Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
56. Siapa Pria Tua Itu..?


__ADS_3

Sudah dua hari mama menginap dirumah, dan melakukan banyak hal bersama menantu kesayangannya.


mulai dari perawatan ke salon, cek kandungan ke dokter, mengurus tanaman, dan kegiatan lainnya.


dan yang sampai sekarang masih jadi tanda tanya besar Reyhan, istrinya justru melakukan banyak hal yang sebelumnya paling dia hindari.


tapi mungkin memang karena saat ini Annisa sedang dalam masa mengidam.


begitu pikir Reyhan.


Usai makan siang, mama mengajak Annisa shopping ke mall setelah sebelumnya meminta izin Reyhan.


Saat di mall lagi-lagi Annisa tak bisa mengontrol naluri shopaholicnya yang belakangan semakin menjadi.


dia membeli sangat banyak barang, dan rencananya akan dia sumbangkan ke panti asuhan.


*Daripada aku beli hal yang gak penting, lebih baik aku belikan barang-barang yang bisa dimanfaatkan.


batin Annisa.


Mama yang melihat hal tersebut awalnya tidak mengerti untuk apa menantunya membeli barang-barang yang seharusnya itu dilakukan oleh ART.


"aku ingin memberikan ini ke panti asuhan ma.."


ucap Annisa saat menyadari ekspresi mama mertuanya yang tampak keheranan.


"oohh... yaudah, mama bantu kamu pilih-pilih barangnya yaa.."


Annisa membeli perlengkapan rumah tangga mulai , kulkas, dispenser, kipas angin, tv, difambah lagi barang-barang keperluan dapur.


selain itu Annisa juga membeli sembako dan tak lupa beberapa potong pakaian dan sepatu untuk anak-anak penghuni panti.


Setelah Annisa merasa belanjaannya cukup, dia menemui manager mall tersebut dan memberikan alamat sebuah panti asuhan. Annisa meminta bantuan kepada sang manager untuk mengantarkan semua barang yang dia beli ke alamat yang sudah diberikannya.


Sang manager bersedia membantunya dengan senang hati, terlebih karena suaminya adalah pemilik saham terbesar di mall tersebut.


"Nisa.. mama sangat beruntung memiliki menantu seperti kamu.."


ucap mama sambil tersenyum tulus.


"Dan aku juga beruntung memiliki mama mertua terbaik sedunia..."


jawab Annisa sambil menggandeng tangan mama mertuanya.


setelah puas berbelanja, mereka berencana merenggangkan kaki di salah satu caffe yang lokasinya tidak jauh dari mall tersebut.


namun saat hendak keluar dari mall, lagi-lagi hal tak terduga terjadi.


"Annisa Ramadhani.. kebetulan yang luar biasa, kita bertemu lagi disini.."


Seorang pria tua berjalan menggunakan tongkat menyapanya.


"Pak Kosasih...? benar kan, pak Kosasih kan..?"


sapa mama.


"lama tidak berjumpa nyonya, tampaknya bisnis anda semakin maju pesat.."


jawab pria tersebut.


Annisa tak begitu mendengar percakapan antara mertuanya dan orang asing itu, namun matanya terfokus pada pria itu.


dia merasa yakin pernah bertemu atau mungkin pernah mengenalnya.

__ADS_1


tiba-tiba beberapa orang bodyguard yang memang sudah disiagakan atas perintah Dennis langsung mengawal Annisa dan mama mertuanya menuju kedalam mobil.


pria tua itu hanya tersenyum, namun senyuman yang sulit diartikan.


"mama kenal orang tadi..?"


tanya Annisa saat mereka sudah berada didalam mobil.


"Iya sayang.. pak Kosasih itu dulu mantan supirnya Reyhan.. waktu Reyhan masih duduk di bangku sekolah dasar mama sengaja meminta supir untuk mengantar dan menjemputnya, karena papa dan mama jarang dirumah."


jawab mama.


"Tapi, sepertinya pak Kosasih juga mengenal kamu..?"


tanya mama


"Aku rasa juga begitu ma.. sebelumnya aku dan mas Rey pernah bertemu dia tepat di pintu masuk mall tadi.. dan dia sempat menyapaku.. dia tau namaku.. dan akupun merasa aku pernah bertemu atau pernah mengenalnya sebelum ini.. tapi entah kapan dan dimana, pokoknya wajahnya terasa familiar.."


jawab Annisa.


"Yaudah, gak usah kamu pikirin.. mungkin dulunya dia tetangga atau kerabat almarhum ayah atau almarhumah ibumu.."


jawab mama.


*tapi, kenapa bodyguard-bodyguard tadi bertindak secara berlebihan..? seolah pak Kosasih itu ancaman besar.


batin Annisa.


Akhirnya mereka tiba di kediaman keluarga Arbiantoro, dan disambut oleh Reyhan.


Wajahnya tampak gusar, namun berusaha bersikap setenang mungkin.


"Mas Rey..? tumben jam segini kamu dirumah..?"


"Iya, tadi mas lupa bawa berkas penting untuk bahan meeting sore ini dengn klien mas.."


Jawab Reyhan berbohong.


"Mas udah makan siang..?"


tanya Annisa.


"Udah kokk.. sayang, kamu masuk duluan ya.. ada yang mas mau omongin sama mama.."


jawab Reyhan.


"Yaudah, aku kedalam dulu ya mas.."


kemudian Annisa meninggalkan Reyhan dan ibu mertuanya di halaman depan.


"Kamu mau ngomongin apa Rey..?"


tanya mama.


"Ma, apa tadi mama dan Icha bertemu dengan Kosasih..?"


"Iyaa.. kenapa..?"


Tanya mama yang tampak kebingungan melihat ekspresi anaknya yang tak wajar.


"Apa orang itu mengatakan sesuatu ke mama atau Icha..?"


tanya Reyhan.

__ADS_1


"Ya dia sempat menyapa mama dan menyapa istri kamu.. mungkin dia memang mengenalnya..


dan tadi Annisa bilang sebelumnya kalian juga pernah bertemu kan.."


jawab mama yang masih tidak mengerti situasinya.


"Ma.. Rey minta maaf kalau ini membuat mama tersinggung, tapi Rey minta mulai sekarang mama jangan terlalu sering bawa Annisa keluar ya.. dan kalau boleh untuk sementara mama tinggal dulu disini.."


"Kamu ini kenapa Rey..?


kenapa sampai berlebihan begitu..?


lagipula kalau mama disini, gimana dengn bisnis mama..?


kamu tau sendiri kan gimana sibuknya mama dengan semua pekerjaan mama.."


Mama semakin tidak mengerti maksud pembicaraan Reyhan.


"Y-yaa.. soalnya, soalnya kan.. istriku, dia masih hamil muda ma.. dan, dan dokter juga mengingatkan agar Icha jangan sampe kecapean.. karena bisa berpengaruh sama janin yang ada didalam kandungannya.. dan, aku rasa Icha juga masih butuh mama disini.. apalgi ini kan kehamilan pertamanya.."


Jawab Reyhan gelagapan.


"Astaga Rey...


mama itu wanita, dan mama sudah melahirkan dua orang anak.. sudah pasti mama paham apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ibu hamil.. lagipula disini juga ada bi Ijah, Bi Minah dan ART lain yang siap membantu kok.. kalau ada apa-apa, kalian bisa hubungi mama.."


Ujar mama sambil tersenyum.


"Tapi ma..."


"Yaudah, mama gak mau berdebat soal ini.. pokoknya kamu harus jaga istri kamu baik-baik.."


Omel mama sambil meninggalkan Reyhan.


*Maaf ma.. aku gak bisa menceritakan yang sebenarnya kepada mama..


batin Reyhan sambil memandangi punggung ibunya.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Sementara itu...


Annisa yang sudah masuk lebih dulu langsung menuju ke dapur karena merasa haus.


"Bi Ijah, tolong bikinin saya es teh manis ya.."


"Iya non.."


jawab Bi Ijah.


Kemudian Annisa duduk diruang makan.


*Aneh... aku yakin aku kenal sama pak Kosasih..


tapi, kapan dan dimana..?


dan dia juga mengenaliku.. siapa sebenarnya orang tua itu..? dan kenapa tadi aku dan mama dikawal ketat oleh bodyguard..?


gak seperti biasa..


ada apa sebenarnya..?


batin Annisa

__ADS_1


__ADS_2