
Tak terasa waktu berjalan.
Hari demi hari berlalu, dan selalu ada saja kejahilan yang dilakukan oleh Dennis terhadap istrinya.
Sepertinya dia sedang balas dendam pada dirinya sendiri yang sejak kecil tidak punya kesempatan untuk menikmati hidup meski hanya sesaat.
Seperti yang terjadi malam ini, lagi-lagi Dennis menjahili Kirana.
Malam ini mereka diundang oleh Reyhan dan Annisa untuk makan malam sekaligus mengadakan syukuran dan memberikan nama kepada putra kembar mereka.
Kirana sudah bersiap, dengan menggunakan gamis syar'i berwarna coklat susu dan make up yang tampak natural.
"Sayang, kayaknya kamu gak cocok deh pake baju ini, coba diganti."
Kirana yang tidak sadar sedang menjadi korban kejahilan Dennis hanya menurut dan mengganti baju dengan warna lain.
Kali ini Kirana menggunakan gamis syar'i berwarna hiju botol.
Dennis menatapnya cukup lama sambil menimbang-nimbang.
"Sayang, mas gak suka warna ini.. diganti ya.."
Lagi-lagi Kirana menurut, begitulah yang terjadi sampai entah berapa kali.
"Yaudah, kamu aja deh yang pilihin bajunya mas. Aku pusing dari tadi ngikutin maunya kamu."
Kirana mulai menggerutu.
Dennis tertawa sumringah, kemudian menyerahkan gamis syar'i berwarna coklat susu yang pertama kali dikenakan oleh Kirana.
"Mas, ini kan yang pertama kali aku pake.."
Kirana menatap Dennis dengan tatapan tajam setajam pisau emak.
"Sebenarnya, apapun yang kamu gunakan kamu tetap terlihat cantik."
Goda Dennis.
"Gak usah gombal deh."
Kirana menarik gamis yang diberikan Dennis dan kembali mengganti bajunya dengan perasaan kesal.
"Tunggu, kayaknya ada yang kurang.."
Dennis mengusap dagunya sambil berpikir.
"Ya Allah apalagi mas..?
Keburu telat loh.."
Omel Kirana.
Dennis merogoh saku jas nya, kemudian mengeluarkan seuntai kalung dengan liontin berlian kecil yang tampak berkilauan.
__ADS_1
Tanpa bicara Dennis langsung memakaikan kalung tersebut ke leher kirana, kemudian mengecup keningnya dengan lembut.
"Sekarang sudah terlihat sempurna."
Ucapnya sambil tersenyum.
Kirana bahkan masih berusaha menormalkan jantungnya. Setiap perlakuan manis dari suaminya selalu membuatnya tersipu.
"Ayo kita berangkat."
Kemudian Dennis dan Kirana berangkat kerumah o-bachan untuk menghadiri acara syukuran sekaligus pemberian nama bagi si kembar.
"Ya Allah lucunya.. gemes deh aku lihatnya."
Ucap Kirana saat menggendong salah satu bayi Annisa. Sedangkan bayi lainnya digendong oleh Dennis.
"Mudah-mudahan kalian juga segera dikaruniai keturunan ya."
Ucap Annisa sambil tersenyum sumringah.
"Aamiin.. Mudah-mudahan aja anak-anak kami nanti gak nurun sifat jahil ayahnya."
Balas Kirana sambil tertawa sumringah melirik Dennis.
Reyhan dan Annisa ikut tertawa mendengarnya.
"Aku gak nyangka loh. Selama ini kan kita kenal Dennis sosok yang dingin, kalem."
"Dennis, kalem? Sayang, kalau kamu mau tahu dia ini jauh lebih jahil daripada mas loh."
Balas Reyhan.
"Hussh.. Jangan bongkar aib dong bro. Kayak ente kagak aja."
Jawab Dennis sambil mencawel lengan Reyhan.
Mereka semua tertawa, termasuk Dennis yang tampaknya jadi salah tingkah.
------
"Mas, aku beneran gak menduga loh kamu punya sikap sekonyol itu."
Ucap Kirana sambil tertawa sumringah saat mereka baru tiba dirumah.
"Hei, kamu pikir mas ini robot? Mas juga manusia."
Jawab Dennis.
"Iya..Iya.. Kamu manusia kok. Cuma mungkin hati kamu terlalu lama dikubur di kutub."
Ledek Kirana.
"Wah, jadi sekarang kamu mulai ngeledekin mas nih?
__ADS_1
Oke, Fine.. Kamu akan tahu seberapa jahilnya suami kamu ini."
Ujar Dennis sambil tersenyum sumringah.
"Awas ya kalo berani, mas bakal tidur diluar."
Ancam Kirana sambil menatap Dennis dengan tajam.
"Alamak, bini aku garang betul rupanya.. amboy..."
Dennis tersenyum geli sambil mengelus dada.
"Kan belajar dari suami aku yang paling jahil sejagat raya."
Balas Kirana sambil menguyel pipi Dennis.
"Kalo sikap kamu semanis ini mana tega sih mas jahilin kamu."
Jawab Dennis sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Kirana.
"Sayang, makasih ya. Karena kamu bersedia menjadi pendamping hidup mas, menerima mas dengan semua sikap aneh dan ajaib mas."
Dennis menatap Kirana dengan penuh cinta.
"Mas, harusnya aku yang berterimakasih. Karena mas bersedia menerimaku meskipun aku hanya gadis kampung. Kamu bahkan menerima keluargaku dan menyayangi mereka. Aku bersyukur punya suami seperti kamu mas."
"Kirana Larasati, keluarga kamu adalah keluarga mas juga. Dan mas sangat bahagia, karena keluarga kamu menerima mas menjadi bagian dari keluarga ini."
"Mas, kamu bersikap manis begini bukan karena ada sesuatu kan.."
Kirana kembali menatap Dennis dengan tatapan tajam setajam pisau silet.
"Emm,,ya ada sih sebenarnya..
Tiba-tiba, mas rasa mas ingin punya bayi dirumah ini."
Tanpa aba-aba Dennis langsung menggendong Kirana.
"Mas Dennis,turuninnnn..."
Teriak Kirana.
"Gak mau."
Jawab Dennis enteng.
"Honey Bunny Swetty Babby ku, turunin dong."
Kirana memasang wajah manja. Jurus untuk menggoda suaminya saat dia menginginkan sesuatu.
"Boleh.. Tapi setelah..."
Dennis mengecup Kening Kirana dengan lembut, kemudian membawanya ke kamar.
__ADS_1