Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
26. Jangan Ganggu Istriku...


__ADS_3

pagi ini hari pertama Annisa dan Reyhan berangkat kekampus bersama sebagai suami-istri.


dan sesuai permintaan Annisa, Reyhan berhenti di ujung jalan tak jauh dari kampus dan memarkirkan mobilnya diparkiran sebuah pusat perbelanjaan yang kebetulan lokasinya tak jauh dari kampus mereka.


kemudian mereka berjalan bersama menuju kampus meninggalkan mobil yang sudah terparkir.


"Mas.. kamu jalannya jauhan dikit dong..


nanti kalo ada yang lihat gimana.."


Annisa mendorong bahu Reyhan pelan.


"kalo ada yang lihat, aku tinggal bilang kamu istri aku.."


ledek Reyhan sambil tersenyum jahil


"Mas.... ih kamu nih yaa.."


Reyhan hanya tertawa melihat tingkah ngambek Annisa.


"lagian ini kan jalan umum, kalopun ada yang lihat mereka juga gak bakal ambil pusing kan.. kamu aja yang terlalu nethink.."


ujar Reyhan sambil mengusap kepala Annisa.


semenrara itu tanpa mereka sadari, seseorang tengah mengintai mereka dari belakang.


"kok mereka bisa sedekat itu.."


gerutu orang tersebut sambil mengepalkan tangannya dan menatap dengan tajam.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


jam kuliah telah usai, dan waktu memasuki sholat dzuhur.


Annisa bergegas menuju mushola bersama Lisa dan Clara.


sesampainya didepan mushola,


tiba-tiba seseorang menghampiri mereka.


"Assalamualaikum.. Nis, aku nemu bingkisan ini di mushola, aku rasa ini milik kamu.."


ujar orang tersebut.


"waalaikumsalam kak Hendrik.. uhmm.. kurasa itu bukan punya aku.. dan aku ingat betul kalo aku gak pernah meninggalkan barang apapun di musholla.."


jawab Annisa sambil mengernyitkan kening.


"tapi bingkisan ini jelas ada nama kamu Nis, aku kira ini barang milik kamu.. atau,, mungkin aja bingkisan ini dari seseorang yang ditujukan untuk kamu dan dia meletakkannya di mushola..?"


jawab Hendrik sambil menyodorkan kotak bingkisan ukuran sedang.


Annisa menerima bingkisan tersebut dam memperhatikannya dengan seksama.


"yaudah siih diterima ajaaa... barangkali itu surprise dari...."


Annisa langsung menutup mulut Clara dengan tangannya, dan membuat Clara terkejut.


"ehmm.. mungkin, ya mungkin ini kado spesial dari pengagum rahasia.."


jawab Annisa dengan wajah yang tampak kikuk.


"yaudah, kalo gitu aku tinggal dulu ya, perpustakaan gak ada yang jaga.. assalamualaikum.."


"waalaikumsalam.."


kemudian Hendrik berbalik dan meninggalkan ketiga gadis tersebut. (eeh maksud author dua gadis dan satu istri orang😂)


"Cha.. kamu tuh kenapa siih..."


omel Clara sambil memonyongkan bibirnya, merasa sedikit kesal karena tadi tiba-tiba Annisa membekap mulutnya.


"ssst... nanti aku cbakal ceritain, tapi gak disini.. dan tolong jangan bahas apapun soal aku sama dia disini.."


bisik Annisa sambil meletakkan telunjuknya dibibir.


Lisa dan Clara saling pandang tak mengerti, namun Annisa hanya tersenyum sambil berlalu menuju tempat berwudhu.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


siang itu Annisa, Lisa, Clara dan Dwi menikmati makan siang mereka di salah satu restoran cepat saji.


"jadi,, sekarang tolong jelasin soal yang tadi.."


tuntut Lisa


"yup... kamu harus jelasin masalahnya.."


timpal Clara.


"kalian lagi bahas apa siih..?"


tanya Dwi yang tidak mengetahui permasalahannya.


"oke.. aku bakal jelasin, tapi kalian janji,, ini cuma antara kita.."


pinta Annisa

__ADS_1


setelah mendapat anggukan dari ketiga sahabatnya, meskipun Dwi yang masih belum mengerti akhirnya Annisa menceritakan semuanya.


tentang rencananya untuk menutupi pernikahannya, dan hal-hal yang dia cemaskan yang mungkin akan terjadi.


"tapi.. kenapa kamu harus takut coba..? kamu kan istri sahnya Rey.. kalaupun ada orang yang merasa gak senang dengan itu, aku yakin dia gak akan bertindak bodoh dengan mengusik kebahagiaan kalian.."


ujar Clara.


"tapi Ra, aku rasa Nisa ada benernya.. gak semua orang bisa berpikir realistis kayak kamu Ra.."


sanggah Dwi


"eh tapi, emang beneran Dwi kamu sampe kena bully dan kena teror..?


tanya Lisa


Dwi mengangguk.


"aku rasa wajar sih kalo sekarang Nisa merasa cemas, mengingat apa yang terjadi sama aku waktu itu.."


jawab Dwi


"gila.. emang siapa lagi yang berani main bully2an selain aku..??"


rutuk Clara.


Dwi dan Annisa menggeleng.


"aku diteror sama orang yang gak dikenal Ra.. bahkan orang itu pernah nyerang aku diluar kampus.."


jawab Dwi


"sekarang kalian paham kan maksudku.. dan aku harap, cukup kalian yang tau soal pernikahanku.. tolong jangan sampai kalian keceplosan.. plisss..."


Annisa memohon.


Lisa, Clara dan Dwi mengangguk.


"tapi kita harus tetap cari tau siapa peneror itu.. dan aku rasa untuk masalah ini satu-satunya orang yang bisa dimintai tolong adalah Denis.."


ucap Clara.


"btw,, bukannya tadi kamu dapat bingkisan Nis..?


coba kamu cek dulu deh.. pastikan apa bingkisan itu memang dari Rey..?"


saran Lisa


Annisa mengeluarkan bingkisan yang diberikan oleh kak Hendrik, pustakawan di perpustakaan kampus mereka dan meletakkannya diatas meja.


"aku rasa Lisa bener.. kalo memang ini dari Mas Rey, kenapa dia gak kasih dirumah aja.."


gumam Annisa.


kemudian Annisa mengirimkan gambar bingkisan tersebut, namun Annisa kebingungan mencari kontak Reyhan hinga terpaksa harus mengeceknya dari pesan obrolan di whatsappnya dan dia membulatkan mulutnya karena terkejut.


"kamu kenapa Nis..?"


tanya Dwi yang menyadari ekspresi Annisa yang tampak aneh.


Annisa hanya menggeleng.


kemudian dia menatap layar ponselnya dengan seksama, untuk memastikan itu memang kontak milik Reyhan, karena nama di kontak itu sudah diganti oleh Reyhan dengan nama ❤❤My Zauji❤❤.


Annisa langsung mengirimkan gambar bingkisan yang dia peroleh dan menanyakannya pada Reyhan


tak lama kemudian, Reyhan membalasnya.


"bingkisan? Sayang, kalaupun memang bingkisan itu dari Mas, ya gak mungkin lah mas letakin begitu aja ditempat umum. sayang dimana sekarang?


biar mas jemput, mas masih bareng Denis."


begitu isi chat dari Reyhan.


"bener dugaan aku.. bingkisan itu bukan dari Reyhan.."


ucap Annisa sambil mengetik di ponselnya untuk membalas chat dari suaminya.


ketiga sahabatnya saling pandang dengan tatapan cemas dan was-was.


"Nis... apa,, kamu pernah dekat dengan seseorang dikampus..?


atau mungkin ada seseodang yang sedang berusaha mendekati kamu..?"


tanya Lisa.


Annisa menggeleng.


"tapi bisa jadi ini dari si peneror.. aku pernah dapat kotak yang sama persis.."


jawab Dwi sambil memperhatikan kotak yang terbungkus rapi tersebut.


"apapun itu, aku rasa ada baiknya kamu minta Reyhan kesini Nis.. biar kita pastikan sama-sama.."


ujar Lisa.


tak berapa lama kemudian, Reyhan muncul bersama dengan Denis yang seperti biasa, terkekeh dengan gaya sengaknya.

__ADS_1


"waduh... kayaknya Mas Rey punya saingan nih.."


ledek Denis.


Denis tak menjawab, dan mengambil kursi tepat disamping Annisa.


"ini bingkisannya..?"


tanya Reyhan


Annisa mengangguk


"yaelahh... cuma bingkisan begini doang, yaudah siih dibuka ajaa.. kali aja isinya gotengan gitu,, lumayan buat nunda lapar.."


celetuk Denis.


"Den.. terakhir kali aku dapat bingkisan dari peneror itu isinya bangkai kucing sama pisau yang masih bernoda darah looh.."


sanggah Dwi


semua orang yang ada dimeja tersebut terkejut.


"yaudah, sini biar Mas coba cek dulu.."


kemudian Reyhan medaih bingkisan yang ada diatas meja dan mulai membukanya.


sementara keempat wanita yang ada disitu merasa takut, Clara menutup wajah dwngan tangannya sementara Annisa bersembunyi dibalik pundak Reyhan yang bidang.


dan ternyata.....


sesuai dugaan Dwi yang juga pernah mendapatkan kotak serupa, isinya adalah bangkai kelinci dengan pisau yang masih bernoda darah.


sontak saja mereka histeris. Annisa bahkan refleks langsung memeluk Reyhan sambil menangis ketakutan.


keributan di meja mereka akhirnya menjadi pusat perhatian, terlebih karena Dwi yang langsung muntah dan Lisa juga Clara yang berteriak merasa jijik.


salah satu pelayan restoran menghampiri meja mereka,


kemudian Reyhan meminta pelayan tersebut (yang sebenarnya juga merasa jijik) untuk membuang kotak bingkisan yang menjadi sumber kehebohan itu.


tak berapa lama kemudian, situasi tampak mulai tenang meskipun mereka masih merasa syok. terutama Annisa, yang masih gemetaran dan wajahnya tampak pucat.


"are u okay..?"


tanya Reyhan sambil membelai kepala Annisa.


wajahnya tampak cemas.


Annisa menggeleng.


"Aku mau pulang sekarang..."


rengeknya.


"yaudah, kita pulang sekarang.."


setelah membayar pesanan mereka sebelumnya dan memberikan tips yang cukup besar untuk pelayan yang membantu mereka menyingkirkan bingkisan tak bertuan tersebut Reyhan menuntun istrinya yang masih gemetaran dan membawanya pulang.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


sesampainya dirumah, tanpa banyak bicara Reyhan langsung menuntun Annisa kekamar dan membiarkan istrinya beristirahat.


kejadian siang ini membuatnya syok berat.


tak lama kemudian setelah memastikan Annisa benar-benar sudah tertidur, Reyhan menuju ruang tamu dan menemui Denis yang sudah menyusul mereka.


"Den.. lu tau kan apa yang harus lu lakuin.."


ucap Reyhan dengan nada serius.


Denis mengangguk.


"2 hari, kalo pelakunya gak tertangkap bakal kuputuskan Selena Gomez.."


jawab Denis.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Assalamualaikum temen2...🤗🤗🤗


makasih banget buat kalian yang masih setia mendukung novel ini..


dan mohon maaf kalo author gak bisa terlalu sering up..


kerna aku butuh ide untuk membuat cerita terbaik dan gak garing..😂😂


terlebih lagi dengan segala macam kesibukan dan pekerjaanku didunia nyata..


jadi mohon dimaklumi yaa readers2ku sayang...


aku pasti bakal usahain untuk Up secepatnya..


😊😊😊


t.t.d


#Author terGaJss dan terHalu yang pernah ada

__ADS_1


__ADS_2