Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
06. Penjelasan...


__ADS_3

tak terasa waktu hampir menjelang maghrib, Annisa Reyna dan Reyhan baru saja keluar dari salah satu mall dan hendak menuju masjid raya yang letaknya tepat diseberang mall tersebut.


"kak Nisa,, makasih yaa udah nemenin aku hari ini...seneng banget bisa jalan bareng kakak..."


ucap Reyna sambil menyeruput thai tea yang tadi dibelinya di foodcurt.


"iya sama2 Reyna..."


jawab Annisa sambil tersenyum.


usai sholat maghrib, Reyhan dan Reyna mengantar Annisa kerumahnya.


-----------------------------------------------


"Reyna, Reyhan.. makasih ya udah nganterin aku..kalian gak mau masuk dulu..?"


tanya Annisa saat mereka sudah berada didepan rumah Annisa.


"kayaknya kita langsung balik aja deh kak, soalnya kak Rey juga malam ini ada acara kan.. kakak gak tau..?"


"oh iya, pesta ulangtahun Clara ya.."


Reyhan hanya mengangguk tanpa menoleh, mata dan tangannya masih fokus dengan ponselnya.


saat Annisa hendak membuka pintu, tiba-tiba Reyhan menguncinya secara otomatis dan membuat Annisa nyaris terpekik kaget.


"Rey, tolong bukain.." pintanya memelas.


"gak akan sebelum kita bicara."


Rey menjawab dengan ekspresi wajah serius.


sementara Reyna yang ada dibelakang hanya bengong melihat aura wajah dua orang didepannya yang tiba-tiba "horor" menurutnya.


"udahlah Rey.. aku gak mau bahas itu. aku anggap kamu gak pernah ngucapin kata-kata itu. jadi tolong jangan kamu singgung lagi."


Annisa mulai bersikap dingin


"Nis.. tolong jangan salah sangka.. sumpah aku sama sekali gak berniat untuk mengacaukan kamu dan ibu kamu.. oke aku akui memang waktu itu awalnya aku cuma mau gisengin kamu.. tapi bukan untuk mengatakan itu.."


Reyhan berusaha menjelaskan


"kak... maaf, aku gak bermaksud ikut campur..sebenernya kakak sama kak Nisa ada masalah apa siih..?"


Reyna yang sejak tadi hanya diam tiba-tiba membuka suara.


saat Reyhan akan menjelaskan, tiba-tiba Annisa menyelanya.


"gak ada masalah apa-apa kok Reyna.. cuma kesalah pahaman kecil yang sebenarnya gak disengaja karna keisengan kakak badungmu itu.."


jawab Annisa masih dengan raut wajah yang sulit ditebak.


"Nis.. Tolong maafin aku.. aku sama sekali gak berniat.."


"jelas aja kamu gak berniat Rey.. lagipula apa yang kamu lihat dariku..? aku bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.. dan aku sudah sadar diri sejak awal. jadi "tuan muda Reyhan yang terhormat", kamu gak perlu merasa bersalah atas sesuatu yang bahkan hanya kuanggap lelucon.. jadi mulai sekarang, bersikaplah sewajarnya denganku.."


Annisa mulai hilang kesabaran.


deg.....


entah kenapa hati Rey terasa ngilu saat Annisa mengatakan hal tersebut.


"baiklah nona Annisa, terimakasih sudah mengingatkan."


kemudian Annisa keluar dari mobil dan tak lupa mengucapkan salam pada Reyna dan Reyhan.


-----------------------------------------------


"kok tumben pulangnya telat nak..?"


ibu menyambut Annisa didepan pintu


"iya bu, maaf yaa Icha lupa kabarin ibu..tadi nemenin Reyna dulu ke mall.."


"yaudah..kamu udah makan..?"


Annisa mengangguk. setelah mencium pipi ibunya Annisa bergegas kekamarnya.


"astaghfirullah....apa yang terjadi denganku... kenapa aku ngomong kayak gitu tadi.. Rayhan pasti tersinggung karna ucapanku.." Annisa menggumam dengan ekspresi wajah merasa bersalah.


-----------------------------------------------


sementara itu di perjalanan...


"kak,, jadi ke pesta ultahnya kak clara..? ikut donggg....


boleh yaa...." Reyna merengek sambil memainkan alisnya.


"gak." jawab Reyhan ketus


"ihh kak Rey kenapa siih.. sebenernya kakak punya masalah apa sama kak Nisa...?" desak Reyna.


Reyhan tidak menjawab, dan hanya fokus melajukan mobilnya.


"kak,, jangan ngebut dong...Ina takut..."


namun bukannya mengurangi kecepatan Reyhan justru semakin mengencangkan pijakan pada gasnya sehingga mobilnya semakin melaju cepat.


-----------------------------------------------


di kediaman Annisa...


"Icha... boleh ibu masuk..?"


ibu mengetuk pintu kamar Icha.


"iya bu.."


ibu masuk sambil membawakan segelas susu coklat panas.


"kamu kenapa nak..?"


tanya ibu saat melihat wajah anak gadisnya tampak murung.


"gak ada apa-apa kok bu..mungkin Icha cuma kecapean aja.."


Jawab Icha berbohong


*ya Allah...ampuni hamba yang berbohong pada ibu.. Hamba gak ingin menambah beban pikiran ibu.. batin Annisa


"oiya, gimana kabarnya Reyna..?"


tanya ibu berusaha mengalihkan pembicaraan


"Alhamdulillah baik bu.. dan Reyna juga anaknya gak nakal kok.. dia juga cerdas.."


ibu hanya tersenyum.


"yaudah, setelah sholat isya nanti kamu langsung istirahat ya.."


"hemmm,, Icha masih ada tugas bu.. hehehee..."


"iyaa-iyaaa..ibu tinggal dulu yaa.."


kemudian ibu keluar dan tak lupa menutup pintu.


*Nak, perasaan seorang ibu tidak bisa dibohongi..ibu tau banyak hal yang sedang kamu pikirkan, tapi kamu berusaha menyembunyikannya dari ibu..


batin bu Hanum.


-----------------------------------------------


sesampainya dirumah Reyhan langsung pergi kekamarnya dengan wajah yang terlihat kusut.


namun Reyna tak berani untuk bertanya lagi karna dia mengerti bagaimana jika kakaknya sedang marah.


Reyhan membanting pintu dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, sambil memijat pelipisnya.


"apa yang salah... kenapa harus jafi kayak gini...."


gumamnya sambil mencoba memejamkan mata.


namun baru saja dia berusaha terlelap, ponselnya berdering.


ditatapnya layar ponsel dengan tatapan malas,


dan terliht nama "papa" dilyar tersebut.


Rey langsung mengangkat telpon dari papanya.


"assalamualaikum pa.. tumben papa nelfon.."


"waalaikumsalam...


kamu ini yaa.. memangnya apa salahnya kalau papa nelfon anak papa sendiri hemm..."

__ADS_1


protes pak Restu.


"oia, proposal kegiatan amal yang kamu bilang kemarin papa udah terima, dan besok papa akan utus pak Bambang sekretaris papa untuk menghandle keperluan disana.."


"hmm.."


Reyhan menjawab dengan malas, karena dia sudah tahu bakal seperti ini jadinya.


"papa dengar-dengar katanya Annisa ikut jadi panitia juga..?"


tanya pak Restu


"iya."


"yaudah, besok papa kabarin kamu lagi ya..


salam sama Reyna.. maaf papa belum bisa pulang akhir minggu ini, karna masih ada beberapa proyek yang harus papa tangani.."


"papa cuma mau nyampein itu aja kan..?


yaudah, Rey tutup telfonnya.


assalamualaikum.."


setelah menutup telfon dari papanya Reyhan langsung melempar ponselnya diatas kasur.


dan tiba-tiba ponselnya kembali berbunyi, notifikasi pesan whatsapp.


Reyhan meraih ponselnya kembali sekedar melihat siapa yang mengirimkan pesan,


dan dilayar ponselnya tertera nama Denis.


Reyhan tak memperdulikannya karna menduga itu hanya pesan yang tak penting dan kembali meletakkan ponselnya.


-----------------------------------------------


sementara itu di pesta ulang tahun Clara..


"haduhhhh... mana nih si pangeran tamvan,, chatku gak dibaca pulak...


dia gak tau apa kalo ini genting..


dia udah jadi bahan gosipan satu kampus..


apa ku telpon aja yaa... yaudahlah, kutelpon ajalah dia.."


Denis bergumam sambil menatap layar di ponselnya dan langsung menelfon Reyhan.


namun hingga dua kali Denis mencoba menghubungi tetap tak ada jawaban.


saat Denis sedang sibuk dengan ponselnya, tiba-tiba dia dihampiri oleh seorang gadis.


"Den,, sendirian aja..? mana soulmate loe..?"


Denis menoleh, dan Clara sudah berdiri tepat dihadapannya.


"nah itulah masalahnya Ra...udah kucoba telpon dia dari tadi tapi gak diangkatnya jugak.. kurasa dia ketiduran mungkin.."


jawab Denis dengan logat khasnya.


"eeh ngomong2 soal gosip Rey sama anak ROHIS itu beneran gak siih Den..?"


Clara yang memang sudah penasaran mencoba mengorek informasi dari Denis yang merupakan satu-satunya orang yang berteman dekat dengan Reyhan.


"kalo sama yang di rekaman itu aku gak tau pulak lah Ra..inilah makanya mau kutanya jugak sama dia..


tapi kalo rekaman itu kurasa memang asli.."


"yaa lagian sok kecakepan sih tuh cewe.. pede gila pake nyatain perasaan didepan umum gitu.. yg ada mah Rey jadi ilfell.."


Clara meracau


"kau sendiri udah cantik kali rupanya..?


kau pun pasti gak punya nyali ngungkapkan cinta didepan umum gitu.."


jawab Denis sambil berlalu meninggalkan Clara.


Clara adalah primadona kampus.


cantik, tajir, tapi sayang kelakuannya minus.


dan,,,


gadis ini juga menaruh hati pada Reyhan yang sayangnya selalu ditanggapi dengan dingin.


Clara bergumam dengan tatapan yang sinis.


-----------------------------------------------


"saya terima nikahnya Annisa Ramadhani binti Sumarna dengan mas kawin emas seberat 10 gram dibayar tu...."


"HENTIKAN PERNIKAHAN INI...!!!!


pernikahan ini tidak sah dan tidak akan pernah sah..!!


aku masih berstatus istri sahnya dan sekarang aku sedang mengandung anaknya..!!"


duaarrrrr....


petir menyambar dan tiba-tiba Annisa terbangun dengan nafas tersengal.


"astaghfirullah.... kenapa aku sering memimpikan peristiwa itu..."


Annisa mulai terisak.


diraihnya Al-Qur'an yang terletak diatas meja disamping tempat tidurnya, dan dia mulai membacanya dengan khusyuk. dan entah sudah berapa lama, hingga dia kembali tertidur.


-----------------------------------------------


malam itu Reyhan tampak gelisah. pikirannya masih berkecamuk atas kejadian tadi.


dengan sedikit malas dia bangkit dari kasurnya dan menuju kamar mandi, tak berapa lama kemudian dia keluar dengan wajah yang tampak segar.


diraihnya sajadah kemudian dia melaksanakan sholat tahajud.


selepas melaksanakan tahajud dan pikidannya tenang, Rwyhan meraih ponselnya melihat beberapa panggilan tak terjawab dan beberapa pesan masuk dari Denis.


"sialan...siapa nih yang beraninya rekam kejadian ini.."


Reyhan mengumpat.


kemudian dia langsung menghubungi Denis untuk memastikan siapa yang merekam dan menyebarkan rekaman itu.


"Den, dimana lu..?"


"yasalam pangeran... kebiasaan yaa kalo ditelpon gak pernah angkat. udah genting begini baru kau kebingungan.."


jawab Denis seolah paham maksud pertanyaan Reyhan.


"siapa pelakunya..?"


tanya Reyhan tanpa basa-basi


"kalo itu aku belum tau pasti bro.. tapi menurut informasi awalnya rekaman itu beredar dari pesan grup whatsapp klub PeTinta_Pena.."


"lu cari tau siapa perekam dan penyebarnya.


gua gak mau nantinya masalah ini jadi runyam.


kasian Dwi.."


"siap laksanakan bagindaaa...."


Reyhan langsung menutup telfonnya.


"kalo sampe kejadian ini rumit, bukan cuma gua tapi Dwi yang paling kena imbas..


"dia" pasti gak bakal diam dan bakal nyusun rencana gila untuk nyerang Dwi.."


gumam Reyhan.


-----------------------------------------------


keesokan harinya usai dzuhur di mushola..


tak seperti biasa, Dwi dan Annisa tak banyak bicara kecuali masalah kegiatan amal.


orang-orang disekitar mereka mulai berbisik-bisik dan membuat suasana terasa tak nyaman.


Dwi yang menyadari hal tersebut langsung beranjak pergi, Annisa menyusul dibelakangnya.


"Dwi, kamu kenapa..?"


tanya Annisa saat mereka sudah berada diluar mushola.

__ADS_1


"gak apa2 kok Nis.. cuma emang lagi gak fit aja.."


jawab Dwi berbohong.


"yakin kamu gak apa2 Dwi..?


atau mau aku temenin ke ruang UKM..?"


namun bukannya menjawab, Dwi malah menatap Annisa dengan tatapan tajam.


"Nis.. boleh aku tanya sesuatu..?"


"boleh aja siih.. emang kamu mau tanya apa..?"


jawab Annisa enteng.


"kamu.... ada hubungan apa sama Rey..?"


pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Dwi


deggg......


jantung Annisa berdegup kencang, dan gadis itu pun tampak salah tingkah menghadapi pertanyaan yang tidak dia duga.


"Dwi...aku minta maaf..kamu jangan salah sangka sama aku ya.. aku gak ada hubungan apapun sama Reyhan..


aku cuma...."


"cuma apa..??"


"ehhmmm... bukan apa-apa kok Dwi..


tapi yang pasti aku sama Reyhan gak ada hubungan apapun..kamu jangan suudzon gitu dong sama aku plisss..."


Annisa berusaha menenangkan Dwi tanpa dia mengetahui peristiwa apa sebenarnya yang sudah terjadi pada Dwi dan Reyhan.


"bahkan sekalipun kamu memang ada hubungan sama Rey aku juga gak bisa apa-apa kok Nis.."


jawab Dwi dengan ekspresi sedih dan langsung pergi meninggalkan Annisa yang justru terlihat bingung.


Annisa masih bisa melihat punggung Dwi yang sudah berjalan menjauh, sebelum akhirnya dia dikagetkan olwh seseorang.


"assalamualaikum ukhti..."


"waalaikumsalam.."


Annisa spontan menoleh pada orang itu yang ternyata adalah Reyhan.


Annisa membulatkan mata, sementara Reyhan tersenyum sambil menyerahkan amplop berwarna coklat.


"ini sumbangan dari Reyna.. dia exited banget loh waktu tau kamu jadi panitia kegiatan amal.."


"oohhh.. iya.. tolong sampein makasih banyak ke Reyna ya.."


"dan soal kejadian tadi malam, aku bener-bener minta maaf Nis.. aku bingung gimana cara jelasinnya ke kamu, tapi semuanya gak seperti yang kamu kira.."


"yaudahlah Rey, aku paham kok.. jadi mulai sekarang kamu bersikap sewajarnya aja.


aku takut nanti malah timbul fitnah.."


"ohh.. iyaa.. soal rekaman itu,, sebenernya itu cjma kesalah pahaman aja kok Nis.. dan itulah sebenernya mau aku tanya ke kamu.."


"tanya ke aku..?


maksud kamu apa..?"


tanya Annisa yang tak mengerti maksud perkataan Reyhan.


"ehhmm.. sebelumnya aku minta maaf Nis, dan tolong jangan berpikiran buruk dulu.. aku cuma mau nanya..


apa kamu tau siapa orang yang nyebarin rekaman itu..?


karna Denis bilang rekaman itu awalnya disebarin di pesan grup PeTinta_Pena.. makanya aku tanya ke kamu,barangkali kamu tau siapa orang yang pertama kali nyebarin rekaman itu.."


Rey berusaha bertanya sesantai mungkin, takut jika gadis itu justru tersinggung karna pertanyaannya.


"maaf Rey, soal itu aku gak tau.. bahkan aku juga gak tau rekaman apa yang kamu maksud.."


jawab Annisa datar.


"yaudah deh.. maaf aku udah ganggu waktu kamu..


assalamualaikum.."


Reyhan pergi meninggalkan Annisa.


-----------------------------------------------


Annisa sudah bersiap sambil menunggu Grace yang biasa menjemputnya setiap habis ashar.


sambil menunggu kembali dibukanya pesan grup whatsapp untuk memastikan rekaman yang belum dia buka.


"astaghfirullah..... ini beneran Dwi sama Reyhan..?"


Annisa menutup mulutnya dengan tangan seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.


"apa karena ini juga Dwi bersikap aneh hari ini..?


tapi apa hubungannya denganku..?


kenapa Dwi bisa berpikir aku ada hubungan sama Reyhan..?"


saat Annisa masih terfokus dengan ponselnya tiba-tiba seseorang diluar mengucap salam, dan Annisa mengenali suara itu adalah milik Reyhan...


Annisa membalas salamnya kemudian segera membuka pintu.


"Rey.. maaf, aku gak bermaksud ikut campur atau gimana.. soal rekaman itu..."


"iya rekaman itu emang bener kok.."


ucap Reyhan menyela seolah sudah tahu arah pertanyaan gadis yang ada dihadapannya.


"dan itulah kenapa aku tanya kamu, siapa orang yang pertama kali nyebarin rekaman itu...


aku cuma takut nantinya kejadian ini bakal berdampak buruk ke Dwi.."


kemudian Reyhan menjelaskan secara rinci peristiwa yang terjadi waktu itu, sesaat setelah Annisa pergi meninggalkan Dwi didepan mushola.


"aku gak nyangka sampe begini kejadiannya...


kalo kamu tau Dwi memang punya perasaan sama kamu, gak seharusnya juga kamu nolak dia didepan umum kayak gitu Rey.. dia itu perempuan... dan untuk mengatakan perasaannya didepan umum itupun sudah menguras habis kepercayaan dirinya.."


"kalo aku gak ngelakuin itu justru bakal makin rumit Nis.. Orang2 pasti bakal semakin menggunjing Dwi.. selain itu, bakal lebih bahaya juga untuk Dwi kedepannya.."


"bahaya..? bahaya apa maksud kamu Rey..?"


Annisa semakin penasaran.


"bukan apa-apa kok.. yang terpenting untuk sekarang lebih baik biarkan masalah ini mereda dulu.


dan soal kita..."


"soal kita..? emang kita kenapa..?"


Annisa membulatkan mata.


"ehmm... gak Nis.. aku cuma gak mau ada kesalah pahaman..


aku pasti bakal jelasin semuanya sama kamu, tapi aku harus selesaikan dulu apa yang harus aku selesaikan.


dan apa yang pernah aku omongin ke kamu dan ibu kamu, itu gak seperti apa yang kamu kira.."


"Rey, kita udah bahas ini berkali kali. dan aku gak pernah menganggap omongan kamu itu serius. jadi bersikaplah sewajarnya denganku. dan aku harap ini terakhir kalinya kamu ungkit soal ini."


ucap Annisa dengan tatapan sinis.


"maaf Nis..."


"jadi,, tujuan kamu datang kesini cuma untuk bahas soal itu kan..?"


"ehmmm.. sebenernya...."


belum sempat Reyhan menjawab dari arah mobil Reyna berteriak memanggil mereka.


"kak Rey, kak Nisa.. buruan dong... pacaran mulu..."


"iyaa princess... "


jawab Reyhan sambil terkekeh lalu mengajak Annisa menuju mobil.


-----------------------------------------------


assalamualaikum temen2...🤗🤗🤗


mohon bantu dukungannya untuk novel ini yaa..

__ADS_1


aku tunggu kritik dan saran terbaik kalian di kolom komentar..


gomawo...😊😊😊


__ADS_2