Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)

Ana Uhibbuka Fillah (Season 2)
22. Isi Hati...


__ADS_3

keesokan paginya Dokter Rizal sudah membuat jadwal untuk sesi terapi Annisa bersama Dokter Rina yang sudah kembali bertugas dirumah sakit.


"gimana keadaan kamu hari ini Nisa..?"


sapa dokter Rizal


"alhamdulillah lebih baik dok.."


jawab Annisa


"Nisa, ini dokter Rina.. mulai sekarang beliau yang akan menangani kamu.."


Dokter Rizal memperkenalkan Annisa pada Dokter Rina.


"Jadi ini yang namanya Annisa... Reyhan banyak cerita tentang kamu loh Nisa.."


ujar Dokter Rina sambil tersenyum, dan membuat Annisa salah tingkah.


"Dokter Rizal, boleh saya bawa Annisa ketaman belakang..?


saya rasa Annisa juga pasti jenuh beberapa hari hanya berbaring diruangan.."


"Silahkan dokter, lakukan senyaman mungkin.. lagipula cuaca sedang bagus pagi ini, udara juga masih segar.."


jawab Dokter Rizal.


"kalau begitu saya tinggal dulu, saya mau melanjutkan mengecek pasien2 yang lain.."


kemudian Dokter Rizal meninggalkan Annisa dan Dokter Rina ang juga sudah berjalan menuju taman yang terletak dibelakang rumah sakit tersebut.


"Nisa.. duduk disini.."


ujar Dokter Rina yang sudah lebih dulu duduk dibangku taman dan mempersilahkan Annisa duduk tepat disampingnya.


Annisa mengangguk, kemudian duduk bersama dokter Rina.


"dok, boleh saya tanya sesuatu..?"


Annisa tampak ragu, namun rasa penasarannya jauh lebih besar. sejak berada dirumah sakit beberapa hari yang lalu dia sudah bertanya tanya apa sebenarnya yang terjadi padanya.


"silahkan.."


jawab dokter Rina sambil tersenyum.


"dan jangan panggil dokter.. cukup mbak Rin aja.. anggaplah aku ini seperti kakakmu sendiri, jadi kamu jangan sungkan yaa.."


sambungnya masih tetap dengan senyum tulusnya sembari menyerahkan satu botol air mineral.


Annisa meraih botol tersebut dan meminum isinya.


lima belas menit berlalu mereka berbicara hal-hal remeh temeh tentang kehidupan dan kegiatan mereka sehari-hari.


"ehmmm.. se-sebenarnya, se-selama ini saya ngerasa aneh dengan diri saya sendiri dok..ehh..emm.. mak-maksud saya mbak Rin.."


ucap Annisa yang merasa dirinya mulai relaks.

__ADS_1


"katakan.. apapun yang kamu rasa mengganjal dihati kamu, kamu bisa ceritakan semuanya Nisa.. keluarkan semua hal yang membebani kamu selama ini.."


ujar Dokter Rina lembut sambil menggenggam tangan Annisa.


dan tanpa disadari, Annisa mulai menceritakan semua hal yang selama ini dia coba hindari.


mulai dari kisah di masa lalunya, bagaimana dia dikecewakan, hingga saat dia kehilangan ibunya..


dan.. satu rahasia terbesar yang selama ini hanya dipendamnya sendiri : kematian ayahnya..


*flashback 16 tahun yang lalu..


gadis itu berusia 3 tahun kala itu, tepat dihari ulangtahunnya yang ketiga, ayahnya berjanji akan mengajaknya bermain ke pantai. namun yang terjadi justru sangat mengguncang dirinya, karna tepat dihati itu pula dia menyaksikan saat ayahnya terpental sekian meter setelah ditabrak sebuah mobil yang melaju dengan sangat cepat, dan peristiwa naas itu terjadi didepan matanya.


di usianya yang masih sangat kecil, dia belum mengerti apa yang terjadi saat itu. yang dia tau hanyalah : ayahnya terjatuh dengan banyak darah yang keluar dari tubuhnya.


saat itu ayahnya hanya berkata "jangan takut nak, ayah janji semua akan baik-baik saja.."


kemudian dia melihat ayahnya (yang menurut logika anak seusianya) "tertidur".


entah apa yang saat itu ada dibenaknya, namun dia tak mengatakan apapun kepada siapapun.


beberapa minggu kemudian, dia melihat ayahnya dibawa kesuatu tempat. banyak orang, dan dia melihat ayahnya dimasukkan kedalam tanah.


ibunya hanya berkata "jangan khawatir sayang, ayah hanya tertidur untuk sementara..nanti kita akan jumpa lagi sama ayah.."


bocah kecil itu menunggu, terus menunggu tanpa mengatakan apa-apa. dia hanya mempercayai apa yang dikatakan oleh ayah dan ibunya, bahwa semua akan baik-baik saja, dan dia akan segera bertemu ayahnya lagi. tapi sayangnya, janji hanya tinggal janji.


tahun demi tahun berganti, hingga akhirnya dia sudah mulai mengerti apa yang sebenarnya menimpa ayahnya.


kesal, marah dan kecewa semuanya bercampur aduk.


begitulah hidupnya berlanjut hingga akhirnya dia menyelesaikan pendidikannya di tingkat SMA.


meski masih sulit menerima keberadaan orang lain dihidupnya, mengingat masa kecilnya yang selalu menjadi bulan-bulanan teman-teman sekolahnya, setidaknya dia mulai berani membuka dirinya.


namun disaat dia mulai belajar untuk mempercayai orang lain, dia harus kembali menerima kenyataan pahit.


tepat dihari dimana pernikahannya berlangsung, sebuah kenyataan terungkap.


tak hanya dirinya yang hancur, tapi juga keluarga besarnya.


ibunya jatuh sakit, sementara para kerabat mulai menjauh satu persatu.


sejak itu gadis bernama Annisa semakin menutup diri, kecuali terhadap orang-orang terdekatnya.


orang lain mungkin melihatnya tampak bahagia,


tapi tak seorangpun pernah tahu duka apa yang selama ini disimpannya rapat-rapat didalam hatinya.


dan kali ini, adalah pertama kalinya Annisa mengatakan semuanya. itupun kepada seseorang yang baru saja dia kenal.


dokter Rina tetap mendengarkan sambil sesekali menepuk bahu Annisa untuk membuatnya tetap tenang.


"maaf ya dok..ehh.. m-maksudnya maaf mbak Rin, aku jadi kebawa suasana.."

__ADS_1


ujar Annisa setelah menceritakan semuanya.


dokter Rina tersenyum, kemudian menepuk bahu Annisa.


"apapun yang terjadi dalam hidup kita Nis, yakinlah ini semua adalah rancangan dari Allah.


mungkin untuk sekarang, kamu merasa sedih, merasa kecewa, bahkan mungkin merasa putus asa dengan situasi dan kehidupan yang kamu jalani.


tapi, jangan biarkan itu terus berlarut..


kamu harus tanamkan dalam hati kamu bahwa apapun yang kamu jalani sekarang, semoga akan kamu syukuri disuatu saat nanti.. kamu harus yakin dan berserah sepenuhnya, Insyaa Allah hati kamu akan lebih tenang.."


Annisa hanya mengangguk mendengarkan saran dari dokter Rina.


"kamu tau Nis... didunia ini, masih sangat banyak orang yang jauh lebih tidak beruntung dari kamu.. banyak anak yang bahkan tidak mengenal orangtuanya, banyak orang yang hidupnya menjadi gelandangan, bandingkan dengan niknat yang udah Allah beri ke kamu..


atleast, kamu masih sempat merasakan kasih sayang ayah ibumu.. kamu juga memiliki tempat tinggal yang nyaman, memiliki sahabat dan orang-orang yang sayang dan sangat peduli dengan kamu, bisa bersekolah hingga kuliah, kamu juga diciptakan dalam bentuk fisik dan jiwa yang terbaik, tanpa cacat dan cela.. dan itu baru secuil aja Nisa..


masih teramat sangat banyak nikmat yang kamu dapatkan tanpa kamu sadari.."


lanjut dokter Rina dengan masih menepuk pundak Annisa.


"iya mbak.. mungkin mbak Rin benar.. mungkin selama ini akulah yang kurang bersyukur atas nikmat yang udah Allah kasih ke aku.. makasih banyak ya mbak, udah jadi pendengar dan udah kasih aku saran terbaik.."


Annisa memeluk dokter Rina.


sementara itu disalah satu sudut taman...


"oom yakin cara ini bakal berhasil..?"


tanya Reyhan pada dokter Rizal.


sedari tadi diam-diam mereka mengawasi Annisa dan dokter Rina.


"kita doakan aja Rey.. mudah-mudahan cara ini bisa membantu menghilangkan trauma Annisa di masa lalunya.."


jawab dokter Rizal


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


assalamualaikum temen-temen...🤗🤗🤗


mohon maaf telat up, berhubung karna satu hal dan lainnya, eiike gak bisa fokus untuk lanjut novelnya..😂😂


mohon dimaklumi yaa manteman..


dan jangan lupa dukung terus "Ana Uhibbuka Fillah"


dengan caea klik like dan favorit...


gomawooo...😊😊😊


wassalam...


t.t.d

__ADS_1


*Author terGaJes dan terHalu yang pernah ada


__ADS_2