
Tepat pukul 11 malam saat Reyhan tiba di Kobe.
"Annisa mungkin sudah tidur.."
Batinnya.
Dia bahkan lupa menghubungi atau sekedar mengirim pesan pada istrinya.
Dia hanya fokus untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi.
Saat Reyhan masuk kekamar, ternyata Annisa tak ada disana.
Dia mencoba mencarinya ke kamar mandi, bahkan ke dapur dia tetap tidak menemukannya.
Reyhn mulai gusar, kemudian dia menemui beberapa satpam dan bodyguard yang berjaga.
Dia bahkan sampai meminta kepala keamanan untuk membuka rekaman CCTV.
Tentu Reyhan sangat khawatir. Karena saat ini istrinyalah yang sedang diincar oleh orang yang selama ini ingin balas dendam terhadapnya.
Dari rekaman CCTV terlihat pukul 9 malam saat Annisa masuk ke kamar o-bachan, dan setelah itu dia belum keluar dari sana.
Reyhan menarik nafas lega.
Dengan langkah gontai Reyhan menuju ke kamar o-bachan.
Dia sangat paham, selama masa kehamilan Annisa tidak suka ditinggal sendiri.
Mungkin karena itulah dia menemui o-bachan.
Setibanya didepan kamar o-bachan, Reyhan merasa ragu untuk mengetuk pintu.
*mungkin mereka sudah tidur
begitu pikirnya.
Saat akan berbalik menuju kamarnya, pintu kamar o-bachan terbuka.
Annisa keluar sambil memeluk boneka teddy bear besar kesayangannya.
"Sayang, Kamu belum tidur..?"
Annisa menatap sekilas, kemudian berlalu tanpa mengatakan apapun.
*Dia pasti marah.. Astagaa... apalagi sekarang..
batin Reyhan.
Perlahan Reyhan mengikuti langkah Annisa menuju kamarnya.
"Sayang.. mas minta maaf.. mas tau mas salah karena gak pamit sama kamu dan gak kasih kabar.."
Reyhan mencoba membujuk Annisa.
Namun Annisa masih diam, perlahan berbaring dikasur dan menarik selimut.
"Sayang.. tolong jangan diam begini.. lebih baik kamu marah, kamu maki mas, kamu luapkan semua kemarahan kamu.. tapi tolong jangan diamkan mas begini.."
Annisa masih diam, bahkan kali ini membalikkan tubuh membelakangi Reyhan.
Reyhan menarik nafas dalam.
"Yaudah, mas gak akan ganggu kamu. Mas akan tidur di kamar lain.."
Kemudian Reyhan keluar dari kamar.
Setelah Reyhan pergi, Annisa mengambil posisi duduk menghadap pintu.
Matanya nanar setelah menangis selama beberapa jam.
"Aku gak marah mas.. tapi aku kecewa.."
Batin Annisa.
Entah sampai berapa lama hingga akhirnya Annisa tertidur.
Keesokan paginya saat Annisa terbangun dia merasa perutnya lapar.
sejak semalam dia tidak berselera makan, bahkan dia tidak makan apapun.
Annisa bangkit, kemudian membersihkan diri dan melaksanakan sholat subuh.
Setelah melaksanakan sholat subuh Annisa berniat untuk mencari makanan didapur.
Dan saat dia membuka pintu kamar,
Dia melihat Rryhan yang sudah terlelap di lantai.
"Mas Rey..?"
__ADS_1
Gumam Annisa.
Sekecewa apapun hati seorang wanita, pasti pada akhirnya tidak akan tega melihat lelakinya dalam keadaan miris seperti Reyhan pagi ini.
Annisa menyentuh wajah suaminya dengan lembut dan membangunkannya.
"Mas, bangun.. udah subuh.."
Reyhan terperanjat kaget, nyaris saja dia mendorong tubuh Annisa.
"Astaghfirullah..."
gumam Reyhan.
Wajahnya tampak pucat dan lelah, nafasnya tersengal.
sepertinya dia mimpi buruk.
"Mas kenapa tidur disini..?
kenapa gak tidur dikamar lain..?"
Tanya Annisa.
Reyhan mulai tersadar, menatap istrinya sesaat kemudian tersenyum.
"Mas sholat subuh dulu ya.."
Ucapnya kemudian berdiri dan masuk kedalam kamar.
Karena mereka sedang berada di Kobe, tak ada mesjid ataupun mushola disana.
Reyhan melaksanakan ibadah sholat subuh dirumah.
Usai sholat subuh Reyhan menyusul Annisa ke dapur.
"Mas mau sarapan..? biar aku buatin.."
Reyhan mengangguk sambil tersenyum.
Annisa mulai berjibaku dengan peralatan dapur dan mulai memasak nasi goreng kesukaan Reyhan.
"Mas, tumben jam segini belum berangkat..?"
tanya Annisa sambil menyerahkan sepiring nasi goreng kehadapan Reyhan.
Reyhan hanya menggeleng.
jawabnya.
"Jangan memaksakan diri kamu mas.. aku gak meminta kamu selalu ada di sisiku selama 24 jam.. tapi setidaknya, kabari aku sesibuk apapun kamu.."
Ucap Annisa.
"Mas minta maaf soal itu.. mas tau mas salah.."
"Nasinya dimakan, keburu dingin.."
jawab Annisa.
Pukul delapan pagi suasana kediaman keluarga o-bachan sudah tampak sibuk. beberapa ART melakukan rutinitasnya mulai dari menyapu, mengepel lantai, membersihkan perabot rumah, bahkan ditaman juga.
lebih dari sebelas ART dan empat orang tukang kebun yang bekerja untuk merawat kediaman keluarga o-bachan.
Sementara itu Annisa masih berdiam diri di kamar sambil memainkan ponselnya, Sedangkan Reyhan sibuk mempersiapkan bahan meeting yang akan dia serahkan kepada Dennis untuk ditangani.
Pukul sebelas siang Reyhan selesai dengan pekerjaannya.
"Sayang.. kamu gak bosan dirumah..?"
Tanya Reyhan.
Dia tahu Annisa pastilah sangat bosan selama tiga hari hanya berdiam dirumah.
Dia bahkan belum membawa Annisa mengelilingi kota kelahirannya itu.
Akhirnya Reyhan memutuskan untuk membawa Annisa keluar rumah.
meski awalnya menolak, akhirnya Annisa luluh juga.
Reyhan membawa Annisa ke beberapa lokasi yang sangat ikonik di Kobe.
Mulai dari Naruto Park, Sorakuen Garden, hingga Kobe Harborland.
Sudaah pukul sebelas malam saat mereka tiba dirumah.
O-bachan yang menyambut mereka merasa senang karena akhirnya mereka berbaikan setelah malam sebelumnya Annisa menangis sesegukan dikamarnya.
"Bagaimana liburan kalian..? menyenangkan..?"
__ADS_1
Tanya o-bachan.
Melihat senyum sumringah terpancar dari wajah keduanya, pastinya orang-orang akan berpikir liburan mereka sangat menyenangkan.
"o-bachan.. terimakasih sudah menjaga Annisa dengan baik selama aku pergi.."
ujar Reyhan sambil menundukkan kepala.
"Apa yang kau pikirkan.. Dia adalah cucuku juga.. cucu perempuanku yang manis.. tentu saja aku akan menjaganya dengan baik.."
jawab o-bachan sambil menjawil pipi Reyhan.
"Sudah larut malam, istrimu pasti sangat lelah. kalian tidurlah.."
titah o-bachan yang langsung dijawab anggukan oleh Reyhan dan Annisa.
"Sayang.. makasih karena kamu udah maafin mas.."
Ucap Reyhan saat mereka sudah berada didalam kamar.
"Kapan aku bilang aku maafin mas..?"
Annisa menatap tajam.
Reyhan menarik nafas dalam
"Yaudah.. sekarang tolong bilang sama Mas, apa yang harus mas lakukan agar kamu maafin mas..?"
tanya Reyhan.
"Mas yakin sanggup melakukan apapun..?"
tanya Annisa dengan tatapan menyelidik.
"Selagi kamu gak minta diambilkan bulan atau dipetikkan bintang, Insyaa Allah mas akan penuhi apapun yang kamu mau.."
jawab Reyhan meyakinkan.
Annisa tergelak mendengar jawaban suaminya.
"Mas serius sayangg..."
"hemm.. gak sulit kokk.. mas cukup jawab pertanyaanku dengan jujur.."
jawab Annisa.
Reyhan menarik nafas dalam.
"Oke.. Kamu tanya, mas jawab.."
"Kenapa mas bawa aku kesini..?"
"Karena ini adalah tempat yang paling aman untuk kamu dan anak kita.."
jawab Reyhan
"Tapi kenapa kamu harus bela-belain pulang balik ke Indonesia..?"
"Itu karena banyak hal yang harus mas tangani.. kamu kan tahu sendiri, mas adalah CEO ReRe Coorporation.."
"Trus, kenapa pagi tadi mas tidur didepan pintu..?
kenapa mas gak tidur didalam atau dikamar lain..?"
"Mas gak ingin mengganggu kamu.. mas tahu kamu masih marah sama mas.. tapi, mas juga gak tega membiarkan kamu tidur sendiri. jadi mas putuskan menunggu kamu didepan pintu.."
Annisa tak bisa berkata-kata.
Jawaban suaminya begitu menohok. Dia jadi merasa durhaka pada suaminya.a
"Mas.. aku minta maaf.. aku yang salah.. aku bersikap terlalu kekanakan.. aku bahkan gak berusaha mengerti situasi kamu sekarang.. Tapi tolong, lain kali jangan tidur dilantai lagi.."
Ujar Annisa sambil menggenggam tangan suaminya.
Reyhan menggeleng.
"Mas melakukan itu karena mas ingin..
karen bagi mas, melindungi kamu adalah prioritas..
Mas gak perduli meskipun mas harus tidur dilantai setiap malam demi menjaga kamu dan anak kita.. kalianlah yang jadi prioritas dalam hidup mas.."
jawab Reyhan.
Annisa terharu hingga tanpa sadar menitikkan airmata.
Tiba-tiba Reyhan menarik tangannya, dan memeluknya erat.
"Tolong jangan marah lagi.. Mas bisa gila kalau kamu diamkan mas.."
__ADS_1
Annisa mengangguk, kemudian menempatkan kepalanya di tempat paling nyaman, di pelukan suaminya.