
malam itu usai melaksanakan sholat maghrib, Annisa masih duduk bersimpuh diatas sajadah. dihadapannya terletak kitab Al-Qur'an.
perlahan dibacanya kitab itu, sambil mencerna makna dan arti dari srtiap ayat yang dia baca.
hingga tibalah dia pada satu ayat dan dia terpaku karna ayat tersebut.
"Wa min aayaatihi an kholaqolakum min anfusikum azwaajan litaskunuu ilaiha. Waja’ala bainakum mawaddatan wa rohmatan. Inna fii dzaalika la’aayaatin liqoumin yatafakkaruuna”
Artinya : Dan di antara tanda kekuasaan Allah adalah ia telah menciptakan bagi engkau isteri-isteri yang berasal dari golonganmu sendiri, agar engkau dapat merasa tenteram kepadanya. Dan Dia juga telah menjadian rasa cinta dan kasih sayang di antara kalian. Sesungguhnya pada hal yang demikianlah terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kalangan umat atau kaum yang berfikir." (Q.S Ar-Rum:21)
Annisa terdiam sejenak. dicobanya untuk mencerna makna dari ayat tersebut. dan tiba-tiba pembicaraannya denga Reyna sore tadi kembali terngiang dibenaknya.
Annisa memejamkan mata, kemudian menarik nafas dalam sambil tak henti berzikir dalam hatinya.
gadis itu tengah bimbang, dan sedang berharap adanya petunjuk dari Dia yang Maha Berkehendak atas segala sesuatu. yang mana takdir setiap manusia ada dalam genggamanNya.
"Ya Allah.. jika memang dia baik bagiku, bagi agama dan dunia akhiratku, maka dengan kehendakMu ya Allah, mohon bimbing hatiku untuk memberi keputusan..
namun jika sebaliknya, damaikanlah hatiku untuk segala ketentuanMu yang kelak akan berlaku atasku.."
Annisa bergumam lirih, sebelum akhirnya dia memantapkan hatinya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
malam itu sebuah restoran dipusat kota sudah mulai ramai dihadiri oleh para staff dan karyawan ReRe Coorporation.
tak ada yang tau pasti apa alasan mereka diundang untuk menghadiri acara ini.
yang mereka tau hanya bahwa : CEO Perusahaan tempat mereka bekerjalah yang mengundang mereka untuk makan malam di restoran ini.
di salah satu pojok ruangan, beberapa orang pria yang adalah staff baru di perusahaan itu tengah asyik berbincang.
"kalian tau, restoran ini adalah milik calon istriku.."
salah satu pria menyombongkan diri. dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Bobby.
"wesss... dapat calon istri wirausaha.. hebat lu Bob.."
timpal pria kedua.
__ADS_1
sementara itu di sudut lainnya, Reyhan tengah duduk sendiri sambil menggenggam kotak kecil berisi cincin.
kecemasan dan kegelisahan sangat kentara terlihat di wajahnya.
berkali kali dia menatap pintu masuk, menunggu kedatangan sosok yang paling dia harapkan.
suasana restoran semakin ramai, namun Reyhan semakin terlihat tak tenang.
para staff dan karyawan yang mengenalnya bergiliran menyapa dan memberi hormat padanya, yang hanya dibalas dengan anggukan darinya.
diliriknya sekeliling ruangan, hingga dia menemukan satu sosok yang dia kenal.
ya, pria itu adalah orang yang kemarin bersama Annisa didepan kampus.
rasa cemasnya hilang seketika, dan dia mulai tersenyum jahil.
"baiklah, setidaknya ada satu hal yang bisa kulakukan dengan benar sekarang.."
gumamnya.
dia kembali mengedarkan pandangannya mencari sosok pak Edo, dan...
pekiknya sedikit girang.
segera dihampirinya pria paruh baya yang merupakan manajer sekaligus salah satu orang kepercayaannya di perusahaan.
singkat cerita, Rwyhan dan Pak Edo mulai terlibat obrolan hangat seputar kantor dan staff, dan hal-hal sepele lainnya.
"dimana calon istri bapak..?"
tanya pak Edo
"ehmmm... mungkin kejebak macet.."
jawab Reyhan asal
"sambil menunggu sepertinya tidak ada salahnya jika saya perkenalkan bapak pada seluruh staff dan karyawan kita yang baru.."
ujar pak Edo yang kemudian langsung memberikan aba-aba kepada seluruh staff dan karyawan untuk berkumpul.
__ADS_1
"seperti yang sudah saya sampaikan sore tadi, malam ini kita diundang langsung oleh bos besar kita Bapak Reyhan Arbiantoro untuk makan malam bersama, sekaligus beliau juga akan memperkenalkan calon istrinya.
mungkin diantara kalian ada yang belum mengenal beliau, langsung saja saya perkenalkan..
ini Pak Reyhan, selaku CEO di perusahaan kita. Beliaulah yang sudah berbesar hati memberikan kesempatan kepada kita untuk mengabdi di perusahaan ReRe Coorporation, yang merupakan salah satu perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di negara kita."
semua mata tertuju pada Reyhan, tak terkecuali Bobby.
dan betapa terkejutnya pria itu saat melihat orang yang berdiri disebelah pak Edo.
"bocah tengil itu..."
gumamnya pelan.
Reyhan melirik tajam ke arah Bobby, kemudian tersenyum sinis.
"selamat malam semuanya.. terimakasih kalian sudah hadir untuk memenuhi undangan saya malam ini. dan terimakasih juga untuk kerja keras kalian selama ini untuk memajukan perusahaan kita.."
ucap Reyhan memberikan kata sambutan yang kemudian dibalas dengan tepukan tangan para staff dan karyawannya.
disituasi yang hiruk pikuk, tiba-tiba seseorang yang berdiri di pintu masuk mengagetkan Reyhan.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
assalamualaikum temen2...
dukung terus novel ini yaa..
jangan lup like dan favorit biar kamunbisa dapetin notifnya..😊😊
betewe,,, maapkeun diriku yg gak bisa boom up kayak author yg lain,,
dikarenakan aku juga punya seabrek aktivitas..
jadi mohon pengertiannya...
tapi Insyaa Allah aku akan usahain untuk up setiap hari..
untuk kritik dan saran, aku tunggu coretan kalian dikolom komentar..
__ADS_1
gomawo...😊😊😊