
assalamualaikum temen2...
siapkan hati untuk episode kali ini yaa..
akan ada momen terbaper..
yang jomblo harap bersabar, karena jomblo itu ujian...😂😂😂
#T.A.Ra
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Malam itu setibanya dirumah mereka tak banyak bicara.
masih terpaku dengan pikiran mereka masing-masing.
bahkan ya, meski Reyhan merasa aneh dengan Annisa yang belakangan ini semakin cerewet namun kini dia justru sangat mengharapkan kebawelan istrinya itu.
"Sayang, lusa mas ada metting dengan klien di Raja Ampat.. kamu mau ikut..?"
tanya Reyhan berusaha memecah keheningan.
"Raja Ampat..?"
Annisa yang sedang duduk di sisi Reyhan tampak sumringah.
Dia memang sangat senang travelling, apalagi sekarang dia akan pergi dengan suaminya. pasti akan sangat menyenangkan.
Namun tiba-tiba Annisa menepuk jidatnya.
"Yaampun mas.. aku lupa.."
"Kenapa..?"
tanya Reyhan.
"Lusa kan aku harus serahin disertasiku ke Pak Togar.. kamu tau sendiri kan, beliau orangnya TER-LA-LU DI-SI-PLIN.."
Annisa menekankan kata terakhirnya untuk mengingatkan Reyhan.
*Astagaa.. aku lupa kalau istriku ini juga sama disiplinnya kayak pak Togar..
batin Reyhan.
"Kamu jangan minta aku bolos lagi mas.. aku udah banyak ketinggalan materi.."
Annisa mengingatkan.
Reyhan tertawa sambil mengacak rambut panjang bergelombang Annisa. (betewe ini kan ceritanya udah di privat room, sah2 aja yee..)
"Yaudah.. lakukan apapun yang kamu mau, mas dukung kamu.. yang terpenting, kamu tetap jaga kesehatan kamu dan anak kita.."
jawab Reyhan sambil mengecup kening Annisa.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Dua hari kemudian...
Pagi itu Annisa sudah mempersiapkan segala keperluan untuk keberangkatan suaminya ke Raja Ampat. meski Reyhan melarang, namun dia bersikeras untuk melakukan semuanya sendiri.
Reyhan sedang mandi saat Annisa memanggilnya untuk sarapan.
tiba-tiba bunyi notifikasi pesan dari ponsel Reyhan.
Annisa meraih ponsel tersebut dan melihatnya,
*barangkali pesan penting
__ADS_1
begitu pikirnya.
Annisa membuka aplikasi whatsapp, kemudian tertera nama Dennis pada riwayat chat.
tanpa berfikir panjang Annisa membuka pesannya.
"Situasi terkendali boss, tapi kuharap kau segera mengatakan semuanya pada Annisa. biar bagaimanapun juga dia berhak tau yang sebenarnya. Akan lebih baik jika dia mendengarnya langsung darimu, bukan dari orang lain."
Annisa langsung meletakkan kembali ponsel tersebut setelah mendengar pintu kamar mandi dibuka.
Namun, ada hal yang mengganjal dipikirannya.
kebenaran apa yang sedang disembunyikan oleh suaminya?
"Sayang.. kok kamu bengong..?"
Sapa Reyhan yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Annisa tersadar setelah beberapa saat dia mematung di posisinya.
"emm.. gak apa-apa kok mas."
jawab Annisa yang kemudian keluar dari kamar tanpa mengatakan apapun.
*dia kenapa..?
batin Reyhan yang melihat Annisa yang sedikit berbeda dari biasanya.
*Ya Allah.. kenapa perasaanku jadi gak menentu begini.. apa sebenarnya yang sedang disembunyikan mas Rey.. apa jangan-jangan,
dia punya wanita simpanan lain..?
dan Dennis, dia juga mengetahuinya tapi justru menyembunyikannya dariku..
Annisa membatin.
di meja makan, mereka tak bicara sepatah katapun dan itu membuat Reyhan semakin gusar.
Ucap Reyhan.
Namun Annisa tak menjawab, atau lebih tepatnya tidak menyimak perkataan Reyhan karena dia justru sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Sayang..."
Reyhan mencoba menyadarkan Annisa dari "kelinglungannya"
"eh, iya.. kenapa mas..?"
Annisa gelagapan.
"Kamu yakin kamu baik-baik aja..?"
tanya Reyhan
"Iya aku baik-baik aja.."
jawab Annisa dengan senyum palsu.
Reyhan berdiri, kemudian menarik Annisa dalam pelukannya.
"Kamu gak baik-baik aja, mas tau itu.."
Ucap Reyhan.
untuk beberapa saat, Annisa merasakan kenyamanan itu. ya, pelukan suami adalah tempat ternyaman bagi istri.
namun pikirannya kembali terusik tatkala dia mengingat pesan yang dikirimkan oleh Dennis.
__ADS_1
"Mas.. boleh aku bertanya sesuatu..?"
tanya Annisa.
"Apapun.."
jawab Reyhan.
"Apa kamu mencintaiku..?"
Ya, Annisa sejak lama ingin bertanya. karena selama ini Reyhan belum pernah mengatakannya.
Bukankah bagi seorang wanita, ungkapan itu sangatlah penting?
tak perduli seberapa keraspun usaha pria menunjukkan cintanya lewat sikap dan perilaku, jika prianya tidak mengungkapkannya dengan kata tentunya dalam hati setiap wanita pasti bertanya-tanya
apakah dia mencintaiku?
Reyhan mengecup kening Annisa.
"Sayang.. mas mencintai kamu, sejak mas lafaskan ijab qabul didepan penghulu, dan semua yang menyaksikan.
bukan hanya didepan semua orang, tapi mas ucapkan ikrar itu dihadapan Allah.
kamu tau sayang.. diluar sana, hampir semua orang dengan mudah mengatakan cinta. tapi hanya dilisan, sedang perbuatan melakukan sebaliknya.
mereka katakan cinta hanya untuk mengikat hati seseorang.. banyak yang terpedaya, akhirnya merusak diri mereka sendiri hanya karena menurutkan nafsu mereka yang diberi label cinta.. padahal itu bukanlah cinta..
bagi mas, cukuplah kita mencintai karena Allah, dan mencintai dijalan Allah..karena mas ingin bersama kamu bukan hanya didunia, tapi juga sampai ke surga.."
Annisa merasa terharu mendengar jawaban suaminya. namun, hatinya masih belum tenang.
"Mas.. kamu tau kan agama tidak melarang suami untuk berpoligami.. tapi, aku hanya perempuan biasa mas.. mungkin ini egois, tapi aku tidak ingin ada orang lain yang kamu peluk seperti kamu memelukku saat ini.."
Ujar Annisa.
Reyhan tertawa mendengar ucapan istrinya.
"Sayang.. mas bukan seorang nabi yang sempurna.. mas juga cuma laki-laki biasa.. bagaimana mungkin mas bisa mempertanggung jawabkan lebih dari satu istri dihadapan Allah nanti, jika satu istri saja mas belum mampu bersikap adil padanya..
memang benar, agama memperbolehkan suami untuk berpoligami.. tapi, kita juga harus melihat situasinya.. atas dasar apa suami berpoligami..?
sayangnya banyak orang yang tidak mengerti beratnya berpoligami. mereka mengatas namakan sunnah, padahal untuk mengikuti nafsu mereka sendiri. mereka lupa bahwa mereka tidak akan pernah bisa bersikap adil. tapi semuanya kembali pada diri dan prinsip masing-masing. dan bagi mas, cukuplah satu istri yang bersedia mendampingi mas dalam keadaan apapun dengan ikhlas.."
"Apa kamu yakin mas..?"
tanya Annisa.
Reyhan menangkupkan kedua tangannya diwajah Annisa.
"Annisa Ramadhani.. Mas mencintai kamu karena Allah, gak ada secuilpun keraguan dihati mas saat menjadikan kamu istri mas yang sah. dan mas harap kamu pun begitu.."
Annisa menatap kedalam mata suaminya, seolah mencari kebenaran. dan tatapan mata teduh itu, lagi-lagi mengalirkan ketenangan.
Reyhan kembali mengecup kening Annisa.
"Mas berangkat ya.. kalau kamu perlu apa-apa atau ada hal mendesak, kamu bisa minta tolong Dennis. "
"Dennis..? biasanya dia ikut kamu kan mas..?"
"ada beberapa urusan yang harus dia selesaikan disini.."
jawab Reyhan
*Karena hanya Dennis lah orang yang mas percaya untuk menjaga kamu selama mas pergi
batin Reyhan
__ADS_1
*Baiklah, aku akan bertanya langsung pada Dennis
batin Annisa