesaksian.


"tolong segera di proses pak, saya yakin mereka adalah orang-orang suruhan yang sengaja dibayar oleh pelaku sebenarnya."


jawab Dennis.


"ada kemungkinan seperti itu pak, mengingat keterangan dari pelapor bahwa pelapor tidak mengenal preman-preman yang merusak warung milik ibunya. Tapi kami akan mendalami kasus ini dan mencoba mengorek informasi dari dua orang pelaku yang tertangkap."


"Baik pak, tolong bapak kabari saya jika ada perkembangan kasus ini."


Ujar Dennis sambil menyerahkan kartu nama milik pribadinya kepada tim penyidik.


☆☆☆☆☆


"Mas.. aku takut.."


"Apa yang kamu takutkan..?"


tanya Dennis sambil sesekali menatap Kirana.


"Aku takut preman-preman itu kembali dan membahayakan ibu juga adik-adikku.. saat ini baru dua orsng pelaku yang tertangkap, sementara yang lain berhasil kabur. Bagaimana jika saat kita berada diluar seperti ini mereka kembali dan mencelakai keluargaku..?"


Kirana tampak frustasi. tubuhnya bergetar hebat. kecemasan yang luar biasa jelas terpancar dari raut wajahnya.


"Kirana, tenanglah. Insyaa Allah keluarga kamu aman. Aku sudah meminta beberapa orang temanku untuk berjaga disekitar rumahmu.


Dan, aku tahu sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengatakan ini. tapi aku rasa sudah saatnya kalian tinggalkan rumah itu."


Kirana tampak berpikir keras.


"Apa yang kamu pikirkan..?"


tanya Dennis menyadarkan Kirana yang sedang termenung.


"Aku bingung mas.. Kalau kami tinggalkan rumah itu, kemana aku harus membawa keluargaku?


Sedangkan rumah itu adalah satu-satunya peninggalan almarhum ayah."


Kirana menundukkan kepalanya sambil memainkan jari.

__ADS_1


"Bukankah sudah kukatakan, aku akan membawa keluargamu ke Kobe dan aku yang akan mengurus semuanya. Keluargamu bisa tinggal di salah satu apartemen milikku. dengan begitu kalian tidak perlu terpisah terlalu jauh, dan bisa bertemu kapan saja."


Ujar Dennis sambil fokus menyetir.


Kirana menatap lekat wajah Dennis yang masih fokus menyetir.


"Mas, boleh aku bertanya sesuatu..?"


tanya Kirana.


Dennis menatap Kirana sekilas, kemudian kembali fokus menyetir.


"Apa yang ingin kamu tanyakan..?"


"Aku minta maaf sebelumnya, aku tidak bermaksud berpikiran buruk. tapi... kenapa mas membantuku sampai sejauh ini..?"


Dennis mengernyitkan kening sambil melirik Kirana, kemudian menghentikan mobilnya.


"Mas.. Kamu tahu kan, bahkan temanku sendiri menipuku. Awalnya aku percaya padanya, aku kira dia benar-benar tulus membantuku dengan menawarkan pekerjaan. tapi ternyata dia justru menyerahkanku pada mucikari."


Dennis menghela napas panjang.


"Lalu apa kamu berpikir aku juga akan melakukan hal yang sama? Kalau memang itu benar, kamu tidak akan berada didalam mobil ini sekarang."


"Maaf mas.. aku tidak bermaksud mencurigai mas. aku hanya ingin tahu, kenapa mas bersedia membantuku sejauh ini? Padahal mas bahkan tidak mengenalku sebelumnya."


"Ya, kamu benar. aku memang belum pernah mengenalmu sebelumnya. aku sendiri tidak menyadari aku bisa terlibat sejauh ini dengan kehidupan kamu. awalnya, aku hanya ingin membantu Annisa. Dialah yang memintaku melakukan ini semua."


"Mbak Annisa..?"


Kirana menatap Dennis dengan tatapan bingung.


"Benar. Awalnya aku hanya melakukan apa yang dia minta. aku bahkan tidak sadar aku sudah berada sejauh ini. selain kepada Reyhan dan Annisa, belum pernah aku terlibat begitu jauh dalam kehidupan seseorang. Tapi.."


Dennis menggantung ucapannya.


"Tapi apa mas..?"


tanya Kirana yang semakin ingin tahu.


"Bukan apa-apa."


Jawab Dennis sambil kembali melajukan mobilnya.


*Ya, benar. aku melakukan ini semua karena Annisa. Bukan karena gadis ini, bahkan bukan karena ibunya. Tapi, apakah itu benar?


Kenapa aku harus bertindak sejauh ini?


Apakah, aku benar-benar peduli pada gadis ini?


batin Dennis

__ADS_1


__ADS_2