Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
17. Kebenaran Yang Tertunda...


__ADS_3

Malam itu Reyhan tampak gelisah.


berkali kali dia berdiri, mondar-mandir disekitar lorong rumah sakit, lalu duduk kembali sambil mengusap wajahnya.


satu-satunya yang paling ditunggu pria itu adalah kabar dari sahabatnya, Denis.


sudah pukul 11 malam, namun Denis tak juga memberi kabar apa-apa. bahkan dia pun tak tau apa sebenarnya yang direncanakan oleh sahabatnya itu.


diliriknya sesaat kedalam ruang rawat, Annisa tampaknya sudah tertidur. sedangkan Reyna dan Lisa masih duduk berbincang di sofa.


entah apa yang sedang dibicarakan kedua gadis itu yang tampaknya sangat serius.


*urusan perempuan


batin Reyhan.


tak lama kemudian ponselnya berbunyi, notifikasi pesan masuk.


dibukanya pesan yang ternyata dari Denis.


sebuah foto berlokasi di bar, dengan seorang pria yang diapit oleh dua orang pria yang menggunakan seragam polisi.


wajah pria tersebut tak terlihat jelas karna Denis melakukan pengambilan dari jarak yang sedikit jauh.


setelah itu Denis mengirimkan pesan


"misi selesai bos.. fitnah dibalas fitnah, narkoba dibalas narkoba"


Reyhan langsung menghubungi Denis, dan saat itu pun sedikit sulit karena suara Denis teredam bersama kebisingan bar tersebut.


namun akhirnya pria itu bernapas lega,


*setidaknya untuk sementara di tidak akan mengganggu Nisa


gumamnya.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


sudah tiga hari berlalu sejak peristiwa malam itu, akhirnya Bobby dinyatakan sebagai tersangka atas tuduhan penggunaan narkotika jenis XTC dengan barang bukti paket pil XTC yang ditemukan didalam saku celananya.


bahkan berdasarkan test urine Bobby dinyatakan positif (karna sesaat sebelum tertangkap dan dipaksa melakukan test itu Bobby meneguk minuman yang memang sudah dicampur dengan pil XTC, dan kalian pasti tau siapa pelakunya...🤣🤣🤣)


Siang itu Annisa sudah diperbolehkan pulang oleh dokter Rizal.


Lisa dan Reyna senantiasa menemaninya.


saat diperjalanan pulang, Lisa asyik memainkan ponselnya sekedar membuka buka sosmed dan tiba-tiba..


"astagaaa.... Cha,, ini Bobby bukan sih...??"


tanya Lisa sambil memberikan ponselnya pada Annisa.


Annisa meraih ponselnya, dan dilihatnya foto Bobby menggunakan pakaian tahanan diapit oleh tiga orang polisi dan salah satunya adalah adik kandung Lisa.


saat itu adiknya lah yang mengirimkan foto tersebut melalui pesan whatsapp sebagai jawaban, karena sebelumnya Lisa menanyakan apa yang sedang dilakukannya sekarang.


Annisa menyerahkan kembali ponsel milik Lisa, dan dia tidak mengatakan apapun.


sementara Reyhan yang sedang fokus menyetir tersenyum tipis.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


keesokan paginya tepat dihari minggu, Annisa bermaksud untuk pergi ke resto karena merasa dirinya sudah baik-baik saja. namun Reyna dan Lisa bersikeras bahwa dia masih harus beristirahat total sampai kondisinya benar-benar pulih.


akhirnya dengan sangat terpaksa Annisa kembali ke kamarnya dan hanya tiduran sambil menonton serial kartun.


saat sedang asyik menonton, tiba-tiba ponselnya berdering. panggilan dari nomor baru.


Annisa melihat sekilas di layar ponselnya


*nomor siapa ini?


batinnya.


setelah berpikir sejenak akhirnya Annisa mengangkat panggilan di ponselnya.


"halo, ini siapa..?"


tanya Annisa.


tiba-tiba suara diseberang sana terdengar terisak menangis


*sepertinya suara wanita

__ADS_1


pikir Annisa


"maaf mbak, ada yang bisa dibantu..?"


tanya Annisa lagi.


"Assalamualaikum mbak Annisa.."


sapa suara diseberang sambil masih terisak


"wa-waalaikumsalam.."


jawab Annisa


*siapa wanita ini..? kenapa dia menangis..?


batin Annisa


"Mbak, sebelumnya maaf kalo aku ganggu mbak.. aku Desy, istri Bobby.."


deg....


Annisa terkejut, namun tak tau harus bersikap bagaimana.


kemudian suasana berubah canggung.


"ada apa mbak..?"


tanya Annisa


"bisa kita ketemu..? ada hal yang aku mau bicarain sama mbak.. tolongg..."


ucap Desy memelas.


Annisa terdiam dan menimbang sejenak. disatu sisi, dia tidak ingin mempunyai urusan apapun yang berkaitan dengan Bobby. tapi disisi lain, dia juga tak bisa menampik perasaan ibanya terhadap Desy yang tiba-tiba saja memintanya untuk bertemu sambil menangis. biar bagaimanapun Annisa adalah seorang wanita, dan lumrahnya wanita memang selalu merasa trenyuh dan mudah tergugah dengan airmata.


"yaudah.. mbak sms in aja lokasi dan waktunya, Insyaa Allah aku akan nemuin mbak.."


jawab Annisa akhirnya.


setrlah menutup ponselnya, dengan segera Desy mengirimkan lokasi dan waktu untuk mereka bertemu.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Usai sholat dzuhur Annisa bersiap untuk menemui Desy dilokasi yang sudah dijanjikan.


kedua orang itu sudah seperti keluarga baginya. terlebih semenjak Ibunya tiada, kedua orang itu selalu meluangkan waktu untuk menemaninya dan bahkan tak segan untuk tinggal bersamanya dirumahnya


"kakak boleh pergi, tapi Ina harus ikut.."


ujar Reyna


"aku juga.."


sambung Lisa.


dan akhirnya mereka sepakat, bahwa mereka akan pergi bertiga. tapi Annisa meminta mereka untuk menjaga jarak padanya saat dia bersama Desy. karena Annisa merasa boleh jadi Desy juga tak nyaman dengan keberadaan orang lain diantara mereka.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Mereka sudah tiba ditempat yang dijanjikan disebuah caffe.


Lisa dan Reyna memilih duduk di meja yang lain sesuai arahan Annisa.


tak berapa lama kemudian seorang wanita muncul dan menghampiri Annisa.


"mbak Annisa..?"


sapa wanita tersebut.


"ya.."


jawab Annisa sambil menoleh.


wanita tersebut langsung memeluk Annisa sambil menangis sesegukan dan hal itu membuat Annisa merasa canggung.


"ehmm.. Desy,, apa kamu baik-baik aja..?"


Desy menggeleng, kemudian mengambil posisi duduk tepat disamping Annisa.


"Nisa.. maaf kalo aku udah ganggu kamu dan minta kamu datang kesini.. tapi, ada hal penting yang harus aku sampein ke kamu.."


"soal apa..?"

__ADS_1


tanya Annisa


"soal Bobby..."


jawabnya.


kemudian Desy mulai bercerita.


"Nis.. sebenernya udah lama aku pengen ngomongin ini sama kamu, tapi jujur baru kali ini aku punya keberanian untuk melakukannya..


aku minta maaf banget kalo apa yang aku sampein ini mungkin berkaitan dengan kamu dan Bobby, dan membuat kamu merasa gak nyaman..


ini soal kejadian 2 tahun yang lalu, waktu aku hadir di acara kalian dan justru membatalkan semuanya..


demi Allah Nis, saat itu aku gak punya maksud dan niat jahat.. justru aku melakukan itu demi kamu juga.. karna aku tau persis gimana sifat aslinya Bobby.. kamu tau Nis, sebenarnya udah sejak lama aku tau niatnya untuk menikahimu bukan karna dia mencintai kamu. dia hanya terobsesi Nis.. dan entah kenapa aku ngerasanya dia kayak punya dua sisi sikap yang saling bertolak belakang.. dan yang lebih gilanya lagi, dia bahkan sebelumnya selalu mengancamku.. dia mengancam akan membunuhku kalo aku berani buka mulut tentang dirinya kepada orang lain, terutama kepada kamu..


karna itulah aku gak pernah punya keberanian untuk melakukannya.. tapi saat kudengar rencana pernikahan itu, aku merasa aku gak bisa diam lagi.. seseorang harus membatalkan pernikahan itu karna jika tidak, kamu juga akan bernasib sama sepertiku.. dan karna alasan itulah aku berusaha memberanikan diri untuk datang dan mengacaukan acara kalian.."


"astaghfirullah....


Des, kamu yakin dia memang seperti itu..?"


tanya Annisa terpekik tak percaya.


Desy membuka sedikit lengannya, kemudian menunjukkan bekas luka bakar yang disulut dengan rokok.


kemudian dibukanya sedikit bagian bawah lehernya dan menunjukkan bekas luka yang sama.


"ini semua yang aku dapatkan setelah aku membatalkan pernikahan kalian Nis..


bukan hanya ini, aku bahkan harus kehilangan anak yang sedang dalam kandunganku saat dia mendorong dan menendangku seperti binatang.."


Airmata Desy semakin tak terbendung.


"ya Allah Desy...


kenapa kamu gak coba lapor ke polisi atau minta bantuan ke tetangga kamu...?"


Desy menggeleng.


"setelah aku membatalkan pernikahan kalian, malam itu juga dia menyekapku disebuah gudang tua Nis.. jangankan untuk meminta bantuan, aku bahkan gak bisa kabur kemanapun.. dan setiap dia mendapatkan masalah diluar, dia melampiaskannya dengan menghajarku..


aku takut Nis... dia selalu memukuliku, bahkan terkadang menyulut api rokok dibeberapa bagian tubuhku yang tidak terlihat..


tapi sekarang aku bersyukur karna dia sudah dipenjara, meskipun bukan karena kejahatannya.."


"terus gimana caranya kamu bisa kabur Des..?"


tanya Annisa.


"empat hari yang lalu tepatnya malam sesaat sebelum dia dibekuk polisi, seseorang datang menolongku. aku juga gak tau siapa dia dan darimana dia tau aku disekap digudang itu. tapi satu hal yang pasti, dia bukan orang jahat. dan dia hanya mengatakan jika Bobby akan segera ditangkap oleh polisi.. dan orang itu juga berniat membantuku untuk melaporkan dan memperkarakan kasusku ke pengadilan.."


"boleh aku tanya sesuatu Des..?


apaa... kamu dan Bobby, benar sudah bercerai..?"


tanya Annisa secara perlahan, takut jika Desy merasa tersinggung dengan pertanyaannya.


Desy menggeleng.


"aku baru akan menuntut dan membawa kasusku ke meja hijau Nis..tapi hingga saat ini belum ada kata cerai terucap dari mulutnya.. aku tau dia sengaja melakukan itu karna dia ingin menyiksaku, dia ingin membalas dendam atas apa yang udah aku lakukan.."


jawab Desy dengan tatapan nanar memendam amarah.


"Maafin aku Des... aku gak pernah tau kebenaran ini..


aku gak nyangka sebegitu beratnya hidup yang kamu jalani, dan kamu jadi begini juga karena aku..


aku minta maaf..."


Annisa juga ikut menangis dan memeluk Desy.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Assalamualaikum temen2...🤗🤗🤗


haduh haduhhhh.... itu emang jahat bener yaak si Bobby..


hukuman penjara aja kayaknya gak cukup buat dia..


bener gak siih..??


dukung terus novel ini yaa gengsss...

__ADS_1


klik tombol like dan tombol favorit, biar kamu bisa dapetin notif tiap aku Up..


gomawooo...😊😊😊


__ADS_2