Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
40. Bersamamu


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul setengah enam pagi saat Annisa bangun dari tidurnya.


saat dia melihat sekitar, suaminya sudah tak ada disampingnya.


*Pasti Mas Rey lagi shalat berjamaah di masjid


Batin Annisa.


Annisa berusaha untuk bangkit, namun beberapa bagian tubuhnya terasa sakit.


dan akhirnya dia hanya bisa meringkuk di sisi ranjang sambil meringis menahan sakit.


lima belas menit berlalu, Reyhan sudah kembali dan meletakkan baju koko di dalam ember kain kotor.


"Sayang.. kamu baik-baik aja..?"


tanya Reyhan yang melihat istrinya hanya berdiam disisi ranjang.


Annisa hanya mengangguk.


"Kamu udah shalat..?"


tanya Reyhan.


Annisa menggeleng.


"Sakit mas.."


Ucapnya lirih, sambil menunjuk bagian tubuhnya yang sakit.


Reyhan mengecup lembut kening Annisa.


"Mas minta maaf sayang.. gara-gara mas, kamu jadi sakit begini.."


Reyhan tampak murung.


Annisa kembali menggeleng.


"Mas.. ini udah jadi tanggung jawab Icha sebagai istri mas.. lagipula, mas berhak melakukannya.."


gumam Icha.


"Yaudah.. sini, mas bantu kamu mandi.."


Kemudian Reyhan menggendong Annisa dan membawanya ke kamar mandi.


"Mas tunggu diluar aja..."


Omel Annisa sambil mendorong dada Reyhan kemudian menutup pintu.


Reyhan hanya tertawa melihat tingkah istrinya tersebut.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


"Sayang, hari ini kamu gak usah kekampus dulu yaa.."


Ucap Reyhan saat mereka tengah menikmati sarapan.


"Tapi mas..."


"Gak ada tapi.. ini perintah suami.."


Ucap Reyhan sambil memasukkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya.


Annisa memonyongkan bibir pertanda tak setuju.


sedangkan ART yang menyaksikan tingkah kedua majikannya pagi itu hanya tersenyum.


setelah menyelesaikan sarapannya Annisa hendak kembali ke atas, namun tiba-tiba Reyhan menggendongnya.


"Mas.. turunin.. malu diliatin orang.."


Bisik Annisa yang wajahnya sudah memerah karena malu.


"lah, emang kenapa kalo ada yang lihat..?


sayang, mas ini suami kamu.. bukan orang lain.."


jawab Reyhan sambil tersenyum.


"tapi Icha malu mas.. turunin...."


Annisa tampak memelas.


"oke.. tapi dengan satu syarat.."


Ujar Reyhan.


"Syarat apa..?"


tanya Annisa.


"Sore ini mas mau kita pergi honeymoon.."


Reyhan melirik dengan senyum kemenangan.


"hemm... Iya deh iyaa.. tapi, cuma sehari aja ya.."


jawab Annisa.


"No... kita pergi seminggu..


mas udah pesan tiket pesawat, dan udah booking satu resort khusus untuk honeymoon kita.."

__ADS_1


"Kemana..?"


tanya Annisa penasaran.


"RA-HA-SI-A.."


Jawab Reyhan sambil mengecup kening Annisa kemudian menurunkannya diatas ranjang.


*Astagaa.. kadang ngeselin juga punya suami yang semaunya begini.


batin Annisa.


"Mas gak kekampus..? atau kekantor mungkin..?"


Tanya Annisa saat melihat Reyhan hanya duduk di sofa sambil mengerjakan sesuatu dengan laptopnya.


"Urusan kantor mas udah serahin ke om Bambang, dan soal ngampus rasanya bolos seminggu gak ada masalah.."


Ujar Reyhan dengan lagak sok cool nya.


*Mulai tuh kumat penyakit slengeannya


batin Annisa.


"Ya ampun mas.. jadi kamu ngapain kuliah kalo cuma buat bolos coba..?


lagipula bukannya mas udah dapat gelar MBA di Oxford..?"


tanya Annisa heran.


"Hemm.. entahlah.. mungkin ini salah satu dancangan indah dari Allah untuk mempertemukan kita.."


jawab Reyhan sambil mengecup kening Annisa.


*Itu karena kamu Annisa Ramadhani.. karena aku sudah lama mencarimu.


batin Reyhan


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Usai shalat dzuhur, Annisa dengan dibantu beberapa ART mulai mengemas beberapa baju yang akan dibawa oleh Annisa dan Reyhan.


"Sayang.. kamu gak perlu bawa terlalu banyak, kita gak pergi ke kutub Utara kok.. nanti kamu bisa belanja banyak baju disana.."


ledek Reyhan saat melihat istrinya yang sedang mengemas beberapa potong pakaian.


"Sayang kan uangnya.. daripada dihamburkan untuk hal-hal yang gak bermanfaat, akan lebih baik kalo disumbangin ke mesjid atau ke panti asuhan.."


jawab Annisa polos.


Reyhan menatapnya dengan takjub.


*Masya Allah... beruntungnya aku memiliki istri seperti dia


Setelah berpamitan pada ART Reyhan dan Annisa berangkat menuju bandara.


"Mas.. kita mau kemana sebenarnya..?"


tanya Annisa yang semakin penasaran.


"Kita ke Kanada.. tepatnya di pegunungan Rocky.. sekarang musim panas, dan disana adalah tempat terbaik untuk menikmati liburan.."


Jawab Reyhan sambil menggenggam tangan Annisa.


Wajah Annisa tampak berbinar. menikmati alam di pegunungan rocky adalah impiannya sejak kecil.


bahkan dia sering berandai-andai bersama Lisa jika saja suatu hari mereka bisa berlibur disana.


"Mas.. tau darimana..?"


Tanya Annisa dengan rasa penasaran.


"Ehmmm.. mas kan udah bilang, mas ini guardian angelnya kamu.. tentu aja mas tau.."


jawab Reyhan sambil tersenyum.


"Tapi mas... Icha kan gak punya paspor.."


"Iya.. jadi gimana yaa.."


jawab Reyhan sambil memasang wajah bingung yang sengaja dibuat-buat.


Annisa menunduk lesu.


"Yaudah, kita ke semeru aja.."


Gumam Annisa.


Perlahan Reyhan merogoh sakunya, kemudian mengeluarkan sebuah buku kecil yang ukurannya sedikit lebih besar dari ukuran telapak tangannya.


"Hei.. sekarang kamu meragukan kesaktian guardian angel..?"


Ujar Reyhan sambil mengulurkan sebuah paspor kehadapan Annisa.


"Kok..kok bisa..?"


Annisa tampak tak percaya.


"Untuk kamu, apapun bisa mas lakukan.."


jawab Reyhan sambil mengelus pipi Annisa.


Annisa sangat bahagia. terlihat dari senyuman yang mengembang diwajahnya.

__ADS_1


*senyumanmu membuatku merasa damai Annisa Ramadhani...


batin Reyhan


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang, akhirnya mereka tiba di sebuah penginapan yang terletak tak jauh dari pegunungan Rocky.


karena terlalu lelah, Annisa tertidur sejak diperjalanan.


dia bahkan tidak menyadari saat Reyhan menggendongnya dan membawanya ke salah satu kamar di penginapan tersebut.


Reyhan baru saja membaringkan Annisa di ranjang, ketika ponselnya berdering.


setelah melihat siapa yang menghubunginya, Reyhan langsung mengangkatnya.


"kenapa Den..?"


tanya Reyhan


"Hati-hati boss.. banyak mata-mata si tua bangka disekitar kalian sekarang.."


Dennis memperingatkan.


"laah.. gimana sih lu Den.. kan lu yang kasih saran untuk gua bawa Annisa kesini.. sekarang malah mereka ada disini.."


"Sebenarnya... ini sarang mereka boss. dan ini satu-satunya cara untuk memancing si tua bangka itu keluar.."


"APA..?? Den lu yang bener dong.. gila lu ya.. lu mau buat istri gua terancam hahh..??"


Reyhan mulai kesal.


"Ikutin aja rencananya boss.."


jawab Dennis kemudian menutup teleponnya.


Denniiiisss.... sebenarnya apa rencana lu..."


Reyhan menggeram


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


tepat pukul tiga dini hari Annisa terbangun, badannya terasa sakit.


saat dia membuka mata, ternyata mereka sudah berada disebuah kamar dengan gaya barat.


*sejak kapan kami sampai..? kok mas Rey gak bangunin aku..?


batin Annisa.


"Kamu udah bangun sayang.."


Reyhan yang tengah duduk di sofa sambil berkutat dengan laptopnya menyapa Annisa.


"mas.. kapan kita sampai disini..?"


tanya Annisa.


"Semalam.."


jawab Reyhan yang masih fokus dengan laptopnya.


*ya ampun mas.. kamu yang ngajakin honeymoon, sekarang kamu justru sibuk sendiri.


batin Cinta.


"kenapa mas gak bangunin Icha..?"


tanya Icha sambil berjalan menuju sofa.


Reyhan melirik sekilas.


"Mas lihat kamu tidurnya pulas banget, mas gak tega bangunin kamu.."


jawab Reyhan yang lagi-lagi sibuk dengan laptopnya.


Annisa yang sudah duduk tepat disamping Reyhan menyandarkan kepalanya dipundak suaminya tersebut.


"Mas.. udahan dong sibuknya.."


protes Annisa sambil memanyunkan bibir.


Reyhan meliriknya, kemudian mengecup lembut keningnya.


"Sebentar ya sayang.. ini tinggal sedikit lagi kok.."


jawab Reyhan lalu kembali fokus dengan pekerjaannya.


Tak sampai satu jam, Reyhan menutup laptopnya pertanda pekerjaannya telah usai.


mungkin karena masih terlalu lelah, tanpa sadar Annisa sudah tertidur lagi dengan kepala masih bersandar dipundak Reyhan.


"Lah, tidur lagi.."


Gumam Reyhan yang kemudian menggendongnya ke atas ranjang.


dengan perlahan Reyhan membaringkan tubuh Annisa diatas ranjang, kemudian menutup tubuhnya dengan selimut tebal.


sedangkan dia sendiri hanya duduk di tepi ranjang, sambil terus menatap wajah istrinya.


*apapun yang terjadi nanti, aku akan tetap melindungi kamu Annisa Ramadhani.. karena itu adalah janjiku kepada kamu, kepada ayahmu, dan kepada Allah.


Batin Reyhan

__ADS_1


__ADS_2