Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
12. Melamarmu...???


__ADS_3

sore itu usai berkunjung ke kantornya Reyhan melajukan mobilnya menuju rumah Annisa.


selama diperjalanan dia berpikir keras, bagaimana cara menyampaikan hal ini pada Annisa.


bukan soal makan malam bersama,


tapi soal....


"kenapa aku harus mengatakan itu tadi...."


Gumam Rey sambil menggaruk kepalanya sementara satu tangannya fokus dengan kemudi.


"apa yang harus aku katakan pada Nisa...? dia pasti gak akan menerima begitu aja.. atau jangan-jangan justru dia justru akan memanggil security untuk menendangku dari restoran miliknya.."


Reyhan terus mengutuki ucapannya yang terkadang keluar sebelum dia memikirkannya.


"yaudahlah.. setidaknya aku udah mencoba.. dan aku melakukan ini karna aku menghormati almarhumah ibunya.. biar bagaimanapun juga, bu Hanum sudah mempercayakan Nisa padaku.."


dan akhirnya, Reyhan tiba tepat didepan rumah Annisa.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


cukup lama pria itu berdiam didalam mobil sembari menimbang keputusan yang akan dia ambil.


dan akhirnya, Reyhan memberanikan diri untuk menemui Annisa.


"Assalamualaikum...."


terdengar suara panggilan dari depan rumah.


saat itu Annisa tengah membantu Reyna menyelesaikan tugas sekolahnya.


"waalaikumsalam.."


Annisa dan Reyna menjawab bersamaan.


"kak, kayaknya itu kak Rey.. aku bukain pintu dulu yaa.."


kemudian Reyna beranjak dari tempatnya menuju pintu depan.


"hei kakk.. mau ngajakin aku hang out lagi yaa..??"


tanya Reyna dengan wajah sumringah, seolah berharap kakaknya itu membenarkan. namun Reyhan hanya menggeleng. Reyna mengerucutkan bibirnya.


"trus kakak mau ngapain..?


atau jangan2,,,, kakak kangen sama kak Icha yaaaa...."


ledek Reyna dengan senyum jahilnya.


deg....


jantung Reyhan langsung berdegup kencang. wajahnya pun tampak memerah. namun dia berusaha bersikap setenang mungkin, karna jika tidak pasti adik kesayangannya ini akan menjadikannya bahan olokan sampai berhari-hari.


"Nisa mana dek..?"


tanya Reyhan dengan intonasi suara yang dibuat sewajar mungkin.


"naahhhh..... bener kan.. aku bilang juga apa.. kakak pasti kangen kak Icha kannn..."


ledek Reyna


"husssh.. kamu nih.. kakak serius loh, Nisa dimana..?


ada yang perlu kakak omongin sama dia.."


"yaudah, bentar aku panggilin.. kakak duduk aja dulu.. tapi duduknya diteras aja yaa.. takut jadi fitnah... heheheee..."


kemudian Reyna kembali kedalam dengan senyum sumringah.


"kakk.. ada tamu tuh.."


ujar Reyna sambil menghampiri Nisa.


"lah, bukannya itu kakak kamu Na..?"


"hemmm,, iyaa... tapi dia kemari buat cari kakak kokk..


katanya ada hal penting yang mau diomongin.."


jawab Reyna

__ADS_1


"hal penting..? soal apa Na..?"


tanya Annisa sambil mengernyitkan kening


Reyna menaikkan bahunya


"mungkin,,, dia mau ngelamar kakak..."


bisik Reyna dengan senyuman terjahilnya yang pernah ada.


"ihh Ina apaan sih kamu..."


Annisa melemparkan boneka teddy bear kearah Reyna dengan wajah manyun.


"yaudah, yuk kita kedepan.."


sambut Reyna sambil menarik tangan Annisa dan menuntunnya ke teras rumah.


"mau ngomong soal apa Rey..?"


tanya Annisa saat mereka sudah duduk bersama diteras rumah Annisa, sementara Reyna hanya menjadi pendengar budiman.


"ehmm... gini Nis, rencananya malam ini aku mau ngajakin temen-temen kantor aku untuk makan malam di restoran kamu.."


"oohhh... maksudnya kamu mau booking tempat..


kalo soal itu kamu langsung temui mbak Dian aja Rey..


karna untuk semua urusan resto aku serahin ke mbak Dian.. aku cuma mampir sesekali untuk memastikan keadaan resto.."


jawab Annisa.


"tapi,,,


sebenernya ada hal yang lebih penting lagi Nis.."


Reyhan mulai tampak gusar dan bingung bagaimana cara menyampaikannya pada Annisa tanpa membuat gadis itu tersinggung.


"apa..?"


tanya Annisa yang mulai penasaran.


"aku minta maaf sebelumnya Nis.. aku harap nantinya kamu gak salah menduga dengan maksud dan tujuanku.. apapun yang akan aku katakan udah aku pikirkan dengan baik, dan juga udah dapat restu dari keluarga aku.. dan, aku juga berharap kamu mengerti bahwa apa yang akan aku lakukan, adalah untuk kebaikan kamu juga.."


"jadi, apa hal terpenting yang sebenernya mau kamu sampein ke aku..?"


tanya Annisa dengan penuh rasa ingin tahu.


"Annisa Ramadhani...


aku....


ingin kamu menjadi pendamping hidupku.."


dan akhirnya, kalimat itu meluncur begitu saja.


spontan membuat Annisa terkejut.


sedangkan Reyna yang memang sudah mengetahui sejak awal rencana kakaknya itu tersenyum sumringah.


Annisa tertegun, merasa tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


ditatapnya wajah pria itu lekat, seolah mencari kebenaran dari ucapannya.


"Nis... aku tau mungkin ini terlaku cepat untuk kamu..


tapi, apapun yang aku putuskan dan aku lakukan itu juga untuk kebaikan kamu Nis.."


"terimakasih untuk kebaikan anda tuan Reyhan Arbiantoro.. tapi jika anda berpikir untuk menikahi saya karna anda mengasihani saya, anda tidak perlu elakukannya sejauh itu. karena saya tidak perlu belas kasihan dari siapapun."


jawab Annisa dingin.


"aku melakukan ini bukan karna aku mengasihani kamu Annisa... tapi aku melakukan ini karna memang inilah tanggung jawabku terhadapmu dan terhadap almarhumah ibu kamu..."


Annisa membulatkan matanya, dan tiba-tiba nafasnya terasa sesak.


speechless.. dia tak tau harus berkata apa.


"sesaat sebelum ibu kamu meninggal, akulah satu-satunya orang yang ada disampingnya.. dan kamu tau Nis... ibu kamu memintaku untuk menjaga kamu.. dia menitipkan kamu padaku.."


"hanya karena ibuku yang memintanya kamu gak harus mengikutinya Rey..!!"

__ADS_1


Annisa mulai terisak.


"tapi aku ingin mengambil tanggung jawab itu Nis... tolong... jangan membuatku merasa bersalah seumur hidup pada ibu kamu Nis.. tolong..."


Reyhan bersimpuh didekat Annisa.


"kalau kamu bersedia, aku tunggu kedatangan kamu di restoran malam ini..


tapi kalo kamu gak bersedia, aku janji setelah ini aku gak akan pernah ganggu hidup kamu lagi.."


kemudian Reyhan berpamitan pergi.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Reyna yang sejak tadi hanya menyaksikan apa yang terjadi didepan matanya, kemudian menyentuh pundak Annisa.


"kak... boleh aku ceritakan sesuatu..?"


tanya Reyna saat Reyhan sudah tak terlihat


"apa?"


tanya Annisa yang masih terisak


"soal kak Rey.. sebenernya... dari awal aku tau niat kak Rey terhadap kakak.."


Annisa langsung menoleh pada Reyna yang sedang berdiri disampingnya sambil memeluk pundaknya.


"iya kakk.. sejak pertama kali dia bilang mau ngelamar kakak... mungkin waktu itu dia memang asal bicara.. tapi, kak Rey bukanlah orang yang tidak bisa mempertanggung jawabkan perkataannya.."


"maksud kamu..?"


"sejak kak Rey bilang ingin melamar kakak yang walaupun memang ucapan itu tanpa sengaja terlontar dari mulutnya, dia berusaha untuk mempertanggung jawabkan ucapannya.. bahkan kak Rey juga udah cerita semuanya sama aku, termasuk kejadian sesaat sebelum ibu kakak meninggal.."


Annisa tertunduk.


"kakak tau gak kenapa sampai sekarang aku masih ada disini nemenin kakak..?"


Annisa menggeleng.


"kenapa..?"


tanyanya


"karna kak Rey minta aku untuk jagain kakak, dan ngelaporin apapun yang terjadi dirumah ini. termasuk, soal kejadian pagi tadi.. dan itu semua dilakukan kak Rey hanya karna dia ingin menjalankan tanggung jawabnya terhadap kakak.. meskipun kakak gak menyadari itu.."


Annisa membulatkan mata seolah tak percaya.


"jadi kamu ada disini sebenarnya karna Rey..?"


"iya kak.. dan bukan cuma itu aja.. sebenernya kak Rey juga yang udah ngelunasin semua uang yang dipinjam oleh almarhumah ibu kakak ke pihak investor yang ingin mengambil alih restoran milik kakak, meskipun dia harus membayarnya ke papa dengan cara menyelesaikan proyek di raja ampat sebaik mungkin. bahkan saat kakak dirumah sakit, kak Rey juga minta aku untuk selalu update kabar keadaan kakak hampir setiap jam..


kak Rey bener2 cemas dwngan kondisi kakak waktu itu.."


"jadi sebenarnya orang yang udah ngelunasin semua hutang kakak itu Rey..??"


Annisa terpekik kaget.


"tadi kakak bilang, kriteria calon suami idaman kakak adalah orang yang soleh dan bertanggung jawab.. jadi apakah semua yang udah kak Rey lakukan ke kakak itu bukanlah bentuk dari rasa tanggung jawabnya terhadap kakak..?


sekarang semua keputusan ada ditangan kakak.. aku cuma nyampein apa yang kurasa perlu dan memang harus kusampein.. aku harap, kakak bisa pertimbangin semua omongan aku yaa.."


Reyna tersenyum tulus, kemudian masuk kedalam rumah.


sementara itu Annisa masih tetap di teras, merenungkan apa yang baru saja terjadi.


*Reyhan Arbiantoro, anak dari salah satu pengusaha tersukses justru memilihnya yang bahkan berasal dari keluarga yang sederhana.. bagaimana mungkin..?


begitulah yang ada dalam pikiran Annisa saat itu.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


assalamualaikum temen2...🤗🤗🤗


dukung terus karyaku yaa..


ketik like dan favorit, biar kamu bisa dapetin notif updatenya..


kutunggu juga kritik dan saran terbaik kalian dikolom komentar..


oiia,,

__ADS_1


kuy diramein juga IG aku @tara_ramadhanie..


gomawo....😊😊😊😊


__ADS_2