Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
03. Ana Uhibbuka Fillah (S2)


__ADS_3

Setengah tahun berlalu, kedua keluarga hidup dengan bahagia.


Reyhan dan Annisa sedang disibukkan dengan putra kembar mereka yang sudah berusia 6 bulan, Rezky dan Reyza Arbiantoro.


Sedangkan Dennis dan Kirana, masih fokus untuk melakukan program kehamilan Kirana.


Pagi itu usai sholat subuh, Kirana merasa perutnya sangat mual.


Setelah melepas mukenahnya Kirana bergegas ke westafel dan memuntahkan isi perutnya.


"Sayang, kamu kenapa?"


Tanya Dennis yang baru saja kembali dari luar kota.


Wajahnya tampak cemas.


"Gapapa."


Jawab Kirana datar.


"Kita ke rumah sakit sekarang ya, mas takut kamu kenapa-napa."


Bujuk Dennis.


"Aku gapapa mas. Paling cuma masuk angin."


Kirana menjawab dengan malas sambil membaringkan tubuhnya di kasur.


Tampaknya Kirana masih kesal dengan Dennis yang pergi ke luar kota tanpa sepengetahuannya.


"Mas panggilin dokter aja ya."


"Gak perlu mas. Aku gapapa."


Jawab Kirana ketus sambil membalik tubuhnya memunggungi Dennis.


Dennis menarik napas dalam.


"Yaudah, kalo gitu mas bikinin teh hangat aja ya. Biar perut kamu enakan."


Tanpa menunggu persetujuan dari Kirana Dennis langsung menuju dapur dan tak lama kemudian kembali dengan secangkir teh hangat.


"Sayang, mas udah bikinin teh hangat untuk kamu. Nih diminum dulu."


Ucap Dennis sambil duduk di tepi ranjang.


"Aku kan gak minta teh mas. Aku maunya coklat panas."


Jawab Kirana masih dengan sedikit ketus.


"Yaudah, tunggu sebentar ya. Mas ganti baju dulu. Setelah itu mas bikinin coklat panasnya."


"Sekarang masku sayang..."


Ucap Kirana sambil menghadapkan wajahnya kepada Dennis.


Dennis kembali menghela napas dalam.


"Yaudah, sebentar ya mas bikinin."


Dennis melepaskan jam tangan, kemudian meletakkan jam rangan beserta ponselnya di atas nakas.


Saat Dennis sudah keluar dari kamar, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Kirana meraih ponsel Dennis dan menjawab panggilannya.


"Ohayōgozaimasu, Denisu-san."


(Selamat pagi, Tuan Dennis)

__ADS_1


Terdengar seorang wanita menyapa dengan bahasa Jepang)


Siapa wanita ini? Pagi-pagi buta udah menghubungi mas Dennis pake sapa-sapa sok lembut segala. Sengaja mau ganggu suami orang gitu?


Gerutu Kirana dalam hati.


"Denisu-san.."


(Tuan Dennis..)


Wanita itu kembali menyapa karena tidak mendapat jawaban.


"Anata wa daredesuka?"


(Siapa kamu?)


Tanya Kirana sinis dengan logat Jepang yang masih berantakan.


"Watashi wa Sakura.


Kono geitaidenwa o Denisu ni watashite kudasai.."


(Saya Sakura. Tolong berikan ponselnya pada Tuan Dennis.)


jawab wanita itu dengan nada datar.


Barusan sok centil banget nyapa-nyapa. Begitu tahu bukan mas Dennis yang jawab teleponnya langsung bicara datar. Siapa sebenarnya wanita ini?


Batin Kirana.


"Gomen'nasai, otto wa koko ni imasen."


(Maaf, suamiku sedang tidak ada.)


Jawab Kirana seolah menegaskan dengan siapa wanita itu berbicara.


"Daijōbu. Go fuben o okake shite mōshiwake arimasen."


Kemudian wanita itu langsung memutus sambungan teleponnya.


"Kamu bicara dengan siapa sayang?"


Tanya Dennis yang baru saja kembali dengan secangkir coklat panas.


"Mas, siapa Sakura?"


Tanya Kirana.


"Oh, dia anak Tuan Ikezawa. Kenapa?"


Ujar Dennis sambil mengernyitkan kening.


"Oh. Terus, ada perlu apa dia menghubungi mas pagi buta begini?"


Tanya Kirana dengan wajah menyelidik.


Dennis mengangkat bahu sebagai jawaban ketidak tahuannya.


"Kenapa kamu gak tanya dia perlu apa?"


Jawab Dennis enteng.


"Gimana mau tanya, dia langsung mematikan panggilannya."


Ujar Kirana dengan nada kesal.


"Yaudah, gak usah dipikirkan.


Nih coklat panasnya."

__ADS_1


Baru saja Dennis akan menyerahkan secangkir coklat panas permintaan Kirana, lagi-lagi dia berlari ke westafel dan kembali muntah.


"Kita kerumah sakit sekarang."


"Tapi mas..."


"Gak ada bantahan."


Ucap Dennis dengan tegas dan langsung menggendong Kirana menuju ke basement mobil.


Akhirnya mereka tiba di Rumah Sakit Kobe.


Karena saat itu belum ada pasien lain Kirana langsung ditangani oleh dokter dan dua orang perawat.


"Denisu-san, omedetōgozaimasu. Anata no tsuma wa ninshin shite imasu. Ninshin kikan wa 2 kagetsudesu."


(Tuan Dennis, Selamat untuk Anda. Istri anda sedang hamil. Usia kehamilannya sudah dua bulan.)


Ucap Dokter sambil tersenyum setelah memeriksa kondisi Kirana.


"Arigatō, isha."


(Terimakasih, Dokter.)


Dennis tampak tak bisa menutupi kebahagiaannya.


"Dokter bilang apa mas?"


Tanya Kirana


"Sayang, Dokter bilang kamu hamil. Dan usia kandungan kamu sudah dua bulan. Kita akan segera jadi orangtua."


Dennis tampak sangat bahagia.


Begitu juga dengan Kirana yang tampaknya masih tak percaya.


"Alhamdulillah.. Ya Allah, aku sangat bahagia mas. Akhirnya, Allah titipkan malaikat kecil didalam rahimku."


Ujar Kirana sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Dennis meletakkan tangannya di perut Kirana.


"Sayang, kamu jangan nakal ya di dalam. Papa dan mama akan menantikan kehadiranmu."


Ucap Dennis seolah berbicara dengan janin yang ada di perut Kirana.


Kabar kehamilan Kirana tentu saja membuat keluarga mereka sangat bahagia dan menyambutnya dengan suka cita. Bahkan ayah mertuanya yang sedang berada di Taiwan langsung memutuskan kembali ke Kobe untuk turut merayakan kebahagiaan keluarganya.


Begitu juga dengan Reyhan dan Annisa, yang juga sangat bahagia mendengar kabar tersebut.


Bahkan Annisa tak segan-segan membagi pengalamannya saat mengandung putra kembarnya.


"Mas, kamu ingin anak laki-laki atau perempuan?"


Tanya Kirana saat mereka sudah tiba dirumah.


Dennis menggenggam kedua tangan Kirana, kemudian menatapnya dengan penuh cinta.


"Bagi mas, laki-laki atau perempuan tidak ada bedanya. Yang penting kita bisa menjaga, merawat dan mendidiknya dengan baik. Mas ingin anak-anak kita menjadi anak yang soleh/soleha."


Jawab Dennis.


"Aamiin.. Insyaa Allah mas."


Ujar Kirana sambil tersenyum.


"Sayang, mas yakin kamu bisa jadi ibu terbaik untuk anak-anak kita nanti."


"Dan kamu bisa jadi ayah terhebat untuk anak-anak kita."

__ADS_1


Hari itu menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi mereka.


Karena tak lama lagi, Dennis junior akan hadir ke dunia.


__ADS_2