Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
41. Honeymoon


__ADS_3

Pagi itu Annisa dan Reyhan sudah bersiap untuk pergi.


tujuan mereka kali ini adalah ke Banff National Park, yang menurut mbah google adalah surganya dunia.


Saat keluar dari resort, Annisa dibuat tercengang dengan pemandangan alamnya yang sangat eksotis.


"Masyaa Allah... ternyata jauh lebih indah daripada lihat di foto.."


Gumam Annisa dengan wajah berbinar bahagia.


"Kamu suka..?"


tanya Reyhan.


Annisa mengangguk, sambil menggandeng lengan Reyhan kemudian mereka berjalan bersama.


lokasi yang mereka tuju bisa ditempuh dengan berjalan kaki, karena Reyhan memang sengaja memilih resort yang paling dekat dengan lokasi wisata itu.


terlebih lagi masih pagi hari, cuacanya masih sangat sejuk.


"Mas.. makasih ya udah bawa Icha kesini.."


Ujar Annisa sambil mengecup pipi Reyhan.


*Masyaa Allah.. sejak kapan istriku jadi manja begini.. tapi,, aku suka..


Batin Reyhan.


"Sebenarnya lebih bagus lagi kalo kita kesini waktu musim salju.."


Ujar Reyhan.


Annisa mengangguk.


*Dan aku pastikan musim salju nanti akan jadi salah satu momen terindah kita


Batin Reyhan sambil menatap teduh istrinya yang tak henti mengagumi keindahan tempat itu.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Tak terasa empat hari telah berlalu, dan banyak tempat yang telah mereka kunjungi.


dan ini adalah hari terakhir mereka disini.


Saat sedang menikmati sore hari di balkon resort yang menyuguhkan pemandangan alam dengan secangkir teh dan cemilan, tiba-tiba ponsel Reyhan berdering.


Reyhan meliriknya, yang ternyata adalah panggilan dari Dennis.


"sayang.. mas terima telepon Dennis dulu ya.."


kemudian Reyhan beranjak dan masuk kedalam.


"Boss.. Benar dugaanku selama ini.."


"Kenapa..?"

__ADS_1


Tanya Reyhan


"akan kuceritakan kalo kita ketemu nanti. yang pasti sekarang kau jaga Annisa baik-baik.. jangan cemas dulu, kali ini kalian belum jadi target utamanya.. tapi tetaplah waspada.. aku juga udah menempatkan beberapa orang kepercayaanku untuk menjaga kalian selama disana.."


Dari nada bicaranya Dennis terdengar sedikit gusar.


"Tolong jelasin Den.. siapa yang jadi target mereka sekarang..?"


tanya Reyhan yang sangat ingin tahu.


"Tenang aja boss.. untuk kali ini mereka salah pasang target, dan justru mereka terjebak dalam rencanaku..


tapi saranku, segeralah ceritakan semuanya pada Annisa..


akan sangat merepotkan jika nanti dia justru mengetahui kebenaran itu dari orang lain, terlebih jika si tua bangka itu.."


Saran Dennis.


"Den.. haruskah..?"


Reyhan mengkerutkan kening.


"yaa haruslah kadalll...


ente mau nanti dia tau dari si tua bangka, terus ceritanya diubah sedemikian rupa sesuai versinya dia dan bikin ente jadi tertuduh..."


Omel Dennis.


"aku yakin rahasia itu jadi kartu pamungkasnya..


dan aku gak selalu bisa menebak rencananya.. jadi lebih baik ente yang membongkarnya duluan.. tenang aja.. ane pasti bantu, sumpah demi Lucinta Luna.. ane kan juga terlibat waktu itu.."


"Tapi sekarang waktunya belum tepat Den.. gua gak mau ngerusak moment bahagianya Nisa karena masalah ini.."


Reyhan masih ragu.


"Boss.. aku gak yakin setelah ini aku masih bisa membantumu atau gak.. tapi saranku, segeralah ceritakan semuanya sebelum terlambat.."


kemudian Dennis menutup teleponnya.


Reyhan tampak gusar. Di satu sisi tentu dia ingin menyampaikan kebenaran itu pada istrinya.


tapi di sisi lain, dia takut jika Annisa tahu yang sebenarnya Annisa justru akan membencinya.


Reyhan berjalan gontai kembali ke balkon, dilihatnya Annisa yang tengah terisak menangis.


"Sayang.. kamu kenapa..?"


Tanya Reyhan sambil menghampiri Annisa yang sedang duduk disalah satu kursi.


Annisa hanya menggeleng.


Reyhan berjongkok, kemudian memegang wajah Annisa dengan kedua tangannya. ada butiran air bening dikedua bola mata indah itu.


"Sayang.. apa yang terjadi..?

__ADS_1


kenapa kamu nangis..?" tanya Reyhan sambil menatap mata Annisa yang sayu.


"Mas.. boleh Icha pinjam bahu mas..?"


Reyhan langsung menarik Annisa, merengkuhnya dalam pelukan.


Annisa langsung menangis tersedu di dada bidang suaminya.


Reyhan memeluk Annisa dengan satu tangannya, sementara tangan yang lain mengelus kepala Annisa sambil mengecupnya lembut.


"Sayang.. apapun yang kamu rasakan, kamu pikirkan, kamu boleh cerita sama mas.. apapun itu.. tolong jangan menangis sendiri begini.."


Reyhan berusaha membujuk Annisa yang masih terisak.


"Icha teringat almarhumah ibu mas.. dulu, Icha pernah berandai-andai Icha bisa bawa ibu liburan kesini.."


Reyhan mengeratkan pelukannya.


"Mas tau gak, kenapa Icha sangat ingin ketempat ini..?"


"Kenapa..?"


Tanya Reyhan lembut.


"Karena di tempat inilah pertama kalinya ayah dan ibu bertemu mas.. banyak kenangan ayah dan ibu ditempat ini.."


Reyhan tertegun.


"menurut cerita Ibu, sebelum menikah dulu ayah bekerja disini sebagai tour guide.. sampai suatu hari, Ibu datang ke tempat ini bersama teman-teman Ibu.. Ibu dan teman-temannya mendapatkan reward dari atasan ibu karena mereka berhasil memenangkan tender bernilai triliunan.


Ayah tanpa sengaja bertemu Ibu yang waktu itu tersesat.. Ayah membantu Ibu kembali ke resort, dan akhirnya ayah dan ibu mulai dekat.


singkat cerita setelah ayah kembali ke tanah air, ayah mencari ibu di alamat yang sempat diberikan oleh ibu.


ayah dan ibu bertemu kembali di Indonesia, hingga akhirnya menikah.."


"Sayang.. mulai hari ini, kita juga akan mengukir kenangan indah kita ditempat ini..


mungkin dulu kamu hanya bisa berandai-andai, tapi mulai sekarang kamu bisa kembali kesini kapanpun kamu mau.."


Ucap Reyhan dengan lembut sambil mengecup kening Annisa.


*Karena resort ini akan segera jadi milik kamu


Batin Reyhan


Annisa menatap wajah suaminya dengan sendu.


"Mas.. makasih karena mas udah bawa Icha kesini.."


"Makasih juga karena kamu bersedia memberikan kenangan indah bersama mas di tempat ini.."


Jawab Reyhan sambil mengecup kening Annisa.


Kemudian Reyhan menggendong Annisa kembali kekamar dan membaringkannya diatas ranjang.

__ADS_1


dikecupnya kening istrinya sambil membaca doa.


(lanjut adegan 21+ Gengsss...😂😂)


__ADS_2