Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
49. Kehamilan Annisa


__ADS_3

Senin pagi dan satu bulan sejak peristiwa penelepon misterius.


Seperti biasa, Annisa mulai bersiap untuk berangkat kekampus.


semuanya berjalan normal seperti biasa.


Lisa dan Clara juga sudah kembali sejak dua minggu lalu setelah cuti cukup lama.


(dan yang dia tidak pernah tahu : Dennis lah yang menyembunyikan kedua sahabatnya tersebut ditempat yang aman).


Annisa sedang menyiapkan sarapan di meja makan, ketika Reyhan muncul dengan penampilan rapi ala kantoran sambil memeriksa beberapa berkas penting.


"Mas gak ngampus..?"


tanya Annisa heran.


Reyhan menggeleng.


"Sayang, beberapa hari ini mas banyak kerjaan dikantor, mungkin mas pulang sampai larut. kamu gak apa kan..?"


tanya Reyhan.


Namun bukannya menjawab, Annisa justru menggerutu.


"Lagian mas udah dapat gelar Magister dari Harvard ngapain kuliah lagi coba.. udah gitu bolos mulu lagi.."


omel Annisa yang sampai sekarang masih penasaran apa sebenarnya alasan suaminya kembali menjadi mahasiswa


Tiba-tiba Annisa merasa perutnya mual.


dia segera berlari ke westafel dan memuntahkan isi perutnya.


"sayang, kamu baik-baik aja..?"


tanya Reyhan yang sudah menyusul dengan wajah cemas.


Annisa menggeleng.


"gak tau nih mas, mungkin masuk angin.."


jawab Annisa


"Yaudah, mas bawa kamu kedokter ya.."


"Gak usah mas, Icha gak apa-apa kok.. paling habis minum obat nanti juga baikan.."


jawab Annisa sambil memegangi perutnya yang masih terasa mual.


"Kamu yakin..?"


Rayhan tampak ragu.


"Iya.. lagian kalaupun nanti gak membaik Icha bisa minta tolong Lisa atau Dwi untuk temenin cek up kok.. jadi mas gak usah cemas.."


jawab Annisa.

__ADS_1


"Tapi..."


Belum sempat Reyhan melanjutkan kalimatnya, Annisa langsung menyela.


"Mas kan lagi banyak kerjaan.. Icha gak mau mas mengabaikan tanggung jawab mas dikantor gara-gara Icha.."


Reyhan mendengus kesal.


"yaudah.. kalo gitu kamu istirahat aja dirumah, nanti mas hubungi Lisa untuk nemenin kamu."


titah Reyhan


"tapi mas...."


"Gak ada tapi, pokoknya mas mau kamu istirahat dirumah. dan kalo ada apa-apa segera kabari mas atau Om Rizal."


Annisa hanya terdiam.


Setengah jam kemudian, Reyhan berangkat ke kantor.


selang lima menit Annisa juga bersiap kekampus dan pergi dari rumah secara diam-diam, karena pekerja yang ada dirumah itu pasti tidak akan mengizinkannya pergi.


*Maaf mas, Icha gak mau bolos lagi


batinnya.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Setibanya dikampus, Annisa sudah disambut oleh trio cetar dikoridor dengan serentetan pertanyaan konyol.


"Cha.. kamu yakin itu masuk angin..? atau jangan-jangan kamu..."


Belum lagi Lisa menyelesaikan kalimatnya, Dwi keburu menyela.


"Lis, apa kamu juga memikirkan apa yang kupikirkan..?


yaa aku rasa juga bukan hal yang mengkhawatirkan.. justru bagus kan kalo memang Nisa hamil.."


"Kamu udah cek ke dokter Nis..? atau mungkin kamu ngerasain gejala lain selain mual-mual dan pengen muntah..?"


Ujar Clara.


"kalian mikirnya kejauhan.. aku cuma masuk angin.. tapi mungkin juga karena asam lambungku naik.."


jawab Annisa sambil meninggalkan ketiga sahabatnya yang masih rempong.


hari itu tampaknya jadi hari yang melelahkan bagi Annisa.


setelah selesai jam kuliah yang cukup padat, Dwi mengajaknya ikut serta dalam kegiatan yang rutin dilakukan komunitas ROHIS kampus mereka : bakti sosial.


mereka berkunjung ke salah satu panti asuhan sambil membawa banyak sembako, pakaian dan mainan untuk anak-anak yang ada dipanti asuhan tersebut.


seperti biasa, mereka selalu menyempatkan untuk bermain sambil belajar dilapangan bersama anak-anak panti. dan hari ini mereka memainkan permainan tradisional yang sedikit melelahkan mulai dari galasin, pecah piring (ini sebutan didaerah author, kalo didaerah lain disebut boi-boian, maaf author gak tau istilah umumnya😂) engklek (ini juga sebutan didaerah author) bahkan hingga bermain sepak bola.


Annisa mengikuti semua permainan dengan sangat antusias, karena permainan itu mengingatkannya pada masa lalunya (memori anak jaman 90an😂).

__ADS_1


saat sedang asyik melompat dengan permainan engklek, tiba-tiba Annisa terlihat sempoyongan dan akhirnya


"brukkk!!"


Annisa terkapar ditanah.


orang-orang yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha menolong Annisa.


mereka memapah Annisa kedalam ruangan dan membaringkannya diatas sofa.


sementara Dwi tampak sangat pucat.


dia segera menghubungi dokter pribadi keluarganya, kemudian menghubungi Reyhan.


*ya Allah.. mudah-mudahan Annisa baik-baik aja.


batin Dwi.


selang srtengah jam kemudian, Reyhan tiba hampir bersamaan dengan Dokter Elly, dokter pribadi keluarga Dwi.


tanpa berkata apapun Reyhan langsung menghambur menuju istrinya dengan wajah yang sangat cemas.


Dokter Elly mulai memeriksa Annisa untuk memastikan kondisinya dan penyebab pingsannya Annisa.


mulai dari denyut nadi, detak jantung, hingga tekanan darahnya.


"Gimana keadaan istti saya dok..?"


tanya Reyhan yang terlihat sangat cemas.


"saya tidak yakin dengan ini, dan untuk memastikannya saya sarankan bapak membawa istri bapak ke dokter kandungan. hasil analisa sementara kemungkinan istri bapak pingsan akibat kelelahan. tekanan darahnya juga rendah."


Reyhan tampak kebingungan.


"tapi.. apa hubungannya dengan dokter kandungan dok..?"


tanya Reyhan sambil mengernyitkan kening.


"karena ada kemungkinan istri bapak sedang mengandung. untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih spesifik."


jawab dokter Elly sambil tersenyum.


"ja-jadi memang ada kemungkinannya dok..?"


wajah Reyhan tampak sumringah mendengar kabar kemungkinan istrinya mengandung.


"Insyaa Allah pak, untuk lebih jelasnya bapak bisa bawa istri bapak ke dokter kandungan.."


jawab dokter Elly.


Reyhan duduk di sisi Annisa, kemudian menggenggam tangannya. meski dia masih terlihat cemas, namun kabar baik dari dokter Elly ternyata mampu mengobati rasa cemasnya.


"semoga ya sayang.."


gumam Reyhan sambil mengecup kening Annisa.

__ADS_1


__ADS_2