Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
35. Konspirasi part 2


__ADS_3

saat itu tepat pukul 01.00 dini hari.


Dennis menghentikan mobilnya tepat disebuah gedung apartemen, lebih tepatnya gedung apartemen milik keluarga Arbiantoro.


gedung itu sangat luas, dan bertingkat tujuh.


dari lantai satu sampai lantai enam, disetiap lantai setidaknya ada lima apartemen mewah. sedangkan di lantai terakhir, hanya ada satu apartemen khusus untuk keluarga Arbiantoro.


apartemen ini adalah warisan peninggalan dari almarhum kakeknya yang dulunya merupakan rumah susun sederhana. namun setelah almarhum kakeknya meninggal dan apartemen itu diwariskan kepada ayahnya, tuan Restu merubah bangunan itu menjadi hunian mewah.


"Clara dan Lisa ada di lantai tujuh bos.."


ucap Dennis setelah Reyhan membuka pintu mobil dan hendak keluar. dan tentu saja Reyhan tahu itu.


setelah resepsi selesai, Clara dan Lisa yang sudah menyamar dengan menggunakan jilbab bercadar diboyong oleh orang-orang suruhan Dennis secara diam-diam dan dibawa ke apaetemen ini. karena ini adalah salah satu tempat yang paling aman.


"Den.. maaf gua selalu bikin lu repot.."


ujar Reyhan saat mereka berada didalam lift.


Dennis menggeleng.


"ini gak seberapa Rey, dibandingkan apa yang udah kau lakukan untuk keluargaku.. kalau bukan karena kau, entah apa jadinya kami sekarang.."


tutur Dennis.


"lu tau Den, sampe sekarang gua masih gak bisa bayangin gimana cara kerja otak lu.."


"hahah.. kuanggap itu pujian bos.."


jawab Dennis sambil memukul lengan Reyhan.


dan akhirnya, mereka tiba di lantai tujuh.


dua orang bodyguard sudah menyambut tepat didepan pintu lift.


dan saat pintu lift terbuka mereka langsung menundukkan kepala karena sudah tau pasti tuannya lah yang berada didalam lift tersebut.


tepat didepan pintu masuk lagi-lagi mereka bertemu dengan dua orang bodyguard yang sedang berjaga.


Reyhan sampai merasa takjub, karena tidak pernah menyadari hal itu.


"Den, boleh gua tanya satu hal..?"


tanya Reyhan


"apa..?"


"ehmm.. sebenarnya, ada berapa banyak bodyguard yang dipekerjakan oleh ayahku..?"


tentu saja Reyhan bertanya hal itu bukan tanpa alasan.


selain sebagai tangan kanannya, Dennis adalah satu-satunya orang yang ditunjuk langsung oleh ayahnya untuk merekrut orang-orang yang memiliki kemampuan untuk menjadi bodyguard keluarga Arbiantoro.


"mungkin,, sekitar lima ratus orang, atau lebih kurangnya sekitar segitu sih.."


jawab Dennis sambil berusaha mengingat.


Reyhan menelan ludah.


"gua gak pernah tau soal itu.."


gumamnya.


Reyhan mengetuk pintu, yang berapa saat kemudian dibuka oleh bi ijah.


bi ijah adalah salah satu art yang ditugaskan khusus untuk mengurus apartemen itu.


"Clara sama Lisa mana bi..?"


tanya Reyhan sambil masuk kedalam apartemen tersebut disusul oleh Dennis.


"ada diruang makan den.. sepertinya mereka lagi ngomongin hal yang penting.."


jawab bi ijah.


Reyhan dan Dennis langsung menuju ruang makan, dan benar saja..


kedua wanita itu sedang berbincang sambil menikmati beberapa camilan.

__ADS_1


melihat kedatangan Reyhan dan Dennis, Lisa langsung berdiri.


"sebenarnya apa yang terjadi Rey..?


dimana Nisa..?


apa dia baik-baik aja..?"


Lisa langsung menodong Reyhan dengan segudang pertanyaan lainnya.


"Lis, sebelumnya gua minta maaf karna lu juga jadi terlibat dalam masalah ini.."


ucap Reyhan yang tampak menyesal.


"kalo itu menyangkut Annisa, aku berhak untuk terlibat..


Rey, Annisa itu bukan cuma sekedar sahabat.. tapi dia udah kayak saudariku sendiri.. bahkan aku sangat dekat dengan almarhumah bu Risma, yang udah kuanggap ibuku sendiri.."


jawab Lisa dengan penuh tekad.


"Rey, maaf.. aku terpaksa menceritakan masalah ini ke Lisa..


biar gimanapun juga Lisa udah terlibat, dan aku pikir setidaknya dia berhak tau situasi apa yang sedang dan mungkin nanti akan kita hadapi.."


Clara memberi penjelasan.


Reyhan menatap Clara, dengan tatapan yang sulit diartikan.


"jadi, apa benar lu anak kandung tuan Kosasih..?"


tanya Reyhan sambil menatap Clara.


"sayangnya, iya.. seandainya gue bisa memilih, gue lebih memilih terlahir sebagai anak nelayan atau anak petani.. ketimbang harus mengakui si tua bangka yang licik itu sebagai orangtua kandjng gue."


jawab Clara dengan tatapan yang nanar.


Reyhan tidak menduga, dari tatapan itu tampaknya Clara memendam amarah dan kekecewaan yang cukup dalam terhadap orangtua kandungnya tersebut.


"Ra, maaf.. bukannya gue gak perduli dengan masalah lu.. tapi sekarang ada hal lebih penting yang harus kita bahas.."


ujar Reyhan saat menyadari perubahan sikap Clara.


Reyhan dan Dennis tampak tak terkejut, karena mereka memang sudah menduga sebelumnya.


dan tentulah peristiwa 16 tahun lalu yang menjadi penyebabnya.


"Ra.. itu semua memang salah gue.. kalau aja peristiwa itu gak terjadi.."


namun belum sempat Reyhan melanjutkan perkataannya Clara langsung menyela.


"itu juga bagian dari rencananya Rey..."


Reyhan dan Dennis mengernyitkan kening.


"ehmm.. kayaknya, aku gak terlalu dibutuhkan disini.. aku masuk kamar aja yaa.."


ujar Lisa yang kemudian bergegas menuju kamar yang tadinya sudah dirapikan oleh bi ijah.


*benar kata Dennis.. kurasa lebih baik aku gak tau apapun. meski aku mencemaskan Nisa, setidaknya Reyhan akan berusaha keras melindunginya.


batin Lisa


"apa maksudmu..?"


tanya Dennis saat Lisa sudah tak terlihat.


"itu benar.. kecelakaan itu, adalah bagian dari rencananya.. yang tentu aja akhirnya justru gak sesuai rencana, tapi justru dia mengubah taktiknya saat itu.."


jawab Clara.


"jelaskan.."


Reyhan berkata dengan tatapan tajam.


"Rey.. waktu itu loe ada dimobil itu, dan loe yang pegang kemudi..


tapi coba loe pikirkan dengan logika..


seharusnya, kecelakaan itu bisa terhindar seandainya mantan supir loe itu menginjak rem, atau melepaskan injakan gasnya.. tapi waktu itu yang terjadi, mobil yang loe kemudikan justru semakin melaju kencang kan.."

__ADS_1


"darimana loe tau soal itu..?" Reyhan bertanya menyelidik.


"gue bahkan tau lebih banyak daripada itu Rey.."


jawab Clara.


"lanjutkan.."


"rencana awalnya adalah, waktu itu dia sengaja biarin loe memegang kemudi mobil kemudian menginjak gas hingga mobil kehilangan kendali dan kecelakaan itu terjadi. kalo semua orang tau loe yang ada dibalik kemudi, kasus itu bisa jadi kasus yang besar dan pasti bisa mencoreng nama keluarga Arbiantoro..


tapi dengan pengaruh keluarga loe, kasus itu pasti sekedar mengendap dan akhirnya dilupakan.."


"lalu..?"


Reyhan mengernyitkan kening.


"beberapa saat setelah kejadian, tuan Restu Arbiantoro, bokap loe.. menemui si tua bangka itu untuk negosiasi..dan gue yakin loe paham maksud gue.."


"jadi maksud loe, tuan Kosasih sengaja melakukan itu semua demi keuntungan pribadi..?"


tanya Reyhan penuh selidik.


"gak sepenuhnya bener.."


ucap Clara sambil menggeleng.


"jadi apa niatnya yang sebenarnya..???"


tanya Reyhan yang mulai kehilangan kesabaran.


"seperti yang gue bilang tadi.. niatnya adalah ngancurin keluarga loe.. dengan negosiasi itu setidaknya dia mendapatkan sedikit keuntungan yang bisa dia gunakan untuk rencana yang lebih gila lagi.."


jawab Clara.


"darimana loe tau ini semua..?


kalo hubungan loe dan dia gak baik, gue yakin dia gak mungkin ceritain ini semua sama loe kan..


atau jangan-jangan ini justru rencana loe untuk jebak gue..?"


tanya Reyhan penuh selidik.


"si tua bangka itu doyan mabuk.. dan,,


pernah suatu malam saat dia mabuk gue berusaha mengorek informasi apapun yang gue rasa perlu..


tapi sayangnya waktu itu orang-orang suruhannya keburu muncul..terserah loe percaya gue atau gak.. yang jelas, inilah kebenarannya.. meskipun gue gak tau apa alasan si tua bangka itu ngelakuin hal sejahat ini terhadap keluarga loe.."


ujar Clara.


"brengsek...!!! jadi dia udah merencanakan ini semua dengan sangat rapi.."


gumam Reyhan.


"Rey.. kalo yang Clara bilang itu bener, menurut analisaku ada kemungkinan dia akan coba menemui Annisa.. atau mencoba menghubunginya.."


Dennis yang sedari tadi diam mulai membuka suara kembali.


"hahh..?? apa yang dia mau dari istri gue..?


gak... gue gak bakal biarin dia untuk coba mendekati Nisa.. Den, gimanapun caranya gue gak mau tau.. yang jelas loe perketat penjagaan terhadap istri gue.."


ujar Reyhan yang mulai panik.


"gak perlu Rey.. bahkan jika bisa kita harus perlihatkan ke mereka bahwa Annisa tidak dalam pwngawasan.."


jawab Dennis enteng.


"tapi dia itu istri gue Den..!!


loe gila ya..??"


Reyhan tampak semakin uring-uringan.


"justru pikiranku bekerja dengan normal bos, dan aku juga punya rencana untuk ini.."


jawab Dennis dengan senyuman sengaknya.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

__ADS_1


__ADS_2