Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
73. Reyna Menghilang..!!


__ADS_3

Pagi itu keluarga besar Arbiantoro gempar.


Tuan Restu baru saja mendapat kabar dari asrama Reyna bahwa putrinya menghilang.


Tanpa berpikir lagi Tuan Restu langsung melaporkan kasus hilangnya Reyna kepada pihak berwajib.


Namun karena hilangnya Reyna belum genap 24 jam maka Polisi masih menolak laporan Tuan Restu.


Reyhan yang mendapatkan kabar itu langsung mengerahkan orang-orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan adik semata wayangnya.


Dennis bahkan sudah tiba lebih dulu di London dan mengorek informasi dari pihak asrama, juga dari teman-teman terdekat Reyna.


"Tadi malam setelah makan malam dia merasa perutnya sakit, dia kembali ke kamar lebih awal.


setelah itu tak ada yang melihatnya. Apalagi selama ini dia tidak mempunyai teman sekamar. Kami mengira dia hanya sakit perut biasa karena datang bulan. dia memang selalu seperti itu, dan biasanya akan membaik jika dia beristirahat. jadi kami biarkan dia istirahat. Tapi pagi tadi dia tidak masuk kelas, bahkan saat kami periksa dia sudah tidak ada dikamarnya. kami sudah mencari ke semua gedung asrama tapi kami tidak menemukannya."


begitulah keterangan yang diberikan kepala asramanya.


"Apakah ada tanda-tanda dia kabur..? Atau mungkin ada orang yang mencurigakan di asrama ini..?"


Tanya Dennis.


"Saya rasa dia tidak mungkin kabur. dia sangat betah berada disini, dia bahkan sangat ceria dan sangat akrab dengan teman-temannya.."


Jawab Kepala Asrama.


"Apa dia membawa ponselnya..? atau mungkin barang-barang berharga miliknya..?"


"Tidak.. dia tidak membawa apapun..


ini ponselnya, dan ini dompet miliknya.


kami temukan ponselnya tergeletak begitu saja dilantai. layarnya retak, mungkin terjatuh. Dan sayangnya, kamj juga tidak memiliki bukti apapun karena CCTV yang berada di sekitar koridor kamar Reyna rusak."


Jawab kepala asrama sambil menyerahkan ponsel dan dompet milik Reyna.


"Ini pasti penculikan.. Ya.. aku yakin Reyna diculik. Aku sangat mengenal gadis ini.. dia tidak akan pergi begitu saja tanpa membawa ponsel atau dompetnya.."


Ujar Dennis.


Kemudian Dennis meminta semua orang yang ada di asrama untuk tidak keluar dari asrama selama proses penyelidikan.


"Aku yakin pasti seseorang didalam asrama ini adalah pelakunya.."


Ucap Dennis.

__ADS_1


Setelah melaporkan hasil investigasinya kepada Reyhan, Dennis meminta Aldo mengirimkan beberapa staff keamanan untuk membantunya.


Karena beberapa hari ini dia terlalu disibukkan dengan urusan ini itu, dia sampai lalai memastikan keamanan Reyna. Dia merasa sangat bersalah pada Reyhan.


*Aku harus segera menemukannya, apapun caranya. Tuan Kosasih pasti dalang dibalik hilangnya Reyna.


aku harus segera mencari tahu.


Batin Dennis.


"Do, tolong Kau retas CCTV rahasia yang kupasang di handle pintu kamar Reyna. Dan juga CCTV di gedung XXX. jika memang mereka bersembunyi disana, mungkin mereka juga membawa Reyna kesana."


Ucap Dennis saat menghubungi Aldo.


"Baik"


Jawab Aldo yang kemudian langsung melaksanakan apa yang diperintahkan oleh kakaknya.


"Den.. gimana dengan adikku Den.."


Suara Reyhan terdengar parau saat di telepon.


"Kami akan segera menemukannya. Kau tenanglah, tetap waspada, jaga Annisa dan keluargamu.


aku yakin ini hanya pengalihan untuk membuat kita panik.


anggap saja ini tidak terjadi."


Jawab Dennis.


Pagi itu mereka semua sudah berkumpul di kediaman o-bachan.


Annisa dan o-bachan juga sudah mendengar kasus hilangnya Reyna.


Annisa bahkan sempat pingsan karena syock.


Bagaimana tidak, selama ini dia sangat dekat dengan adik iparnya itu.


Keadaan keluarga Arbiantoro benar-benar sangat kacau saat itu.


Namun Reyhan berusaha membuat situasi stabil dan meyakinkan keluarganya bahwa Reyna akan baik-baik saja.


Meskipun sebenarnya dia sendiri merasa takut.


Terlebih setelah dia tahu apa yang dilakukan Tuan Kosasih terhadap Ody.

__ADS_1


"Bos.. sepertinya pria itu benar-benar sudah melewati batas. Kita harus segera bertindak."


Ujar Pak Bambang, salah satu orang kepercayaan Tuan Restu.


"Tidak, kita jangan terburu-buru. Kita harus menemukan Reyna terlebih dulu. Jika kita bertindak sekarang, akan semakin berbahaya untuk Reyna."


jawab Aldo sambil tetap fokus dengan laptopnya.


"Aldo benar, kita harus selamatkan Reyna dulu.


Pak Bambang, tolong siapkan orang-orang terbaikmu. begitu kita menemukan lokasi keberadaan Reyna, kita akan segera menuju kesana.


dan jika Tuan Kosasih adalah dalang dibalik ini semua, Dennis dengan orang-orangnya sudah bersiap melakukan penyerangan langsung."


Sambung Reyhan.


Entah sampai berapa lama, akhirnya Aldo berhasil meretas data rekaman CCTV di kamar Reyna dan di gedung XXX yang diminta oleh Dennis.


Dia segera membuka rekaman tersebut.


SDari data rekaman CCTV rahasia yang sengaja dipasang oleh Dennis, akhirnya kasus penculikan Reyna terungkap.


Terrlihat pukul delapan malam Kepala Asrama memasuki kamar Reyna.


Tak lama kemudian dia sudah berjalan keluar dengan membawa karung yang berukuran besar.


Tanpa diketahui oleh pihak asrama (kecuali oleh si pemilik kamar yaitu Reyna) Dennis sudah memasang beberapa CCTV lain di sekitar kamar Reyna.


"Pasti dia pelakunya.. karung itu.. dia pasti sudah mempersiapkannya. pasti Reyna ada dalam karung itu."


Ucap Aldo saat melihat rekaman CCTV.


Kemudian Aldo kembali membuka rekaman lain, kali ini CCTV yang ada di sudut kamar milik Reyna.


Dari rekaman itu jelas terlihat, ketika kepala asrama itu memasukkan tubuh Reyna yang tampaknya sudah pingsan kedalam karung besar yang dia bawa keluar dari dalam kamar Reyna.


Tanpa membuang waktu lagi Aldo langsung menghubungi Dennis dan melaporkan hasil penemuannya.


Sementara Reyhan mencoba untuk menenangkan anggota keluarganya yang sangat panik saat melihat rekaman tersebut.


Dennis yang mendapat laporan dari Aldo segera bertindak.


Dia mengamankan kepala asrama, karena jelas terlibat dalam menculik Reyna.


Namun setelah Aldo berhasil meretas CCTV di gedung XXX, dia tak menemukan Reyna disana.

__ADS_1


dia justru melihat Tuan Kosasih yang sedang berbicara dengan seseorang : Hendrik.


__ADS_2